
"Kau darimana pagi pagi buta?" tanya Zoya membuat Zoe yang sedang menutup pintu sampai terlonjak
"Aku.. aku.. dari kamar mandi" jawab Zoe gugup
Padahal Zoe baru saja membantu David keluar pagi pagi sekali sebelum semua penghuni rumahnya terbangun, Zoya menatap manik mata sang anak dalam dalam
Zoe yang tidak bisa berbohong pada ibunya memalingkan wajahnya, Zoe segera melangkah ke meja belajar berpura-pura memeriksa kembali tugas dari gurunya
"Kenapa kau gugup begitu?" tanya Zoya
"Siapa yang gugup? ibu lebih baik cepat memasak atau kita akan terlambat lagi"
"Astaga... kau benar" Zoya melihat jam di dinding
"Syukurlah " Zoe mengusap dadanya yang berdebar karena telah berbohong pada sang ibu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David baru sampai rumah pada saat Maya dan Zellyn sedang sarapan dan bersiap untuk ke sekolah, David tersenyum seraya mengelus kepala Maya dan duduk di sampingnya
"Anak ayah sudah siap, ayah mandi dulu sebentar sebelum mengantarmu"
"Tidak perlu.. aku akan berangkat bersama ibu" Jawab Maya dengan nada ketus seraya menyingkirkan tangan David dari kepalanya
"Hei.. anak ayah kenapa? apa kau sedang merajuk?"
"Kemana ayah semalam? kenapa tidak pulang?" tanya Maya
"Ayah ada di kantor.. ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan, Minggu ini ayah akan kembali ke kantor pusat selama beberapa hari"
"Bagaimana dengan sekolahku?" tanya Maya
"Kau dan ibumu tidak perlu ikut, ayah disana hanya beberapa hari saja"
"Apa Zoe akan ikut?" batin Maya
"Ayo kita berangkat" ucap Zellyn seraya beranjak
"Sayang.. nanti pulang sekolah ayah jemput" ucap David namun Maya tak menjawab
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Saat Zoya merapikan kamarnya Zoya mengendus bantal dan selimutnya, ada bau yang familiar di hidungnya
"Kenapa ada bau parfum David?" gumam Zoya
"Tidak mungkin... lupakan Zoya lupakan" Zoya mengganti semua sarung bantal dan seprei agar tak mencium bau parfum David
"Zoya... mana kunci motornya?" Magdalena membuka pintu kamar Zoya
"Bukannya kau baru mengganti seprei kemarin?"
"Coba cium ini.. apa kau mencium bau parfum yang berbeda dengan parfum ku?" Zoya menyodorkan sarung bantalnya ke hidung Magdalena
"Aku tidak mencium apapun" jawab Magdalena
"Apa hidung mu sedang bermasalah? ini sangat jelas baunya"
__ADS_1
"Aku sedang flu.. sini kunci motornya aku mau mengantar Zoe "
"Pantas saja" gumam Zoya lalu memberikan kunci motornya
Zoya berkali-kali mencium sarung bantal miliknya dengan keheranan, dia terus berpikir kenapa bisa parfum David tercium di bantalnya
"Aku bisa gila" gumam Zoya lalu membawa semua seprei ketempat cucian
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Setelah Maya masuk Zoe baru saja datang diantar Magdalena, Zoe segera menyuruh Magdalena kembali karena dia ingin bicara empat mata dengan David yang sudah menunggunya di parkiran
"Kenapa ayah ada di sekolah?" gumam Maya
Dari kejauhan Maya melihat David dan Zoe sedang berbincang, sepertinya Zoe sangat senang terlihat dari raut wajahnya
"Jadi ayah akan membawa ibu Minggu ini?'' tanya Zoe
"Iya... kau mau ikut?" ajak David
"Sebenarnya aku ingin ikut tapi.. ibu tidak akan mengizinkanku "
"Begini saja.. setelah ayah dan ibu membaik ayah akan membelikan rumah untuk kalian dan kita akan tinggal bersama " ucap David
"Kenapa kita tidak tinggal bersama Maya? bagaimana jika Maya sedih kita tinggal bersama?"
"Jangan beritahu Maya dulu tentang hubungan kita, ayah akan bicara padanya pelan-pelan agar dia mengerti" Zoe hanya mengangguk patuh
Saat waktunya pulang Maya terlihat bergabung bersama anak yang selalu merundung Zoe, kini pandangan Maya pada Zoe berubah dan tidak lagi menyukai Zoe
"Aku sudah katakan dia itu sedang mencari calon suami untuk ibunya yang jelek"
"Hati hati dengannya Maya.. sebaiknya jauhkan ayahmu darinya"
"Bagaimana jika kita mengerjai dia?" bisik Maya
"Aku setuju" jawab salah satu dari mereka dan di setujui oleh anak lain
Anak anak itu membawa tempat sampah sambil berlarian lalu saat di dekat Zoe mereka menyandung kaki Zoe hingga anak itu terjatuh, setelah melihat Zoe terjatuh Maya dan teman temannya menumpahkan sampah sampah itu ke tubuh Zoe
"Hahah..." mereka tertawa seraya menunjuk Zoe
"Maya apa yang kau lakukan?" tegur Zoe
"Memangnya aku melakukan apa? kau pantas mandi sampah " jawab Maya
"Kau tidak seperti ini sebelumnya" Zoe berdiri membersihkan tubuhnya
"Aku menyesal pernah berbuat baik padamu, gara gara ibumu sekarang ayah dan ibuku sering bertengkar.. benar ucapan teman teman, kau dan ibumu suka mengganggu suami orang lain " ejek Maya
Zoe tak menjawab lagi dan lebih memilih pergi, Zoe takut menyakiti Maya karena yang Zoe tahu Maya adalah saudaranya
"Mau kemana ?" mereka kembali menghadang Zoe
Teman teman Maya memegangi tangan Zoe sementara Maya mengambil tas Zoe untuk merusaknya, Zoe berontak dan melawan hingga teman teman Maya terjungkal lalu merebut tasnya dari tangan Maya
Terjadi aksi saling tarik menarik diantara Zoe dan Maya hingga Zoe berhasil menarik tasnya namun Maya jatuh dan lututnya berdarah, Maya menangis meraung saat melihat ibunya datang menjemput
__ADS_1
"Maya... apa yang terjadi?" Zellyn berlari dan mengangkat tubuh Maya
"Zoe mendorongku.. dia juga memukul teman temanku" Ucap Maya disela tangisnya
Zoe menggelengkan kepalanya karena ketika dia hendak menjawab mereka selalu menyela, Mereka menyalahkan Zoe hingga akhirnya Zoe di panggil ke ruang guru
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Halo.. ada apa?" tanya Tony saat Magdalena menelpon
"Zoya tidak bisa di hubungi dan aku tidak bisa meninggalkan toko, bisakah kau ke sekolah Zoe?"
"Memangnya Zoe kenapa?" Tony kembali bertanya
"Gurunya menelpon dan mengatakan Zoe berulah memukul teman temannya "
"Baiklah.. serahkan saja urusan Zoe padaku"
Tanpa berlama lama Tony langsung pergi ke sekolah Zoe sebagai walinya, Zoe tampaknya terpojok seorang diri di ruangan guru
"Daddy... " Semua mata menoleh kearah yang sama
Zellyn mematung melihat sosok pria yang telah membuat Maya hadir dalam hidupnya, Zellyn terlihat gelisah dan keringatnya mengucur deras
"Maaf ada masalah apa sebenarnya?" Tony duduk di samping Zoe
"Daddy.. aku bersumpah aku tidak melakukan apapun, mereka yang menumpahkan sampah diatas kepalaku " ucap Zoe
"Jadi begini tuan.. anak anak mengadu jika Zoe memukul mereka bahkan lutut Maya terluka" ucap guru
"Apa kalian juga mendengar penjelasan Zoe? lihatlah kepalanya banyak sampah, bagaimana jika yang di katakan Zoe memang benar?"
"Dia menumpahkan sampahnya sendiri.. anda tidak melihat apa yang terjadi" ucap Maya
"Kalian juga tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi, bukan? " para wali murid dan guru diam
Mereka mengira yang akan datang adalah Zoya ataupun Magdalena, Zoe memang selalu di salahkan oleh teman temannya yang nakal juga para wali murid
Sedangkan gurunya sepertinya berat sebelah dan lebih memilih wali murid yang selalu berdonasi dengan nominal besar, dan sering menyalahkan Zoe dan Zoya
"Disini ada cctv, bukan? aku ingin melihat rekamannya" ucap Tony yang sukses membuat para guru saling melempar pandangan
"Maaf tuan cctv kami kebetulan sedang rusak"
"Aku akan menelpon orang kepercayaan ku untuk memperbaiki cctv serta memulihkan semua rekaman video yang terhapus" Tony curiga rekaman cctv pun telah mereka hapus
"Ti..tidak perlu tuan, saya rasa semua ini hanya kenakalan anak kecil dan biasa terjadi.. bagaimana jika kita selesaikan saja" ucap guru panik
"Kenapa? barang kali kalian belum puas dan ingin membuat tuntutan, aku tidak akan mundur"
"Kau tidak tahu siapa ayahku, tuan? ayahku bisa menjebloskan kalian berdua ke penjara" ucap Maya
"Hei.. kau bocah kecil, panggil ayahmu kemari aku tidak takut" jawab Tony
"Jadi kalian mau bagaimana? apa aku harus benar-benar mencari bukti? aku akan mencari kalian jika sampai menuduh anakku yang bukan bukan " ancam Tony
"Sepertinya kita jangan memperpanjang masalah ini, kita saling memaafkan saja ya" ucap guru
__ADS_1
"Tapi..." salah satu wali murid keberatan namun guru itu memberikan isyarat dengan matanya
"Baiklah... kami akan bermurah hati untuk saat ini, jika suatu saat kejadian ini terulang kembali jangan harap kami akan melakukan hal yang sama" ucap salah satu wali murid