Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 74


__ADS_3

"Zoya.."


Zoya mematung membelakangi David seraya memejamkan matanya, Zoya hendak beranjak dari tempatnya namun David berdiri menahan tangan Zoya


"Kau benar benar bisa berjalan? kau menipuku" Zoya segera memakai kacamatanya dan berbalik melihat kaki David


"Kau pikir kau bukan penipu?" mendengar ucapan David, Zoya berusaha melepaskan tangannya yang sudah memerah karena cengkraman David


"Lepaskan aku atau aku akan teriak.. kau menyakitiku" Zoya berusaha melepaskan diri


David mendorong tubuh Zoya ke tempat tidur lalu menindihnya, David melepas kacamata yang Zoya pakai juga gigi palsu Zoya


"Aku sudah menduganya.. kau Zoya ku" David mengelus wajah Zoya dengan tatapan sendunya


"Aku bukan Zoya, aku Nasya.. Zoya sudah lama mati" Zoya menggulingkan tubuh David lalu kembali mengambil kacamata dan gigi palsunya


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi.. aku akan membawa mu dan anak kita tinggal bersama" David memeluk tubuh Zoya erat


"David lepaskan aku.. lepaskan.. lepaskan" Zoya berteriak terbangun dari tidurnya


Rupanya Zoya tertidur saat dalam perjalanan menuju rumah David, Zoya tersipu menggaruk kepalanya ketika anak buah David memandang aneh dirinya


"Kau baik baik saja nona? kenapa kau berteriak memanggil nama tuan David?"


"Tidak ada... lebih cepat sedikit atau tuan mu akan marah" jawab Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


David dengan tatapan tajamnya keluar dari kamar mandi saat melihat Zellyn berada di kamarnya, Zellyn beranjak dari tepi ranjang melangkahkan kakinya menghampiri David


"Beraninya kau.. siapa yang mengizinkanmu memakai baju Zoya?"


"Aku istrimu David kenapa kau begitu mengagungkan Zoya yang sudah mati? aku ingin membuka matamu, aku tidak buruk di bandingkan dengan Zoya" ucap Zellyn


"Apalagi yang kau inginkan? aku menjadikanmu sebagai istriku seperti yang kau minta dan aku menerima anakmu seperti anak kandungku sendiri, apalagi yang tidak membuatmu puas setelah membuatku terjebak bersamamu ?"


"Aku ingin menjadi istrimu yang sesungguhnya David, aku ingin berguna sebagai seorang istri, aku ingin memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri" wajah David semakin memerah menahan amarahnya


"Kau ingin melakukan kewajiban sebagai seorang istri? kau ingin aku menyentuhmu? kau ingin sebanding dengan Zoya? akan aku tunjukkan bagaimana aku memperlakukan Zoya dulu" David menghampiri Zellyn dengan langkah besarnya

__ADS_1


David meraih ikat pinggang di atas meja rias menghampiri Zellyn, Melihat sorot mata David kini Zellyn berjalan mundur


"David apa yang kau lakukan? David aku hanya.. David.." Karena ketakutan Zellyn sampai tersandung dan jatuh terduduk di lantai


David hendak melayangkan pukulan menggunakan ikat pinggangnya namun sebuah suara menghentikannya, David dan Zellyn bersamaan menoleh ke arah suara itu berasal


"Hentikaaaan..."


Zoya yang di perintahkan langsung masuk ke dalam kamar David tak mendengar keributan dan langsung membuka pintu begitu saja, Zoya juga awalnya terkejut melihat David hendak melayangkan ikat pinggangnya kearah Zellyn


"Apa yang akan kau lakukan pada istrimu? apa kau sudah kehilangan akal?" Zoya membantu Zellyn berdiri


"Dia memakai pakaian kekasihku, dia sendiri yang mengatakan sebanding dengan Zoya ku"


"Kau benar-benar gila.. hanya karena sebuah baju kau hampir menyiksa istrimu? " Zoya cukup terkejut mendengar penuturan David


"Aku tidak mau tahu.. sekarang lepas baju itu dan jangan pernah menyentuh apapun di kamarku " karena tidak ingin membuat keributan lagi Zellyn melepas baju Zoya dan meletakkannya diatas ranjang


Zellyn meninggalkan kamar David dengan perasaan malu karena merasa di rendahkan di hadapan Zoya, David beranjak mengambil baju di dalam lemari tanpa mengatakan apapun


Zoya keluar dari kamar David dengan tatapan kosong, pikiran Zoya memikirkan bagaimana bisa David menyimpan bajunya selama bertahun-tahun


Zoya hanya duduk di teras depan rumah David memikirkan kenapa David masih menyimpan bajunya bahkan tak membiarkan istrinya sendiri menyentuh baju tersebut, Zoya di kejutkan dengan David yang tiba-tiba menepuk bahunya


"Ternyata benar kau bisa berjalan, kalau begitu aku tidak perlu bertanggung jawab lagi"


"Siapa bilang? kita punya kontrak nona, apa kau lupa?" Zoya terlihat berpikir sejenak mungkin mengingat apa saja yang tertulis di kontrak yang dia tanda tangani


"Aku akan mengingatkanmu jika kau lupa" David mengambil selembar kertas lalu memberikannya kepada Zoya


Zoya mengernyitkan dahi membaca isi kontrak tersebut sampai Habis, zoya menatap David lalu kembali membaca kontraknya sekali lagi


"Kau merubah isi kontraknya.. aku bisa melaporkanmu pada polisi" ancam Zoya


"Benarkah? mungkin kau yang salah membaca kontrak kemarin, laporkan saja lagi pula kau sudah tanda tangan disana " jawab David seraya berjalan mendahului Zoya


"Cepatlah aku tidak punya waktu untuk menunggumu melamun" David membuka pintu mobil untuk Zoya lalu masuk kedalam mobil lebih dulu


Zoya memberangus kesal menutup pintu mobil dengan kencang, David berhasil mengelabuinya dengan merubah isi kontrak yang dia tanda tangani

__ADS_1


"Kenapa aku percaya begitu saja padanya? padahal aku kira dia sudah berubah" batin Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Martin kembali menjemput Maya dan Zoe di sekolah, sekarang sikap Zoe tidak sedingin kemarin pada Maya


Zoe juga tak hanya diam saat Martin membawa mereka ke taman yang sama, Zoe bahkan tak canggung duduk di pangkuan Martin setelah bermain bersama Maya


"Ahh... walaupun mereka bukan cucu kandungku tapi aku bahagia bisa mengasuh mereka" Martin tersenyum melihat Zoe dan Maya saling mengejar


Mengasuh dua anak kecil itu membuat Martin teringat anak anaknya yang sudah lama berpisah dengannya, Tawa mereka seakan menjadi obat dari segalanya bagi Martin


"Tuan... lihat bunga siapa yang lebih cantik?" tanya Zoe seraya masuk kedalam pangkuan Martin


"Kakek.. Zoe curang dia mengambil bungaku" rengek Maya


"Aku yang melihatnya duluan tapi kau mengambilnya" jawab Zoe


"Hei... jangan bertengkar bunga kalian sama sama cantik, sebagai hadiah bagaimana jika kakek belikan kalian ice cream?"


"Aku mau.. aku mau..." Zoe dan Maya menjawab antusias


Martin menghampiri pedagang ice cream lalu kembali membawa dua ice cream di tangannya, Maya dan Zoe berlari menyambut ice cream dari tangan Martin


"Terimakasih tuan" ucap Zoe


"Kenapa kau memanggilku tuan? panggil aku kakek seperti Maya memanggilku" Zoe melirik Maya yang menganggukkan kepalanya seolah menyetujui hal itu


"Anda tidak keberatan?" tanya Zoe


"Tentu saja tidak.. aku yang menyuruhmu memanggilku kakek, bukan?" Zoe mengangguk


"Jadi hari ini aku punya kakek?" wajah Zoe terlihat bahagia


Zoe sontak memeluk Martin dengan mata berkaca-kaca, Martin merasakan perasaan hangat ketika memeluk Zoe


"Terimakasih kakek.. Selama ini aku tidak punya ayah dan kakek.. hanya ada ibu, bibi dan nenek" ucap Zoe


"Sekarang kau punya, mulai hari ini kau adalah cucuku" Martin mengecup puncak kepala Zoe

__ADS_1


"Aku merasa bahagia ketika anak ini memanggilku kakek" batin Martin


__ADS_2