
"Kau sudah makan?" tanya David
"Sudah" jawab Zoya
"Dia pasti akan mengatakan tidak ingin aku mati dengan cepat" batin Zoya
"Baguslah.. makan obat secara teratur agar lukamu cepat sembuh " ucap David
"Apa kepalanya terbentur? " Zoya mendadak bengong dengan segala pertanyaan di hatinya
"Kau kenapa?" David menjentikkan jari di hadapan wajah Zoya
"Ti..ttidak... apa kau sudah makan? mau aku siapkan air hangat atau aku bantu mandi? " tanya Zoya
"Ternyata kau cerewet sekali.. sembuhkan dulu lukamu baru lakukan tugasmu" David melenggang pergi ke kamar mandi
"Apa ini cukup baik? setidaknya saat aku sakit dia tidak menyiksaku" gumam Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Dia menyimpan seorang wanita di rumahnya " Lisa mengatakan pada Martin
Martin hanya diam saja menikmati makan malamnya, Zellyn yang berada di samping Lisa merasa tidak enak berada di sana
Martin memang selalu dingin pada Lisa dan Zellyn pun tahu itu, tanpa mengatakan sepatah katapun Martin beranjak dari meja makan setelah makanannya habis
"Martin tunggu aku belum selesai" Lisa menyusul Martin ke kamarnya
"Aku tidak ingin bernasib tragis seperti bibi Lisa, apalagi sikap David tidak jauh berbeda dengan paman Martin" gumam Zellyn
Lisa mengatakan semua yang dia lihat di rumah David, Martin sama sekali tak menanggapi ucapan Lisa
Martin beranggapan bahwa Lisa hanya mencari perhatian padanya, buktinya saat Martin berkunjung ke rumah David disana tidak wanita lain yang tinggal di sana selain para pelayan
"Martin... aku serius, aku tidak berbohong"
"Memangnya kenapa kalau David mempunyai seorang wanita? dia sudah dewasa dan bisa mengurus hidupnya sendiri" Martin baru mengeluarkan kata-katanya
"David pernah mengatakan bahwa dia berhasil mendapatkan wanita yang membunuh Luna, aku hanya ingin kau menyelidiki asal usul wanita yang ada di rumah David"
"Kematian Luna sudah berlalu, kenapa kau masih menaruh dendam hingga semua orang kau curigai" ucap Martin
"Wanita itu seperti habis di siksa, dia juga melarikan diri dari jendela namun gagal.. alasan apa yang membuat David mengurung seorang wanita?"
__ADS_1
"Jika aku mencari tahu bukan tidak mungkin kau akan menambah penderitaan wanita itu jika memang dia terbukti yang menabrak Luna, aku yakin kau bukan simpatik pada wanita itu, bukan? kau hanya ingin mencari tahu untuk memenuhi dendam mu"
"Kau ini ayah macam apa? jika wanita itu yang menabrak anakmu bukankah kau harus menghukumnya?" Lisa marah karena Martin sama sekali tak peduli dengan kematian Luna
"Dendam hanya menguras energi mu, belajarlah ikhlas melepas kepergian Luna"
"Aku akan cari tahu sendiri siapa yang membunuh anakku.. kau sama sekali tidak peduli dengan Luna " teriak Lisa
"Lalu aku harus mencari penabrak Luna dan membunuhnya? bagaimana jika orang itu tidak sengaja? kau akan menjadi penjahat hanya karena dendam mu" jawab Martin
"Penjahat? bukankah dulu kau juga penjahat? anak dan istrimu mati karena ulah dari kejahatan mu"
Plak
Satu tamparan mendarat di wajah Lisa, Lisa memegangi pipinya yang terasa perih karena tamparan Martin
"Aku bukan Martin yang dulu, jangankan kematian Luna yang bisa di pastikan itu hanya kecelakaan.. kematian istriku saja yang sudah jelas di bunuh aku ikhlaskan, istriku yang sudah mati itu selalu hadir dalam mimpiku dan mengatakan agar aku menyudahi semua dendam ini"
"Aku memang tidak salah mencintai seorang wanita, dia dan kau jelas jelas berbeda.. dan kau ingat ini, jika aku Martin si penjahat mungkin mulut mu sudah aku jahit rapat rapat" sambung Martin lalu keluar dari kamar
"Ibu akan mencari tahu siapa pembunuh mu Luna, ibu pastikan orang itu akan mati" gumam Lisa dengan linangan air mata
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Maaf nona apa yang anda lakukan disini?"
"Aku ingin bertemu tuan David" jawab Charlotte
"Apa anda sudah membuat janji? "
"Memangnya harus? aku hanya ingin mengundangnya secara langsung untuk datang ke pernikahanku" Charlotte menyingkirkan tangan pria tersebut dari lengannya
"Maaf tidak bisa, silahkan membuat janji lebih dahulu baru kembali lagi "
"Apa maksudmu? aku ingin bertemu dengannya sekarang, minggir kau" Charlotte memaksa untuk masuk
"Tidak bisa.. lagi pula tuan tidak ada disini" pria itu menyeret Charlotte yang berteriak-teriak keluar dari gedung perkantoran
Charlotte di dorong oleh pria itu hingga kakinya mundur beberapa langkah, Charlotte tidak bisa menyeimbangkan kakinya lalu menabrak seseorang
"Maafkan aku pria itu mendorongku" ucap Charlotte tanpa melihat ke belakang
Pria berseragam hitam itu menunduk sambil meminta maaf berkali-kali, melihat pria di hadapannya ketakutan Charlotte segera menoleh ke belakang
__ADS_1
"Tuan David..." gumam Charlotte
"Apa yang kau lakukan disini? pergilah disini bukan tempatmu, aku tidak punya waktu untuk bicara denganmu" ucap David dingin
"Aku hanya ingin mengundangmu secara resmi tuan, aku akan mengadakan pernikahan satu bulan lagi.. aku harap kau datang" Charlotte mengulurkan sebuah undangan
"Kau pikir kau siapa? aku tidak punya waktu" David berjalan menabrak bahu Charlotte dan meninggalkannya
"Jangan biarkan orang yang tidak berkepentingan masuk" ucap David pada penjaga
"Cih... kau pikir kau siapa? sombong sekali, lihat saja nanti suamiku akan lebih hebat darimu" hardik Charlotte sambil berjalan pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya merasa bosan duduk di kursi rodanya hingga perlahan mencoba berdiri sendiri, Zoya bisa berdiri meskipun masih berpegangan namun ketika sudah beberapa langkah Zoya tak sengaja menginjakkan bagian kaki yang sakit
"O..o..oww" Zoya terhuyung namun beruntung David yang baru saja pulang menangkap tubuh Zoya
Zoya dan David saling memandang membuat jantung Zoya seakan akan loncat keluar, bukan karena terpesona tapi karena takut David akan memarahinya
"Apa yang kau lakukan? bagaimana jika kakimu yang satu lagi malah terluka " David menurunkan Zoya di tepi ranjang
"Aku hanya ingin belajar berjalan"
"Untuk apa? lebih baik jika kakimu seperti ini selama mungkin" ucap David
"Dia tega sekali, kalau saja dia bukan pria sudah aku pukul mulutnya dengan sendal" batin Zoya
"Apa? kau mengumpat dalam hati?" David menyentil dahi Zoya
"Tidak.. " Zoya segera menggelengkan kepalanya
"Matamu mengatakan seperti itu"
"Apa dia paranormal? aku sangat ingin mengumpat, menghardik bahkan mencaci maki dirimu" batin Zoya
"Aku mandi dulu, kau diam disini jangan bergerak sedikitpun" ucap David
Tanpa rasa malu David menanggalkan pakaiannya di hadapan Zoya, sontak saja Zoya memejamkan matanya seraya menunduk
"Cih... tidak apa kau tak mau melihatnya tapi kau sudah mencobanya bukan? atau kau memejamkan mata karena sedang membayangkan rasanya?" David tersenyum smirk merendahkan Zoya
"Membayangkan apanya? aku malah jijik melihatnya " gumam Zoya setelah David masuk ke kamar mandi
__ADS_1
Bibir Zoya memang menyangkal tapi otaknya malah selaras dengan apa yang di ucapkan David, Zoya menggelengkan kepalanya sambil memukul-mukul kepalanya