Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 24


__ADS_3

Zoya sedang mengobati punggung David yang terkena sup panas, Zoya mengobatinya dengan sangat hati hati dan mengusapnya lembut


Sentuhan Zoya diartikan lain oleh tubuh David membuat tubuhnya pun bereaksi lain, Bulu kuduk David meremang apalagi ketika Zoya menyentuh pundaknya


"Apa kau bisa mengusapnya lebih keras? " bentak David


"Tidak perlu marah marah tuan" Zoya menuruti perkataan David


"Aww.. ssshhh... " David meringis


"Kau yang mengatakan harus lebih keras tapi kau meringis, harus bagaimana aku mengobatinya? " Zoya meniup luka di punggung David membuatnya semakin merasa gila


"Hentikan"


"Tapi ini belum selesai, tinggal sedikit lagi" Zoya kembali meniup dan mengobati luka David


David memegang tangan Zoya lalu menariknya hingga Zoya terjerembab dan jatuh berbaring diatas ranjang, David membelai pipi Zoya membuat gadis itu waspada


Melihat tubuh David semakin condong ke arahnya membuat Zoya bergegas bangun hingga kepalanya membentur kepala David, keduanya meringis namun Zoya segera turun dari ranjang dan menjauh


"Kau gila? sakit sekali" David mengusap dahinya


"Kau mencurigakan.. aku hanya melindungi diriku"


"Aku bisa gila berada disini" David menyambar kemejanya lalu pergi meninggalkan kamar Zoya


"Hah... dasar singa, aku harus waspada bisa saja naluri kebuasannya muncul kapan saja" gumam Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Charlotte tengah marah marah karena melihat Zoya memakai pakaian branded, Zoya yang tidak pernah membeli barang barang seperti itu tentu saja tidak tahu berapa harga pakaian yang dia gunakan


Zoya hanya mengira semua pakaian yang di belikan David adalah pakaian biasa saja, Charlotte begitu marah melihat Zoya baik baik saja


"Kenapa dia tidak membunuhnya? wanita sialan itu kenapa selalu beruntung?" teriak Charlotte


"Sayang ada apa?" tanya ibu Charlotte


"Zoya ibu... Zoya.."


"Ada apa dengan anak haram itu?" tanya ibu Charlotte


"Dia masih hidup dan baik baik saja, aku kira tuan David akan menyiksanya tapi dia baik baik saja bahkan dia di belikan pakaian mewah"


"Bukankah tuan David itu dendam karena kematian adiknya?" tanya ibu Charlotte

__ADS_1


"Itu yang membuatku bingung ibu.. Zoya baik baik saja bahkan dia terlihat sangat baik"


"Sudahlah jangan memikirkan dia lagi, kau akan segera menikah pikirkan kebahagiaan mu sendiri"


"Tapi aku tidak mau melihat Zoya bahagia, dia hidup bersama pria kaya dengan barang barang mewah.. dia tidak boleh menandingi aku ibu" ucap Charlotte


"Tenanglah... kau menang dari Zoya sayang, cinta Samuel dan semua yang Samuel miliki akan menjadi milikmu"


"Ibu benar tapi aku ingin tuan David membuatnya menderita bukan seperti ini" ucap Charlotte


"Kau tidak boleh memikirkan hal lain, tenanglah atau kau akan terlihat lebih tua saat hari pernikahan mu, jika kau menginginkan barang barang branded tunggulah kau menjadi istri Samuel maka kau juga bisa menyaingi Zoya "


"Aku tidak akan kalah dari si anak haram itu" ucap Charlotte


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kemana Meily?" tanya Tony


"Tidak tahu tuan.. Meily sering pergi tanpa sepengetahuan kami" jawab anak buahnya


"Lain kali ikuti dia, jangan sampai dia berkhianat "


"Siapa yang berkhianat?" ucap Meily yang baru saja datang


"Aku mencari informasi tentang wanita yang sering memancing di danau itu, usahaku membuahkan hasil " Meily melempar beberapa lembar foto di meja


"Meily... kau memang yang terbaik" Tony merangkul bahu Meily


"Semoga kau tidak penasaran lagi setelah bertemu dengannya " ucap Meily seraya menurunkan tangan Tony lalu pergi


"Andai dia tahu perasaanku, hatiku sakit harus mencari tahu tentang wanita yang di idam-idamkan oleh pria yang aku cintai" batin Meily


Tony melihat foto foto yang Meily dapatkan dari para pemancing yang secara tidak sengaja memotret gadis tersebut, sayangnya foto foto itu hanya memotret bagian belakang serta samping tubuhnya


Hanya terlihat wajah gadis itu dari samping, meskipun begitu Tony menjadi sangat senang walaupun hanya bisa melihat fotonya


"Bagaimana aku mencari tahu tentang gadis ini? fotonya saja kurang jelas, tapi aku bisa menebak gadis ini sangat cantik walaupun dilihat dari kejauhan " ucap Tony


Meily meremas sebuah foto yang menunjukkan wajah gadis tersebut lalu membakarnya, Meily sengaja tidak memberikan foto gadis itu agar Tony tidak mudah untuk bertemu dengannya


"Dia begitu cantik, sementara aku?" Meily merasa kurang percaya diri apalagi foto gadis itu begitu cantik dengan senyumnya yang lembut


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Apa kau tidak ingin membalas perkataan saudara angkat mu?" tanya David ketika sedang makan malam

__ADS_1


"Untuk apa? lagi pula dari mana tuan tahu apa yang dia katakan?"


"Di mobil ada kamera, aku bisa mendengar ucapannya " jawab David


"Yang di ucapkan olehnya benar, lalu kenapa aku harus melawan? lagi pula kau juga sering mengatai aku" ucap Zoya


"Hanya aku yang boleh mengatai dirimu, jika kau berubah pikiran dan ingin membalas semua perbuatan mantan kekasih mu dan wanita itu beri tahu aku"


"Apa yang akan anda lakukan, tuan? aku tidak mau terlibat dalam melakukan kejahatan " ucap Zoya


"Dasar bodoh.. mereka akan menikah kurang dari satu bulan lagi, jika kau ingin membalas maka hari itu akan menjadi hari yang tepat untuk melakukannya "


"Aku tidak berani.. biarkan saja Tuhan yang membalas mereka" ucap Zoya


"Kau benar-benar bodoh... aku akan hadir dan kau akan ikut, kita akan memberi hadiah yang tidak akan terlupakan untuk mereka yang sudah menyakitimu"


"Apa dia tidak waras? bahkan dia sendiri yang menyiksaku habis-habisan, dia menghancurkan masa depanku tapi seolah dia adalah seorang pahlawan " Zoya menancapkan garpu dengan kasar ke potongan daging seraya menatap David


"Kenapa kau menatapku seperti itu? apa maksudmu kau ingin membalas ku? "


"Ti..ttidak.. aku mana berani" gumam Zoya


"Padahal aku ingin sekali menancapkan garpu ini ke matanya" batin Zoya


"Kita akan pergi ke pesta pernikahan mantan kekasihmu"


"Iya tuan.. terserah kau saja, lagi pula aku tidak bisa menolak" jawab Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Gara gara wanita sialan itu... David tidak lagi mau mendengar ucapan ku"


"Aku akan membuat perhitungan dengan mu, lihat saja nanti.. kau akan mati di tanganku" sambung Lisa


Lisa tak bisa menahan amarahnya dan menghancurkan seisi kamarnya, dia mengunci diri di dalam kamar sepulang dari pusat perbelanjaan


Martin tak bertanya atau pun menenangkan Lisa yang berteriak-teriak di dalam, baginya Lisa hanya menjadi sebuah pajangan


Martin akan merubah sedikit sikap dinginnya di hadapan rekan bisnis dan teman sosialita Lisa, setelah pulang ke rumah Martin kembali ke mode semula mengacuhkan Lisa dan tak pernah memperdulikan apapun yang terjadi padanya dan apapun yang dia lakukan


"Aku akan pergi untuk beberapa hari, bereskan kekacauan yang Lisa buat" ucap Martin pada pelayan di rumahnya


Martin memilih tinggal di tempat lain saat Lisa masih dalam keadaan emosi, Martin tidak ingin berdebat dengan Lisa karena biasanya Lisa akan membahas sikap Martin dan itu akan membuat Martin juga terbawa emosi


...Jangan lupa like, komen, vote dan gift setelah selesai membaca 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2