Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 76


__ADS_3

Martin tersenyum berdiri di pintu kelas Zoe pagi pagi, Zoe berlari kecil menghampiri kakek barunya itu


"Kakek kenapa pagi pagi kesini? " tanya Zoe


"Kakek pamit untuk kembali ke kota asal kakek" raut wajah Zoe murung seketika


"Tapi kenapa buru buru sekali? padahal aku masih ingin bermain bersama kakek"


Martin berlutut di hadapan Zoe menyamakan tingginya dengan Zoe, Martin memeluk Zoe lalu memegang kedua bahunya


"Kita akan bertemu lagi lain waktu, ayahmu yang akan membawamu kembali" bisik Martin


"Ayah? " tanya Zoe dengan raut wajah bingung


"Kau sudah tahu siapa ayahmu, bukan? terjadi kesalahpahaman diantara ayah dan ibumu.. bantu ayahmu untuk mendapatkan kembali ibumu" Martin kembali berbisik


Raut wajah Zoe berbinar seketika mendengar ucapan Martin, Zoe memeluk Martin lama sebelum Martin pergi


"Jadi kakek sudah tahu kalau aku cucu kakek?" tanya Zoe


"Tentu saja... kita akan kembali bersama saat waktunya tiba, bantu ayahmu"


"Baik kek.. kakek hati hati di jalan" Martin mengusak puncak kepala Zoe sebelum pergi


Maya berdiri melihat itu dari pintu kelasnya, saat Zoe tersenyum pada Maya entah apa yang terjadi Maya tak seperti biasanya


Maya malah pergi masuk tanpa membalas senyuman Zoe, Zoe menggerakkan bahunya lalu masuk kedalam kelas


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Seperti biasa Zoya akan datang ke rumah David setelah mengantar Zoe, biasanya David akan pergi dengan mobil namun kali ini David keluar seraya membawa helm


"Turun" Titah David pada Zoya yang masih duduk diatas motornya


Zoya turun tanpa bertanya lalu kemudian David naik ke atas motor Zoya, Zoya mengernyitkan dahi ketika David menepuk jok belakang


"Apa?" tanya Zoya


"Apa kau tidak melihat aku sudah pakai helm? kita berangkat menggunakan motormu"


"Bukankah kau selalu menggunakan mobil? naik motor panas" ucap Zoya


"Tidak apa apa.. sesekali aku ingin merasakan angin segar"


Zoya duduk di belakang David sambil memakai helmnya, tiba-tiba David menarik tangan Zoya agar memeluknya


Zoya kembali menarik tangannya membuat David dengan sengaja melajukan motornya dengan kencang, Zoya terkejut saat David tiba-tiba berhenti hingga helm keduanya saling berbenturan


"Aww.." Zoya memegangi kepalanya

__ADS_1


"Sudah aku katakan pegangan" ucap David kembali menarik tangan Zoya agar memeluknya


Bukannya memeluk David tapi Zoya berpegangan pada pinggiran baju David, David tidak pergi ke proyek namun malah membawa Zoya ke pantai


Zoya melirik kiri dan kanan saat David menghentikan laju motornya, Zoya mengira David akan menemui rekan bisnisnya namun ternyata David malah mengajaknya berjalan jalan di tepi pantai


"Kau tidak bekerja? lalu kenapa mengajakku kemari?" tanya Zoya


"Aku penat.. aku ingin berhenti sejenak dari pekerjaanku"


"Kenapa tidak mengajak anak dan istrimu saja?" tanya Zoya kembali


"Aku tidak pernah pergi liburan dengan mereka, kau sendiri apa pernah berlibur dengan keluargamu?"


"Tentu saja... aku menyayangi anak ku maka dari itu aku selalu menyempatkan diri untuk mengajaknya pergi jalan-jalan ke pantai, taman, atau, puncak" jawab Zoya


"Sepertinya kau terkesan bersikap dingin pada istrimu?" sambung Zoya


"Aku menikah dengannya karena ibuku.. sebenarnya Maya bukan.." ucapan David terputus saat telepon Zoya berdering


"Sebentar" Zoya menjawab panggilan teleponnya


"Apa? tapi kau baik baik saja, bukan? baiklah aku pulang sekarang" Zoya bicara pada seseorang di balik telepon


"Kenapa? "tanya David


"Dapur di toko milikku kebakaran, aku harus pulang" Tanpa sadar Zoya menarik tangan David


"Maaf maaf.. aku tidak bermaksud.." ucap Zoya


"Tidak apa apa.. jangankan hanya tangan seluruh tubuh ku saja boleh" gumam David


"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Zoya


"Tidak... ayo kita pulang"


Sesampainya di toko Zoya yang sudah di penuhi asap hitam dan pemadam kebakaran, Zoya berlari kearah Magdalena yang tampaknya masih syok


"Kau baik baik saja?apa yang terjadi?" tanya Zoya


"Aku memanggang kue tapi aku lupa terlalu lama mengatur waktu memanggangnya, hingga... booom.. ada yang meledak dari dapur dan terjadilah" Magdalena menceritakan tentang kejadiannya


"Astaga... kau bekerja di toko kue tapi tidak bisa memanggang kue?" cibir David


"Aku hanya sedang melamun biasanya tidak seperti ini, kau ini tahu apa? menyebalkan sekali" gerutu Magdalena


David mengambil handphonenya lalu menelpon seseorang, sesaat kemudian perkataan David membuat Magdalena dan Zoya tercengang


"Ya.. renovasi dapur yang terbakar juga Carikan koki yang biasa memasak kue dan dessert lainnya"

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu.. dalam waktu sepuluh menit semua harus sudah siap disini" Zoya dan Magdalena saling pandang mendengar ucapan David


"Dia benar-benar gila.. dia memerintah orang lain seperti orang itu jin saja" Bisik Magdalena


Zoya menyikut Magdalena karena David memperhatikan mereka, Magdalena mengulum bibirnya seraya membuang pandangannya


"Kenapa bisik bisik?"


"Ti..tidak.. aku harus menjemput Zoe" ucap Magdalena ingin menghindari tatapan tajam David


"Tidak perlu.. aku akan menjemputnya" cegah David


"Tapi kau tidak membawa mobil" ucap Zoya


"Kalian menganggap remeh diriku? lihat saja" Mobil mobil pekerja yang akan merenovasi dapur Zoya, koki serta mobil David benar benar diantar dalam waktu 10 menit


"Gila" Magdalena benar benar di buat melongo


"Aku pergi dulu.. tutup mulutmu nanti ada serangga masuk" ucap David pada Magdalena membuat bibir Magdalena menutup seketika


"Dia benar-benar sombong, gila dan menyebalkan" ucap Magdalena


"Dia tidak pernah berubah" jawab Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


David sudah menunggu di depan sekolah Maya dan Zoe, Maya berlari kecil dan menarik tangan David agar segera masuk ke dalam mobil


"Kenapa terburu-buru? Zoe belum pulang kasihan ibunya tidak akan menjemputnya toko ibunya baru saja terbakar" ucap David


"Aku tidak mau pulang bersama Zoe, aku tidak mau berteman lagi dengannya"


"Kenapa? bukankah kau selalu ingin berteman dengan zoe?" tanya David


"Sekarang tidak lagi.. pokoknya jangan bawa Zoe pulang bersama kita" Maya masuk kedalam mobil seraya membanting pintu mobilnya


Ketika David hendak masuk ke dalam mobil dia melihat Zoe berjalan, tidak seperti biasanya karena kali ini Zoe tersenyum manis padanya


David begitu bahagia karena bocah dingin dan menyebalkan itu melempar senyum padanya, David mengurungkan niatnya dan menghampiri Zoe


Maya melihat keduanya sedang berbincang lalu David menggendong tubuh Zoe melangkah menuju mobil, mata Maya berkaca-kaca melihat pemandangan itu


"Aku tidak mau saudara, aku tidak mau membagi kasih sayang ayah dan kakek.. aku membencinya " Maya mendengar ketika David dan Martin membicarakan tentang Zoe


Maya kini menjadi membenci Zoe karena takut perhatian serta kasih sayang ayah dan kakeknya direbut Zoe, Maya yang biasanya cerewet hanya diam saja


"Apa kau lapar Zoe?" tanya David


"Eemmhh..." baru saja Zoe akan menjawab namun Maya menyela

__ADS_1


"Aku ingin langsung pulang, aku mau makan masakan ibuku" ucap Maya


__ADS_2