
"Cih... kenapa kau kembali lagi kesini?" ucap Jack pada Tony saat bertemu di sebuah dermaga
"Kau melewati batas mu, ini daerah wilayah kekuasaan ku" jawab Tony
"Kau terlalu banyak bermimpi"
"Bukankah mimpi bisa jadi kenyataan? " ucap Tony dengan raut wajah mengejek
"Sudahlah tuan, kenapa kau selalu memperebutkan sesuatu dengan David dan anak buahnya" Meily menarik tangan Tony
"Aku tidak akan membiarkannya sampai kapanpun, dia harus hancur" gumam Tony
"Dendam mu sudah tidak ada gunanya tuan, Jane tidak akan kembali meskipun kau menghancurkan David beserta keluarganya "
"Jadi ini tentang wanita itu? tuan kami bahkan tidak tahu mengapa wanita itu tiba-tiba pergi meninggalkannya " ucap Jack
"Kalian bohong... aku tahu David selalu menyakitinya, aku selalu melihat Jane diam diam menangis sendirian " bentak Tony
"Terserah kau saja, aku tahu apa yang terjadi dengan Jane dan tuan David "
"Karena kau bawahannya tentu saja kau akan membelanya mati-matian " ucap Tony
"Kita pergi... biarkan tuan berdebat dengan mereka, ini urusan hati bukan urusan bisnis, kita tidak ada hubungannya dengan ini" ucap Meily kepada anak buah Tony yang lain
"Kau ingin pergi? "Tony berbalik saat Meily pergi
"Aku akan kembali dan menghancurkan kalian" ucap Tony lalu pergi menyusul Meily
Tony adalah teman dekat Jane dan wanita itu adalah wanita yang di cintai David, namun entah mengapa Jane tiba-tiba menghilang bagai di telan bumi membuat Tony menyalahkan David atas kepergian Jane
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David menundukkan kepalanya saat sedang menemani Lisa di rumah sakit, melihat keadaan ibu angkatnya membuat David merasa bersalah
"Kau berubah dav, semenjak wanita itu datang kau menjadi berubah " ucap Lisa
"Aku tidak berubah ibu, apa ibu yang membayar seseorang untuk menculiknya?" tanya David
"Pulanglah David.. kau sudah tak menyayangi ibumu lagi, bahkan di saat keadaanku seperti ini saja kau masih menuduhku"
"Maaf ibu.. aku hanya.." David tak melanjutkan perkataannya
"Kau menyalahkan ibu karena gadis itu, mungkin dia lebih berharga dari pada ibumu yang sudah menyerahkan seluruh hidupnya untuk mu"
"Ibu bukan begitu maksudku, aku bertanya karena sebelumnya ibu pernah merencanakan sesuatu untuk nya" ucap David
"Aku tidak akan tega apalagi sampai harus membunuh seseorang, teganya kau menuduhku melakukan hal keji "
"Maaf ibu.. aku benar-benar minta maaf " David memeluk Lisa, Senyum jahat terukir di bibir Lisa
"Kau tidak akan pernah bisa melawanku David" batin Lisa
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David kembali ke ruangan tempat Zoya di rawat saat tengah malam, mendengar suara pintu terbuka Zoya yang tidur membelakangi pintu pun berbalik
"Kau belum tidur?" tanya David
"Aku tidak bisa tidur" jawab Zoya
"Apa karena aku tidak ada?"
"Tuan.. anda terlalu percaya diri" mendengar ucapan Zoya membuat David tertawa
Zoya menatap wajah David yang sedang tertawa, wajah tampannya tampak lebih menarik ketika David sedang tertawa
"Tidak perlu menatapku seperti itu, aku tahu aku tampan" ucap David
Zoya segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, tiba-tiba David menggeser Zoya dan ikut berbaring di ranjang yang sama dengan Zoya
"Kenapa kau berbaring disini?" tanya Zoya
"Aku bosnya.. apa aku harus tidur di sofa sementara kau tidur di ranjang hangat dengan selimut? kau kejam sekali"
"Terserah anda saja tuan.. tapi jangan menggangguku" ucap Zoya
"Biasanya orang yang berbicara sepertimu itu malah menginginkan kebalikannya "
"Aku tidak mengerti maksudmu, jangan berisik aku ingin tidur" Zoya berbalik membelakangi David
"Turunkan sedikit rasa percaya dirimu " ucap Zoya
Tiba-tiba tangan David melilit pinggang Zoya membuat Zoya tersentak, Zoya berusaha menyingkirkan tangan David namun pria itu malah semakin mempererat pelukannya sampai membuat Zoya sesak
"Diam atau aku akan meremukkan tulang tulang mu" Bisik David
Bukannya tidur Zoya malah terganggu dengan hembusan nafas David di tengkuknya, Zoya berbalik namun malah semakin membuat jantungnya berdegup kencang
Wajah David begitu dekat dengan wajahnya hingga nafas David menyapu wajah Zoya, Seolah tersihir dengan wajah David yang sedang memejamkan matanya Zoya terus memandangi setiap lekuk wajah David
Zoya baru tersadar ketika hidung David menyentuh hidungnya, rupanya David tak benar-benar tidur dan tanpa sepengetahuan Zoya kepala David terus bergerak mendekat
David membuka matanya menatap mata Zoya lekat, Zoya ikut menarik ujung bibirnya saat melihat David tersenyum
David semakin mempererat pelukannya hingga tubuh keduanya saling menempel, tanpa Zoya sadari dia menutup matanya saat bibir David menempel di bibirnya
Zoya benar benar seperti sedang di hipnotis bahkan dia tidak melawan saat David menciumnya
"Tidurlah ini sudah malam" ucap David menaikkan selimut ke tubuh Zoya lalu mencium puncak kepalanya
Entah mengapa Zoya merasa malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang David, David tersenyum sambil memeluk tubuh Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Kenapa mobilmu bisa rusak separah ini?" tanya Samuel
"Ini gara gara anak buah tuan David, aku ingin bertemu Zoya tapi mereka malah menarik paksa mobilku" gerutu Charlotte
"Itu salahmu.. aku sudah katakan jangan berhubungan dengan tuan David ataupun Zoya"
"Memangnya kenapa? aku sudah meminta maaf padanya dan dia memaafkan aku" jawab Charlotte
"Bagus jika kau tulus tapi jika kau hanya memanfaatkan Zoya aku tidak yakin tuan David akan melepaskan mu"
"Apa yang bisa dilakukan tuan David? dia hanya pengusaha biasa" ucap Charlotte
"Kau salah... aku mendengar bahwa tuan David adalah salah satu mafia terkejam"
"Pasti hanya kabar burung" Charlotte tak percaya begitu saja
"Aku mendengar di club' tempat biasanya tuan David dan anak buahnya berkumpul, aku melihat mereka dan orang orang membicarakannya"
"Jadi kau pergi ke club' malam tanpa aku? apa yang kau lakukan disana? " teriak Charlotte
"Kita sedang membahas tuan David jangan mengalihkan pembicaraan "
"Aku sedang bertanya padamu, apa yang kau lakukan di club' malam tanpa aku?" Charlotte mengulang pertanyaannya
"Aku hanya menemui seseorang yang akan menanamkan modalnya di perusahaan kita"
"Sungguh? apa kau berkata jujur?" Charlotte menatap penuh selidik
"Untuk apa aku bermain dengan wanita club' malam jika aku memiliki wanita yang cantik dan seksi " Samuel menarik pinggang Charlotte
"Kau mencoba merayu ku?"
"Tidak... aku berbicara jujur, hanya kau yang menjadi candu bagiku" Samuel mulai menciumi Charlotte
Hanya dengan kata kata seperti itu saja sudah mampu membuat Charlotte luluh, Charlotte hanyalah wanita bodoh yang haus pujian dan rayuan dari lawan jenis
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kau sudah bangun... makanlah, hari ini kau sudah boleh pulang" ucap David yang baru saja masuk membawa sarapan untuk Zoya
Zoya masih tampak malu mengingat dirinya yang semalam, David duduk di kursi di samping tempat tidur Zoya dan mulai menyodorkan sendok berisi makanan
Dengan ragu ragu Zoya menerima suapan dari David, David tersenyum membuat Zoya membalasnya dengan senyum kikuk
"Apa kau sudah sarapan, tuan? " tanya Zoya
"Aku akan sarapan di kantor setelah mengantarmu pulang"
"Kalau begitu kau bisa berangkat sekarang ini sudah siang, aku akan pulang bersama supir" ucap Zoya
"Kau lupa? aku bos nya.. aku tidak akan tenang sebelum kau pulang dengan selamat" jawab David
__ADS_1
"Apa dia mengkhawatirkan aku? kenapa rasanya sangat bahagia? sadarlah Zoya... jangan terbawa suasana, dia hanya sedang merasa bersalah padamu" batin Zoya