
Zoya mengerjapkan matanya saat mendapatkan kembali kesadarannya, Zoya begitu bahagia melihat keberadaan dokter di hadapannya
"Dokter tolong Aku.. aku di culik, aku sudah tidak tahan berada di sini, aku pasti akan mati" Zoya memohon pada dokter pria di hadapannya
"Aku tidak bisa...." ucap dokter tersebut dengan nada lirih
Rupanya David muncul dari belakang tubuh dokter dengan menodongkan senjata, Zoya lemas melihat tatapan tajam David seperti hendak menerkamnya
"Aku sudah tamat" batin Zoya
"Kau boleh pergi.. ini bayaran mu, jika kau membicarakan tentang ini pada siapapun maka kau dan keluarga mu akan aku lenyapkan" ucap David penuh penekanan
"Bb..baik.. aku mengerti tuan, terimakasih.. saya permisi" dokter langsung membereskan alat alat yang dia bawa dan pergi
Zoya hanya menundukkan kepalanya karena tatapan David membuatnya merasa terintegrasi, David mengangkat dagu Zoya dengan pistolnya agar gadis itu menatapnya
"Kau mencoba macam macam denganku?" David menekan kata katanya
"Kau berusaha lari dariku?" bibir Zoya gemetar dengan mata berkaca-kaca dia ketakutan setengah mati
David menatap mata Zoya dan merasakan ada yang aneh dengan dirinya, kemarahannya reda begitu saja melihat Zoya
"Minum obat mu dan jangan berusaha lari lagi" David menekan pipi Zoya dan memasukkan obatnya lalu memberinya minum
"Kau istirahat saja, aku segera kembali" Zoya tak menjawab
Zoya malah merasa aneh melihat sikap baik David, David tak marah karena dirinya berusaha kabur
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"David siapa wanita itu? apa itu gadis yang membuat putriku meninggal" Lisa terlihat marah
"Bukan" jawab David
"Lalu siapa dia? kenapa dia terlihat seperti habis di siksa?"
"Ibu tidak perlu tahu.. di rumahku apapun yang aku lakukan adalah privasi " jawab David
"Aku ibumu David.. bagaimana jika kau tersandung masalah karena menyiksa seorang gadis?"
"Semua bisa diatasi dengan uang, sudahlah Bu ini sudah malam, aku ingin pergi tidur" David beranjak dari kursi
"David ibu belum selesai.." pekik Lisa
"Bibi kita pulang saja disini menyeramkan " bisik Zellyn
"Aku penasaran siapa gadis itu"
"Gadis ini di siksa tapi aku lihat kemarin David menciumnya bibi , apa David seorang psikopat? " Zellyn tak melepaskan pelukannya dari tangan Lisa
"Apa yang kau katakan?"
__ADS_1
"Aku sungguh sungguh bibi untuk apa aku berbohong? David sampai mengancam ku dengan pistol agar aku tak mengatakan apapun pada bibi" Lisa penasaran dengan identitas Zoya
Namun, semua pelayan dan penjaga di rumah itu bungkam ketika Lisa bertanya, mereka memang melayani Lisa dan Zellyn dengan baik namun tetap menjaga privasi di rumah David
"Siapa dia sebenarnya?" batin Lisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Persiapan pernikahan sudah hampir selesai.... perkiraan satu bulan lagi resepsi akan di gelar " ucap Charlotte
"Apa kalian yakin dengan persiapannya? Bagaimana dengan uang yang aku minta?" tanya ibu Charlotte
"Semua sudah siap.. uang akan di serahkan nanti ketika ikrar pernikahan" jawab Samuel
"Baguslah.. dan apa usaha yang kau bangun berkembang?"
"Berkembang pesat ibu.. semenjak aku bersama Charlotte aku selalu merasa beruntung" ucap Samuel
"Tentu saja... kau beruntung memilih anakku, jika saja kau memilih si anak pembawa sial itu.. aku yakin kalian akan hidup dalam kesulitan" Charlotte dan ibunya tersenyum bangga mendengar ucapan Samuel
"Apa kita perlu mengundang tuan David?" tanya Charlotte
"Tidak... jangan gila, untuk apa kita mengundangnya? lagi pula dia tidak akan datang" ucap Samuel
"Hei... dia orang kaya, aku yakin dia akan membawa hadiah yang mahal"
"Tidak perlu... jangan berurusan dengan orang sepertinya, aku dengar dia kejam dan tak pandang bulu jika ada yang menyinggungnya" ucap Samuel
"Terserah kau saja, tapi jangan membuat masalah di pesta pernikahan kita "
"Kau tenang saja" jawab Charlotte
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aduuhh... kepalaku sakit sekali" Zoya meringis memegangi kepalanya
David yang baru saja kembali ke kamar melihat Zoya kesakitan, Zoya langsung diam saat David menghampirinya
"Kenapa kau diam? sekarang kau kesakitan, bukan?"
"Hanya sedikit" jawab Zoya pelan
"Inilah akibatnya jika kau mencoba kabur, jika lain kali kau mengulanginya lagi maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuh mu"
Zoya hanya diam namun tubuhnya terus bergerak-gerak , David menyadari Zoya sedang menahan sesuatu
"Kau ini kenapa?" tanya David
"Aku... aku ingin ke kamar mandi" lirih Zoya
"Ayo aku bantu" David memegang tangan Zoya
__ADS_1
"Terimakasih tapi tidak perlu.. aku bisa sendiri tuan" ucap Zoya menolak sehalus mungkin
"Coba saja kau pergi sendiri" David melepaskan tangannya lalu melipat tangannya di dada
Zoya menurunkan kakinya ke lantai namun saat hendak berdiri dia terjatuh, beruntung David yang berada di sampingnya menahan tubuh Zoya
"Kaki mu patah, kau tidak bisa berjalan sendiri" ucap David seraya mengangkat tubuh Zoya
David membawa Zoya kedalam kamar mandi lalu menurunkannya, Zoya masih berdiri dengan satu kaki menatap David
"Apa? apa aku perlu melepaskan celana mu juga? " tanya David, dengan cepat Zoya menggeleng
"Aku ingin buang air kecil.. bisakah tinggalkan aku sendiri?" ucap Zoya pelan seraya menundukkan kepalanya
"Apa yang harus kau sembunyikan? aku sudah melihat semuanya" ucap David membuat wajah Zoya memerah
David sama sekali tak mau pergi membuat Zoya yang akhirnya harus mengalah, Zoya menyelesaikan urusannya dengan David yang berdiri di sampingnya memegangi infus
"Baru kali ini aku harus buang air di hadapan orang lain.. aku malu sekali" batin Zoya
"Sudah selesai?" tanya David yang hanya di jawab anggukkan kepala oleh Zoya
David kembali mengangkat tubuh Zoya dan meletakkannya di ranjang, Zoya mengerucutkan bibirnya saat menarik kakinya untuk membenarkan posisi duduknya
"Sakit, bukan? selamat menikmati sakitnya semalaman " ucap David seraya merebahkan tubuhnya di samping Zoya
Tentu saja malam ini Zoya tidak akan bisa tidur nyenyak, terjatuh dari ketinggian akan membuat seluruh tubuhnya merasa kesakitan malam ini
Benar saja perkataan David, Zoya meracau dalam tidurnya dengan sesekali mengernyitkan dahi. David bangun dari tidurnya lalu membangunkan Zoya
"Maaf membuat tidurmu terganggu" ucap Zoya
"Minumlah obat ini.. ini akan meringankan sedikit rasa sakitnya" ucap David seraya membantu Zoya meminum obatnya
Karena Zoya tiba tiba demam David mengompres kening Zoya dengan air hangat semalaman, Zoya mencuri curi pandang pada David yang duduk di sampingnya
"Sepertinya kau sudah cukup sehat sampai bisa mencuri-curi pandang seperti itu" ucap David membuat Zoya gelagapan
"Ti..ttidak.. siapa yang mencuri-curi pandang?"
"Tidurlah" ucap David
"Aku tidak bisa tidur" jawab Zoya
"Apa yang harus aku lakukan agar kau tidur?" Zoya benar benar tak percaya David berbicara lembut padanya
"Biasanya ayah akan membacakan cerita untuk ku"
"Apa kau idiot? kau ini sudah dewasa , kenapa masih di bacakan buku cerita??" hardik David
"Baru saja aku mengira dia berubah ternyata tidak, dia bisa meledak kapan saja" batin Zoya
__ADS_1