
Lisa menelpon Zellyn beberapa kali namun tak mendapatkan jawaban, Akhirnya mendatangi apartemen Zellyn
Tok.. tok.. tok...
Sudah berkali-kali pintu di ketuk namun Zellyn tak membukanya juga, Lisa yang mengetahui password apartemen Zellyn akhirnya membuka pintu dan menyuruh supirnya menunggu di mobil
"Zellyn... kau di dalam?" Lisa membuka pintu kamar dan mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi
Saat membuka pintu kamar mandi rupanya Zellyn sedang duduk memeluk kedua lututnya di bawah guyuran shower, Zellyn tampak kacau menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya
"Zellyn... kau kenapa sayang?" Lisa turun dari kursi roda menghampiri Zellyn
Tanpa menjawab pertanyaan Lisa kini Zellyn malah berhambur memeluk wanita yang duduk di hadapannya, Zellyn menangis sesenggukan di pelukan Lisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa yang kau lakukan? hanya karena pria itu kau ingin mengakhiri hidupmu?" gerutu Tony pada Jane
"Bukan hanya David tapi kini kau juga " jawab Jane sambil menangis
"Aku? apa maksud mu?"
"Kalian dua pria yang selalu ada untukku, kalian yang selama ini menyayangiku tapi sekarang kalian seperti sibuk mengurusi wanita bernama Zoya itu" Tony mengusap wajahnya kasar
"Aku benar-benar mencintai gadis itu" Jane tersentak mendengar penuturan Tony
"Apa kau juga akan meninggalkan ku demi wanita itu?"
"Tidak... kita bersahabat, kau memiliki tempat yang berbeda dengan Zoya" jawab Tony
"Sejak kau pergi aku hampir mati di tangan David dan Zoya menolongku hingga aku berhasil selamat, Apa kau tahu? aku mencarinya setelah aku sadar tapi aku terlambat David lebih dulu memilikinya " tutur Tony
"Apa kau ingin memiliki Zoya seutuhnya meskipun dia mengandung anak orang lain?" tanya Jane
"Aku akan menyayangi anak yang di lahiran Zoya meskipun bajingan itu ayah biologisnya " sesaat Jane tersenyum smirk
"Aku ingin bekerjasama denganmu" Jane menarik tangan Tony dan membisikkan sesuatu padanya
Tony terlihat menganggukkan kepalanya lalu tersenyum, entah apa yang akan di lakukan keduanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Hari ini David membawa Zoya kekantor agar bisa mengawasinya, para staf memandangi Zoya yang tangannya di genggam David bak anak TK yang sedang diantar oleh orang tuanya
"Siapa wanita itu? "
"Cantik sekali"
"Apa tuan punya adik perempuan?"
__ADS_1
"Aku baru pertama kali melihatnya"
"Kau ingin minum atau makan sesuatu?" tanya David pada Zoya
"Tidak... aku akan minta nanti" jawab Zoya
"Baiklah.. tetap berada di ruangan ku, jika menginginkan sesuatu cukup telpon ke bagian pantry"
"Baiklah" David dan Zoya masuk kedalam lift
"Kau dengar? tuan tidak pernah bicara lembut pada orang lain meskipun itu wanita"
"Jangan jangan dia kekasih tuan?"
"Tapi gadis itu kelihatannya lebih muda dari tuan"
"Kau ini bagaimana? tuan itu tampan memiliki harta, jangankan gadis muda mungkin seorang artis papan atas juga akan Jatuh kepelukannya"
"Kenapa kita hanya bisa membayangkannya, tuan terlalu sulit untuk di gapai"
Para staf kini membicarakan gadis cantik yang di bawa oleh David, selain Zoya dan Jane tidak ada wanita lain yang di bawa David ke kantor
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aku bosan sekali" Zoya menggoyangkan kursi David terkadang bergerak maju mundur
Rupanya David masih menyimpan foto-fotonya bersama Jane, Dari mulai yang biasa saja sampai yang menunjukkan pose nakal
Zoya kembali menutup laci dengan kasar dengan raut wajah yang berubah seketika, pintu ruangan terbuka dan seorang pria tersenyum tampan pada Zoya
"Apa yang kau lakukan selama aku pergi?" tanya David seraya memeluk Zoya dari belakang Kursi
"Tidak ada.. aku lelah ingin beristirahat" jawab Zoya dingin
"Disini ada ruangan untuk beristirahat, lihat ini" David menekan sebuah remote dan rak buku yang berada di sudut terbuka seketika
Zoya berjalan menghampiri rak buku tersebut dengan takjub, namun saat melihat ke dalam ruangan sepertinya dia teringat sesuatu
"Aku tidak ingin beristirahat di tempat yang pernah kau gunakan bersama mantan kekasih mu" ucap Zoya seraya kembali berjalan mundur
David terkejut saat mendengar Zoya mengetahui tentang ruang istirahat yang pernah di gunakan olehnya dan Jane, David menghampiri Zoya di sofa lalu memeluknya
"Kau tahu darimana?" tanya David
"Kau juga berpose mesra dengannya di kolam berenang, di ranjang, di dapur, apa yang kalian lakukan? kau pernah melakukan itu juga dengannya, bukan?"
"Melakukan apa?" David menahan rasa ingin tertawanya
"Kau yang lebih tahu segalanya"
__ADS_1
"Itu terjadi jauh sebelum aku mengenalmu, rupanya kau sedang cemburu?" goda David seraya mencubit hidung Zoya
"Diamlah... aku tidak mau, kau juga pasti sudah pernah mencium bibir wanita lain" Zoya menahan wajah David ketika hendak menciumnya
David sontak tertawa melihat wajah Zoya yang cemberut, Zoya memukuli David ketika pria itu terus menggodanya
Para staf yang hendak memberikan laporan pada David mematung saat hendak mengetuk pintu, mereka mendengar suara tawa David yang tak pernah mereka dengar sebelumnya
Tok.. tok.. tok..
Mereka memberanikan diri mengetuk pintu ruangan David, suara tawa itu hilang berganti dengan nada dingin ciri khas sang atasan
"Masuk"
"Maaf tuan.. ada beberapa berkas yang harus di tandatangani" ucap salah satu dari mereka
"Simpan saja di meja" jawab David
Para staf memandangi Zoya pasalnya David begitu manja memeluk tangan Zoya sambil bersandar di bahunya, David menyadari bahwa mereka sedang menatap Zoya
"Kalian tidak boleh memandangnya lebih dari lima detik, atau kalian mau aku keluarkan bola mata kalian?" ucap David
"Ma.. maaf tuan, kami permisi" mereka keluar terburu-buru hingga berdesakan di pintu
"Kau kejam sekali"
"Apa kau senang di pandangi orang lain? aku kesal saat ada orang lain yang memandangi mu begitu lama" ucap David
"Pergilah aku masih kesal padamu"
"Kesal? rupanya kau cemburu dengan masa laluku nona?" goda David
"Tidak sama sekali... aku hanya kurang beruntung karena mendapatkan barang bekas" David sontak membulatkan matanya mendengar ucapan Zoya
"Barang bekas? tapi kau mendapatkan barang bekas dengan kualitas nomor satu sayang, semua wanita menginginkannya"
"Percaya diri sekali'' Zoya menarik tangannya yang di peluk David
"Mau bukti? aku berkualitas dalam segala hal" ucap David seraya menubruk tubuh Zoya hingga terlentang di sofa
"Apa yang kau lakukan? jangan gila, ini masih di kantor" Zoya berusaha bangun namun David menahannya
"Aku tahu.. tapi siapa yang berani masuk kesini tanpa seizin ku? kau lupa siapa aku?"
"Aku tidak akan pernah melupakan siapa dirimu.. pria kejam tak berperasaan, pria yang semaunya sendiri dan selalu memaksakan kehendaknya pada orang lain, pria nakal, dan pria dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi" jawab Zoya
"Coba katakan sekali lagi" ucap David seraya mengusak wajahnya di ceruk leher Zoya
Zoya hanya tertawa karena merasa geli saat wajah David yang di tumbuhi bulu mengusak wajah serta lehernya
__ADS_1