
Zoya celingukan saat bangun tidur karena sudah berada di kamar, David sepertinya sudah pergi pagi pagi sekali
"Kenapa aku ada disini? apa tuan semalam tidak pulang? lalu siapa yang membawaku ke kamar?" gumam Zoya
Zoya keluar dari kamar bersamaan dengan pelayan yang hendak membangunkannya, pelayan tersebut tersenyum lalu menggandeng tangan Zoya
"Ikut saya nona.. hari ini sepertinya keberuntungan mu" ucapnya
"Maksudnya?" tanya Zoya
"Lihatlah " pelayan itu mengarahkan tangannya ke bawah tangga
Di bawah sudah berubah seperti toko pakaian, dimana semua gaun di gantung dan sendal serta sepatu wanita di pajang disana
"Tuan mengatakan anda boleh memilih yang anda sukai" mata Zoya membulat, seumur hidupnya dia tidak pernah belanja atau memilih pakaian semewah ini
"Apa aku mimpi? hari apa ini? kenapa tuan tiba-tiba berubah menjadi baik?" Zoya terpana menyentuh setiap baju yang tergantung
"ini baju apa?" Zoya melihat satu gantungan yang isinya baju baju kurang bahan bahkan baju tersebut tak layak di pakai menurut Zoya
"Itu.. itu.. tuan yang memesan, tuan berkata itu akan di ambil semua.. nona hanya memilih gaun untuk sehari hari" jawab si pelayan
"Ohh... untuk apa aku memilih baju banyak banyak lagi punya aku tak bisa keluar" lirih Zoya
Zoya hanya memilih tidak lebih dari sepuluh pakaian, juga beberapa pasang sendal yang sederhana saja dari banyaknya sendal dan sepatu disana
"Aku ambil ini saja... emm.. aku boleh tahu siapa namamu?" tanya Zoya
"Nancy.. nona"
"Aku pikir usia kita sepertinya sama? apa aku benar? " ucap Zoya
"Aku berusia 20 tahun saat ini nona" jawabnya
"Betul sekali kita seusia, aku harap kita bisa menjadi teman" ucap Zoya dan di tanggapi senyum serta anggukan kepala
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tanpa sadar David mengangkat sudut bibirnya ketika membayangkan Zoya, sesaat kemudian dia menggelengkan kepalanya lalu kembali memasang wajah datar
Para staf saling pandang ketika melihat sedikit senyuman di bibir David, hal yang sangat jarang bahkan tidak pernah mereka lihat selama bekerja disana
David melihat jam di pergelangan tangannya lalu menutup meeting, dia tidak sabar untuk segera pulang
"Beberapa hari ini tuan David sangat aneh" bisik salah satu staf
"Makan siang selalu pulang, biasanya dia makan siang di kantor "
__ADS_1
"Apalagi tadi kalian lihat? bibirnya sedikit tersenyum "
"Mungkin otot otot wajahnya menjadi lentur?"
"Sssttt... dia datang" mereka bubar ketika melihat David berjalan kearah mereka
Salah satu cleaning servis tidak sengaja menabrak David membuatnya ketakutan, dia mengira akan tamat hari itu juga
"Ma..maafkan saya tuan"
"Tidak apa apa.. berkerja lebih hati hati" jawab David membuat semua orang tercengang
"What?" mereka yang melihat sampai tak percaya dengan apa yang di lihatnya
Sesampainya di rumah David langsung menuju dapur, Zoya tampak masih memasak dan tak menyadari kehadiran David
"Kau hanya kenapa memilih baju ini?" ucap David seraya menarik lengan baju gaun yang di pakai Zoya, Zoya sampai terlonjak karena David tiba-tiba menariknya
"Aku..aku pikir tidak masalah memakai baju sederhana lagi pula aku tidak akan kemana mana" jawab Zoya
"Maaf tuan.. apa semua pakaiannya sudah di pilih? pemiliknya akan mengambilnya" seorang pelayan menghadap David
"Ambil semua pakaian dan sepatunya, akan aku bayar semua" ucap David
Zoya membelalakkan matanya saat mendengar semua baju dan sepatu yang begitu banyak akan David bayar, David kembali menatap Zoya membuatnya resah
"Ganti dengan itu, rias sedikit wajahmu" ucap David
"Aku tidak punya alat rias" jawab Zoya
"Sekarang kau punya, lihat sendiri" David menunjuk berbagai alat makeup lengkap
"Apa neraka ini akan menjadi surga?" batin Zoya
"Cepatlah" David mendorong punggung Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa yang kau lakukan di wilayahku?" tanya Jack
"Ini perbatasan" jawab Tony
"Lalu kenapa kau memilih tempat ini? kau bisa melakukan transaksi di wilayah mu sendiri"
"Karena tempat ini strategis dan lebih mudah di jangkau, tujuan kita sama kenapa kau mempermasalahkan ini? " tanya Tony
"Tujuan kita memang sama tapi kita berbeda, bagaimana bisa barang kami bisa di samakan dengan barang busuk milik kalian?" jawab Jack
__ADS_1
"Kau memang sama saja seperti David, tidak pernah membiarkan orang lain berhasil "
"Karena keberhasilan mu akan membuat kami rugi, kau Bertransaksi di tempat kami untuk menjelekkan kualitas barang kami yang sebenarnya jauh lebih baik dari pada milik kalian" ucap Jack
Tony memang ingin menjatuhkan David karena David terlalu di kenal berkuasa, Tony sengaja menjual barang jelek agar kliennya mengira itu juga yang di jual David
Tony selalu mengatakan bahwa mereka juga anak buah David membuat David pernah rugi besar karena ulah Tony, saling tembak menembak antara kubu Tony dan Jack tak terelakkan
Jack akhirnya bisa mengusir Tony serta anak buahnya dari sana
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya menuruni anak tangga dengan penampilan yang membuat David terpana, wajahnya yang cantik dengan sedikit sapuan makeup membuatnya menjadi semakin cantik
David tidak memperhatikan Zoya yang tampak tidak nyaman dengan sepatu high heels yang digunakannya, hingga beberapa kali kakinya tergelincir
"Kau tahu? kau begitu cantik" ucap David seraya mencium bahu serta leher Zoya membuatnya merinding
"Mereka akan melihat kita" Zoya sedikit mendorong David
"Siapa yang akan berani? mereka bahkan akan menjadi buta" benar saja ketika Zoya menatap mereka ternyata para penjaga bahkan berbalik membelakangi
"Temani aku makan" ucap David seraya menuntun tangan Zoya
"Hanya makan di dapur saja aku harus repot-repot merias diri" batin Zoya
Mata David tak pernah lepas menatap Zoya membuatnya canggung, David mengelus kaki Zoya membuatnya menegang
"Apa apaan ini ? bukankah dia hanya ingin di temani makan?" batin Zoya, tenggorokannya terasa menyempit hingga sulit menelan makanan
"Dia hanya membiarkanku tenang sehari saja" kemarin adalah hari dimana Zoya tak merasa ketakutan
"Segera habiskan makananmu, setelah itu temui aku" ucap David lalu pergi
"Perasaanku tidak enak " gumam Zoya setelah David pergi
Zoya telah menyelesaikan makanannya dan menaiki anak tangga menuju kamar, Zoya menarik nafas dalam dalam sebelum memutar gagang pintu
David rupanya baru selesai mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya, David duduk di sofa dengan rokok yang masih menyala di sela jarinya
"Ganti pakaian mu" David menunjuk pakaian yang tergeletak di tepi ranjang
Tanpa banyak bicara Zoya menyambar pakaian tersebut lalu masuk kedalam kamar mandi sebelum David menyuruhnya berganti baju di hadapannya, setelah memakai pakaian tersebut Zoya mematut dirinya di cermin
"Aku seperti p*l*c*r" gumam Zoya melihat penampilannya dengan baju yang tidak pantas
Zoya ragu untuk keluar dan hanya berjalan bolak balik di dalam kamar mandi, suara ketukan pintu membuatnya terkejut bukan main
__ADS_1