Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 23


__ADS_3

"David dan gadis itu makan bersama" ucap Zellyn saat mengikuti Zoya dan David


Zellyn dan Lisa duduk jauh dari David dan Zoya namun mereka masih bisa memperhatikan mereka, Lisa sangat marah karena kali ini David berani bohong padanya


Terlebih anak angkatnya itu berani melindungi orang yang telah membunuh anak semata wayangnya, Lisa tidak akan tinggal diam dan pasti memberi pelajaran pada Zoya


Lisa membisikkan sesuatu pada pelayan yang datang melayaninya, Zellyn penasaran dan bertanya namun Lisa hanya mengatakan untuk melihat saja apa yang akan terjadi


"Apa kau tidak pernah makan makanan seperti ini?" tanya David melihat Zoya makan dengan cepat


"Tidak... aku baru pertama kali makan" jawab Zoya dengan mulut penuh


"Pelan pelan saja.. aku bisa membelikan mu sampai kau puas memakannya "


"Kau yang tadi kelaparan tapi kena kau tidak makan?" tanya Zoya


"Melihatmu makan saja aku sudah kenyang"


"Jadi kau tidak akan menghabiskan makanan ini?" Zoya menunjuk makanan di hadapan David


"Tentu saja..." David belum menyelesaikan kata-katanya Zoya sudah mengambil piring milik David dan memakannya


"Aku belum selesai... maksudku tentu saja aku akan memakannya " mendengar ucapan David membuat makanan yang di kunyah Zoya sulit untuk dia telan


"Hehe... maaf, makanlah " Zoya mengulurkan sendok ke hadapan David


"Kau memberiku makanan bekas? "


"Ahh.. maaf kau pasti jijik, aku pesan makanan lain untuk mu" Zoya hendak mengembalikan sendoknya ke piring namun David menahan tangan Zoya dan memakan makanan tersebut


Zellyn dan Lisa terperangah melihat David mau memakan makanan yang di berikan Zoya, pria dingin dan kejam itu bahkan tidak marah saat Zoya mengambil makanannya


"Bibi.. apa mereka punya hubungan ? tampaknya David tidak terlalu dingin pada gadis itu"


"Sepertinya tinggal bersama dalam beberapa waktu membuat David menaruh hati pada gadis itu, pantas saja dia melindunginya " ucap Lisa


"Aku tidak akan membiarkan gadis itu hidup lebih lama" batin Lisa


Saat Zoya kembali ingin memasukkan sendok kedalam mulutnya David menarik tangannya dan memasukkan sendoknya ke dalam mulutnya sendiri


"Suapi aku" Ucap David


"Kau tidak malu, tuan? orang orang melihat kita" Zoya berbicara pelan


"Memangnya kenapa? biarkan saja mereka melihat kita, memangnya apa untungnya peduli pada mereka? Kita tidak meminta mereka membayar makanan yang kita makan" jawab David


"Cepat suapi aku" titah David


"Baiklah" Zoya menyuapi David membuat mereka jadi pusat perhatian


David melihat keanehan dari seorang pelayan yang menatap kearah mereka dari kejauhan, benar saja dugaan David karena pelayan tersebut tiba-tiba seperti terpeleset membuat mangkuk sup di tangannya melayang kearah Zoya


Dengan sigap David menutup tubuh Zoya dengan tubuhnya, sontak saja punggung David terkena sup panas yang melayang kearahnya


"Astaga....." Zoya terkejut saat air itu sedikit mengenai kulitnya

__ADS_1


"Tuan.. kau baik baik saja?" David terlihat mengernyitkan wajahnya


"Siapa yang menyuruhmu, sialan?" David menatap tajam pada pelayan tersebut


"Maaf tuan.. aku.. aku.. tidak sengaja" pelayan tersebut ketakutan


"Aku akan membuat perhitungan denganmu" David hendak menghampirinya namun Zoya menahannya


Zoya sudah merasakan bagaimana kemarahan David, karena takut David menyakiti pelayan itu akhirnya Zoya menahan tangan David


"Tuan.. luka mu harus segera di obati, ayo pergi" Zoya menarik David yang sulit bergerak di tempatnya


"Lepaskan aku Zoya " David menepis tangan Zoya


"Tuan... ayo kita pergi" Zoya memeluk David dan mendorongnya agar mau pergi dari sana


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bukankah itu Zoya dan tuan David?" Charlotte melihat Zoya dan David keluar dari pusat perbelanjaan


"Sayang... lihat itu Zoya dan tuan David" ucap Charlotte seraya menunjuk kearah mereka


"Benar... aku pikir dia sudah mati" ucap Samuel


"Zoya tampak terburu-buru membawa tuan David pergi dari sana"


" Aku jadi penasaran.. kenapa tuan David tidak membunuhnya padahal saat pertama kali dia terlihat begitu marah" ucap Charlotte


"Tunggu disini" Charlotte turun dari mobil saat melihat David kembali masuk


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tuan jangan... kita pulang saja, luka mu harus segera di obati" Zoya menahan tangan David yang hendak keluar dari mobil


"Tunggu disini dan jangan keluar" David menepis tangan Zoya, Zoya akhirnya membiarkan David karena takut saat melihat wajah marahnya


Setelah David pergi Charlotte mengetuk kaca mobil disamping Zoya, Zoya melirik namun tak mau membuka kaca mobilnya


Karena Charlotte terus mengetuk dan berteriak akhirnya Zoya membuka kaca jendelanya sedikit, Charlotte melihat baju yang di pakai Zoya adalah dari brand ternama dan itu membuatnya marah karena merasa tersaingi


"Aku kira kau sudah lama mati" ucap Charlotte


"Apa kau memberikan tubuhmu agar tuan David mengampuni mu? aku yakin ada harga yang pantas hingga dia berbelas kasihan padamu" cibirnya namun Zoya hanya diam


"Kenapa kau tidak menjawab ku, j*l*ng sialan?" Charlotte mencengkram dagu Zoya


"Aku tidak ada kewajiban untuk menjawab pertanyaan mu, apapun yang aku lakukan bukan urusan mu" jawab Zoya


"Cih... anak pungut pembawa sial, oohh... aku lupa sekarang gelar mu menjadi wanita j*l*Ng sialan, hati hati nanti akan hadir anak haram sama seperti mu" Charlotte menghempaskan wajah Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


David mencari keberadaan pelayan tersebut dan rupanya dia melihat sang ibu dan Zellyn berbicara dengan pelayan tersebut, melihat David berjalan mendekat Zellyn memberitahu Lisa


"Bibi.. David berjalan kemari" ucap Zellyn

__ADS_1


David mendekat dan langsung menampar wajah pelayan wanita tersebut sampai pingsan, Zellyn terkejut dengan kekejaman David meskipun pada seorang wanita


"Apa yang ibu lakukan?"


"Itu akibatnya jika kau berani melindungi wanita itu, jangan salahkan ibu jika melakukan sesuatu padanya" jawab Lisa


"Dia tidak bersalah.. ada orang lain yang membunuh Luna, dia dan ayahnya tidak sengaja menabrak Luna"


"Itu hanya alibi mu saja, ibu kecewa padamu David, ibu kira kasih sayang ibu selama ini bisa membuatmu terbuka pada ibu tapi ternyata tidak.. ayo kita pergi Zellyn" ucap Lisa


"Bu..." Lisa bahkan tak menoleh dan pergi begitu saja


"Sial.." David melayangkan tinju di udara


David pergi meninggalkan pelayan wanita yang pingsan tergeletak di lantai


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Charlotte ayo pergi, tuan David akan segera kemari" ucap Samuel


"Aku senang kau baik baik saja, jaga dirimu" ucap Samuel pada Zoya lalu pergi menarik tangan Charlotte


Air mata Zoya lolos saat melihat Samuel berada di sana, pria yang selalu melindungi dan menyayanginya dulu kini menjadi milik orang lain


Zoya tidak akan pernah melupakan pengkhianatan yang di lakukan keduanya, melihat David berjalan kearahnya Zoya segera menghapus air matanya


"Kau ingin pergi ke suatu tempat?" tanya David sambil masuk ke dalam mobil


"Tidak.. kita pulang saja" jawab Zoya namun gadis itu menghadap ke arah jendela


"Kau kenapa? apa kau terluka?" tanya David


Zoya hanya menggelengkan kepalanya tanpa bicara, David yang kesal memutar tubuh Zoya agar menghadap kearahnya


"Kenapa kau menangis?"


"Tidak... aku hanya takut saja tubuhmu terluka" jawab Zoya


"Kau berbohong, aku melihat mantan kekasih mu bersama wanita itu"


"Kalau begitu kenapa masih bertanya?" ucap Zoya seraya terisak


"Aku hanya ingin tahu kau jujur atau tidak, lagi pula kenapa kau harus menangis? kau masih mencintai bajingan itu?"


"Apa kau pernah merasakan kehilangan sosok yang kau anggap rumah? Aku tidak punya siapa siapa lagi selain ayah dan Samuel tapi nyatanya..." Zoya malah terisak semakin keras


"Aku akan membakar rumah itu jika sudah merasa tak nyaman berada disana.. jangan menangis lagi itu membuatku jijik" ucap David


Zoya masih terisak membuat David tidak tahan lagi, bukannya memeluk dan menenangkan Zoya David malah mengambil paper bag lalu menutup kepala Zoya


"Itu lebih baik... diam atau aku akan melempar mu laut" Zoya mengusap air matanya dan menahan suara Isak tangisnya tanpa membuka paper bag di kepalanya


Sesampainya di rumah Zoya masih tidak membuka paper bag di kepalanya, bahkan dia memakaikannya sampai turun dari mobil


Karena tak bisa melihat jalan akhirnya saat turun dari mobil Zoya terjatuh, David menggelengkan kepalanya lalu membangunkan Zoya dan membuang paper bag dari kepala Zoya

__ADS_1


"Tatap aku... tidak ada yang boleh membuatmu menangis selain aku, berani kau menangis karena orang lain maka aku akan mengeluarkan matamu" ucap David seraya menangkup wajah Zoya dan menghapus air matanya


__ADS_2