
Jane mengepalkan tangannya saat melihat Zoya dan David bergandengan tangan menuruni anak tangga, hubungan mereka pagi ini tampak baik baik saja
"Bagaimana bisa?" batin Jane
Saat sarapan David menyuapi Zoya makan di piring yang sama dengannya, Zoya dan David tampaknya sudah berbaikan
Flashback semalam
"Malam itu ibuku datang kekantor meminta ku mencari Zellyn, aku datang ke club' malam itu dan melihat Zellyn hampir tak sadarkan diri karena dicekoki minuman beralkohol "
"Lalu apa yang kau lakukan bersama Zellyn? kalian bercumbu, begitu?" ketus Zoya
"Mereka tidak membiarkan kami pergi sebelum Zellyn meminum satu gelas terakhir, aku hanya ingin segera pergi dan meminumnya mewakili Zellyn ''
"Kalian sama sama mabuk dan melakukan itu?" Zoya menyela
"Sayang aku belum selesai" ucap David
"Aku jatuh tak sadarkan diri, sampai aku sadar pagi itu kami berada di satu ruangan tanpa menggunakan pakaian"
"Kau bohong... kau pasti melakukan sesuatu dengannya, bukan?" berang Zoya
''Aku yakin 100% tidak terjadi apapun"
"Bagaimana kau tahu? bukannya kau tidak sadarkan diri?" tanya Zoya
"Hei... itu menempel di tubuhku, aku bisa merasakannya jika memang dia melakukan sesuatu"
"Lalu tanda merah itu? apa serangga yang membuatnya?" Zoya menunjuk leher David
"Mungkin dia yang melakukannya tapi aku tidak melakukan apapun, apa yang bisa di perbuat orang yang sedang pingsan?"
"Entahlah " ketus Zoya
"Aku yakin seyakin-yakinnya malam itu aku tak sadarkan diri, lagi pula hanya satu gelas bagaimana bisa membuatku tidak sadarkan diri? mereka pasti menaruh obat tidur di dalamnya "
"Lalu bagaimana dengan Zellyn?" tanya Zoya
"Entahlah... aku memberinya uang untuk ongkos pulang, aku terburu-buru karena khawatir padamu tapi kau malah berduaan dengan bajingan itu"
"Dia hanya datang karena Jane, aku sama sekali tak tahu dia akan berada di sana" jawab Zoya
"Kalian begitu dekat "
"David... apa yang bisa kami lakukan di tempat umum? kau sudah gila?" pekik Zoya
"Lagi pula tempat itu bukan tempat yang sepi, di parkiran banyak orang berlalu lalang " sambung Zoya
"Dia menyentuhmu"
"Kau juga pasti menyentuh Zellyn?" ucap Zoya
" Baiklah maafkan aku... kau tidak boleh bertemu dengannya lagi"
"Kau juga tidak boleh bertemu wanita lain, mengajaknya makan, berbicara panjang lebar dengannya, tidak boleh tersenyum pada wanita lain, apa kau sanggup?" tanya Zoya
David terkekeh mendengar permintaan Zoya, David bangkit dari kursinya lalu menghampiri Zoya dan memeluknya
__ADS_1
"Apa kesayangan ku ini sedang cemburu?" goda David
"Pikir saja sendiri" jawab Zoya ketus seraya menepis tangan David dari dagunya
"Kau menggemaskan sekali, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.. senyumku, tubuhku, semuanya hanya untukmu "
Wajah Zoya memerah mendengar ucapan David, David yang gemas melihat pipi Zoya bersemu merah lalu mencium pipinya berkali-kali
"Aku minta maaf.. sekarang jangan marah lagi" ucap David
"Baiklah... jangan mengulanginya lagi"
"Kau sudah mengatakan itu berulang kali"
"Aku takut kau lupa" David terkekeh lalu kembali memeluk Zoya
Flashback off
"Aku pulang saat makan siang, kau mau aku bawakan sesuatu?" tanya David
"Tidak... semua sudah ada disini, aku hanya ingin kau pulang saja"
"Baiklah... aku pergi sekarang, hati hati di rumah jika terjadi sesuatu segera hubungi aku" ucap David seraya mengusak puncak kepala Zoya
"Apa yang bisa terjadi padaku di rumah yang banyak pelayan dan penjaganya?"
"Bisa saja nanti sekelompok serangga membawa tubuh kecil mu ke sarangnya " ucap David seraya tersenyum manis
"Iisshh..." Zoya mengerucutkan bibirnya lalu mencubit perut David yang berdiri di sampingnya
David mencium kening Zoya sebelum pergi, Jane hanya bisa menatap keduanya dengan kecemburuan di hatinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zellyn teringat pria yang m*mp*rk*s*nya malam itu, Zellyn meninggalkan temannya dengan alasan pergi ke toilet namun dia mengikuti pria itu
"Aku tidak mungkin salah" gumam Zellyn
Zellyn ingat betul rambut serta postur tubuh pria itu meskipun saat dia sadar pria itu tidur membelakanginya, Zellyn mempercepat jalannya lalu berpura-pura menabrak pria tersebut
"Ahh... maafkan aku " ucap Zellyn seraya memunguti barangnya yang terjatuh
"Lain kali hati hati" ucap pria itu seraya ikut membantu mengambil sisa barang Zellyn
Zellyn berdebar saat mendengar suara maskulin pria itu, saat pria itu menunduk Zellyn membulatkan matanya melihat tato di tengkuk pria tersebut
"Lain kali lebih berhati-hati" ucap pria tersebut seraya memberikan paperbag milik Zellyn
"Zellyn..." mendengar teriakan temannya Zellyn menoleh
Baru beberapa menit saja tiba-tiba pria itu sudah menghilang, Zellyn mencari sekeliling namun tak menemukannya
"Aku yakin pasti dia orangnya" gumam Zellyn
"Siapa?" tanya teman Zellyn seraya ikut celingukan
"Gara gara kau, aku kehilangan dia"
__ADS_1
"Siapa yang kau maksud?" tanya temannya
"Tidak ada... ayo pergi" Zellyn menarik tangan temannya pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kau yakin Zoya suka itu?" Tony berbicara lewat telepon dengan Jane
"Aku tadi sempat mengobrol dengannya, cepatlah kirim sebentar lagi David pulang untuk makan siang" jawab Jane
"Baiklah "
Tony memesan sebuah buket bunga lili besar dan tidak lupa mengisi surat untuk Zoya lalu mengirimkannya ke alamat rumah David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David yang baru saja turun dari mobilnya menoleh saat sebuah motor masuk ke halaman rumahnya, si pengantar bunga turun membawa buket yang begitu besar
"Tunggu... siapa yang memesan bunga?" tanya David menghentikan si pengantar bunga saat hendak naik ke teras rumah
"Ini untuk nona Zoya, tuan"
"Siapa yang pesan?" David bertanya kembali
"Tidak disebutkan siapa pengirimnya, tapi ini ada surat juga"
Zoya mendengar suara David dan langsung keluar menghampirinya, Zoya begitu senang ketika mengira David membelikannya buket bunga lili
"Kau membelikan ini untuk ku? kalau begitu kemari biar aku yang bawa" Si pengantar bunga hendak memberikan bunga namun David menarik Zoya kedalam dekapannya
"Kau bawa saja bunga itu, kekasihku tidak bisa menerima bunga dari sembarang orang" ucap David
"Jadi bukan kau yang memesannya?" tanya Zoya
Zoya melihat surat yang terselip di bunga tersebut lalu mengambilnya, David ikut melihat seurat tersebut saat Zoya membacanya
Hai Zoya... apa kabarmu hari ini?
Aku harap kau baik baik saja, aku tahu kau menyukai bunga lili jadi aku sengaja mengirimkannya ke rumah David, aku harap kau suka
Aku juga berharap dapat bertemu denganmu lagi
^^^Tony^^^
David mengambil surat tersebut lalu merobeknya, Zoya merasakan ketakutan David akan marah padanya karena ulah Tony
"Beraninya bajingan itu" David meremas sobekan kertas
"Kau pergi bawa bunga itu sekarang atau aku akan memasukkan bunga bunga itu kedalam mulutmu" melihat raut wajah David yang sedang marah si pengantar bunga langsung menaiki motornya dan pergi membawa buket bunga tersebut
"Aku tidak tahu kenapa dia bisa tahu aku suka bunga itu" ucap Zoya penuh ketakutan
"Maaf aku tidak tahu apa yang kau suka dan apa yang tidak, aku akan bertanya mulai sekarang" ucap David seraya tersenyum mengelus pipi Zoya
Zoya akhirnya bisa bernafas lega setelah beberapa saat merasakan sesak di dadanya, ternyata David tak marah sama sekali padanya
"Aku lapar... kau masak sesuatu?" tanya David
__ADS_1
"Tentu saja... ayo kita makan aku juga lapar" David berjalan sambil memeluk Zoya