
"Anak itu saudara Maya?" batin Zellyn
Zellyn melamun saat sedang menyetir dalam perjalanan pulang, bahkan dia tidak mendengar Maya yang sedang berbicara padanya
Sebuah mobil memberi tanda dengan lampu sein ketika hendak belok namun karena Zellyn sedang melamun akhirnya mobil tersebut bertabrakan dengan mobil Zellyn
Beruntung tabrakan tidak terlalu kencang dan hanya mengakibatkan memar di bagian dahi Maya dan Zellyn, seseorang mengetuk pintu mobil Zellyn dengan kencang
"Hei... kalian baik baik saja?"
Perlahan Zellyn membuka pintu mobil dan orang tersebut membantu Zellyn begitupun Maya, Maya terlihat sangat syok dan masih belum bisa ditanya
"Kau baik baik saja nak? ada yang sakit?" tanya pria tersebut
"Maya sayang.. kenapa kau tidak bicara? tolong.. tolong bawa anakku ke rumah sakit" ucap Zellyn pada pria tersebut
Pria tersebut menghentikan taksi lalu memapah tubuh Zellyn dan Maya bergantian masuk ke dalam taksi, setelah memastikan Zellyn dan Maya baik baik saja dan mendapatkan penangan pria tersebut hendak pulang
"Tunggu..." Zellyn menghentikan langkah pria tersebut
"Ya?" jawabnya seraya berbalik
"Terimakasih" Zellyn tiba-tiba memeluk pria tersebut membuatnya terkejut
"Sa..sama sama, Jika kalian sudah baik baik saja aku akan pergi" ucapnya
"Kami sudah jauh lebih baik.. sekali lagi terimakasih dan maaf, aku tadi mengemudi sambil melamun"
"Tidak masalah.. lain kali lebih berhati-hati, jika bisa katakan pada anakmu jangan mengganggu anakku lagi" ucapnya lalu pergi
"Aku berhasil mendapatkannya" Zellyn membuka kepalan tangannya yang berisi rambut Tony
Kejadian ini sangat kebetulan dan Zellyn tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Zellyn akan melakukan tes DNA pada rambut Tony dan juga Maya
"Aku takut suatu saat David berterus terang pada Maya " Zellyn berpikir bagaimana pun rasa sayang David pada Maya tetap ada darah pria lain mengalir di tubuh anaknya
Setidaknya asal usul Maya akan jelas jika suatu saat dia terpaksa harus mencari keberadaan ayah kandung Maya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa aku harus peduli dengan pekerjaan mu? bukankah kau mempunyai asisten? kemana wanita itu?" ucap Zoya saat David memaksanya ikut dengannya
"Tentu saja kau harus ikut, apa kau lupa perjanjian yang kau tanda tangani?"
"Aku punya anak dan aku tidak bisa meninggalkannya " Zoya tak habis pikir kenapa David ingin membawanya
"Terlalu lama" gumam David lalu menyemprotkan sesuatu ke wajah Zoya dan membuatnya tak sadarkan diri
__ADS_1
David memasukkan tubuh Zoya kedalam mobilnya, mobil David sudah melaju pergi membawa Zoya bersamanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Pagi hari saat Magdalena ke dapur dan belum melihat keberadaan Zoya, Magdalena bermaksud untuk membangunkan Zoya di kamarnya
Betapa terkejutnya Magdalena saat melihat hanya Zoe yang tidur sendirian diatas ranjang, Magdalena memeriksa kolong ranjang juga lemari
H
"Tidak mungkin Zoya sembunyi,bukan? pintu masih di kunci" gumam Magdalena
"Ada apa aunty?" tanya Zoe
"Ibumu kemana Zoe? "
"Ohh ibu.. semalam ibu mengatakan akan menemui seseorang di luar, ibu bilang hanya sebentar ternyata ibu belum pulang?" ucap Zoe
"Bisa bisanya kau terlihat tenang begitu, apa kau tidak khawatir dengan ibumu?"
"Aku sudah tahu, ayah pasti sudah membawa ibu pergi" batin Zoe
"Zoe.. kenapa kau malah melamun? ayo cari ibumu" Magdalena mengguncang bahu Zoe
"Aahh... aku lupa, ibu pergi dengan seseorang untuk sebuah pekerjaan"
Zoe mencari alasan yang tepat agar Magdalena berhenti bicara, setelah beberapa saat terdiam akhirnya Zoe kembali bicara
"Ibu ingin bekerja sama dan memperbesar usahanya, ibu mungkin cari partner bisnis " ucap Zoe
"Tapi ibumu benar benar mengatakan itu padamu, bukan? jangan berbohong "
"Aku tidak berbohong... segera masak aunty, aku lapar" Zoe mendorong tubuh Magdalena keluar dari kamarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya baru saja tersadar dari pingsannya, matanya menatap sekeliling dengan seksama memperhatikan setiap detail kamar tersebut
Tiba-tiba air matanya berjatuhan tak kuasa menahan tangisnya, bayangan bayangan dirinya semasa di rumah David kembali berputar di otaknya
David melihat dari rekaman cctv bagaimana Zoya terisak memegangi dadanya yang terasa sesak, kamar itu tidak berubah sedikitpun bahkan tidak ada satu barang pun yang bergeser dari tempatnya
Saat Zoya terisak-isak tiba-tiba pintu kamar terbuka, David masuk dan mengunci pintu membuat Zoya beringsut seraya menghapus air matanya
"Menangis lah jika itu membuatmu merasa tenang, Zoya.." Zoya terkejut mendengar David mengetahui identitasnya
Zoya semakin beringsut ketakutan saat David duduk di tepi ranjang, Zoya menutup kepalanya dengan tangan saat tangan David terulur ingin menyentuh wajahnya
__ADS_1
"Aku bukan Zoya.. aku harus pulang" Zoya mendorong David dan beranjak dari ranjang
Zoya mengguncangkan gagang pintu untuk membuka pintu kamar, tubuh Zoya semakin gemetar dan akhirnya jatuh bersandar di pintu saat David mendekatinya
"Aku bukan Zoya.. aku bukan Zoya" suara Zoya lirih dan gemetar
David mengangkat dagu Zoya dan melepas kacamata juga gigi palsu Zoya, tanpa berkata-kata David mencium kening Zoya begitu lama lalu memeluknya
Zoya mematung seketika ketika David memeluk tubuhnya, kini punggungnya terasa basah sebab air mata David berjatuhan mengenai tubuhnya
"Maaf" hanya itu yang keluar dari mulut David dengan suara lirih dan parau
Zoya tidak ingin tertipu sandiwara David dan mendorongnya agar menjauh, Zoya malah bersujud di kaki David untuk meminta belas kasihan
"Aku mohon lepaskan aku.. jangan ambil anakku, kau sudah punya anak dari Zellyn jangan pernah ganggu kehidupan ku" Zoya terisak bersujud di kaki David
"Zoya bangunlah.. terjadi kesalahpahaman diantara kita, tidak ada seorangpun yang akan memisahkan mu dengan Zoe" David membangunkan tubuh Zoya
"Kalau begitu biarkan aku pergi.. aku dan Zoe sudah bahagia jangan muncul diantara kita"
"Zoe membutuhkan aku sebagai ayahnya, aku tidak mau kehilangan kalian lagi" David mencengkram kedua lengan Zoya
"Tidak... aku tidak ingin menghancurkan perasaan anak dan istrimu, aku tahu betul bagaimana rasanya di khianati dan aku tidak ingin anak lain bernasib sama seperti Zoe "
"Maya bukan anakku, Zoya.. aku bahkan tidak pernah menyentuh Zellyn selama pernikahan ini" mata Zoya menatap dalam manik mata David mencari kebohongan disana
"Kita harus bicara.. bukan hanya kau yang menderita, aku pun merasakannya" ucap David
David membujuk Zoya agar mau mendengarkan penjelasannya, saat David bicara Zoya hanya diam mendengarkan apa yang David katakan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Nyonya.. tuan membawa seorang wanita kemari" salah seorang pelayan kepercayaan Zellyn memberitahu kabar Zoya yang di bawa pulang oleh David
"Apa kau tanya siapa dia?" ucap Zellyn
"Tuan tidak bicara apapun, tapi wanita itu di bawa masuk ke kamar yang selama ini terlarang untuk di buka" selama Zoya pergi kamar tersebut tidak pernah di buka
Bahkan untuk membersihkannya David melakukannya sendiri, David tak pernah membiarkan siapapun mendekati kamar itu
"Apa?" Zellyn tampak terkejut mendengar ucapan pelayan tersebut
"Aku minta kau ambil gambar wanita itu diam diam dan kirimkan padaku"
"Baik nyonya" jawab pelayan tersebut
"Tidak mungkin.. siapa yang David bawa? bukankah Zoya sudah mati?" Zellyn mulai khawatir jika Zoya benar benar akan kembali
__ADS_1
Posisinya sebagai istri David pasti akan tersingkirkan dan bagaimana dengan nasib Maya, yang Zellyn khawatirkan Maya akan tahu bahwa sebenarnya dia bukan anak biologis dari David