Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 65


__ADS_3

Zoe diam diam memeriksa satu persatu lemari dan laci di kamar mereka ketika Zoya sedang mandi, saat Zoe hendak membuka laci terakhir rupanya terkunci


Zoe mencari di tempat kunci namun tidak menemukan kunci yang sama, Zoe pun mengingat dimana lagi Zoya menyimpan kunci


Dengan sisa waktunya yang tinggal sedikit Zoe mencari-cari tempat yang mungkin di jadikan tempat untuk menyimpan kunci rahasia, Zoe mengedarkan pandangannya dan melihat sebuah kunci yang tergantung disebuah hiasan dinding


Zoe mengambil kursi dan berusaha meraih kunci tersebut hingga kakinya tergelincir dan jatuh, kunci tersebut masuk kedalam kolong ranjang


Saat hendak mengambil kunci tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Zoe berpura-pura merintih memegangi lutut dan sikunya


"Kau baik baik saja sayang? ibu terkejut mendengar suara benda jatuh" Zoya membangunkan Zoe


"Sakit sekali Bu"


"Apa yang kau lakukan hingga terjatuh dari kursi?" tanya Zoya


"Aku hanya ingin mencari mainan ku di atas lemari Bu" ucap Zoe berbohong


"Lain kali kau harus meminta bantuan orang dewasa" Zoya meraba atap lemari dan menemukan mobil mainan kecil milik Zoe


"Bagaimana mainan ini bisa berada di atas lemari?" ucap Zoya


"Aku melemparnya seperti ini" Zoe kembali melempar mobil mainan tersebut ke bawah tempat tidur


Keberuntungan yang datang dua kali, padahal Zoe tidak tahu jika ada mainannya di atas lemari


Zoe kembali menggunakan mobil itu untuk mengambil kunci di bawah tempat tidur, Zoya menggelengkan kepalanya saat melihat sang putra merayap masuk


"Aku akan pergi bermain Bu" ucap Zoe seraya berlari keluar kamar


"Untung saja aku pintar" gumam Zoe


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kau mau kemana David? besok hari ulang tahun Maya, kita harus menyiapkan acaranya " ucap Zellyn


"Aku dan Jane harus pergi, lagi pula acara ulang tahun sudah aku serahkan pada pegawai toko kue itu"


"Akan berbeda jika bukan orang tuanya yang menyiapkan semuanya" Zellyn menghalangi David agar tidak pergi

__ADS_1


"Tahu apa seorang anak kecil? yang dia tahu acaranya besok sudah siap, dia akan senang"


"Tapi... David " David tak memperdulikan Zellyn dan pergi begitu saja


"Terkadang aku merasa berdosa padamu Zoya, aku tidak memikirkan nasib mu dan bayi dalam kandungan mu" batin Zellyn


Zellyn merasa bersalah pada Zoya apalagi setelah beredar kabar bahwa gadis itu mati tenggelam saat hamil besar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya hanya cemberut menemani Magdalena belanja keperluan untuk menghias toko kuenya, David memberikan uang lebih dari yang di minta Magdalena namun gadis itu tak mengambil keuntungan dan menyerahkan semua uangnya pada Zoya


"Tersenyumlah Zoya.. kita dapat banyak uang hari ini" ucap Magdalena


"Kau buka toko sendiri saja, besok aku dan Zoe tidak akan kesana"


"Bagaimana aku menyelesaikan semuanya?" ucap Magdalena


"Tenang saja Magdalena aku cukup bertanggung jawab untuk semua pekerjaanku, malam ini kita selesaikan semuanya dan besok kau tinggal selesaikan sendiri"


"Tapi Zoe di undang teman sekolahnya "


"Dan kau ingin lihat Zoe merasa iri pada kebahagiaan keluarga yang lengkap? aku tidak ingin menyakiti perasaannya " ucap Zoya


"Jane" gumam Zoya


"Kau kenal wanita itu? "


"Ya... wanita yang sama yang menghancurkan semuanya, dia kekasih David " ucap Zoya


"Dasar bajingan.. lihat saja aku akan mengerjai kalian"


"Hei tunggu.. apa yang akan kau lakukan?" Zoya mengejar langkah Magdalena


Magdalena mengawasi keduanya hingga masuk ke sebuah restauran, diam diam dia menyelinap ke dapur dan berpura-pura bertanya pada pelayan yang membawa pesanan Jane dan David


 Magdalena memasukan obat pelancar pencernaan yang dia beli untuk dirinya sendiri ke makanan yang di pesan Jane dan David saat pelayan tersebut lengah


Zoya ingin melarang Magdalena namun sudah terlanjur makanan sudah di sajikan diatas meja keduanya, Magdalena kembali sambil cekikikan karena memasukkan obatnya dengan dosis berlebih

__ADS_1


"Ayo kita pulang.. kau ini keterlaluan sekali" Zoya menarik tangan Magdalena


"Keterlaluan apanya? dia pantas mendapatkan itu, kita lihat dulu berapa lama ini akan bekerja" Magdalena merangkul bahu Zoya agar ikut menyaksikan


Jane memakan makanannya sementara David masih sibuk dengan ponselnya, David beranjak untuk menjawab telepon sementara Jane masih melanjutkan makannya


Jane tiba-tiba berhenti makan dan tangannya mulai memegangi perutnya, Jane berlari mungkin ke arah kamar mandi


Setelah melihat Jane berlari Magdalena tertawa terbahak-bahak lalu mengajak Zoya kembali ke toko untuk mendekorasi toko yang akan di gunakan untuk acara ulang tahun Maya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mumpung ibu pergi untuk waktu yang lama aku harus beraksi" Zoe mengambil sebuah kunci kecil untuk membuka laci


Di dalamnya banyak kertas kertas penting milik Zoya, Zoe membuka satu persatu map berisi kertas kertas itu namun tak menemukan apapun


Zoe mengambil map terakhir dan melihat sebuah foto tergeletak terbalik dengan tulisan tangan Zoya di belakangnya, saat Zoe mengambilnya betapa terkejutnya dia melihat foto sang ibu dan ayah Maya


"Apa mereka saling mengenal? " Zoe menutup kembali laci dan membawa foto tersebut


Meskipun baru berusia lima tahun namun Zoe termasuk anak yang pintar, di usianya dia sudah pintar membaca dan berhitung


"Kau alasan di balik hancurnya hidupku, kau hanya memanfaatkan aku untuk mengambil anakku agar kau dan kekasihmu itu dapat membesarkannya bersama


Dimana hati nurani mu hingga tega akan memisahkan seorang ibu dan anaknya? aku tidak akan pernah melupakan setiap rasa sakit yang kau ciptakan


Jika suatu saat nanti kita bertemu lagi, semoga aku bukan aku yang mencintaimu lagi. semoga tidak ada debar di saat mata kita secara tak sengaja beradu pandang


Sungguh. aku ingin biasa biasa saja karena mustahil menghidupkan kembali harapan pada cerita yang benar benar telah usai"


"Jadi dia ayahku? ayahku tidak benar-benar mati?" Zoe sejenak merasa senang mengetahui siapa ayah kandungnya


Namun, saat kembali membaca tulisan tangan Zoya wajah bocah tersebut seketika memerah, Zoe mengambil foto tersebut dan menyembunyikannya lalu naik ke atas ranjang untuk tidur


"Aku tidak menginginkan pria itu, aku akan membuat ibuku menikah dan berbahagia bersama Daddy" ucap Zoe


Kebencian di hati Zoe pada ayah kandung yang menelantarkannya semakin bertambah, dia berharap ibunya hanya bertengkar dengan ayah kandungnya lalu berpisah


Setelah mengetahui bahwa ibu kandungnya di perlakukan buruk Zoe tidak lagi peduli siapa ayah kandungnya

__ADS_1


"Aku tidak merindukanmu, aku tidak akan peduli apapun lagi tentangmu, aku tidak ingin memelukmu, aku ingin membalas perlakuan buruk mu pada ibuku" Zoe bicara sambil mengusap kedua matanya berkali kali


Mata bening bocah itu terasa panas hingga meneteskan air mata, tak bisa di pungkiri Zoe hanya seorang anak yang merindukan kasih sayang ayahnya. namun, saat mengetahui kenyataan pahit ini semua kerinduannya berubah menjadi kebencian


__ADS_2