
David kembali menarik Zoya setelah sampai di rumah, Zoya seperti kapas yang tertiup angin di tarik kesana kemari oleh David
Akhirnya David menghempaskan tubuh Zoya ke ranjang, Zoya bahkan tak berani hanya untuk sekedar meringis meskipun tubuhnya terasa sakit
"Dimana kau bertemu pria itu? apa kalian sering bertemu? apa kau sengaja menemuinya diam diam tanpa sepengetahuan ku?" Zoya diberondong pertanyaan oleh David
"Kami selalu tak sengaja bertemu" jawab Zoya lirih
"Bohong... apa ada kebetulan yang berkali kali? apa kalian juga berhubungan di belakang ku? apa dia juga menyentuhmu?" Dengan cepat Zoya menggeleng
"Jangan jangan anak yang kau kandung adalah benih bajingan itu?"
"Kenapa kau hanya bisa menangis, menangis dan menangis? aku tidak akan iba dengan air matamu" ucap David ketika Zoya menangis ketakutan
"Aku akan memberi pelajaran pada pengawal yang selalu bersama mu, beraninya dia tidak mengatakan apapun ketika kau menemui pria lain di belakang ku"
Zoya tidak ingin orang lain juga menjadi sasaran kemarahan David, Zoya menahan tangan David namun pria itu menepisnya hingga Zoya terjatuh di lantai
"Tidak tunggu... sshhh.." Zoya berdiri tertatih memegangi perutnya
Zoya mengejar langkah David yang menuruni anak tangga, David benar benar menghajar pengawal yang selama ini selalu menemani Zoya
Zoya berusaha menarik tangan David saat melihat pengawalnya sudah tak berdaya, David yang masih emosi kembali menepis tangan Zoya hingga terdorong dan jatuh dengan kepala membentur sudut meja
Setelah Zoya terjatuh tak sadarkan diri barulah David sadar dengan apa yang dia lakukan, David membawa Zoya kembali ke kamar dan menelpon dokter
🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝
Tony yang frustasi datang ke sebuah club malam, Entah berapa gelas yang sudah dia habiskan hingga setengah kesadarannya menurun
Tony yang hendak pulang seperti melihat bayangan Zoya di pinggir jalan yang sepi, Tony menepikan mobilnya lalu menghampiri wanita tersebut
Karena pengaruh minuman keras Tony memaksa wanita yang dia anggap Zoya masuk kedalam mobilnya, wanita itu berteriak meronta meminta tolong namun tak ada yang mendengarnya
Tony memukul wanita tersebut hingga tak sadarkan diri dan membawanya ke sebuah hotel, Tony benar benar kehilangan akal dan berniat melakukan sesuatu pada Zoya
Tony tak peduli Zoya mengandung benih pria manapun, dia akan menerima anak Zoya meskipun dia bukan ayah biologis dari anak itu
__ADS_1
Di bawah pengaruh minuman beralkohol Tony memp*rk*s* wanita tersebut, tanpa dia tahu bahwa sebenarnya yang sedang bersamanya bukanlah Zoya
"Malam ini kau akan menjadi milikku Zoya" ucap Tony
🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝
"Mereka meninggalkan ku karena wanita itu, aku bersumpah akan membuat hidupmu tidak ada artinya lagi"
"Aku akan kembali merebut David juga Tony " sambung Jane
Jane benar benar di tinggal sendirian di rumah sakit, bahkan handphone Tony tak bisa di hubungi
Jane semakin dendam pada Zoya karena selain David sekarang Tony pun meninggalkannya
🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝
Zoya memegangi kepalanya yang sudah di perban ketika dia sadar, David tampak sedang mondar mandir di samping tempat tidur
"Kau sudah sadar" David duduk di samping tempat tidur namun Zoya malah beringsut ketakutan
Zoya memegangi perutnya dia takut David akan berbuat kasar karena menyangka anak itu bukan anaknya, David menatap tangan Zoya yang menghalangi perutnya
"Aku tidak suka kau bertemu orang lain tanpa seizin ku, apa masih sakit?" David hendak menyentuh perut Zoya namun dia menghadang tangan David
"Aku bersumpah ini anakmu.. aku tidak pernah berhubungan dengan pria lain selain dirimu " ucap Zoya dengan suara gemetar
Zoya sangat ketakutan jika David akan melenyapkan janin yang ada di kandungannya, Zoya semakin hari semakin menyayangi bayi yang ada di kandungannya meskipun anak itu belum lahir ke dunia
"Aku tahu... aku tidak akan menyakitinya" Ucap David
Zoya menangis tersedu-sedu menutupi wajahnya dengan telapak tangan, David merasa bersalah karena emosinya yang tak terbendung akhirnya dia berbuat kasar pada Zoya hingga tak memikirkan anak yang ada di dalam kandungannya
"Maaf... aku sudah kasar padamu, aku ingin kau mengatakan apapun yang kau lalui setiap hari.. dengan siapa kau bertemu dan apa yang kau lakukan, kau mengerti?" ucap David seraya memeluk dan mengelus kepala Zoya
Zoya hanya menganggukkan kepalanya namun masih terisak menutupi wajahnya, entah sampai kapan Zoya akan bertahan dengan David yang emosinya tak pernah bisa terbendung
Semakin lama bersama David tampaknya Zoya akan semakin sulit mendapatkan kewarasannya, David memang memanjakan Zoya namun saat marah David tak bisa menahannya meskipun itu pada Zoya sekalipun
__ADS_1
"Berhentilah menangis" ucap David membuat Zoya langsung terdiam meskipun sebenarnya dia masih ingin menangis
Zoya menghapus air matanya meskipun masih sesenggukan, lengan Zoya memar akibat cengkraman tangan David
"Sebentar" David beranjak untuk mengambil sesuatu
David kembali dan mengoleskan salep untuk menghilangkan memar di tubuh Zoya, setelah selesai David menarik Zoya kedalam pelukannya dan berbaring menutup tubuh keduanya nya dengan selimut
"Tidurlah... kau pasti lelah" ucap David
"Sampai kapan kau akan seperti ini? aku tidak akan mungkin bisa bertahan jika kau terus menyakiti aku hanya karena emosi" lirih Zoya
"Aku akan berusaha untuk berubah, aku akan lebih menekan amarahku.. maafkan aku"
"Dia selalu berkata seperti itu.. kenyataannya aku selalu terluka saat dia marah" batin Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tony memegangi kepalanya yang terasa berdenyut, Sayup sayup dari kamar mandi terdengar seseorang menangis diiringi suara gemericik air
Saat Tony melihat baju berserakan di bawah lantai barulah dia teringat apa yang terjadi semalam, Tony mengusap wajahnya kasar ketika melihat noda darah di sprei
"Damn" Tony melayangkan tinjunya di udara
Rupanya Tony menyadari dia sudah salah sasaran, lantas siapa wanita yang ada di dalam kamar mandi pikirnya
Saat Tony hendak mengetuk pintu kamar mandi saat itu juga handphonenya berdering, Tony mendapat kabar bahwa Jane baru saja mencoba bunuh diri namun berhasil di gagalkan oleh perawat
Tanpa pikir panjang Tony segera memakai pakaiannya, sebelum pergi Tony meletakkan sejumlah uang dan sebuah catatan untuk wanita itu
Wanita itu dengan ragu keluar dari kamar mandi namun ternyata kamar tersebut sudah kosong, Tangannya gemetar mengambil sebuah catatan yang di taruh di atas gepokan uang
"Maafkan aku.. aku benar-benar minta maaf karena salah mengenali orang, jika terjadi sesuatu padamu tolong hubungi aku" Isi surat yang di tulis Tony lengkap dengan nomor teleponnya
wanita tersebut terjatuh lemas setelah membaca isi surat itu, Rupanya dia menjadi korban salah sasaran
Hatinya hancur apalagi melihat uang uang diatas ranjang, harga dirinya seakan di beli oleh pria tak di kenal
__ADS_1
"Aku tidak menginginkan uang ini.. aku tidak menginginkan nya" teriaknya histeris