
David
Zoya
"Kau mencuri untuk makan?" tanya Zoya seraya berjalan bersama gadis yang baru saja ditolongnya
"Ya... aku harus menghidupi ibuku, aku baru saja di pecat dari pekerjaanku" jawabnya
"Siapa namamu?" tanya Zoya
"Magdalena.. kau sepertinya anak orang kaya" gadis itu menatap dari ujung kaki sampai ke ujung rambut Zoya
"Tidak juga... kalau aku anak orang kaya aku tidak akan tinggal di perkampungan seperti ini"
"Kau benar juga, tapi kau sangat putih dan terawat, bajumu juga sepertinya mahal'' Zoya tertawa mendengar celotehan gadis tersebut
"Usiamu berapa tahun?" tanya Zoya
"18 tahun, kau sendiri? dan siapa namamu"
"Usiaku 20tahun, namaku Zoya " jawab Zoya
"Sudah sampai.. ini belanjaanmu, terimakasih sudah menolongku" gadis itu berbalik pergi
"Kau tidak mau mampir?" tanya Zoya
"Tidak untuk saat ini.. aku harus memberikan ini pada ibuku, sudah waktunya ibuku minum obat" ucap Magdalena
"Tunggu... ambil ini untuk pegangan mu sebelum kau mendapatkan pekerjaan"
Tanpa basa basi Magdalena mengambil uang tersebut sambil mengucapkan terimakasih lalu pergi, Zoya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Magdalena
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David melakukan tes DNA meskipun anak Zellyn masih dalam kandungan, tak peduli janin itu beresiko keguguran atau tidak
David sibuk mencari Zoya dan tak memikirkan tes tersebut hingga dengan mudah Lisa menukar hasil tesnya, David akan mendapatkan kabar mengejutkan setelah hasil tesnya keluar
"Kau tenang saja.. anak ini akan memiliki ayah" Ucap Lisa seraya memeluk Zellyn
"Terimakasih bibi.. entah harus bagaimana hidupku jika tak ada bibi"
"Aku akan melakukan apapun untuk mu, berbahagialah " ucap Lisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Pagi pagi sekali Zoya sudah di bangunkan dari tidurnya dengan suara ketukan pintu, Zoya masih mengucek mata sambil berjalan membuka pintu
"Kau... masuklah, kenapa pagi pagi sekali sudah kesini?" tanya Zoya
"Ibu ku sangat berterimakasih kepada mu dan menyuruhku mengantar ini, dia menitipkan salam padamu"
"Terimakasih... kebetulan aku sangat lapar, kau sudah makan?" tanya Zoya dan di jawab gelengan kepala oleh Magdalena
"Baiklah kita makan bersama, aku senang jika kau sering berkunjung kemari.. aku tidak punya teman" ucap Zoya
"Kau tinggal sendiri?" tanya Magdalena
"Berdua" jawab Zoya seraya mengikat rambutnya
"Dengan siapa? suamimu atau orang tuamu?"
"Dengan anakku" Magdalena tampak tak percaya jika Zoya sudah memiliki anak
"Kenapa menatapku seperti itu? anakku masih dalam kandungan" jawab Zoya membuat Magdalena semakin tak mengerti
"Lalu dimana suamimu? jangan bilang kau..."
"Kekasihku mengkhianati aku.. tebakan mu benar, aku mengandung tanpa ikatan pernikahan " jawab Zoya
__ADS_1
"Tidak apa.. aku pun tidak memiliki ayah, ibuku dulu wanita malam" ucap Magdalena tanpa menyembunyikan apapun
Zoya menatap Magdalena tanpa berkata apapun lalu kembali memindahkan masakan yang di bawa gadis itu
"Kau masih beruntung memiliki ibu.. sementara aku, aku tidak tahu dimana kedua orang tuaku" ucap Zoya
"Kita senasib" ucap Magdalena seraya membantu Zoya
"Tidak perlu membahas masa lalu yang menyakitkan, kita hidup untuk hari ini jadi lupakan saja semua yang sudah berlalu" ucap Zoya
Setelah sarapan bersama Magdalena kini Zoya meminta diantar untuk bertemu dengan ibu Magdalena, Zoya menatap gubug yang hampir rubuh dan sudah di tambal sana sini
"Ini rumah mu?" tanya Zoya
"Aku juga menyewa rumah ini, tadinya aku sengaja mencari rumah yang lebih murah tapi tetap saja aku tidak bisa membayarnya "
"Ale kau sudah kembali" ibu Magdalena keluar dari rumah ketika mendengar suara sang putri
"Ya... ini Zoya yang menolongku kemarin, Zoya ini ibuku" ucap Magdalena
Zoya mematung sejenak menatap wanita yang duduk di kursi roda, setengah wajahnya rusak seperti luka bakar
"Wajah ibuku cacat ketika menolong kakakku dulu" bisik Magdalena membuat Zoya tersadar dari lamunannya
"Selamat pagi bibi.. "
"Nona Zoya.. bibi benar benar berterimakasih untuk kebaikan nona Zoya yang mau menolong Ale" ucap ibu Magdalena
"Panggil Zoya saja bibi.. sudah kewajiban kita untuk menolong sesama " jawab Zoya
"Selain wajahmu yang cantik hatimu juga, terimakasih tidak membuang muka saat bertemu kami"
"Jangan seperti itu bibi.. kita semua sama di mata tuhan"
"Ibu apa tamu kita tidak akan di persilahkan masuk?" ucap Magdalena
"Aahh.. ibu sampai lupa, ayo masuk nak"
Saat Magdalena sedang membuat minuman Zoya dan ibunya sedikit berbincang, ibu Magdalena menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan luka bakar dan harus kehilangan kakinya
"Tidak... ibu angkatnya mengancam ku, mereka punya kuasa. lagi pula aku bersyukur karena anakku di adopsi orang kaya"
"Kenapa bibi melepaskannya untuk di adopsi?" tanya Zoya
"Dia anak yang cerdas.. setidaknya masa depannya akan terjamin dari pada tinggal bersama wanita malam sepertiku, Aku mengurus Magdalena dengan kaki buntung dan luka bakar yang menghancurkan separuh wajahku"
"Aku juga harus membesarkan anakku sendiri" ucap Zoya
"Kau sudah memiliki anak?" tanya ibu Magdalena
"Ya... tapi dia masih dalam kandungan"
"Kau tidak sendiri nak.. minta bantuan kami jika kau membutuhkan bantuan" Zoya tersenyum seraya mengangguk
"Aku merasa memiliki keluarga saat bertemu kalian''
"Kita akan menjadi keluarga mulai sekarang" ucap ibu Magdalena seraya menggenggam tangan Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David menjatuhkan tubuhnya saat membaca hasil tes yang di kirimkan ke rumahnya, dia hanya memikirkan Zoya hingga tak bisa memikirkan apapun termasuk kelicikan ibu angkatnya yang selalu berpura-pura menjadi malaikat
Melihat reaksi David akhirnya Jane yang penasaran mengambil kertas tersebut, Jane menutup mulutnya dengan tangan saat membaca hasil tes tersebut
"David... " Lisa baru saja tiba bersama Zellyn
"Ini pasti salah.. kalian memanipulasi semua ini, bukan?" tanya Jane
"Untuk apa kami memanipulasi? David akan menikahi Zellyn jadi sebaiknya kau pergi dari rumah ini"
"Tidak.. David yang membawaku kemari jadi anda tidak berhak mengusirku" Jane menolak mentah-mentah untuk keluar dari rumah David
"Apa kau ingin uang juga sama seperti wanita j*l*ng itu?"
__ADS_1
"Aku ingin David ku, aku tidak butuh uangmu"
Terjadi adu mulut diantara mereka membuat David yang sedang kacau semakin kacau, David menghantam meja kaca yang ada di hadapannya dengan tangannya hingga hancur
Kedua wanita tersebut sontak menjadi diam, seperti biasa Lisa akan berakting agar David kembali menuruti perkataannya
Dia selalu mengingatkan David bahwa dia telah menyelamatkan hidup David dan membuat pria itu selalu merasa berhutang nyawa padanya
"Sebaiknya kau pergi Jane.. beri aku ketenangan" ucap David lalu beranjak pergi
Jane kembali kalah meskipun Zoya sudah berhasil dia singkirkan, Lisa tersenyum penuh kemenangan berhasil kembali mempengaruhi pikiran David setelah Zoya pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
9 bulan sudah usia kehamilan Zoya...
Dimasa sulitnya selalu ada Magdalena dan ibunya yang selalu membantu juga Tony yang diam diam selalu membantu kebutuhan Zoya serta melindunginya dari kejauhan
Tony tidak membantu secara terang-terangan agar Zoya tak merasa berhutang Budi, kini Zoya bekerja di sebuah minimarket bersama Magdalena
"Biar aku saja yang antar" ucap Zoya saat melihat Magdalena sedang sibuk
"Tidak... tunggu aku selesai saja, kau sudah hamil besar tidak boleh mengantar pesanan"
"Kau terlalu banyak berpikir buruk.. aku akan baik baik saja, aku pergi" ucap Zoya seraya mengambil kunci motor
"Haishh... dasar keras kepala"
Zoya mengendarai sepeda motor yang di berikan oleh pihak minimarket, betapa terkejutnya dia saat melihat beberapa mobil beriringan mengikutinya lalu menghadang jalan
Zoya pun berhenti dengan tangan yang sudah gemetar, seorang pria yang sangat dia rindukan di tengah rasa bencinya turun dari mobil
"Aku menemukan mu" ucap David
"Berhenti.. jangan mendekat"
"Kenapa kau pergi Zoya? pulanglah bersamaku" David mengulurkan tangannya
"Pulang? aku tidak punya rumah David.. kau lupa apa yang kau lakukan padaku? lagi pula kau sudah menikah" pernikahan Zellyn dan David sudah diadakan secara besar-besaran
"Aku tidak mencintainya Zoya... aku akan meninggalkannya, aku mohon kembalilah padaku"
"Aku tidak akan pernah lupa pengkhianatan yang kau lakukan padaku, anak yang di kandung Zellyn adalah darah dagingmu juga jadi kau dan Jane bisa mengambilnya jangan mengganggu kehidupanku lagi" Zoya memelas
"Apa yang kau katakan? siapa yang akan mengambil anakmu? kita akan membesarkannya bersama"
"Tidak.. Jane mengatakan kalian akan membunuhku dan mengambil anakku setelah aku melahirkan, jangan tipu aku lagi David"
"Jane... aku akan memberi pelajaran padamu" batin David
"Kita bisa bicarakan ini baik baik Zoya.. pulanglah bersamaku" saat David mendekat Zoya sontak turun dari motornya
Zoya tak dapat pergi kemanapun karena sudah terkepung, Zoya berhenti tepat di sebuah jembatan yang arusnya cukup deras
"Berhenti di tempat mu David.. atau aku akan melompat"
"Kau tidak akan membahayakan anakmu, bukan? jangan konyol Zoya " David pun dapat melihat ketakutan di wajah Zoya
"Siapa bilang? aku akan membawa anak ini mati bersamaku"
"Turunlah Zoya.. kita bisa bicarakan ini baik baik, semua yang di katakan Jane adalah kebohongan " David berusaha mendekati Zoya yang sudah naik pagar pembatas
"Lalu Zellyn? apa dia juga berbohong? satu satunya orang yang banyak berbohong adalah dirimu, aku tidak akan percaya lagi padamu David"
"Aku mencintaimu Zoya.. aku tidak pernah berbohong padamu, percayalah " Zoya hanya tersenyum miris
"Kau benar benar menginginkan kematian ku dari pada melepaskan aku? baiklah... selamat tinggal " David yang berada tepat di hadapan Zoya sempat menyentuh tangan Zoya namun terlambat
Zoya menjatuhkan tubuhnya kebelakang dan terjun bebas hingga terdengar deburan air saat tubuh Zoya terjatuh, David berteriak memanggil nama Zoya saat melihat Zoya menghilang dalam derasnya air sungai
Maaf untuk karya othor yang bertele-tele.. terimakasih untuk pembaca yang masih setia, jangan marahin othor yang baperan 🥺
#Bercandyyyaaaa 😂
__ADS_1
Hargai setiap karya orang lain ya guys... setiap komentar kalian othor jadikan motivasi, terimakasih sudah mampir di karya recehan othor.. jangan lupa like komen vote dan gift nya untuk mendukung karya othor othor yang sedang berjuang untuk up setiap hari
Salam sayang othor tercinta 🥰🥰🥰