Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 38


__ADS_3

Zoya sedang memasak tiba tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya, Zoya sudah bisa menebak kepala siapa yang bersandar di bahunya


"Cuci tangan, kita makan setelah ini selesai" ucap Zoya seraya mengelus kepala David


"Bagaimana jika kau selesaikan masakan ini dan ikut aku sebentar" bisik David seraya mengecup telinga Zoya


"Kau ingin berbuat nakal? tidak.. tidak.. aku sudah benar-benar lapar" Zoya menggelengkan kepalanya


Bukan David namanya jika tak memaksa kehendaknya pada orang lain, David mencium telinga, leher dan pipi Zoya dengan tangan yang terus bergerak naik


"David..."


"Ya seperti itu.. panggil namaku" David dengan mudah memancing Zoya


Zoya berbalik mengalungkan tangannya di leher David, tanpa menghiraukan pelayan yang berlalu lalang di rumahnya kini David berjalan naik ke kamar dengan Zoya berada dalam gendongannya


"Semakin hari tuan dan nona Zoya semakin terang terangan" bisik salah satu pelayan


"Mereka tidak malu berciuman sambil berjalan seperti itu"


"Kenapa kalian bisik bisik? bukannya bagus ? tuan tidak pernah marah marah lagi semenjak dekat dengan nona Zoya, aku harap akan hadir malaikat kecil disini" ucap Nancy


"Tapi mereka belum menikah.. kira kira kenapa nona Zoya berubah? dulu dia selalu berteriak meminta tolong sekarang dia terlihat menikmatinya"


"Huss... jika nona Zoya menikmatinya berarti memang nikmat" ucap pelayan lain sambil terkekeh


"Sudah.. sudah.. kembali bekerja atau tuan akan memotong gaji bersama kepala kalian" ucap Nancy


"Semoga kebahagiaan selalu menyelimuti mu nona.. terlalu banyak kesakitan mu di rumah ini" batin Nancy


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kau tidak memberi istrimu uang yang cukup?" gerutu ibu Samuel


"Ibu ini bicara apa? aku memberikannya uang lebih dari cukup"


"Jika kau memberikan uang yang cukup pada istrimu, dia tidak akan menerima pemberian gadis j*l*ng itu"


Ibu Samuel masih tidak rela karena merasa kalah dari Zoya, gadis yang selama ini dia anggap rendah kini membelikan menantunya perhiasan mahal


"Apa maksud ibu?" tanya Samuel


"Hari ini Zoya membelikan istrimu kalung mahal, apa kau tidak malu kalah dari wanita semacam dia? dia memiliki blackcard yang tidak dimiliki oleh istrimu"


"Ibu... Zoya itu adik angkat Charlotte wajar saja jika dia membelikan hadiah untuk kakaknya, aku belum mapan seperti tuan David jadi belum bisa memberikan semua fasilitas mewah untuk Charlotte, aku masih merintis " jawab Samuel


"Tapi ibu tidak suka dengan kesombongan gadis itu"


"Kenapa ibu tidak melarang Charlotte untuk menerimanya?'' ucap Samuel


"Ibu sudah larang tapi istrimu tetap tidak mau dengar, dia mengincar kalung itu sejak lama"


"Lalu ibu mau aku bagaimana? apa aku harus bicara dengan istriku untuk mengembalikan kalungnya?" tanya Samuel


"Ya.... bila perlu kembalikan kalung itu "

__ADS_1


"Baiklah nanti aku akan bicara pada Charlotte, sekarang ibu pulang saja karena aku masih banyak pekerjaan "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Maaf...aku menggunakan uangmu" ucap Zoya yang masih berada dalam pelukan David


"Kenapa meminta maaf? aku memang memberikan kartu itu untuk kau gunakan"


"Tapi tetap saja... aku tidak bijak membelanjakan uangmu, aku sebenarnya membelikan Charlotte sebuah kalung untuk memanasi ibu mertuanya " bukannya marah David malah tertawa seraya memeluk Zoya


"Kau belajar melakukan hal seperti itu darimana ?" tanya David


"Entahlah... aku hanya ingin melakukannya saja"


"Lalu kau beli apa?" David bertanya kembali


"Aku tidak beli apa apa.. aku hanya membelikan ini untukmu " Zoya meraih sesuatu di dalam laci


David membuka sebuah kotak yang berisi jam tangan di dalamnya, melihat David tak bereaksi membuat Zoya bingung


"Kau tidak suka?" tanya Zoya


"Kau membeli hadiah dari uang yang aku berikan?"


"Benar juga... Hari ini ulang tahunmu, aku hanya ingin memberi mu hadiah tapi aku tidak bekerja" ucap Zoya seraya tersenyum lebar


"Kau tahu tanggal ulang tahunku? aku lebih senang kau mengingatnya, aku juga suka hadiah ini.. terimakasih " David mencium kening Zoya


"Sebenarnya hubungan macam apa ini? Tuhan... jangan biarkan perasaanku semakin nyata agar suatu saat ketika kita berpisah tidak akan begitu menyakitkan " batin Zoya seraya memeluk David


Karena Zoya tahu David bisa mendapatkan wanita manapun yang dia inginkan, Zoya hanya menganggap dirinya p*l*c*r yang menjual tubuhnya pada David


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya sedang duduk di tempat biasa dia memancing bersama ayahnya, Zoya menggunakan dress bunga dengan topi pantai


"Kita bertemu lagi " ucap seseorang yang ikut duduk di samping Zoya


"Ahh.. kau rupanya, mengejutkan aku saja"


"Kau memancing sendiri?" tanya Tony


"Iya.. Aku tidak punya teman"


"Aku bisa menjadi teman mu, aku akan menemanimu memancing kapanpun kau mau" ucap Tony


"Terimakasih sudah mau menjadi teman ku" jawab Zoya seraya tersenyum


Zoya menarik pancingnya yang mulai mendapatkan ikan, melihat Zoya kesulitan akhirnya Tony membantu menariknya dari belakang


Sekarang posisi Tony tampak seperti sedang memeluk Zoya, Meily langsung datang dan menarik tangan Tony


Zoya hanya mematung menatap menatap Tony dan Meily yang sedang berdebat, Zoya mengira Meily adalah kekasih Tony yang sedang cemburu hingga diam diam Zoya pergi tanpa di ketahui keduanya


"Apa yang kau lakukan? Aku sedang mendekati wanita impianku"

__ADS_1


"Kau lebih mementingkan wanita itu dari pada aku?" ucap Meily penuh amarah


"Memangnya kau kenapa? kau ada di hadapan ku sekarang, kita setiap hari bersama sementara bertemu dengan wanita itu adalah hal yang langka"


"Kau tidak mengerti Tony.. aku cemburu, aku mencintaimu" Meily akhirnya mengakui perasaannya pada Tony


"Ahh.. maaf Zoya jangan dengarkan sahabat ku" ucap Tony seraya berbalik namun Zoya sudah tidak berada di tempatnya


"Zoya... Zoya" Tony mencari keberadaan Zoya


"Kau benar-benar tidak peduli dengan perasaanku" ucap Meily lalu berlari pergi dari sana


"Aku pikir dia bercanda" entah apa yang harus Tony lakukan sekarang jika bertemu Meily


Tony benar benar tidak bisa membuka hatinya bagi wanita lain, dia menginginkan Zoya saja dalam hidupnya


Dia menganggap Zoya adalah penyelamat hidupnya, Tony mengejar Meily untuk menjelaskan tentang perasaannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya sedang berada di dalam mobil perjalanan menuju rumah David, Handphone supir tiba-tiba berdering dengan segera dia menjawabnya


"Halo tuan... baik"


"Nona... tuan ingin bicara" supir menyerahkan handphonenya


"Halo"


"Apa kau mendapatkan ikannya?" tanya David


"Tidak... sebenarnya hampir tapi tadi ada kejadian sepasang kekasih sedang bertengkar, ikanku jadi kabur"


"Haha... orang macam apa yang pacaran di tempat pemancingan?" Suara tawa David sampai terdengar keluar telpon


"Entahlah... " Zoya tak menceritakan Tony yang membantunya hingga bertengkar dengan Meily karena takut David tidak akan mengizinkannya untuk memancing disana lagi


"Kau ingin makan apa untuk makan malam?" tanya Zoya mengalihkan pembicaraan


"Apa saja yang kau masak akan aku makan"


"Benarkah? bagaimana jika aku masak anak buaya? " goda Zoya


"Aku akan memakannya"


"Bagaimana bisa buaya makan buaya?" ucap Zoya sambil tertawa


"Kau mengejekku? aku akan menghukum mu nanti"


"Aku jadi tidak sabar untuk segera pulang " sambung David


"Maka cepatlah pulang... " ucap Zoya dengan berbisik


"Aku akan memakanmu lebih dulu"


"Aku takut..." jawab Zoya dengan menggemaskan

__ADS_1


Supir yang mendengar suara David sampai tidak percaya yang sedang menelpon itu adalah majikannya, sampai terdengar tawa David ketika bicara dengan Zoya


__ADS_2