
Jane kembali ke kantor David saat jam makan siang, saat Jane masuk ke ruangan David rupanya pria itu tak ada di ruangannya
"Dav... David?" ucap Jane
"Permisi nona.. tuan David tidak berada di kantor, sepertinya tadi tuan David terburu-buru pergi"
"Oohh... begitu, ya sudah terimakasih" Jane pergi dari kantor David
Jane sepertinya akan semakin gencar mendekati David, dia tidak akan mengulangi hal yang sama kali ini
Dia sudah pergi lama meninggalkan luka bagi David dan dia bersumpah akan menebus semua itu, Jane akan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan hati David kembali
"Halo kak... aku masih ada urusan " ucap Jane ketika di telepon seseorang
"Sampai kapan kau akan terus mengejar David? pria itu tidak akan dengan mudah memaafkan orang yang sudah berbuat salah padanya"
"Aku yakin dia masih mencintaiku, Aku tidak akan mengulangi hal yang sama lagi " Jane meyakinkan
"Kau memang sulit di beritahu"
"Kak Tony aku harus pergi, nanti sore aku akan ke rumah mu" ucap Jane
"Baiklah.... ingat Jane, jika David sudah tak menerima mu lagi berhenti mengejar dia"
"Iya aku tahu"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bagaimana keadaannya?" tanya David
"Sepertinya nona ini sedang mengandung, tapi kita belum bisa memastikan sebelum dia bangun" jawab dokter
Zoya mengerjapkan matanya saat pertama kali membuka mata, Zoya mengedarkan pandangannya dan mendapati David serta dokter berada di sampingnya
"Aku kenapa bisa disini?"
"Kau ditemukan pingsan di kamar mandi" jawab David
"Nona apakah anda sudah menstruasi bulan ini? " tanya dokter
Zoya mengingat sejenak dari saat dia membuka pil kontrasepsi yang sempat di minumnya, Mata Zoya membulat saat menyadari dirinya sudah lewat masa menstruasi selama satu Minggu
"Jika anda sudah merasa lebih baik coba gunakan ini" dokter memberikan sebuah bungkusan kecil
"Aku akan coba sekarang"
David hendak membantu namun Zoya menepis tangannya, Zoya masih marah karena David telah membohonginya
Tak berselang lama Zoya akhirnya keluar dari kamar mandi dan menyerahkan alat tes kehamilan pada dokter, dokter tersenyum melihat hasil tes tersebut
"Tuan.... nona ini positif hamil'' raut wajah David berubah seketika
__ADS_1
Dokter melihat reaksi David tak menunjukkan rasa senang, sementara Zoya terlihat sedih melihat reaksi David
"Aku akan kembali sebentar lagi" dokter memberikan waktu agar keduanya bicara
"Aku hamil... apa kau akan bertanggung jawab?" tanya Zoya
"Aku akan bertanggung jawab padamu dan anak itu, tapi.... aku tidak bisa menikahi mu"
Bak di sambar petir Zoya lemas seketika mendengar ucapan David, anaknya akan lahir tanpa status perkawinan
"Kenapa? bagaimana dengan nasib anak ini?"
"Hidup kalian tidak akan kekurangan apapun... uang, cinta dan kasihku sayang tidak akan pernah berkurang, aku hanya tidak ingin berkomitmen dan terikat "
"Sudah ku duga.... kau pria brengsek " Zoya seketika mencabut selang infus di tangannya lalu keluar
David mengejar Zoya yang masih berjalan terseok-seok dengan darah mengucur di tangannya, Saat David menarik tangan Zoya tiba tiba tubuh gadis itu ambruk
Bukannya membawa Zoya kembali ke kamar rawat David malah membawanya pulang, David takut Zoya akan pergi meninggalkannya dan berniat akan mengurungnya kembali
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Martin datang ke rumah David setelah lama pergi ke luar kota, rasanya dia ingin berbincang dengan Zoya
Entah apa yang Martin rasakan sekarang, semenjak bertemu Zoya dia selalu ingin bertemu dengan gadis itu
"Tuan besar.. maaf tapi tuan David tidak ada di rumah" Para pelayan memberi hormat pada Martin
"Silahkan masuk tuan besar"
"Dimana gadis itu?" tanya Martin
"Apa maksud tuan besar adalah nona Zoya?"
"Ya... panggil dia" Jawab Martin seraya duduk di sofa
Para pelayan saling menyenggol saat Martin memerintahkan mereka untuk memanggil Zoya, Martin mengangkat kedua alisnya seolah bertanya kenapa mereka mengapa hanya diam
"Tuan besar... itu... eemmhh"
"Tolong... tolong.... kenapa kau melakukan ini.. David" teriak Zoya dari kamarnya
Martin seketika berdiri dari duduknya saat mendengar suara Zoya meminta tolong, para penjaga dan pelayan bingung harus berbuat apa
Mau melarang tapi itu adalah ayah David tapi di biarkan mereka takut David akan marah, Nancy datang dan bertanya apa yang terjadi dan mereka menjelaskan apa yang terjadi
"Astaga... bagaimana ini" Nancy segera berlari di ikuti pelayan lain menuju kamar Zoya
Saat Martin membuka pintu kamar Zoya betapa terkejutnya dia melihat satu kaki Zoya di rantai pada kaki ranjang, Zoya hanya bisa berjalan di sekitar kamar dan kamar mandi
"Apa yang terjadi?" Martin mendekati Zoya
__ADS_1
"Tuan tolong aku" Zoya menangis memohon
"Kau membuat kesalahan apa lagi?" tanya Martin dan di jawab gelengan kepala
"Nona kau butuh sesuatu?" Nancy baru saja masuk
"Tolong lepaskan saja aku.. aku ingin pergi dari sini"
"Kenapa ini? jelaskan padaku apa yang terjadi?" Martin sudah terlihat marah membuat para pelayan menjadi tambah ketakutan
Selain takut pada David mereka juga kini takut pada Martin, Terdengar suara derap sepatu mendekat membuat mereka semakin tegang
"Ayah disini?" tanya David
"Kau pikir aku berada dimana sekarang? apa apaan ini David? lepaskan dia" Martin terlihat marah
"Ayah bisa ikut aku sebentar "
"Setelah kau melepaskan dia, kau pikir dia hewan peliharaan bisa kau rantai seperti itu?" Martin benar benar marah melihat Zoya di rantai
"Aku bisa menjelaskannya, ayah ikut aku.. kita harus bicara" David membawa sang ayah ke ruang kerjanya
Entah apa yang di katakan David hingga Martin percaya padanya, Martin pergi setelah berbicara dengan David
David kembali ke kamar Zoya dengan membawa sup hangat, Zoya bahkan enggan menatap David yang baru saja masuk
"Kenapa kau tidak makan? anak di kandungan mu butuh nutrisi "
Zoya tak menjawab dia hanya duduk di tepi ranjang, David ikut duduk dan menyodorkan sendok ke mulut Zoya
"Apa ini cinta yang kau maksud? kau mengurungku dan tak mau bertanggung jawab, apa kau akan kembali dengan mantan kekasih mu?"
"Aku tidak seperti itu... aku hanya tidak bisa menikahi mu tapi aku akan bertanggung jawab penuh atas anak yang kau kandung" Zoya tersenyum smirk
"Dengar..." ucapan Zoya terputus saat David mendapatkan sebuah panggilan
"Sebentar " David mengambil handphonenya dan menjawab panggilan tersebut
"Apa? di rumah sakit mana dia sekarang, baiklah aku kesana "
"Kemana kau akan pergi?" tanya Zoya
"Jane kecelakaan parah, tidak ada keluarganya disini.. aku mohon jangan berpikir macam macam" ucap David seraya menyentuh wajah Zoya
"Pergilah... melarangmu pun akan percuma saja" Zoya menepis tangan David
"Zoya..." Handphonenya kembali berdering
"Harus operasi? lakukan saja, aku akan menanggung semua biayanya " ucap David ketika menjawab telepon
"Aku akan segera kembali" David mencium kening Zoya lalu pergi
__ADS_1