Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 41


__ADS_3

hSudah tiga hari Zoya koma di rumah sakit , penjaganya begitu ketat hingga suster dan dokter yang memeriksa saja harus di lihat langsung oleh David


Ketika ada pemeriksaan David selalu mementingkan Zoya dan rela meninggalkan pekerjaannya, Hari keempat David belum berangkat ke kantor dan masih menemani Zoya


"Kenapa kau belum bangun? aku kesal padamu, setiap aku menyiapkan hal hal yang romantis selalu saja gagal" ucap David


David tak mengizinkan perawat membersihkan tubuh Zoya, David lebih memilih merawat Zoya sendiri


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, alasanku menahanmu bersamaku karena aku mulai merasa nyaman hidup bersamamu, awalnya aku pikir semua wanita sama tapi ternyata aku salah"


"Kau berbeda Zoya.. Semakin lama kita tinggal bersama, perasaanku semakin nyata padamu.. sepertinya aku.. aku.. mulai mencintaimu" David mengungkapkan perasaannya seraya tidur di samping Zoya


"Kau tahu? kau yang pertama membuka hatiku kembali setelah kekacauan yang di buat Jane "


"Aku berjanji akan melakukan apapun yang kau katakan setelah kau sadar tapi jangan tinggalkan aku, jangan buat aku kembali gila karena kehilangan mu"


"Bangunlah Zoya... " David memeluk Zoya dan menyembunyikan wajahnya di lengan Zoya


"Aku tidak mau"


"Kenapa? apa kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku? aku tidak akan menyerah Zoya, aku akan terus membuatmu membuka hatimu untuk ku" ucap David


"Aku tidak suka pria yang suka bermain wanita, kau pasti sudah tidur dengan banyak wanita"


"Aku berjanji akan berubah demi dirimu, lupakan masa lalu mari membangun masa depan bersamaku" Zoya terkekeh mendengar ucapan David


"Kau lucu sekali" ucap Zoya


David baru sadar dirinya berbicara dengan seseorang, ketika mengangkat kepalanya David melihat Zoya tersenyum meskipun dengan wajah pucat


"Kau sudah sadar?" David menangkup wajah Zoya


David mencium kening, kedua pipi Zoya juga bibirnya, Zoya hanya diam sesekali meringis karena lukanya tak sengaja tertekan oleh David


"Aku menyakitimu?" David menjauh dari tubuh Zoya


"Tidak... " Zoya menggelengkan kepalanya


"David... apa yang kau katakan itu serius?" tanya Zoya


"Kata kataku yang mana?" jawab David dengan bodohnya


"Perasaan mu?"


"Ya... perasaanku? aku senang kau sudah sadar" Jawab David membuat Zoya menghembuskan nafas kasar


"Lupakan saja, aku mau istirahat " Zoya memejamkan matanya


David terkekeh seraya memeluk Zoya dan membisikkan sesuatu yang membuat Zoya kembali membuka matanya


"Aku mencintaimu " bisik David


"Katakan sekali lagi"


Aku mencintaimu Zoya... aku mulai mencintaimu saat terbiasa hidup berdua dengan mu, bagaimana dengan mu?" tanya David

__ADS_1


"Entahlah.... aku tidak tahu perasaanku seperti apa"


"Hei... apa yang kau katakan? jika kau tidak membalas perasaanku, aku akan memaksamu" ucap David dengan nada mengancam


"Dasar tukang memaksa"


"Aku akan melakukan apapun agar kau menerimaku, agar kau tak pergi dariku, bila perlu aku akan memasung kakimu di rumah" ucap David seraya merapihkan anak rambut Zoya


"Kau psikopat"


"Apapun yang kau katakan aku tidak peduli, aku tidak butuh pendapat mu, yang perlu kau tahu aku mencintaimu dan apapun yang aku inginkan akan menjadi milikku" David memeluk Zoya seraya menempelkan kening dan hidungnya dengan Zoya


"Aku tidak punya pilihan lain, bukan? lalu apa yang harus aku katakan?" ucap Zoya


"Katakan kau mencintaiku.. dan tidak akan pergi dariku untuk selamanya "


"Aku mencintaimu... aku akan pergi jika kau menyakitiku lagi" ucap Zoya


"Dasar nakal" David tersenyum seraya memeluk Zoya erat


"Aku serius"


"Aku tidak akan menyakitimu lagi, aku janji"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ini rumah tuan David itu?" tanya ibu Samuel


"Ya... ibu lihat, bukan? bahkan Zoya tinggal di rumah yang lebih besar dari pada punya ibu" celetuk Charlotte


"Setidaknya hidupnya terjamin" gumam Charlotte


"Tutup mulut mu.... anakku juga menjamin kehidupan mu, jika kau tidak menikah dengan anakku mungkin kau akan tetap menjadi gadis miskin "


Charlotte diam diam mengejek ibu mertuanya ketika bicara, ibu Samuel dan Charlotte datang ke rumah David untuk mengembalikan kalung yang di berikan Zoya


Charlotte dan ibu Samuel menekan bel yang ada di gerbang, seorang pria bertubuh besar menghampiri mereka


"Maaf... kalian cari siapa?"


"Zoya... apa kau lupa padaku? aku saudari Zoya " ucap Charlotte


"Nona Zoya tidak ada di rumah, silahkan kembali besok"


"Zoya sedang keluar? aku akan menunggu saja disini" jawab Charlotte


"Tidak bisa... kalian harus pergi sebelum tuan datang"


Sebuah mobil membunyikan klakson membuat penjaga tersebut bergegas membuka gerbang, Charlotte menarik tangan mertuanya untuk masuk memanfaatkan keadaan


David keluar dari kursi pengemudi lalu kembali membuka pintu mobil untuk membantu Zoya, David menggendong tubuh Zoya keluar dari mobil


"Tuan tunggu" Charlotte berlari kecil menghampiri mereka


David menatap Zoya seolah bertanya kenapa Charlotte ada disana namun Zoya hanya menggedikkan bahunya

__ADS_1


"Ada perlu apa kalian kesini?" tanya David


"Apa kau sedang sakit?" Charlotte malah bertanya ketika melihat wajah Zoya yang pucat


"Aku...." Zoya ingin menjawab namun David menyela


"Jika tidak ada yang penting sebaiknya kalian pulang, Zoya butuh istirahat"


"Kau ini kejam sekali, biarkan tamu masuk dulu" ucap Zoya


"Baiklah... apapun katamu, kalian boleh masuk"


Ibu Samuel hendak bicara namun Charlotte kembali menarik tangannya, ibu Samuel sama sekali tak terkejut tidak seperti Charlotte saat pertama kali datang ke rumah David


"Ingat jangan sentuh apapun" ucap David membuat Charlotte kembali menarik tangannya saat hendak menyentuh sesuatu


"Katakan apa maksud kedatangan kalian?" tanya David


"Kami tidak bermaksud mengganggu.. aku kesini untuk mengembalikan ini" ibu Samuel meletakkan sebuah kotak di meja


Zoya dan David saling pandang lalu kembali menatap kotak tersebut


"Sebenarnya aku ingin sekali menerima hadiah darimu...." ucapan Charlotte terputus saat ibu Samuel menyela


"Tutup mulutmu, tuan aku tidak mengizinkan menantuku menerima hadiah dari wanita ini" ucap ibu Samuel


"Siapa yang kau maksud dengan wanita ini? wanitaku punya nama"


"Maaf tuan aku tidak ingin menyebut namanya.. kami masih bisa membelikan menantu kami hadiah seperti ini, Kami merasa terhina karena hadiah wanita ini" David mengepalkan tangannya namun Zoya menggenggam kepalan tangan David


"Kami atau hanya kau? aku lihat saudari ku senang senang saja mendapatkan hadiah itu, aku tidak bermaksud menghina harga diri siapapun, aku hanya ingin membelikannya untuk Charlotte, aku memiliki hutang Budi karena keluarga Charlotte telah merawat ku dari kecil"


"Aku tetap tidak bisa menerima apapun alasannya, Aku sudah tidak ada urusan lagi.. permisi " Ibu Samuel menarik tangan Charlotte untuk berdiri


"Tuan David.. Zoya.. maaf untuk ini" Charlotte tidak ingin memiliki citra buruk di hadapan David demi keuntungan yang akan dia dapatkan


"Ayo kita pergi" Ibu Samuel menarik tangan Charlotte


"Sayang sekali... aku pakai saja" Zoya ingin mengambil kalung tersebut namun David menahannya


"Kau tidak boleh memakai apapun bekas orang lain, aku akan membuangnya " Charlotte seketika menghentikan langkahnya saat mendengar David akan membuang kalung tersebut


"Jangan...." Charlotte berbalik


"Apa apaan kau ini? ayo pergi" Ibu Samuel menarik kasar tangan Charlotte


"Tapi ibu..." Charlotte berjalan sempoyongan karena di seret ibu Samuel


"Aku akan memberikannya pada Nancy saja, dia temanku"


"Terserah kau saja, asal jangan kau yang memakainya.. aku akan membelikan yang lebih bagus dari itu" ucap David


"Kekasihku ini baik sekali, apa kau tidak takut bangkrut?" Zoya mengalungkan tangannya di leher David


"Jika kau penyebabnya maka aku tidak keberatan " Jawab David seraya menempelkan kening keduanya

__ADS_1


__ADS_2