Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 25


__ADS_3

David tersenyum sendiri saat melihat tingkah Zoya ketika dia tidak berada di rumah, David memasang kamera tersembunyi saat Zoya terlelap tidur


Bahkan David memasang kamera tersebut di kamar Zoya, Zoya masih menggunakan bathrobe dengan handuk melilit rambutnya


Zoya tak meminta pelayan membersihkan kamarnya karena dia lebih suka membersihkannya sendiri, Zoya tampak menari nari kecil membuat David terkekeh


Sesaat kemudian wajah David memerah melihat Zoya melepaskan tali bathrobe nya, Zoya berjalan di dalam kamar hanya menggunakan d*l*m*n saja


Karena ketidaktahuannya Zoya memakai pakaiannya dengan santai, Zoya juga mematut dirinya di cermin seraya mengerucutkan bibirnya


"Hah... tidak ada tuan rasanya hidupku tenang, jika dia ada di rumah kewaspadaan ku harus lebih di tingkatkan lagi" ucap Zoya


"Sial.. jadi dia lebih suka aku tidak berada di rumah? baiklah... besok aku tidak akan pergi ke kantor dan akan mengganggunya sepanjang hari"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Permisi... apa kalian bisa menghubungi tuan David?" tanya Zoya pada dua pengawalnya


"Tentu Nona" pengawal tersebut menghubungi David lalu memberikan handphonenya pada Zoya


"Halo tuan... apa aku boleh pergi ke luar?" ucap Zoya


"Hanya sebentar... aku ingin pergi ke makam ayahku"


"Benar? baiklah, terimakasih " Zoya mengembalikan handphonenya pada pengawal setelah mendapatkan izin dari David


Zoya langsung pergi diantar dua pengawalnya menuju makan sang ayah, rupanya disana sudah ada ibu angkatnya dan Charlotte yang juga sedang mengunjungi makam sang ayah


Kedua wanita itu menoleh ketika melihat mobil mewah terparkir di area pemakaman, mereka tercengang saat Zoya keluar dari mobil tersebut


"Zoya" gumam keduanya


"Ibu lihat mobil yang di pakai Zoya berbeda dengan yang waktu itu" bisik Charlotte


Tatapan keduanya semakin sinis saat melihat Zoya di iringi dua pengawal bertubuh besar, Zoya tak menghiraukan keberadaan keduanya


Zoya meletakkan bunga dan berdoa sekilas untuk sang ayah, Melihat Zoya tak menganggap keberadaan mereka membuat Charlotte dan ibunya meradang


"Hei anak haram.. kau tak melihat kami berdua disini?" ucap Ibu Charlotte


"Aku melihat kalian.. lalu aku harus apa?" jawab Zoya

__ADS_1


"Dasar anak tidak tahu diri.. begini sikapmu pada orang yang sudah membesarkan mu?" ibu Charlotte semakin geram


"Ayah yang membesarkan aku, selain ayah tidak ada yang berprilaku baik padaku.. kalian hanya bisa memerintah, menyiksa dan mengolok-olok ku"


"Aku sudah selesai, ayo pergi.." sambung Zoya pada kedua pengawalnya


"Baik Nona "


"Anak haram sekarang berubah gelar menjadi wanita j*l*ng, aku yakin sekali kau menukar semua kemewahan ini dengan tubuhmu" Ibu Charlotte hilang kendali dan menarik rambut panjang Zoya


"Hentikan atau akan ku patahkan tanganmu" salah satu pengawal mencengkram tangan ibu Charlotte dan satu lagi mengamankan Zoya


"Apa yang harus kami lakukan pada mereka, nona? " tanya pengawal tersebut


"Biarkan saja, terkadang anjing tidak punya alasan kenapa mereka harus menggonggong.. ayo pergi" ucap Zoya


Pengawal itu mendorong tubuh ibu Charlotte hingga terjatuh menimpa tubuh Charlotte, wajah ceria Zoya berubah murung seketika


"Memang benar.. sama saja aku menjual tubuhku untuk mendapatkan semua ini" batin Zoya


"Ibu.. aku ingin tahu di rumah seperti apa Zoya tinggal" Charlotte menarik tangan ibunya menuju mobil untuk mengikuti Zoya


Sesampainya di depan rumah David keduanya membuka mulut dan mata lebar-lebar melihat Zoya memasuki rumah mewah, mungkin bukan hanya mewah namun sepertinya istana di negeri dongeng


"Kita harus memanfaatkannya" lanjut ibu Charlotte


"Tapi bagaimana caranya ibu? Zoya pasti dendam pada kita"


"Kau tenang saja, aku yang akan memikirkan caranya.. kita harus mengambil manfaat dari si anak haram itu jangan sampai upaya ayahmu membesarkannya tak menghasilkan apa apa" ucap ibu Charlotte


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku akan memasukkan mu kedalam rumah David, saat mereka lengah habisi wanita itu" ucap Lisa


"Baik nyonya.. aku akan melakukannya asal imbalannya setimpal"


"Kau tidak perlu khawatir.. aku sudah menyiapkan rumah, mobil dan uang untuk mu jika kau berhasil melenyapkan nyawa wanita itu"


"Baiklah.. aku tidak pernah gagal dalam melakukan misi" ucap pria tersebut


"Pergilah sebentar lagi suamiku datang" ucap Lisa

__ADS_1


Zellyn yang memperhatikan mereka dari kejauhan tak bisa mendengar apa yang di rencanakan Lisa, Lisa tak melibatkan Zellyn dalam urusan ini karena sebenarnya Zellyn adalah anak yang dia kandung namun entah dari benih siapa


Zellyn di berikan pada saudara Lisa saat masih bayi, itulah sebabnya mengapa Lisa ingin menjodohkan Zellyn dengan David


Tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mendapatkan harta dari David dan Martin, jika Zellyn memiliki anak dari David maka sudah bisa di pastikan harta warisan akan jatuh pada anak Zellyn


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya sedang memberi makan ikan di akuariumnya, tiba-tiba David berdiri di belakang Zoya dengan kedua tangan di letakkan di samping Zoya


"Ahh... kau mengejutkanku " Zoya menghindar dan berjalan menuju meja rias


"Kenapa kau tampak cemas? kau masih takut denganku?" tanya David


"Bagaimana aku tidak takut, kau menanamkan trauma begitu besar di kepalaku" batin Zoya


"Ti..ttidak... aku tidak merasa cemas" jawab Zoya dengan gugup


"Sudah lama kau tidak membantuku mandi" David berjalan perlahan menghampirinya


"Kenapa kau seperti ini? bukankah kau sudah berjanji tidak akan menyentuhku?" Zoya berjalan mundur karena David semakin mendekat


"Memang aku berjanji tidak akan menyentuhmu tapi kau bisa menyentuhku karena kau tidak berjanji" David mencengkram pergelangan tangan Zoya


"Tuan... apa yang kau lakukan? jangan lupakan janjimu" Zoya berusaha melepaskan diri saat David memeluknya


"Kau seperti candu bagiku, aku tidak bisa menahannya begitu lama" David mencium pipi serta leher Zoya seraya mendorongnya ketempat tidur


Saat Zoya terbaring di ranjang David yang berada di atasnya sudah tak bergerak lagi, nafas David berhembus teratur menandakan pria itu sudah tidak sadarkan diri


"Jadi dia mabuk?" batin Zoya saat mencium bau alkohol dari tubuh David


Zoya menggulingkan tubuh David ke samping lalu beranjak dari tempat tidur, Zoya lebih memilih tidur di sofa agar tidak berdekatan dengan David


Saat tengah malam David terbangun dari tidurnya, David memegangi kepalanya yang terasa berat lalu duduk mencari keberadaan Zoya


Rupanya gadis itu tidur meringkuk di sofa, David menghampiri Zoya membawa selimut


David berlutut menatap wajah Zoya yang sedang terlelap lalu memakaikannya selimut, David mengusap kepala Zoya


Perlahan wajah David mendekat kearah wajah Zoya, sebenarnya Zoya belum tertidur dalam hatinya dia berdebar, bercampur ketakutan saat David seperti akan menciumnya, David memang mencium Zoya namun di puncak kepalanya

__ADS_1


Setelah itu dia pergi keluar dari kamar Zoya, ketika David sudah pergi dari sana Zoya terbangun sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang


Di kamarnya David tersenyum melihat Zoya yang rupanya hanya berpura pura tidur, David meletakkan laptopnya lalu berbaring menutup matanya


__ADS_2