
"Kau sudah bangun?" Saat David masuk ke kamar Zoya rupanya gadis itu baru saja bangun dari tidurnya
"Aku.. aku.. mandi dulu" Zoya yang masih ketakutan menutup kepala dan tubuhnya dengan selimut lalu beranjak dari tempat tidur
"Kenapa kau menutup tubuhmu seperti itu?" tanya David
"Dia bertanya? Astaga... apa dia lupa dengan apa yang dia lakukan semalam?" batin Zoya
" Tidak ada apa apa... aku hanya kedinginan" jawab Zoya
"Kenapa semalam aku bisa tidur di kamarmu?" tanya David
" Kau semalam mabuk.... kalau bisa jangan minum lagi karena kau kehilangan kesadaran semalam"
"Apa dia sedang perhatian denganku? kenapa aku merasa senang" batin David
Jujur saja Zoya bukan perhatian namun ketakutan saat David mabuk, hampir saja semalam David memaksanya
" Aku.. aku ingin mengajakmu makan di luar, bagaimana menurutmu? " tanya David
"Kenapa dia seperti tersipu? ada apa dengannya?" batin Zoya
"Boleh... kapan? " tanya Zoya
"Sekarang " David langsung menarik tangan Zoya
"Tunggu... aku baru saja bangun, aku harus mandi"
"O..oohh... aku lupa, kalau begitu aku tunggu dibawah" David begitu gugup sekaligus bahagia sampai tidak sabar dan langsung menarik tangan Zoya
"Dia itu sebenarnya kenapa?" Zoya menatap heran pada David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa kau bisa masuk ke sana?" tanya Lisa
"Aku di tugaskan sebagai tukang kebun, nyonya"
"Baiklah... kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?"
"Aku tahu nyonya, banyak penjaga yang sedang mengontrol keadaan di sekitar sini.. aku akan hubungi lagi nanti" ucap pria itu sambil berpura pura memotong rumput
"Baiklah... jika kau berhasil aku akan memberikan semua yang sudah aku janjikan"
Lisa tersenyum puas saat orang suruhannya berhasil menyelinap di rumah David, Lisa akan menyingkirkan siapapun yang terlibat dalam kecelakaan Luna
__ADS_1
Meskipun Zoya tidak bersalah karena semua itu hanya kecelakaan semata, Lisa tidak akan melepaskan Zoya begitu saja meskipun David melindunginya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya dan David baru saja sampai di sebuah restoran mewah, David membukakan pintu lalu mengulurkan tangannya
Zoya bak orang bodoh yang hanya menatap kosong tangan David tanpa menyambutnya, karena lama akhirnya David mengambil tangan Zoya dan menggenggamnya
"Astaga.. tidak sabaran sekali" ucap Zoya saat David menariknya keluar dari mobil
Tampak senyum kecil di bibir David saat Zoya terheran-heran menatapnya, Zoya benar benar bingung dengan sikap David yang berubah seketika
"Apa kau baik-baik saja tuan?" tanya Zoya
"Memangnya aku terlihat sakit?" David menjawab sinis
"Tidak... kau hanya tersenyum senyum sendiri seperti orang gila" batin Zoya
"Zoya....." David dan Zoya menoleh bersamaan saat mendengar seseorang memanggil Zoya
Rupanya itu adalah ibu angkatnya dan Charlotte yang sebenarnya sudah mengikuti mereka sedari rumah, Zoya menghela nafas sebenarnya dia tidak mau berurusan dengan kedua orang ini lagi
"Zoya... aku senang bertemu denganmu disini, aku tidak tahu harus mencari mu kemana lagi" ibu angkatnya langsung berakting seraya menggenggam tangan Zoya
"Ada apa ini?" tanya Zoya yang terkejut
"Maafkan ibu nak.. selama ini ibu sudah bersalah padamu, kali ini ibu sungguh-sungguh ingin menjalani hubungan baik denganmu" ibu Charlotte sampai memohon di hadapan Zoya
"Aku juga minta maaf Zoya... apa yang aku lakukan selama ini salah, aku tidak seharusnya berbuat kasar dan tak berperasaan padamu" Charlotte ikut menggenggam sebelah tangan Zoya
"Lepaskan tangan kotor kalian" David melepaskan tangan Zoya dari keduanya lalu menyembunyikan Zoya di belakang tubuhnya
"Tuan.. kami tidak bermaksud jahat, kami tulus meminta maaf pada Zoya "
"Aku tahu bagaimana watak manusia seperti kalian" ucap David
"Kami bersungguh sungguh tuan.. bulan perlu kami akan bersujud di hadapan Zoya "
Semua orang menatap keributan yang di buat Charlotte dan ibunya, Zoya melirik sekitar dan merasa malu karena menjadi bahan tontonan
"Sudahlah... ayo kita pergi, kita kesini untuk makan" bisik Zoya pada David
"Baiklah jika kalian bersungguh-sungguh sekarang bersujud dan minta maaf pada Zoya" ucap David
"Tuan... sudahlah jangan lakukan ini, kita di tonton banyak orang" Zoya memegangi lengan David
__ADS_1
"Biarkan saja.. mereka yang mengatakannya, kita lihat apa mereka benar benar bersungguh sungguh atau tidak"
"Kita akan di nilai tak berperikemanusiaan tuan, lagi pula kau juga tak meminta maaf sampai seperti itu padaku padahal kau juga tak kalah kejam dari mereka" David menatap tajam pada Zoya karena kata kata gadis itu
"Kenapa kau menggerutu padaku? kau tak mengatakannya saat aku meminta maaf" ucap David
"Bukan itu maksudku.. "
Tiba-tiba Charlotte dan ibunya benar benar berlutut di hadapan Zoya, seisi restoran menjadi berbisik bisik membicarakan mereka
Banyak dari mereka yang tidak tahu yang terjadi sebenarnya mengatakan Zoya dan David keterlaluan, Zoya yang sedikit mendengar ucapan mereka segera membangunkan keduanya
"Aku sudah memaafkan kalian, asal kalian benar-benar tulus aku akan memaafkan kalian" ucap Zoya
"Terimakasih nak.. aku ibumu sekarang"
"Dan aku saudara perempuan mu, kau bisa berkunjung jika mau dan kami bisa berkunjung untuk melihat keadaan mu, bukan? kau tidak sendiri lagi Zoya" Charlotte dan ibunya memeluk Zoya
"Sudah lepaskan.. tidak perlu sampai memeluknya seperti itu, apa kalian sudah selesai bicara? aku dan Zoya harus pergi" David menjauhkan keduanya lalu menarik Zoya ke dalam pelukannya
"Maaf sudah mengganggu kenyamanan anda tuan.. kami memang hanya berniat meminta maaf tidak bermaksud apa apa" lirih ibu Charlotte
"Aku tahu.. sudah selesai? ayo pergi" David menarik tangan Zoya menuju pintu keluar
"Tuan.. bukankah kita kesini untuk makan?" tanya Zoya
"Aku sudah tak berselera " jawab David dingin
"Tuan.. Zoya.. tunggu sebentar " ibu Charlotte mengejar keduanya
"Aku harap kau datang di acara pernikahan Charlotte " ibu Charlotte mengulurkan undangan di hadapan Zoya
"Aku... lihat nanti saja, aku tidak bisa keluar tanpa seizin tuan David" jawab Zoya seraya menatap David
"Cih... mereka meminta maaf hanya agar kau datang membawa hadiah untuk mereka" ucap David seraya membawa Zoya pergi
"Siapa tahu mereka benar-benar tulus, hati manusia bisa dengan mudah berubah, bukan?" ucap Zoya saat keduanya berada di dalam mobil
"Kau harusnya bisa membaca wajah seseorang, mana yang tulus dan mana yang hanya pura-pura.. kau ini naif atau bodoh?"
"Apa kau juga tulus saat meminta maaf padaku? mereka sampai berlutut di hadapan banyak orang, apa itu belum cukup bagimu?" jawab Zoya
"Jadi maksudmu aku tidak tulus? kau pikir aku menuruti semua keinginan mu karena apa? itu karena aku tulus meminta maaf padamu, apa kau tidak merasakan aku pun tulus meminta maaf?" David bicara tanpa jeda seraya mendekatkan wajahnya ke arah Zoya
Zoya sampai bersandar di jendela mobil karena menghindari David
__ADS_1
"Iya.. iya.. aku tahu kau tulus, maafkan aku karena meragukan ketulusan mu" ucap Zoya seraya menahan dada David
"Jika saja aku tidak berjanji padamu pasti aku sudah membuatmu masuk rumah sakit " gerutu David seraya mendorong kepala Zoya dengan jari telunjuknya