
"David" Jane menatap sendu David yang baru saja masuk ke dalam ruangan dimana dia dirawat
"Kau baik baik saja?" David duduk di kursi tepat di samping tempat tidur Jane
"Kakiku tidak bisa di gerakkan... aku merindukanmu David" Jane hendak memeluk David namun pria itu menahan tangan Jane
Tatapan Jane semakin bersedih karena David bahkan tak mau dia sentuh, David menggenggam tangan Jane seraya menepuk punggung tangannya
"Aku ingin memperjelas semuanya padamu... kita bukan pasangan lagi, aku sudah mengubur masa lalu ku dalam dalam dan sekarang aku memiliki kehidupan baru" ucap David
"Tidak... David aku tahu semua ini salahku, kita bisa memulai hidup baru.. aku tahu masih ada cinta di hatimu untukku, bukan?" David menarik tangannya lalu berdiri
"Aku akan memiliki anak dari wanita lain, bagaimana aku bisa kembali bersamamu? ada masa depan anakku yang tidak ingin aku sia-siakan, aku pernah merasakan bagaimana hidup tanpa kasih sayang orang tua "
"Aku akan mengurusnya seperti anakku sendiri, David aku mohon jangan seperti ini.. Daviiiid " Jane teriak histeris saat David meninggalkannya
"David tidak... jangan lakukan ini padaku David, aku mencintaimu " Karena memaksakan diri untuk mengejar David akhirnya Jane terjatuh dari atas tempat tidur
"Jane... apa yang kau lakukan?" Tony yang baru saja datang membantu Jane untuk berdiri
"David... David.. mengatakan dia akan memiliki anak dari wanita lain, aku tidak terima... David hanya milikku" Jane menangis terisak di pelukan Tony
"Sudahlah.. aku sudah katakan lupakan dia, kau cantik dan masih banyak pria di luar sana yang mau menjadi kekasih mu " Tony memeluk Jane dan menenangkannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sepulang dari rumah sakit David pergi ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan, Setelah larut malam barulah dia pulang ke rumah
Sesampainya di rumah David mencari keberadaan Zoya di kamar dan kamar mandi namun dia tidak menemukannya, David kembali turun dan menanyakan keberadaan Zoya pada para pelayan
"Nona Zoya berada di dapur, tuan" jawab salah satu pelayan
Saat David menyusul ke dapur ternyata Zoya sedang membuat susu, David menghampiri Zoya dan memeluknya dari belakang
__ADS_1
"Kenapa tidak meminta mereka untuk membuatkan susu?" tanya David seraya menopang dagunya di bahu Zoya
"Aku tidak manja, pergi mandi" Jawab Zoya dingin seraya mendorong wajah David
'' Aku baru saja pulang hari ini lelah sekali"
"Kalau begitu cepat mandi dan pergi tidur, lelahmu akan terobati '' ucap Zoya seraya pergi meninggalkan David
"Sayang... kau ini kenapa?" David mengikuti Zoya ke kamarnya
Baru saja David sampai di depan pintu tiba-tiba Zoya menutup pintu dan menguncinya, David masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Zoya
"Zoya.. apa aku membuat kesalahan? kita bisa bicara "
"Pergilah aku sedang malas, biarkan malam ini aku sendiri'' Zoya tak membuka pintunya meskipun David terus mengetuknya
David tak menyerah dan mengambil kunci cadangan untuk membuka pintu kamar Zoya, Zoya tampak sedang berdiri di balkon kamar
"Kau ingin sesuatu?" tanya David
''Tidak... "
"Aku tidak suka ketika seseorang mengacuhkan ku" ucap David
"Harusnya kau tidak usah pulang, kau tidak akan melihat aku mengacuhkan mu" jawab Zoya seraya meminum susu di gelas yang dipegangnya
"Ini rumahku.. kenapa aku tidak boleh pulang?"
"Kalau begitu biarkan aku keluar dari sini agar kau tidak melihatku lagi" David menatap Zoya lalu memutar tubuh gadis itu agar menghadap kearahnya
"Jika aku membuat kesalahan tolong katakan saja... aku tidak suka sikap wanita yang seperti ini, Aku lebih suka kau terbuka dan menjelaskan apa yang mengganggu pikiran mu"
"Lalu sikap wanita seperti apa yang kau suka? seperti mantan pacarmu? kenapa kau baru pulang? harusnya kau menemaninya disana, bukankah tadi kau terlihat sangat khawatir?" Ucap Zoya
__ADS_1
"Apa kau cemburu?"
"Untuk apa aku cemburu? aku tahu kau masih sangat mencintainya, kembali saja dengannya dan lepaskan aku, aku sadar perasaanmu padaku bukan cinta, kau hanya ingin mengurungku agar kau memiliki p*l*c*r tanpa harus membayar, bukan begitu?" Zoya berbicara dengan nada tinggi
"Aku terlalu bodoh menerima pernyataan cinta mu begitu saja, harusnya aku sadar levelku berada jauh di bawahmu.. kau tidak mungkin mencintai seseorang yang tidak jelas asal usulnya, biarkan aku pergi dari sini aku tidak akan meminta apapun darimu dan untuk anak ini kau tidak perlu khawatir dia tidak akan menjadi penghalang untuk hubungan mu dan kekasih lamamu, aku tidak akan melahirkannya " setiap perkataan Zoya mampu membuat amarah David memuncak apalagi ketika dia menyinggung tentang anaknya
"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?" David mencengkram kedua lengan Zoya
"Aku sadar... aku tidak sebanding dengan kekasih lama mu, meskipun aku telah melahirkan puluhan anak darimu namun tetap saja kau akan pergi ketika wanita itu menghubungimu.. lagi pula aku malu jika harus melahirkan anak haram ini" tanpa sadar David menampar wajah Zoya
David tak terima anaknya di sebut anak haram meskipun kenyataannya memang benar, Zoya memegangi wajahnya seraya tersenyum
"Tampaknya sekarang pukulan mu mulai melemah, aku merindukan pukulan, makian, dan kekerasan yang kau lakukan, perlakuan aku seperti a*j*Ng sama seperti dulu" ucap Zoya
"Zoya apa yang terjadi padamu? maaf... aku tak bermaksud menyakiti mu'' David hendak menyentuh pipi Zoya namun dia menghindar
"Kau selalu pergi saat dia menghubungimu, kau mengatakan mencintaiku, kau ingin aku menjadi kekasihmu tapi kau selalu pergi tanpa meminta persetujuan ku saat wanita itu menghubungimu "
"Maafkan aku Zoya.. aku benar-benar mencintaimu, aku pergi hanya untuk memperjelas semuanya '' David berusaha menyentuh Zoya namun dia selalu menghindar
"Kau memang memperjelas semuanya termasuk posisiku, aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisi wanita itu.. aku hanya j*l*Ng yang kau rantai dengan nama cinta, aku hanya pemuas n*fs* mu.. apa kau sedang membutuhkan jasa pemuas n*fs* seperti ku?" Zoya membuka baju yang menutupi lingerie yang di pakainya
"Apa yang kau lakukan? orang lain akan melihat tubuhmu" David segera membetulkan baju Zoya
"Tidak apa apa... aku memang berniat menjadi p*l*c*r setelah kau membuang ku, aku sudah pernah melayani pria tanpa cinta" David tak kuasa mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut Zoya
Yang Zoya katakan memang kenyataan namun hati David menjadi semakin merasa bersalah karena perlakuannya dulu pada Zoya, David sedikit mendorong tubuh Zoya lalu pergi meninggalkannya
Zoya hanya menatap kepergian David dari atas balkon, mobil David sudah keluar dari halaman rumahnya
"Aku tidak ingin semakin dalam mencintaimu David, aku sadar tidak akan pernah bisa menggantikan wanita yang bertahun-tahun sudah menemanimu.."
"Sekarang aku sadar kau hanya menjadikan aku sebagai pelampiasan, nyatanya kau selalu pergi saat dia menghubungimu" Zoya kembali masuk ke dalam sambil mengusap air matanya
__ADS_1