Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 62


__ADS_3

Zoya di panggil ke sekolah karena Zoe memukul temannya, setelah bicara dengan guru dan para orang tua murid Zoya pun pamit


"Begitulah anak yang tumbuh tanpa ayah, mereka tidak bermoral, arogan dan tak tahu aturan" sindir ibu dari teman Zoe


"Kalau aku yang jadi ibunya mungkin aku sudah menggugurkan bayi itu saat masih dalam kandungan"


"aku yakin ibunya juga tidak tahu siapa ayah anak itu" sahut yang lain


Mendengar ucapan ucapan mereka yang menyudutkan Zoya pun menghentikan langkahnya, Zoya berbalik menatap mereka dengan tatapan tajamnya


"Jadi siapa yang tidak bermoral, arogan dan tak tahu aturan diantara kita? dengan ucapan kalian orang orang pun akan bisa mengetahui siapa yang pantas mendapat gelar itu" ucap Zoya


"Kalian mempunyai aib sendiri, aku harap suatu saat aib kalian akan di ketahui publik hingga kalian tidak akan berani menunjukkan wajah kalian di depan publik" lanjut Zoya lalu pergi


"Cih memangnya dia siapa? dasar culun "


Saat Zoya hendak pulang tanpa dia sadari langkahnya berpapasan dengan David. namun, keduanya sama sama tak menyadarinya


"Zoya.." David bisa merasakan keberadaan Zoya


Beruntung Zoya sudah tak terlihat di balik tembok, Sang putri menarik tangan ayahnya yang terlihat celingukan


"Ayah.. ayah mencari siapa?" tanya anak tersebut


"Tidak ada.. ayo kita cari kelas mu"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku kesal sekali.. " Zoya menggerutu sesampainya di toko kue nya


"Kau ini kenapa? " tanya Magdalena


"Pantas saja anak anak mereka berperilaku buruk ternyata orang tuanya pun sama sama bermulut busuk"


"Kenapa kau tak menghajar mereka? harusnya kau berani seperti Zoe " Zoya menatap Magdalena yang sedang menata kue


"Jangan jangan kau yang mengajari anakku berbuat kasar?" Magdalena hanya cengengesan


"Kau ini bibi yang buruk, harusnya kau mencontohkannya yang baik baik"


"Dan menangis seperti mu ketika merasa tersakiti? ayolah Zoya.. Zoe itu anak laki-laki jangan ajari dia menjadi anak yang lemah" Zoya memijat keningnya seraya menggelengkan kepalanya


"Tapi tidak main pukul juga"


"Jika terdesak boleh boleh saja, bukan?"


"Terserah kau saja Magdalena.. " Zoya beranjak dari duduknya meraih celemek dan memakainya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


"Apa Maya mengatakan keinginannya memiliki adik?" tanya Zellyn


David hanya menatap Zellyn sekilas lalu kembali fokus pada handphonenya, David tak pernah sedikitpun menyentuh Zellyn setelah menikah


Bahkan David sering berkencan dengan wanita wanita yang mendekatinya dan Zellyn pun tahu itu, Zellyn tak jauh berbeda dengan Lisa dan Martin


Hanya status seorang istri yang mereka dapatkan walaupun di beri kemewahan dan gelar seorang istri. namun, cinta, kasih sayang dan urusan ranjang tak pernah mereka dapatkan


"Sampai kapan David? apa aku terlalu buruk sampai kau tidak mau mencoba menerimaku?" lirih Zellyn


"Aku sudah menerima anakmu seperti anakku, jangan meminta lebih dari itu.. atau kau bisa mencari pria lain agar memberikan adik untuk Maya" jawab David


David sudah mengetahui bahwa Maya bukan darah dagingnya ketika Maya berusia satu tahun. namun, karena rasa sayangnya yang sudah dia rasakan akhirnya David tak mempermasalahkan hal itu


Meski begitu mereka belum tahu siapa ayah biologis Maya, Jika David mengetahuinya maka dia akan membunuh musuh bebuyutannya itu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ayah.. aku belum memiliki teman, rasanya canggung berada di dalam kelas" lirih Maya seraya tertunduk memainkan kakinya


"Kau akan mendapatkan teman nanti, ayah tidak bisa menemanimu terus menerus" Maya memang lebih dekat dengan David dibanding ibunya


"Ayah... lihat itu anak yang menolongku saat di mall" Maya menunjuk Zoe yang baru saja turun dari motor yang di kendarai Magdalena


Melihat Zoe berjalan di lorong Maya segera menghampirinya, namun Maya di buat kecewa karena Zoe tidak meresponnya


"Hai... kau yang menolongku kemarin?" Zoe hanya menoleh sekilas lalu kembali berjalan meninggalkan Maya


"Anak siapa kau? beraninya mengacuhkan anakku" ucap David


"Dan orang tua siapa anda tuan? beraninya pada anak kecil" Zoe menepis tangan David lalu masuk ke kelasnya


David mematung sejenak menatap kepergian bocah tersebut, bisa bisanya seorang anak kecil membuatnya tak berkutik


"Siapa orang tua anak itu?" ucap David


"Tuan anak anda anak baru di sekolah ini? sebaiknya jangan mendekati anak itu, dia arogan karena tak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya"


"Dengar dengar dia lahir tanpa seorang ayah" Sahut ibu ibu yang mendengar ucapan David


"Pantas saja" gumam David


Saat David menjemput Maya sekolah cuaca benar benar tidak bersahabat, hujan lebat membuat penglihatan kurang jelas saat mengendarai mobil


David tak sengaja melindas genangan air hingga terciprat deras kemana mana, tiba tiba saja David di kejutkan dengan suara pecahan kaca tepat di belakang mobilnya


Saat David berhenti untuk memastikan rupanya anak kecil tadi sedang berdiri di halte bus dengan baju di genggamannya, David segera turun menghampiri anak tersebut


"Hei bocah tengil.. apa yang kau lakukan?" tegur David

__ADS_1


"Kau tidak lihat? kau membuat ku basah kuyup jadi aku sengaja melempar mobilmu" jawabnya


"Maafkan aku tentang itu.. tapi kau tak seharusnya menghancurkan mobilku" ucap David


"Jika aku tidak menghancurkan mobilmu apa kau akan berhenti dan meminta maaf? aku rasa tidak" celotehnya saat David hanya diam saja


"Ikut denganku.. orang tuamu harus membayar ganti rugi"


"Aku tidak mau.. lepaskan " David ikut basah kuyup menggendong anak tersebut masuk ke dalam mobilnya


"Ayah kenapa memaksanya seperti itu? kau baik baik saja?" tanya Maya


"Aku baik baik saja" jawabnya dengan ketus


Sebenarnya David bukan ingin menyakiti anak tersebut hanya saja dia kasihan melihat anak sekecil itu menunggu di halte dengan cuaca hujan lebat, Dengan keangkuhan anak tersebut dia tidak akan mau jika ditawari untuk diantar pulang


"Dimana rumahmu?" tanya David


"Rumahku sudah lewat.. kenapa kau baru bertanya" mendengar jawaban anak ini David menggelengkan kepalanya


"Bersama siapa kau tinggal?" tanya Maya


"Kenapa kau ingin tahu? kalian anak dan ayah sama sama seperti wartawan"


"Hei anakku bertanya baik baik.. jawab atau aku lempar kau dari sini" ancam David


"Cih... beraninya mengancam anak kecil, aku tinggal bersama ibu, nenek dan bibiku, puas?"


"Aku sudah putar balik, jadi dimana rumahmu?" tanya David


"Rumah susun itu" dia menunjuk rumah susuk yang kumuh


David dan Maya mengantarnya ke lantai empat dimana dia tinggal, Kondisi lingkungan rumahnya kumuh dan padat penghuni juga sangat berisik


Tok...tok...tok...


David mengetuk pintu rumah yang di tunjukan anak kecil tersebut, Seorang wanita membuka pintu namun sesaat kemudian wanita tersebut mematung


"Permisi.. apa ini anakmu?" tanya David


"Iya dia ibuku.. ibuku memang lambat jadi maklum saja" Jawab anak tersebut


"Ibu.. kenapa kau malah menjadi patung" Anak itu menggoyangkan lengan ibunya


"Anakmu memecahkan kaca mobilku, aku ingin kau memberitahunya bahwa itu tidak baik.. aku tidak akan meminta ganti rugi" ucap David


"Ayah... kenapa bibi itu hanya diam menatap kita?" Maya berbisik seraya menarik tangan David


"Kembali saja nanti mungkin ibuku masih loading" lagi lagi anak kecil itu yang menjawab

__ADS_1


"Zoe kau sudah pulang?" seseorang berteriak dari dalam rumah


Jangan lupa like komen vote dan gift nya biar othor semangat up setiap hari 🥰🥰🥰


__ADS_2