Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 32


__ADS_3

Saat Charlotte hendak pulang David rupanya sudah sampai di halaman rumah, David turun dari mobil membuat Charlotte ketar ketir


"Kenapa terburu-buru?" tanya David


"Kami.. kami masih punya urusan lain" ucap Charlotte


"Kenapa sepertinya wajahmu gugup begitu? "


"Aaaahaha.... tuan kau ada ada saja, aku tidak gugup" ucap Charlotte


"Begitu..." David menganggukkan kepalanya seraya mengusap dagunya


"Sebentar Charlotte" ibu Charlotte menolak ketika putrinya menarik tangannya agar pergi dari sana


"Tuan aku mohon datanglah ke hari pernikahan Charlotte bersama Zoya" ucap ibu Charlotte


"Aku tidak bisa berjanji, kita lihat saja nanti" jawab David


"Sebelum pulang tolong kembalikan dulu apa yang ada di tas mu ke tempatnya semula " sambung David membuat wajah Charlotte terkejut


"Ma... maksudnya apa?"


"Kau lebih tahu maksudku, harga barang itu melebihi harga mobil dan rumah kalian" Charlotte semakin panik saat David mengetahuinya


"Ada apa ini?" tanya Zoya


"Kau harus bertanggung jawab nanti" ucap David seraya mencolek hidung Zoya


Charlotte segera mengeluarkan barang yang dia curi dan memberikannya pada David, Charlotte segera berlari menarik tangan ibunya


"Kau lihat? kau harus mempertanggung jawabkan ini" David mengacungkan kedua barang tersebut


"Matilah aku... jika dia meminta ganti rugi bagaimana?" batin Zoya


Zoya sadar dirinya tidak bekerja dan malah dihidupi oleh David, darimana Zoya akan mendapatkan uang sebanyak itu jika David memintanya


"Jangan terlalu banyak berpikir.. wajahmu seperti sapi ompong" Ucap David seraya melewati Zoya


"Dia mengejek ku?" gumam Zoya seraya menunjuk dirinya sendiri


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bibi tahu? aku mendengar David bicara lembut pada seseorang di telepon" ucap Zellyn


"Tidak mungkin, dengan siapa dia bicara?"


"Entahlah... mungkin David sudah memiliki kekasih, bibi"


"Ini tidak boleh terjadi... aku akan menanyakan hal ini padanya nanti" ucap Lisa


Martin yang baru saja turun dari tangga mendengar ucapan Lisa, Martin sengaja memperlambat jalannya untuk mendengar semua yang Lisa ucapkan


"Memangnya kenapa jika David memiliki hubungan dengan seorang wanita? dia susah cukup matang untuk menemukan wanita yang cocok dan menikah " Sahut Martin


"Aku akan menjodohkannya dengan Zellyn " ucap Lisa


"Aku rasa David akan menolak, kau tahu sendiri watak anak itu tidak bisa di paksa"

__ADS_1


"Aku yakin dia akan mengikuti kata kataku" ucap Lisa


"Baiklah selamat berjuang Zellyn.. aku rasa tugasmu akan berat" ucap Martin seraya pergi


"Hei.. mau kemana kau?" tanya Lisa


"Kemana pun aku pergi bukan urusanmu" jawab Martin seraya berlalu


Zellyn hanya bisa menenangkan Lisa setiap kali melihat pertengkaran atau pun sikap dingin Martin pada Lisa, sebenarnya Zellyn memiliki ketakutan jika nasibnya akan berlaku sama seperti Lisa


Namun Lisa selalu membujuknya dan mengatakan bahwa David adalah pria yang berbeda, David dingin hanya karena traumanya akan cinta ketika di tinggal tanpa alasan oleh Jane


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kau berani mengambil barang di rumah tuan David? bodoh sekali" ibu Charlotte mendorong kepala anaknya


"Aku pikir tidak ada yang melihat"


"Kau sangat bodoh.. rumah sebesar itu mana mungkin tidak di lengkapi cctv, kita tidak akan pernah bisa masuk ke sana lagi" gerutu ibu Charlotte


"Memangnya untuk apa kita kesana, ibu? "


"Kita bisa memamerkan pada orang orang bahwa kita kenal dekat dengan tuan David, itu akan menjadi keuntungan tersendiri untuk kita" ucap ibu Charlotte


"Lalu sekarang bagaimana?"


"Dasar idiot... semoga saja tuan David memaafkanmu dan mau datang ke acara pernikahan mu"


"Ibu selalu saja menyebutku idiot, bodoh.. aku ini anak ibu, bisa jadi gen ibu yang menurun padaku" gerutu Charlotte dan mendapatkan pukulan di kepalanya oleh sang ibu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Namun David lebih dulu menarik tangan Zoya masuk ke dalam kamarnya, Zoya semakin panik saat melihat David mengunci pintu


"Kemari" David menepuk ranjang di sebelahnya


Zoya tak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri, pikirannya langsung melanglang buana memikirkan hal hal yang kotor


"Apa kau tuli? cepat kemari atau aku akan menyeretmu" bentak David yang kesabarannya setipis tisu di bagi dua


"Ada apa?" lirih Zoya berjalan perlahan


"Duduk..." Zoya pun duduk agak jauh dari David


"Kau pikir aku membawa virus atau penyakit berbahaya? mendekat" Zoya pun bergeser mendekat kearah David


"Tutup matamu" titah David namun Zoya menggelengkan kepalanya


"Tutup matamu atau akan aku congkel keluar matamu itu" dengan cepat Zoya menutup matanya


Zoya merasakan tangan David mengalung ke lehernya serta wajahnya yang begitu dekat dengannya, tiba-tiba jantung Zoya seperti menabuh genderang perang


Tanpa membuka mata Zoya menahan dada David agar tak bergerak semakin dekat, Zoya semakin gemetar saat hembusan nafas David terasa menyapu telinganya


"David...."


"Apa? buka matamu" ucap David seraya menjauh

__ADS_1


"Dia tidak melakukan apapun?" batin Zoya


"Ikut aku" David menarik Zoya ke depan sebuah kaca


"Ini cantik sekali" Mata Zoya di buat takjub melihat kalung yang menggantung di lehernya


"Aku bekerja sama dengan sebuah brand perhiasan, itu adalah contoh dari kalung yang mereka buat" ucap David


"Apa ini untukku?" tanya Zoya


"Kau pikir aku akan memakai kalung seperti itu? jika kau suka pakai saja"


"Aku sangat sangat menyukainya, terimakasih " Zoya terus memegangi kalungnya sambil tersenyum bahagia


"Kau ingin datang ke pesta pernikahan kakak angkat mu?"


"Sebenarnya ingin tapi tidak usah jika kau sibuk" jawab Zoya


"Sepulang dari kantor aku akan membawamu membeli gaun"


"Aku sudah punya banyak untuk apa beli lagi?" tanya Zoya


"Kau mau di olok orang karena memakai gaun seperti itu? kau pikir seperti apa pesta pernikahan?"


"Mana aku tahu.. aku tidak pernah datang ke pesta apapun" jawab Zoya


"Zoya.. Zoya... lalu apa yang kau lakukan sepanjang hidupmu?"


"Aku hanya menghabiskan waktu di rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah, aku tidak pernah kemanapun selain ikut ayah bekerja atau memancing " Zoya menjawab pertanyaan David dengan polosnya


Hati David mencelos mendengar ucapan Zoya, rupanya gadis ini benar-benar tidak pernah bergaul


"Kemari..." David menarik tangan Zoya hingga Zoya duduk di pangkuannya


"Aku duduk di bawah saja, aku tidak nyaman" ucap Zoya


"Diam atau aku akan memaku dirimu di kursi" ancam David


"Kau punya teman?" tanya David


"Teman sekolah ada tapi aku tidak pernah bertemu mereka di luar sekolah apalagi saat aku tamat sekolah tidak pernah lagi aku punya teman, aku hanya anak rumahan" jawab Zoya


"Kau pernah bermain bersama temanmu yang lain?"


"Tidak... temanku pernah datang ke rumah tapi ibuku mengusirnya, dia tidak suka aku banyak bersosialisasi dengan orang luar" David mendengarkan cerita Zoya seraya mengusap kepalanya


"Kau ingin menikmati hidupmu?" tanya David


"Aku sudah menikmati hidupku, aku hidup sehat bisa bernafas, makan, minum, kebutuhan ku tercukupi itu sudah menjadi kenikmatan dalam hidupku"


"Kau tidak punya keinginan?" tanya David


"Apa kau akan mengabulkannya?" Zoya menatap David


"Asal bukan pergi dari sini, selebihnya aku akan mengabulkannya " Zoya tersenyum


"Bisakah kau menjadi temanku?" tanya Zoya membuat dahi David berkerut

__ADS_1


__ADS_2