
Zoya benar benar tidak menyangka dirinya akan menyerahkan hidupnya pada David, jantungnya berdetak kencang saat pintu kamar mandi terbuka
David keluar hanya menggunakan handuk dengan tetesan air yang di rambut serta tubuhnya, Zoya tak dapat memungkiri bahwa David memiliki pesona yang begitu kuat
Zoya menatapnya tanpa berkedip sedikitpun, sesaat kemudian Zoya memalingkan wajahnya ketika David membuka lilitan handuk di pinggangnya
"Keringkan rambutku" ucap David seraya melempar handuk kecil kearah Zoya
Rupanya pria itu sudah menggunakan celana pendek, wajah Zoya terasa panas saat David duduk di hadapannya
"Bi... bbisakah.. anda berbalik tuan?" rasanya tak nyaman jika dia berhadapan begitu dekat dengan David
"Kau ingin mengaturku? lakukan saja tugasmu tidak usah banyak bicara" Zoya langsung mengulum bibirnya sendiri
Dalam hati Zoya merutuki kebodohannya, salah sedikit saja bisa bisa dia berakhir seperti kemarin
Zoya dengan telaten menggosok rambut David dengan handuk, dengan sentuhan tangan Zoya perlahan David mulai memejamkan matanya
Zoya kembali tersihir menatap wajah David dan menghentikan aktivitasnya, Zoya tanpa sadar mematung menatap setiap inchi wajah David
"Dia begitu tampan bak malaikat tapi... sayangnya, dia malaikat maut" batin Zoya
Tiba-tiba tubuh Zoya terjengkang ke belakang karena David mendorongnya, Zoya merintih sebab tubuhnya sudah sakit sejak awal
"Aawww.. sshh" Zoya memejamkan matanya, tubuhnya semakin sakit karena David menindihnya
"Kau sudah tidak sabar? " mendengar ucapan David dengan segera Zoya menggelengkan kepalanya
"Aku suka melihatmu ketakutan, aku pastikan hari hari mu penuh dengan rasa takut" David membelai sisi wajah Zoya
Saat David mendekatkan wajahnya spontan Zoya memalingkan wajahnya, dia lupa tidak bisa menolak permintaan David
Zoya memejamkan matanya sejenak dia menggerutu dalam hatinya memaki dirinya sendiri, wajah David berubah seakan otot otot di wajahnya menjadi tegang
"Tuan maaf.. aku.." perkataan Zoya terputus saat David mencium bibinya dengan kasar dan menggigitnya
Darah tercium bersamaan dengan rasa sakit Zoya hanya bisa memejamkan matanya, tangannya tanpa sengaja mencengkram lengan David sampai kuku kukunya menancap di kulit David
__ADS_1
"Kau benar benar bodoh Zoya.. dia pasti mengamuk setelah ini" batin Zoya saat David menghentikan ciumannya dan melihat lengannya
"Kau..." David menunjuk Zoya yang sudah pasrah dengan nasibnya setelah ini
Kruukk.. kruuuuuk
Suara perut Zoya terdengar nyaring membuatnya semakin kalang kabut, Zoya begitu takut David akan menghabisinya karena membuatnya kesal berkali-kali
"Kau belum makan?" tanya David dan hanya di jawab dengan gelengan kepala oleh Zoya
"Pergi makan.. aku tidak ingin kau begitu cepat mati, aku belum puas menyiksamu" ucap David seraya bangkit dari atas tubuh Zoya
Ternyata rasa laparnya bisa menyelamatkannya untuk sementara waktu, tanpa membuang waktu Zoya segera bergegas menuju dapur
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa kau tidak tertarik untuk menyentuhku?" tanya Lisa
"Aku lelah" jawab Martin dingin
"Selalu itu jawaban yang kau berikan, sudah dua puluh tahun kau tidak pernah menyentuhku semenjak aku hamil Luna"
"Aku sudah katakan kau bisa memiliki pria lain jika kau kesepian, kau tidak perlu mempersulit hidupmu"
"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan Martin? aku ini istrimu, apa pantas jika aku berhubungan dengan pria lain sementara aku memiliki suami? apa artinya gelar seorang istri yang aku sandang?" Lisa tak mengerti dengan jalan pikiran Martin
"Kenapa kau tak bisa membuka hatimu untukku sekali saja? kau lebih mencintai seorang wanita yang sudah menjadi tulang belulang dari pada aku yang menemanimu dan menanti cintamu selama puluhan tahun" lanjutnya
"Jaga ucapan mu... aku tak pernah memintamu untuk menungguku, aku hanya bisa memberikanmu kemewahan, hidup terjamin, gelar istri terbaik dan menjadi ibu yang baik bagi David dan Luna, tapi aku tidak bisa memberikan hatiku pada sembarang orang " jawab Martin membuat Lisa tertohok
"Aku tidak butuh semua itu.. kenapa kau tak menceraikan aku saja? aku sudah muak hidup sebagai figuran di matamu Martin, kau tidak berperasaan " teriak Lisa dengan segala frustasinya
"Aku tidak akan pernah menceraikan mu.. kau pikir akan seperti apa hidupmu di luar sana jika aku menceraikan mu? kau akan menjadi gelandangan di jalanan, kau tidak ingat darimana kau berasal? kau sebatang kara, kau tidak punya siapa siapa bahkan hidupmu tidak layak sebelum aku mengangkat derajat mu"
Perkataan Martin seakan mengingatkan Lisa pada masa lalunya yang menjadi wanita malam di usia belia, mendengar semua ucapan Martin membuatnya bungkam
Benar yang di ucapkan Martin sebelumnya dia tidak berharga, Lisa bisa seperti sekarang di kenal dan disegani karena menikah dengan Martin
__ADS_1
"Kau diam? aku anggap itu sebagai tanda bahwa kau mengerti seperti apa hidup mu tanpa aku" ucap Martin lalu mematikan lampu tidur dan berbaring membelakangi Lisa
Lisa hanya bisa mengusap air matanya yang berjatuhan, dirinya tidak bisa dibandingkan dengan istri pertama Martin meskipun hanya seujung kuku
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bagaimana dengan pengiriman kita?" tanya seorang pria dengan tubuh di penuhi tatto
"Gagal tuan.. anak buah kita di habisi oleh David dan anak buahnya, barang milik kita juga dilenyapkan oleh mereka"
"Bodoh" teriaknya
Prang
Pria tersebut melempar botol minuman yang ada di tangannya, semua yang di susun selama ini hancur dalam sekejap mata
Sudah lama Tony ingin menguasai daerah kekuasaan David namun bertahun-tahun dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, sampai sampai dia pernah menculik Luna dan membuatnya tewas saat tertabrak oleh ayah Zoya
Sebenernya saat tertabrak Luna masih bernafas namun karena dendamnya pada David membuat Tony membunuh Luna, keadaan saat itu dan setelah Luna tewas barulah beberapa kendaraan lain melintas dan berhenti untuk melihat kecelakaan tersebut
Kini Tony tidak bisa membuat ancaman lagi karena David menjaga dengan ketat keluarganya, apalagi ibu yang di sayangi David tidak pernah pergi tanpa pengawasan dan pengawalan anak buah David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya baru selesai makan dan kembali ke dalam kamar, dia bisa bernafas lega karena ternyata David sudah lebih dulu tidur
Zoya memilih tidur di sofa agar tak mengganggu David, namun saat dia tengah terlelap tiba-tiba Zoya di kejutkan dengan air yang mengguyur wajahnya
"Aaaahhh" Zoya terlonjak dari tidurnya
Rupanya David sudah berdiri di hadapannya dengan raut wajah menyeramkan, Zoya menundukkan kepalanya tak berani menatap David
"Kenapa kau tidur di sofa? apa aku menyuruhmu tidur di sofa?" bentak David seraya mencengkram wajah Zoya
"Maaf tuan... aku.. aku hanya tidak ingin mengganggu istirahat mu" jawab Zoya
"Aku tidak menerima alasan apapun" David menarik Zoya lalu membantingnya ke ranjang
__ADS_1
Zoya beringsut saat David naik ke atas ranjang, Zoya tentu tahu akan berakhir seperti apa dirinya malam ini dan besok pagi akan ada luka baru di tubuhnya