
Saat David berjalan di lorong rumah sakit menuju kamar rawat Jane tiba-tiba Tony melayangkan pukulan ke wajahnya, David tak mau kalah dan membalas pukulan Tony hingga keduanya di pisahkan keamanan
"Siapa diantara kalian yang bernama David? Nona Jane sempat menyebut namanya"
"Aku David" David tersenyum mengejek Tony kemudian ikut masuk bersama suster
Jane terbaring dengan penyangga di lehernya juga peralatan rumah sakit di tubuhnya, David merasa tak tega melihat keadaan Jane
"Nona Jane masih dalam keadaan koma, bicara saja padanya semoga dia akan mendengar dan segera sadar" ucap suster
"Apa yang terjadi padamu? kita memang sudah berpisah cukup lama namun melihat mu seperti ini aku merasa sedih"
"Sadarlah... kita bicara baik baik, setidaknya kita masih bisa menjadi teman" ucap David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Meskipun alasan David cukup masuk akal tapi aku merasa tidak tega melihat gadis itu di rantai" gumam Martin
David mengatakan alasan Zoya di rantai adalah untuk kebaikannya, Zoya ingin pergi dari sana namun David melarang karena ada seseorang yang mengincar nyawanya
David menceritakan semua kejadian yang dialami Zoya bahkan gadis itu sampai pernah koma di rumah sakit, Akhirnya Martin percaya dan menganggap itu juga demi kebaikan Zoya
Saat Martin baru saja masuk ke dalam rumahnya dia mendengar Lisa sedang menelpon seseorang, Sayang sekali Martin tak dapat mendengar lebih jauh apa yang mereka katakan karena Lisa sudah menyadari keberadaannya
"Aku sudah memberimu uang, lagi pula kalian gagal" ucap Lisa
"Ya.. Zellyn nanti bibi akan menghubungi mu lagi, sampai nanti" Lisa merubah topik pembicaraan saat menyadari Martin ada di belakangnya
"Kau menelpon Zellyn?" tanya Martin
"I..iya.. Zellyn mengajak ku jalan jalan besok"
"Oh... aku akan berkemas malam ini, sepertinya untuk satu bulan ke depan aku akan berada di luar kota" ucap Martin
"Kau ikut atau disini saja?" tanya Martin
"Aku tinggal saja, lagi pula aku hanya akan membuatmu repot saja"
"Baiklah... jaga dirimu " ucap Martin seraya berjalan meninggalkan Lisa
"Kau juga hati hati dan jaga kesehatan " Lisa bernafas lega saat Martin pergi ke kamarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
Zoya yang sedang tertidur lelap tiba-tiba merasakan sebuah tangan memeluknya, Zoya membuka matanya dan menyingkirkan tangan tersebut
"Pergilah.. biarkan aku sendiri" ucap Zoya
"Maafkan aku malam itu tidak berbicara jujur padamu, aku takut kau akan marah"
"Tidak perlu meminta maaf.. aku yang seharusnya minta maaf karena hadir sebagai pengganggu di tengah tengah kalian" jawab Zoya
"Lihat aku Zoya" David menarik Zoya agar menghadap kearahnya
"Aku dan Jane sudah berakhir, aku dan dia sudah tidak punya hubungan apa apa lagi"
"Kau bercanda? kau mengatakan tidak mempunyai hubungan dengannya tapi kau terburu-buru pergi saat mendapatkan telepon darinya" Zoya menepis tangan David yang mengelus wajahnya
"Aku hanya mencintaimu.. aku hanya merasa punya tanggung jawab pada Jane karena belum bicara baik baik, setelah dia sadar aku akan mengenalkan mu padanya"
"Lalu kenapa kau tidak mau bertanggung jawab pada anak ini?" tanya Zoya
"Bukan seperti itu... aku tidak mau terikat pernikahan Karena sebenarnya pekerjaanku sangat beresiko, yang aku takutkan kau dan anak kita akan terluka"
"Kau bohong... yang sebenarnya terjadi kau takut kehilangan Jane lagi, bukan?" David tersenyum melihat kecemburuan di mata Zoya
"Aku berjanji akan mengenalkan mu pada Jane nanti setelah dia sadar, aku akan mengakhiri semuanya dan memintanya untuk tidak menggangguku lagi"
"Lalu?" tanya Zoya
"Lalu bagaimana dengan ibu mu?" tanya Zoya
"Aku masih ada ayah.. dia merestui hubungan kita, ibu biar ayah saja yang mengurusnya"
"Aku mohon jangan pergi... aku menyayangi kalian berdua" sambung David seraya mencium kening Zoya dan mengusap perutnya yang masih rata
"Apa kau masih akan merantai kaki ku?"
"Jika kau berjanji tidak akan pergi maka aku akan melepas nya" jawab David
"Baiklah.. lepaskan sekarang, aku berjanji tidak akan pergi selama kau menepati janjimu"
"Kapan aku tidak pernah menepati janji?" Tanya David seraya membuka rantai di kaki Zoya
"Ya... kau laki-laki yang memegang teguh janjimu, aku akui itu"
"Sekarang kau harus makan, minum vitamin dari dokter agar jagoan ku tumbuh sehat" ucap David
__ADS_1
"Jagoan? bagaimana jika dia Anak perempuan?" tanya Zoya
"Dia akan tumbuh sebagai jagoan juga, aku tidak mau anakku lemah"
"Aku juga tidak mau anakku kejam dan tidak berperasaan seperti mu" ucap Zoya membuat David membulatkan matanya
"Kau mengatai aku kejam dan tidak berperasaan.. huh?" David menggelitik Zoya
"Haha.. lepaskan aku, kau memang tidak berperasaan, pria macam apa yang merantai kekasihnya?"
"Itu karena kau berniat kabur" jawab David seraya mencubit hidung Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa kau harus begini? masih banyak pria baik tapi kenapa kau ingin kembali pada David?" ucap Tony seraya mengelus kepala Jane
"Apa aku benar-benar tidak memiliki kesempatan? dalam hidup mu sepertinya hanya ada dua wanita yaitu Jane dan Zoya, apa pengorbanan ku selama ini tidak pernah ternilai di matamu, Tony?" batin Meily yang berdiri di belakang Tony
Meily yang mengikuti Tony sejak dulu selalu mengorbankan dirinya untuk Tony, namun hal itu hanya Tony anggap sebagai kewajiban Meily sebagai anak buahnya
Dari awal Tony dan Jane sangat amat dekat bahkan saat Jane memiliki kekasih yang tidak lain adalah David, setelah Jane menghilang tanpa kabar Meily mengira tidak akan penghalang lagi namun dia salah
Tony di selamatkan oleh Zoya dan membuat Tony selalu mencari-cari keberadaan gadis ini, sekarang Jane dan Zoya hadir membuat Meily patah semangat
Kedua wanita cantik ini tidak bisa di bandingkan dengan dirinya, kedua gadis ini begitu lemah lembut dan feminim dan terawat
Sementara Meily jangankan feminim dan merawat diri yang dipegangnya saja hanya senjata, Meily benar benar merasa sudah tidak punya harapan lagi
"Aku akan kembali ke markas" ucap Meily
"Baiklah... aku tidak bisa meninggalkan Jane sendiri"
"Aku tahu" Meily berjalan gontai keluar dari ruangan rawat Jane
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya baru saja membuka matanya dan di suguhkan dengan senyuman tampan pria yang duduk di tepi ranjang, Di sebuah meja kecil sudah tersedia sarapan, buah dan satu gelas susu
"Kau yang menyiapkan semua ini?" tanya Zoya
"Tentu saja... cepat bangun" David membantu membangunkan Zoya
"Makan yang banyak agar kau dan anak kita sehat" David menyuapi Zoya
__ADS_1
Hari ini Zoya merasa bahagia karena ternyata apa yang dia pikirkan selama ini tidaklah benar, David sama sekali tidak seburuk yang dia kira
David hanya tidak ingin menempatkan Zoya dan anaknya dalam bahaya, David lebih memperhatikan Zoya setelah diketahui tengah mengandung anaknya