
Magdalena melihat Zoya mematung di ambang pintu tanpa mengetahui mereka kedatangan tamu
"Zo...." ucapan Magdalena terhenti saat melihat keberadaan David
"Ahh... maaf tuan ada perlu apa?" tanya Magdalena
"Ini keponakan mu?" tanya David
"Iy..iya.. dia keponakan ku, apa dia membuat masalah?"
"Dia menghancurkan mobilku, aku tidak akan meminta ganti rugi tapi tolong ajari dia sopan santun" ucap David
"Ahh iya.. tentu tuan, maafkan kesalahan Zoe nanti aku akan memberitahunya "
"Apa ada yang salah dengan ibunya Zoe?" tanya David melihat Zoya dengan penampilan culun mematung sedari awal
"Dia memiliki penyakit kalau sudah begini sebentar lagi dia akan kejang kejang..maaf tuan kami harus membawanya istirahat "
"Aku akan membawanya ke dokter jika perlu" David menawarkan bantuan
"Tidak perlu tuan terimakasih.. sekali lagi aku minta maaf kejadian ini tidak akan terulang kembali, kami harus membawa Nasya istirahat "
"Bibi tapi ibu tidak punya penya..." Magdalena segera membekap mulut Zoe dan membawanya masuk lalu menutup dan mengunci pintunya
"Kenapa keluarga Zoe sangat aneh? ayo kita pulang saja" Ucap David menggendong Maya
"Penyakit apa yang membuat orang menjadi patung, ayah?" tanya Maya
"Entahlah... aku tahu kenapa anak itu memiliki sifat buruk, keluarganya saja tidak beres" gumam David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ibu... kenapa ada anak yang tidak punya ayah?" tanya Maya saat Zellyn menyisir rambutnya
"Mungkin ayahnya sudah meninggal atau ayah dan ibunya sudah bercerai" jawab Zellyn
"Bercerai itu apa?"
"Bercerai itu kedua orang tuanya tidak tinggal satu rumah lagi" jawab Zellyn
"Kalau mereka ingin bertemu ayah atau ibunya bagaimana?"
"Jika mereka bisa pasti mereka menemui anak anaknya, kenapa kau bertanya tentang masalah ini?" tanya Zellyn
"Aku pernah di tolong seorang anak waktu tersesat di mall, tapi kata teman teman dia tidak punya ayah.. dia sebenarnya baik menurutku tapi dia kasar"
"Jadi dia baik atau kasar?" tanya Zellyn
"Baik tapi kasar.. oh iya, apa arti anak haram?" Zellyn terkejut mendengar Maya bertanya seperti itu
"Darimana kau tahu kata-kata seperti itu?"
"Teman teman mengganggunya dan mengatai dia anak haram" Zellyn memutar tubuh sang putri agar menghadapnya
__ADS_1
"Itu kata kata yang tidak baik, bukannya guru di sekolah memberitahu bahwa mengolok, mengejek, merundung teman itu bukan hal baik.. jadi kau tidak boleh melakukan itu, mengerti?"
"Iya ibu"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Zoe pergilah ke dapur.. aunty tadi masak makanan kesukaanmu" ucap Magdalena
Bocah kecil itu menuruti perkataan Magdalena dan berlari menuju dapur, Zoya masih mematung dengan air mata yang sedari tadi di tahanan olehnya kini membasahi pipinya
"Kenapa kau menangis Zoya? kau lihat sendiri, bukan? dia sudah bahagia dengan pernikahannya" ucap Magdalena
"Apa yang kau tangisi Zoya? jangan lemah, ingat bagaimana menderitanya kau bersamanya, pengkhianatan yang dia lakukan"
"Kau tidak akan mengerti Magdalena " Zoya beranjak dan pergi ke kamarnya
"Aku memang tidak mengerti jalan pikiranmu, Tony jauh lebih baik dari pria itu tapi kau masih saja mengharapkan pria bajingan itu" Magdalena sengaja bicara keras agar Zoya mendengarnya
"Kau bodoh Zoya.. kau bodoh" teriak Magdalena
Zoya duduk bersandar di pintu memeluk kedua kakinya, Zoya terisak menahan suaranya agar tidak terdengar keluar
"Sudah bertahun-tahun tapi kenapa rasanya masih sama, aku tidak bisa membohongi perasaanku.. aku terjerat cintamu tuan David" ucap Zoya seraya terisak
Di pintu dapur Zoe mendengarkan ucapan Magdalena pada Zoya, bocah itu sedang menerka apa yang di maksud oleh bibinya itu
"Siapa pria yang di maksud aunty? " gumam Zoe
Zoe terlonjak saat bahunya di tepuk seseorang dari belakang, rupanya ibu Magdalena yang baru keluar dari kamar mandi melihat Zoe sedang menguping
"Aku lapar nek" jawab Zoe seraya berjalan ke meja makan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Maya sedang bermain di halaman rumahnya, sebuah mobil masuk pekarangan rumah baru David di kota itu
"Hai manis... apa ayahmu ada di dalam?"
"Tidak ada" Jawab Maya mengacuhkan Jane
"Benarkah? tapi mobilnya ada, kau sedang berbohong?" Goda Jane
"Ibuku tidak memperbolehkan aku bicara denganmu, pergilah.. ayah tidak ada di rumah"
"Cih.. bocah ingusan, jika bukan karena David mungkin kau sudah aku lemparkan ke laut" batin Jane
Mendengar suara mobil di halaman rumah Zellyn pun keluar, melihat keberadaan Jane dia segera menghampiri anaknya
"Masuk dulu sayang.. tunggu ibu di kamar" ucap Zellyn
"Baik Bu" Maya pergi masuk ke dalam rumah
Jane tersenyum smirk menghampiri Zellyn seraya melepas kacamata hitamnya, Selama pernikahannya dengan David dia tidak pernah tenang
__ADS_1
Jane selalu saja mendekati David dan akan berdalih hanya berteman dan sebagainya, Jane sering mencari cari alasan agar David menemuinya
"Hai Zellyn..."
"Darimana kau tahu keberadaan kami?" tanya Zellyn
"Tentu saja dari David.. kau keberatan?"
"Berhentilah mengganggu suamiku" Zellyn menekankan kata-katanya
"Suami? apa dia menganggap mu seorang istri? kasihan sekali dirimu Zellyn, kau hanya di buat seperti pajangan" Jane tersenyum sinis
"Setidaknya aku bukan wanita yang suka mengganggu pria yang sudah berstatus suami orang "
"Kau merasa suci? apa kau ingat bagaimana frustasinya David saat mengetahui Maya bukan darah dagingnya? kau yang membuat David kehilangan Zoya dan anak yang di kandungnya, apa kau masih merasa dirimu lebih baik dariku?" Zellyn diam seribu bahasa
"Kau sudah datang? ayo pergi" ucap David yang baru saja keluar
"Kalian mau kemana?" tanya Zellyn
"Mengontrol proyek, sekarang Jane bekerja denganku" Ucap David seraya masuk ke dalam mobil Jane
"Bye.. bye.." ucap Jane sambil mencium telapak tangannya mengejek Zellyn
"Sampai kapan David? berapa lama aku harus bersabar ?" lirih Zellyn menatap kepergian David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ibu... kau baik baik saja?" tanya Zoe ketika melihat mata ibunya sembab
"Tentu saja.. memangnya ibu terlihat pucat?" Zoya balik bertanya seraya memegangi wajahmu
"Mata mu seperti kerang" Jawab anak kecil itu seraya berlalu meninggalkan Zoya
"Dasar anak durhaka" Zoya mengerucutkan bibirnya
Magdalena baru saja kembali dari toko kue mereka, Magdalena terus menatap mata Zoya yang sembab sampai Kelopak Matanya menonjol
"Apa kau lihat lihat?" ucap Zoya
"Jangan keluar sebelum mata mu mengempis atau orang orang akan menganggap mu korban penganiayaan" jawab Magdalena seraya berlalu
"Dasar sial" Zoya melempar bantal sofa ke arah Magdalena
"Kenapa lagi dengan mu nak?" tanya ibu Magdalena
"Apa karena kedatangan pria itu?" lanjutnya
"Apa ibu pernah merasakan mencintai seseorang begitu dalam? apa yang ibu rasakan saat bertemu kembali dengannya setelah beberapa tahun?" lirih Zoya
"Ibu mengerti sayang.. tapi terkadang kita harus melepaskan apa yang kita sukai demi kebaikan kita, apa bersamanya kau lebih banyak bahagia atau menderita? ada baiknya kita menjauh dari apa yang membuatmu sakit" Ucap ibu Magdalena seraya meraih tangan Zoya dan menggenggamnya
"Ibu benar.. tapi kenapa rasanya begitu berat?"
__ADS_1
"Karena kau belum benar-benar melepaskannya, kau hanya menjauh tanpa merelakannya" Zoya memeluk ibu Magdalena menumpahkan segala perasaannya
"Bukalah lembaran baru.. hidupmu terlalu berharga untuk menghapus kembali lembaran yang sudah tercoret pena" ucap ibu Magdalena