Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 18


__ADS_3

Zoya menurut dan duduk diam di tepi ranjang, saat terdengar pintu kamar mandi terbuka Zoya mengangkat kepalanya


David keluar dengan handuk melilit pinggangnya, tetesan air masih menetes dari kepala dan tubuh David


"Oh God... " batin Zoya dengan mulut sedikit menganga


Entah berapa lama dia terpaku menatap David, tiba-tiba David menjentikkan jari di hadapan Zoya membuatnya terkesiap


"Kau tidak perlu mengagumi ku sampai sebegitu nya" ucap David


Zoya hanya tersenyum kikuk lalu perlahan beringsut ke atas tempat tidur, David merangkak menghampiri Zoya membuat jantung Zoya berdebar


"Apa yang akan dia lakukan?" batin Zoya


Jarak antara wajah David dan Zoya begitu dekat hingga hembusan nafas David menyapu wajah Zoya, tangan David terulur membelai wajah Zoya membuat Zoya menutup matanya


Baru saja David menempelkan bibirnya tiba-tiba suara handphone mengacaukan semuanya, Zoya membuka mata saat David beranjak dari tempat tidur


"Ya katakan" ucap David


"Apa? tapi kenapa bisa?"


"Mereka pikir bisa mempermainkan ku begitu saja? putuskan semua kontrak kerja dengan perusahaan mereka dan buat mereka tidak dapat bekerja sama dengan perusahaan mana pun" David melempar handphonenya ke ranjang


"Membuat kepala ku pusing saja" David duduk di tepi ranjang memijat kepalanya


Zoya perlahan menenggelamkan diri dalam selimut, saat David menoleh tubuh gadis itu sudah tertutup seluruhnya


"Aku lapar, bisakah kau masak?" ucap David


"Masak? tapi bagaimana aku bisa berdiri? tapi jika aku menolak... aku takut" batin Zoya


"Baiklah aku akan memasak untuk mu tuan"


David akhirnya membawa Zoya ke dapur dan membiarkan Zoya berusaha berdiri sendiri, David hanya melihatnya sambil duduk di meja makan


"Memasak dengan satu kaki begitu menyulitkan " ucap Zoya perlahan bergeser mengambil pisau


"Bukankah kau ingin belajar berjalan? anggap saja ini sebagai latihan" ucap David


Zoya masih mengiris sambil terdengar suaranya terisak, David berpikir Zoya menangis karena merasakan sakit


"Kau menangis?" tanya David


"Tidak... " jawab Zoya


"Kenapa kau terisak-isak seperti itu?"


"Tidak apa apa.. hanya sedikit perih" jawabnya sambil mengusap mata dengan lengan bajunya


David berpikir tangan Zoya terluka dan Segera beranjak dari tempat duduknya, David berdiri tepat di belakang Zoya

__ADS_1


"Kau terluka?" tanya David.


"Tidak tuan.. aku baik baik saja"


Mendengar ucapan Zoya yang selalu mengatakan baik baik saja namun dia masih menangis membuat David kesal, David memutar tubuh Zoya agar menghadap kearahnya


"Kau mengatakan baik baik saja tapi kau menangis, kau ini kenapa sebenarnya?" David menjadi marah marah


"Aku mengiris bawang mataku jadi perih"


"Kau membuat orang khawatir saja" ucap David seraya kembali ke tempat duduknya


"Kau khawatir?" tanya Zoya


"Ti.. ttidak.. untuk apa aku mengkhawatirkan mu? cepat selesaikan masakannya aku lapar"


Zoya tersenyum seraya berbalik untuk melanjutkan memasak, wajah David yang gugup terlihat lucu baginya


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


"Kau sudah mendapatkan fotonya?" tanya Lisa pada seseorang yang dia perintahkan untuk mengambil potret Zoya dari jendela kamarnya


"Tentu saja nyonya.. aku profesional sangat mudah untuk melakukannya walaupun dari kejauhan"


"Mana berikan padaku" Lisa melihat beberapa foto yang dia ambil dari tangan pria itu


"Bagus... fotonya jelas, ini upah mu cepat pergi" ucap Lisa ketika melihat mobil Martin memasuki halaman rumah


"Siapa pria tadi?" tanya Martin


"Pengantar pizza, apa kau mau?" Lisa memang membawa pizza di pangkuannya


"Tidak... aku hanya mengambil beberapa file" ucap Martin lalu masuk ke dalam rumah


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


"Aku sudah selesai tapi bagaimana caranya aku membawa semua masakan ini ke meja" ucap Zoya


"Kau lamban sekali" David mengambil masakan Zoya dan menaruhnya di meja


"Tanganku hanya dua, apa dia pikir aku robot" batin Zoya


Setelah makan David membawa Zoya kembali ke dalam kamar, Zoya berusaha berdiri untuk pindah ke ranjang


Kaki Zoya tersandung karpet hingga kesulitan menyeimbangkan tubuhnya, tangannya reflek menarik kerah baju David yang kebetulan lewat


"Ssshhh" Zoya meringis ketika David ikut jatuh menimpa tubuhnya


"Kenapa kau menarik ku? apa kaki mu sakit?" tanya David seraya memeriksa kaki Zoya


"Jangan di tanya lagi" Zoya sampai berkaca kaca merasakan sakit pada kakinya

__ADS_1


David perlahan mengelus dan mengusap kaki Zoya, seperti mimpi di siang bolong Zoya mematung menatap David


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya David


"Tidak... aarrgghh sakit sekali" Zoya berpura-pura kesakitan


David mengangkat tubuh Zoya lalu mendudukkannya di pangkuannya sambil memijat pelan kaki Zoya, hati Zoya berdebar wajahnya memerah seketika


"Kenapa memijat harus dengan posisi seperti ini?" batin Zoya


"Sudah lebih baik?" tanya David sementara Zoya hanya mengangguk


David tiba tiba memeluk Zoya dan membenamkan wajahnya diceruk leher gadis itu, Zoya menggerakkan bahunya tanda tak nyaman


"Diamlah... " David semakin memeluk erat tubuh Zoya


"Aku seperti di lilit ular anaconda" batin Zoya merasa sesak dengan pelukan David


"Mana yang akan kau pilih, mati secepatnya atau kau hidup di bawah kuasa ku?" tanya David


"Pertanyaan macam apa ini? bukan pilihan jika akhirnya aku sama sama mati" batin Zoya


"Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti ini? " tanya Zoya


"Kau telah membunuh adikku dan ibuku sudah melihatmu disini, dia pasti akan menyelidiki asal usul mu.. minta bantuan ku atau kau akan mati saat aku lengah"


"Aku bersumpah bukan aku yang membunuhnya, tidak ada yang membunuh adikmu itu hanya kecelakaan " Zoya melonggarkan tangan David lalu berbalik menatapnya


David menatap mata Zoya mencari kebohongan di mata gadis itu, David menjadi bimbang melihat mata Zoya yang tak tampak kebohongan di matanya


"Apa yang kau ceritakan sungguh-sungguh?"


"Aku berani bersumpah, semua yang aku katakan benar dan apa yang kau dengar adalah hal yang keliru" jawab Zoya


"Aku tidak bisa mempercayai mu begitu saja, aku akan menyuruh anak buahku untuk kembali menyelidiki hal ini "


"Jika aku terbukti tidak bersalah apa kau akan melepaskan ku?" tanya Zoya


"Tidak... kau akan seterusnya tinggal disini, aku berjanji kau tidak akan menderita selama tidak meninggalkan tempat ini.. hanya itu yang bisa aku berikan padamu sebagai penebus kesalahanku jika memang kau terbukti tidak bersalah"


"Kenapa? aku ingin bebas, aku berjanji tidak akan mengatakan pada siapapun apapun tentang mu" Zoya memohon agar David melepaskannya


"Bukan itu masalahnya Zoya, aku tidak ingin kau keluar dari sini.. apapun yang telah menjadi milikku tidak akan aku lepaskan " batin David


"Tapi.... "


"Sssstt.... tidurlah jangan banyak bicara, semuanya belum terbukti kau sudah banyak permintaan " David menurunkan Zoya dan mendorongnya perlahan agar berbaring


"Banyak permintaan? tapi kebebasan adalah hak ku" ucap Zoya


"Kau memilih tidur atau aku akan memaksamu dan melakukannya dengan kasar" Baru saja Zoya berani bicara dengan David kini dia sudah di buat ketakutan kembali

__ADS_1


Zoya segera berbalik memunggungi David sambil menutup kepalanya dengan bantal, David mendorong bahu Zoya lalu tidur membelakanginya juga


__ADS_2