
Zoya memandangi wajah David yang masih terlelap di sebelahnya, Masih seperti mimpi semalam David lebih berperikemanusiaan
"Sebenarnya dia tampan tapi sayang sifatnya seperti iblis" gumam Zoya
"Aahh... tubuhku terasa remuk" Zoya perlahan bangun dari tidurnya dan berjalan kearah kamar mandi
Setelah mandi dia baru ingat bahwa pelayan belum memberinya baju sementara baju yang semalam sudah di robek David, Zoya terpaksa memakai bathrobe dan berjalan keluar kamar untuk meminta baju pada pelayan
"Nona anda mau kemana?" tanya penjaga yang menjaga di bawah tangga
"Aku ingin meminta pakaian baru, tidak ada pakaian di kamar" Jawab Zoya
"Silahkan" ucap penjaga memberi jalan pada Zoya
Di dapur para pelayan sedang bersiap untuk memasak juga sebagian mulai bersih bersih dan mencuci, melihat kehadiran Zoya di dapur pelayan yang selalu melayani Zoya menghampirinya
"Nona kenapa turun? kau bisa memangil lewat telepon" ucap pelayan
"Aku lupa... aku mau meminta baju baru, di kamar tidak ada baju"
"Iya aku lupa tuan belum membelikannya, bagaimana jika memakai bajuku dulu? apa kau mau?" tanya pelayan tersebut
"Jadi selama ini dia yang membelikan aku pakaian?"
"Tentu saja, beserta.... celana d*l*m juga" bisik pelayan tersebut
Wajah Zoya memerah mendengar ternyata David yang membelikan pakaian untuknya, tiba tiba sebuah suara mengejutkan seisi rumah
"Zoya..." teriak David dari atas tangga
Zoya segera berlari dari dapur menghampiri David, saat berhadapan dengannya Zoya begitu ngos-ngosan karena berlari dari dapur ke rumah yang begitu luas juga menaiki anak tangga
"Apa kau sengaja?" David menekankan kata-katanya seraya mencengkram kuat lengan Zoya
"Maaf tuan... tapi apa salahku?" tanya Zoya
"Apa salah mu? kau tidak tahu apa kesalahanmu?" Zoya menggelengkan kepalanya
David menyeret tangan Zoya masuk ke dalam kamar dan membantingnya ke ranjang, Zoya tak mengerti apa yang di bicarakan oleh David
"Tapi apa kesalahanku?" tanya Zoya
"Kau ingin semua orang melihat tubuhmu? kau bangga semua orang melihatnya?" Zoya melirik ke bawah tapi dia memakai pakaian meskipun hanya bathrobe
"Tapi....."
"Aku tidak suka milikku di lihat orang lain, apa kau mengerti?" David mencengkram kedua sisi wajah Zoya
"Maafkan aku.. tapi tidak ada baju di kamar ini, aku terpaksa memakai ini"
"Kenapa kau tidak membangunkan ku?" Zoya berpikir siapa yang akan membangunkan singa yang sedang tidur
"Yang benar saja, bisa bisa aku terkena pukulannya " batin Zoya
__ADS_1
"Aku.. aku tidak berani mengganggu anda tuan" jawab Zoya
Mendengar alasan Zoya, David pun melepaskannya
"Sekarang buka " Zoya membulatkan matanya
"Buka atau aku yang akan membukanya secara paksa"
Zoya perlahan membuka tali bathrobe sambil memejamkan matanya, dia begitu malu namun tidak bisa menolak permintaan David
"Pakai ini" David melemparkan paper bag ke samping Zoya
"Aku pakai di kamar mandi saja" Zoya kembali menutup bathrobe nya
"Apa aku mengatakan kau boleh pergi? cepat pakai disini atau..." sebelum David melanjutkan kata-katanya Zoya segera menjawab
"Baik.. baik.." Zoya tak peduli David menatapnya
Zoya memakai pakaiannya hingga selesai lalu kembali duduk di tepi ranjang, Zoya menundukkan kepalanya ketika David masih saja menatapnya
"Sampai kapan dia akan terus menatapku?" batin Zoya
"Kau tidak mau bertanya dari mana semua pakaian yang kau pakai?" ucap David
"Aku sudah tahu anda yang membelikan semuanya tuan, aku ucapkan terimakasih" jawab Zoya
"Aku hebat, bukan? Bisa menebak ukuran pakaian d*l*m mu dalam sekali sentuh" Zoya spontan menatap David
"Kenapa kau menatapku seperti itu? " tanya David
"Sekarang ikut aku" David menarik tangan Zoya menuju dapur
Semua pelayan berjajar ketika David dan Zoya masuk ke dapur, sesaat kemudian pelayan di buat heran dengan perintah David
"Singkirkan semua makanan ini" meskipun kebingungan namun para pelayan tetap melakukan apa yang di perintahkan
David duduk di kursi setelah meja makan itu bersih, David juga mengusir semua pelayan yang ada di dapur
"Sekarang aku ingin kau yang memasak setiap hari dan juga menyiapkan segala sesuatu untuk ku" ucap David
"Baiklah" jawab Zoya
"Kenapa wajahmu seperti itu? apa kau ingin menolak?"
"Ti..tidak.. aku akan masak sekarang " Zoya mulai memasak sebelum David benar benar marah
Setelah menyelesaikan semua masakannya Zoya berdiri di samping David, yang membuat Zoya bingung adalah David yang tak menyentuh makanannya juga
"Maaf tuan.. apa ada yang salah?" tanya Zoya
"Layani aku" Zoya segera mengambil makanan untuk David
"Duduklah.. temani aku makan" Zoya di buat tercengang saat David menyuruhnya makan satu meja dengannya
__ADS_1
Keduanya menikmati sarapan dengan suasana hening, tak ada satu pun pelayan yang berani masuk ke dalam dapur
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David sedang menyusun rencana untuk pertemuan dengan kliennya, kali ini kliennya meminta persediaan senjata besar besaran
Biasanya mereka akan menghabiskan waktunya di club' malam namun kali ini ada yang berbeda dengan David
"Kalian bersenang-senang saja, aku harus pulang" David melempar amplop ke atas meja
"Anda tidak ikut bersama kami tuan?" tanya Jack
"Tidak... aku pulang saja, jangan lupa besok persiapkan semuanya jangan ada kesalahan" ucap David lalu pergi
"Apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan tuan?" tanya yang lain
"Tidak biasanya tuan masih sore sudah pulang"
"Sepertinya tuan sudah punya mainan baru" jawab Jack
"Kita pergi saja.. biarkan tuan bersenang-senang dengan mainan barunya" sambung Jack mengajak teman temannya pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David sudah sangat kelaparan saat berada di markas, entah mengapa masakan Zoya seolah menjadi candu baginya hingga tak berselera makan di luar
Biasanya David jarang sekali pulang ke rumah, dia hanya menghabiskan waktu malam di markas dan waktu siang di kantor
Sesampainya di rumah David menuju dapur namun tidak ada makanan sama sekali, pelayan dan Zoya mengira David tidak akan pulang di jam makan malam
"Kalian tidak masak apapun?" para pelayan saling tatap karena biasanya David tidak pernah makan malam di rumah hanya sarapan saja
"Zoya... Zoyaaaa " teriak David
Zoya yang sedang berada di kamar segera berlari saat mendengar teriakan David, Zoya berlari hingga tak memperhatikan jalan hingga membuatnya tersandung
Zoya terjatuh saat kakinya tersandung ujung meja di ruang tengah, penjaga yang berada di ujung tangga membantu Zoya untuk berdiri
"Beraninya kau" David dengan langkah besarnya menarik kasar lengan Zoya yang di pegangi penjaga tersebut
"Maaf tuan.. tolong ampuni saya" penjaga ketakutan melihat kemarahan David
"Beraninya kau menyentuhnya, akan ku patahkan kedua tanganmu" ucap David dengan sorot mata tajam
"Jangan.... dia hanya membantuku, tolong tenangkan dirimu" Zoya memegangi tangan David
Tatapan tajam itu berubah mengarah pada Zoya, gadis itu menelan salivanya dengan susah payah
"Kau membelanya? "
"Tidak... maksudku bukan begitu.. " Zoya ketakutan menatap wajah David
"Minggir" David menyingkirkan Zoya dengan kasar hingga dia tersungkur
__ADS_1
"Aaah..."