
"Aku memang selalu di bacakan cerita oleh ayahku" ucap Zoya dengan bibir mengerucut
"Jadi si bajingan itu begitu memanjakan mu? jika dia masih hidup aku ingin lihat seperti apa reaksinya jika melihat anak kandung kesayangan mati tersiksa di tanganku" mendengar ucapan David membuat Zoya marah dan kehilangan ketakutannya
"Jangan berani berani mengatai ayahku.. dia memang bukan ayah kandungku tapi dia menyayangiku lebih dari apapun, semua bukan kesalahannya ini hanya kecelakaan " ucap Zoya seraya menunjuk ke arah David
David tersenyum smirk sambil melipat jari telunjuk Zoya, David juga menyentil kening Zoya dengan jarinya
"Yang aku dengar kau adalah anak kandung dan kakak angkat mu adalah anak pungut, pantas saja mereka menjual mu karena kau hanya sebuah nyawa yang tidak berharga .. orang tua mu saja membuang mu"
Tatapan Zoya menjadi kosong dengan mata mulai berkabut, perkataan David ada benarnya Zoya merasa dirinya tidak berharga hingga semua orang dengan mudah merendahkannya
Perlahan air mata Zoya mulai turun menyusuri pipinya, tanpa bicara Zoya terisak berusaha menghapus air matanya
David merasa sedikit bersalah melihat Zoya terisak-isak, pikirannya mulai mengingat perkataan Jack
"Bagaimana jika gadis ini tidak bersalah?" batin David
"Sudahlah kenapa kau harus menangis? hanya sebuah perkataan tidak akan membuatmu masuk rumah sakit, kau harus lebih tangguh dari ini" ucap David
"Apa dia tidak berpikir perkataannya lebih tajam dari pedang?" batin Zoya
"Kenapa kau tidak membunuhku saja? aku memang tidak berguna dan tidak berharga, hanya ayah yang menganggap ku manusia tapi sekarang ayah sudah pergi meninggalkan ku.. tidak ada alasan lagi untukku bertahan hidup" ucap Zoya sambil terisak-isak
"Kalau kau bosan hidup kenapa kau tidak bunuh diri saja?" ucap David
"Aku terlalu takut" lirih Zoya
"Sudah hapus air matamu atau aku akan mencongkel kedua bola matamu" ancam David membuat Zoya segera menghapus air matanya lalu segera berbaring
"Kau menyuruhku membunuhmu tapi hanya dengan ancaman seperti itu saja kau takut, aneh sekali" ucap David
David tidur di belakang Zoya yang kembali terisak, bukannya menenangkan Zoya David malah mengambil bantalnya dan menutup kepala Zoya
"Menangis lah sepuasnya tapi jangan mengganggu tidurku" ucap David lalu membelakangi Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Permisi.. apa kalian pernah melihat seorang gadis yang sering memancing bersama ayahnya disini?" tanya Meily pada dua orang pria
"Seorang gadis?" keduanya saling pandang
"Oohh... gadis dan seorang pria yang selalu menggunakan mobil taksi?" ucap salah satu dari mereka
"Aku tidak tahu tapi mungkin saja, kalian mengenal mereka? atau mungkin mengingat nomor plat mobilnya"
__ADS_1
"Tidak.. aku sering bertemu mereka tapi tidak tahu siapa mereka, tampaknya mereka bukan dari daerah sini" jawabnya
"Begitu... kalau begitu simpan kartu nama ini jika kalian kembali melihatnya tolong hubungi aku" ucap Meily
"Baiklah "
"Semoga saja kau bisa puas setelah bertemu gadis itu, dan semoga saja gadis itu sudah menikah" batin Meily
Meily sengaja mencari wanita itu tanpa di perintah oleh Tony, siapa tahu dengan bertemu gadis itu Tony bisa melupakannya setelah bertemu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kau mengusir ibu?" Lisa tidak terima saat David menyuruh supir mengantarnya pulang
"Tidak ibu.. aku hanya ingin ibu dan ayah menyelesaikan urusan kalian bukan menghindarinya"
"Kau bohong... kau menyuruhku pulang karena wanita itu, bukan? izinkan aku berbicara dengannya" David masih menjaga ketat kamar Zoya hingga Lisa dan Zellyn tak bisa mendekat walau hanya sebatas pintunya saja
"Aku sudah katakan dia tidak ada hubungannya dengan ibu.. urusi saja urusan ibu dengan ayah" David mulai sedikit kesal dengan Lisa
"Kau tahu David? tidak ada yang harus ibu bicarakan dengan ayahmu, dia sudah membangun benteng yang begitu tinggi diantara kami" ucap Lisa dengan raut wajah sedihnya
"Ibu bisa bicarakan lagi dengan ayah, tidak ada yang tidak mungkin.. hati manusia dapat berubah dengan sendirinya ibu" David merasa bersalah bicara agak keras pada sang ibu
David berlutut di hadapan Lisa seraya menghapus air mata wanita itu, Lisa bisa dengan mudah mengambil hati David
"Ibu jangan menangis.. gadis itu tidak ada sangkut pautnya dengan ibu, ibu bisa bertemu dengannya setelah dia pulih, aku janji" ucap David seraya memeluk Lisa
"Baiklah terserah kau saja, kalau begitu ibu akan pulang "
"Aku akan bantu bicara nanti pada ayah, aku akan memperjuangkan hak ibu" ucap David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Nona bagaimana keadaanmu?" tanya Nancy
"Aku baik.. Nancy, apa tuan sudah pergi?"
"Sudah.. nyonya besar juga sudah diantar pulang, tuan mengatakan jika kau mau turun boleh " jawab Nancy
"Dia memperbolehkan aku turun karena dia tahu aku tidak bisa berjalan" gerutu Zoya
"Tuan sepertinya sangat mengkhawatirkan mu kemarin, saat mendapatkan telepon tuan langsung terburu-buru pulang"
"Dia hanya tidak ingin melihatku mati begitu cepat" jawab Zoya
__ADS_1
"Aku rasa bukan.. Tuan dingin dan kejam tapi aku baru pertama kali melihat dia begitu khawatir melihat orang lain terluka "
"Hanya perasaan mu saja, bahkan bukan hanya kelakuannya saja yang kejam tapi mulutnya juga setajam pedang" ucap Zoya membuat Nancy terkekeh
"Persis ayahnya, tapi ayahnya lebih baik daripada tuan"
"Sepertinya gen ayahnya memang menurun padanya" ucap Zoya
"Bukan gen nya tapi pola didiknya, tuan anak angkat.. begitu yang aku dengar dari pekerja senior"
"Anak angkat?" gumam Zoya
"Ya... dia diangkat saat kanak-kanak, dulu dia hidup di jalanan bahkan tuan lupa seperti apa wajah ibu kandungnya karena di telantarkan"
"Jadi dia juga di buang? beraninya dia mengatai aku tidak berharga" batin Zoya
"Jangan katakan ini pada tuan atau leherku akan di gantung olehnya" ucap Nancy
"Makanlah... kalau kau bosan aku akan membawa mu berkeliling rumah ini mumpung tuan sedang berbaik hati" sambung Nancy
"Kau benar" Jawab Zoya
Biarlah dia tinggal sedikit lebih lama disana saat kakinya belum sembuh, Zoya akan memanfaatkan kebaikan David untuk melihat setiap sisi rumah itu agar mempermudahnya untuk kabur
David memang tidak memasang cctv karena penjagaan di rumah tersebut cukup ketat, terlebih dia tidak ingin kamera pengawas rumahnya di bobol oleh musuh
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David pulang dari kantor saat hari sudah hampir gelap, David masuk ke dalam kamar dan tak menemukan Zoya disana
David memeriksa kamar mandi juga mencarinya ke bawah, seorang pelayan memberitahukan bahwa Zoya berada di taman belakang bersama Nancy
Saat David tiba di taman belakang dia melihat Zoya main gelembung seperti anak kecil bersama Nancy, penjaga hanya berdiri menjaga mereka agar tidak macam macam
Tawa Zoya begitu riang seakan tak mempunyai beban, melihat senyum di wajah Zoya membuat David tak sadar membuat lengkungan di bibirnya yang kaku
David tak pernah tersenyum namun melihat Zoya tersenyum dia juga ikut tersenyum samar, menyadari dirinya tersenyum dan di perhatikan oleh Nancy dan penjaga, David segera memasang kembali wajah datar
Zoya mengikuti arah pandang Nancy dan para penjaga, rupanya David sudah berdiri diambang pintu melipat tangan di dadanya
"Ini bukan salah Nancy dan para penjaga.. aku yang memintanya untuk bermain disini " Zoya takut David akan menghukum mereka semua
"Masuklah hari sudah hampir gelap" hanya itu yang di ucapkan David lalu masuk
"Wow... "Gumam Nancy
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Zoya
"Tidak.. aku kagum padamu" jawab Nancy seraya mendorong kursi roda Zoya masuk