
Zoya langsung menuju sekolah Zoe setelah pulang dari kediaman David, sekolah sudah tampak sepi rupanya Zoya terlambat setengah jam
"Pak maaf apa semua anak anak sudah pulang?" tanya Zoya
"Iya nona.. di dalam hanya ada guru guru" jawab security
"Apa bapak mengenal Zoe? dia di jemput atau pulang jalan kaki?"
"Zoe sepertinya ikut teman perempuannya nona.. saya dengar anak itu memanggil pria yang menjemputnya dengan sebutan kakek"
"Tidak biasanya Zoe ikut dengan orang lain" gumam Zoya
Zoya menyusuri sepanjang jalan dari sekolah menuju toko kue miliknya, Dari kejauhan Zoya melihat Zoe bersama Maya dan Martin sedang duduk di sebuah taman sambil tertawa
Zoya tak pernah melihat Zoe tertawa seperti itu dengan orang baru kecuali dengan Tony dan Magdalena juga dirinya, Zoya kembali melanjutkan perjalanannya setelah melihat Zoe baik baik saja
Setelah beberapa saat Zoya sampai di toko kini sebuah mobil berhenti di depan tokonya, Zoe keluar dari mobil namun tak langsung masuk
Zoe sepertinya sedang berbicara dengan Martin dari kaca mobil, entah apa yang mereka bicarakan namun Zoe terlihat menganggukkan kepalanya lalu melambaikan tangannya saat mobil Martin melesat pergi
Zoe terkejut saat melihat sang ibu berdiri di depan pintu toko, Zoe terlihat gelagapan saat di pandangi sang ibu
"Itu.. aku.. karena ibu terlambat aku jadi ikut.. bersama Maya" ucap Zoe terbata bata
"Ibu sudah tahu.. ayo masuk, cepat makan" Zoya berbalik dan masuk
"Ibu tidak marah?" tanya Zoe
"Tidak.. kau terlihat bahagia bersama mereka, melihat kau bahagia ibu jadi tersadar dengan kenyataan bahwa kau mungkin juga merindukan keluarga ayahmu" Zoe berlari memeluk Zoya dari belakang
"Ibu jangan marah.. aku berjanji tidak akan dekat dengan mereka lagi, Aku tidak butuh siapapun lagi aku hanya menginginkan ibu" Zoe sangat takut jika ibunya marah dan tak memperdulikannya lagi
"Hei... siapa yang marah? ibu hanya tak tega melihatmu tak pernah tertawa lepas seperti tadi, Maya adalah saudarimu dan pria tua tadi adalah kakek mu juga.. ibu rasa ibu terlalu egois memisahkan kalian" Zoya melepas pelukan Zoe lalu berlutut di hadapannya
"Kau boleh dekat dengan mereka tapi jangan mengatakan apapun tentang ibu dan ayahmu, jika bersama mereka kau bahagia ibu tidak akan menghalangi kebahagiaan mu dengan catatan jangan berharap masuk kedalam keluarga itu" Zoya mengelus pipi sang putra
"Jadi aku bisa berteman dengan Maya?" tanya Zoe
"Boleh... tapi ingat pesan ibu"
"Terimakasih ibu.. aku berjanji tidak akan mengatakan apapun tentang ibu dan ayah" Zoe memeluk Zoya yang berlutut di hadapannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David sedang berbaring sambil memeluk dan mencium baju Zoya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka membuat wajahnya masam
"Apa kau tidak punya sopan santun?" tanya David dengan nada dingin
__ADS_1
"Aku istrimu David, sampai kapan aku akan terus menjadi orang asing di matamu?"
David tak memperdulikan Zellyn dan lebih memilih menutup wajahnya menggunakan baju Zoya, Zellyn yang kadung kesal menarik paksa baju tersebut dan mengambilnya
Zellyn berpikir David tidak bisa melakukan apapun karena kakinya tak bisa berjalan. namun, Zellyn salah
David berdiri turun dari ranjang menghampirinya, Zellyn menatap David dari atas sampai bawah
"Kau..." belum selesai Zellyn melanjutkan kata-katanya tangan David sudah melayangkan tamparan di wajah Zellyn
"Sekali lagi kau berani menyentuh barang barang Zoya ku, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu" David menyeret Zellyn lalu melemparnya keluar kamar
"Teganya kau David hanya karena baju wanita yang sudah mati kau menampar istrimu yang bertahun-tahun masih setia padamu meskipun kau tidak mencintainya" batin Zellyn seraya memegangi pipinya yang terasa perih
"Ibu... ibu kenapa berdiri disini?" mendengar suara Maya, Zellyn segera menghapus air matanya
"Kau sudah pulang nak? mana kakek?" tanya Zellyn
"Kakek langsung pergi, Apa ayah sudah pulang?"
"Sudah.. jangan ganggu ayah dulu, ganti baju lalu makan baru temui ayahmu" ucap Zellyn
"Baik Bu"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Karena Zoya tak kunjung masuk akhirnya David menelponnya, dengan malas Zoya menjawab telepon dari David
"Apa?"
"Kau dimana? tadi kau bilang sudah sampai kenapa tidak langsung masuk?" tanya David
"Ibu dan istrimu mengusirku.. lagi pula kata istrimu kau sudah bisa berjalan, kau menipuku, bukan?"
"Kembali atau kau akan merasakan akibatnya " ancam David
"Aku sudah hampir sampai di toko, aku anggap urusan kita sudah selesai karena kakimu sudah bisa di gunakan, bye" Zoya memutus sambungan teleponnya begitu saja lalu melanjutkan perjalanannya
Baru saja Zoya sampai di depan tokonya tiba-tiba empat pria berseragam hitam datang memaksanya masuk ke dalam mobil, Tony yang sedang menuju toko Zoya melihat Zoya di paksa pergi segera menyusulnya
Namun, Tony kehilangan jejak mobil tersebut dan kembali ke toko untuk menanyakan tentang siapa pria pria itu pada Magdalena
"Kau tidak melihat Zoya dibawa paksa orang orang itu?" tanya Tony
"Aku lihat.. aku baru saja menelponnya, dia baik baik saja dan mereka adalah orang-orang yang di perintahkan membawa Zoya"
"Siapa yang menyuruh mereka?" tanya Tony
__ADS_1
"Zoya merahasiakan namanya, yang jelas dia adalah orang yang tanpa sengaja Zoya tabrak hingga kakinya lumpuh"
"Jadi apa Zoya akan baik baik saja?" tanya Tony
"Dia mengatakan akan kembali saat Zoe pulang sekolah "
Tony sebenarnya sangat ingin memaksa Zoya agar menerima bantuannya, namun Tony tahu betul Zoya akan mati-matian menolaknya
Tony tak pernah memaksa Zoya menerima bantuan darinya meskipun dirinya mampu, Tony juga sempat ingin memberikan Zoya rumah namun wanita itu lebih memilih kontrakan kumuh
"Keras kepalamu membuatku tak bisa berbuat apa-apa" batin Tony
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya langsung di antar ke kamar David lalu anak buah David kembali menutup pintu kamar tersebut, David masih duduk bersandar di kepala ranjang dengan bertelanjang dada
Zoya tertunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah, David memanggil Zoya seraya menepuk ranjang di sampingnya
"Nasya kemarilah"
"Apa anda tidak punya etika,tuan? anda adalah seorang pria beristri tapi kenapa menunjukkan tubuh anda di hadapan wanita lain?" ucap Zoya
"Hanya tubuh bagian atas apa salahnya? kebanyakan pria berjemur di pantai atau berenang dan berolahraga juga melakukan itu di tempat umum, Kau bersikap seolah tidak pernah melihat tubuh pria saja"
"Istrimu mengatakan kau sudah bisa berjalan berarti tugasku sudah selesai, lagi pula kau terlihat baik baik saja" Zoya mengalihkan pembicaraan
"Benarkah? tapi kenapa aku masih kesulitan berjalan? jika aku bisa berjalan maka aku tidak akan memanggilmu kemari hanya untuk membantuku ke kamar mandi"
"Apa kau sudah gila? kau memanggilku hanya untuk membantumu ke kamar mandi? apa di rumah ini kau tidak bisa meminta bantuan pada pelayan, istrimu atau ayah dan ibumu?" pekik Zoya
"Hei... kenapa kau berteriak?" David mengucek kedua telinganya
"Aku tidak habis pikir... kau benar-benar.." David mengulum senyumnya melihat Zoya begitu frustasi
"Cepatlah.. semakin cepat kau bekerja maka semakin cepat pula kau pulang"
Zoya membantu David berdiri dengan melingkarkan tangan David ke bahunya, saat menaruh David di kursi roda kaki Zoya tersandung karpet membuatnya kehilangan keseimbangan
Zoya terjatuh duduk di pangkuan David dan kacamata besarnya jatuh ke lantai, David dan Zoya saling memandang sejenak lalu Zoya berdiri memalingkan wajahnya
"Zoya.."
Deg...
Apa David akan mengenali Zoya?
Jangan lupa, like, komen, vote dan gift nya ya 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1