
Mobil David berhenti tak jauh dari kediamannya, David mengambil handphone hendak menelpon pelayan di rumahnya
Sebuah notifikasi masuk dari aplikasi yang dia unduh tentang wanita hamil, mungkin Zoya mudah marah karena hormon kehamilannya
David mengusap wajahnya kasar menyesal karena terbawa emosi, tak seharusnya dia menampar Zoya dan meninggalkannya
Zoya hanya ingin di yakinkan dan di buat merasa tenang, mungkin dia sekarang sedang ketakutan karena David pergi menemui Jane
David pergi ke minimarket dan membeli ice cream juga beberapa cemilan kesukaan Zoya lalu kembali ke rumahnya
Zoya mendengar suara mobil kembali masuk ke halaman rumahnya, hatinya cukup tenang karena David kembali ke rumah
Zoya berpura-pura menutup matanya saat mendengar suara pintu kamar terbuka dan tertutup kembali, Sebuah tangan memeluk Zoya dari belakang sambil menyembunyikan wajahnya di punggung Zoya
"Maaf... aku tak bermaksud berbuat kasar, harusnya aku memahami keadaan mu, kau tenang saja.. aku sudah mengatakan pada Jane untuk tidak menggangguku dan mengatakan aku sudah memiliki anak darimu" tutur David
"Besok kita akan pergi kerumah sakit, aku ingin kau percaya padaku"
Hati Zoya menghangat seketika mendengar ucapan David, dia senang mendengar David mengakuinya di hadapan Jane
David memutar tubuh Zoya agar menghadap kearahnya, David mengelus pipi Zoya yang dia tampar
"Masih sakit?" tanya David
"Pukul aku..." David mengambil tangan Zoya untuk memukulnya
Zoya menarik tangannya lalu memeluk David menyembunyikan wajahnya di dada bidang David, David sedikit mendorong Zoya karena merasa bajunya basah terkena air mata Zoya
"Kenapa kau menangis? aku bawa sesuatu untuk mu" David membangunkan Zoya lalu mengambil sebuah kantong belanja dan memberikannya pada Zoya
Zoya membukanya dengan mata berbinar saat melihat banyaknya ice cream dan cemilan yang di berikan David
"Kau suka? " Senyumnya langsung luntur ketika David bertanya
Tampaknya Zoya masih kesal pada David, Zoya menggeleng sambil memberikan kantong belanjanya pada David
Dalam hatinya sebenarnya Zoya sangat menginginkan ice cream tersebut namun dia masih kesal, David membuka satu ice cream dan menyodorkan sendok ke mulut Zoya
"Makanlah.. baby pasti suka, kau tidak mau dia sedih, bukan?" dengan ragu Zoya menerima suapan dari David
Akhirnya Zoya mengambil ice cream tersebut dan memakannya dengan lahap membuat David mengulum senyumnya melihat tingkah Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
Charlotte sedang beradu mulut dengan Samuel karena masalah perusahaan orang tua Samuel, Charlotte kesal karena baru saja di tegur Samuel saat pulang berbelanja dengan ibunya
"Apa kau tidak berpikir kau dan ibu mu hanya menghamburkan uang? kau seharusnya berhemat" ucap Samuel
"Berhemat, kau menyuruhku berhemat? untuk apa aku berhemat sementara kau akan menghabiskan uangmu untuk menolong kedua orang tua mu, kau lupa? orang tua mu bahkan tak membantu saat kau merintis perusahaan"
"Seperti apapun dan bagaimanapun mereka tetap orang tua ku, kau harusnya bersyukur ibumu bisa hidup lebih baik berkat aku menikahi mu" ucap Samuel
"Apa maksud mu?" teriak Charlotte
"Jika saja dulu aku menikahi Zoya, aku yakin dia akan mendukungku untuk membantu orang tuaku.. tidak seperti kau yang hanya memikirkan kesenangan mu dan ibumu"
"Beraninya kau membahas Zoya di hadapan istrimu" ibu Charlotte tidak terima dengan perlakuan Samuel
Tidak ingin keributan semakin membesar akhirnya Samuel pergi begitu saja, meskipun Charlotte mengejar Samuel
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David benar benar benar mengajak Zoya ke rumah sakit untuk menemui Jane, David juga berniat memeriksakan kandungan Zoya
"Aku pergi ke toilet sebentar"
"Jangan lama lama" Zoya menahan tangan David ketika beranjak dari tempat duduknya
Zoya duduk sendiri di kursi menunggu namanya di panggil dokter, tiba-tiba seseorang duduk di sampingnya membuatnya spontan menoleh
"Hai Zoya... apa yang kau lakukan disini?" tanya Tony
"Aku sedang menunggu antrian, kau sendiri sedang apa disini? mengantar istrimu periksa kandungan juga?" Zoya balik bertanya
"Jadi... kau memeriksa kandungan? kau sedang mengandung?" Tony tampaknya sangat terkejut
Zoya hanya menjawab dengan anggukan kepala, Tony kecewa mendengar Zoya rupanya sedang mengandung benih pria lain
Tony berpikir haruskah dia menyerah dan mengubur cintanya untuk Zoya, jika Zoya sudah menikah maka kemungkinannya mendapatkan Zoya sangat kecil
"Hello... kau melamun?" Zoya melambaikan tangannya di hadapan Tony
"Ny. Zoya... silahkan masuk" suster memanggil nama Zoya
"Aku masuk dulu" ucap Zoya
Tony masih tak percaya jika gadis di hadapannya sedang mengandung, ketika Tony hendak pergi dia berpapasan dengan David
__ADS_1
David tak mengatakan sepatah katapun dan masuk ke dalam ruangan pemeriksaan, Tony semakin tak percaya dengan apa yang di lihatnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tony sedang menyuapi Jane yang masih terbaring di tempat tidur, Jane kehilangan semangat setelah David mengatakan memiliki anak dari wanita lain
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka membuat keduanya menoleh, David masuk ke dalam membuat Jane kembali berbinar
"David... aku tahu kau pasti kembali" ucap Jane
"Bagaimana kabarmu Jane? aku kesini untuk mengenalkan seseorang padamu" David menarik Zoya yang berada tepat di belakangnya
"Zoya..." Tony berdiri dari duduknya
"Kenapa kau bawa koki ini dav? " tanya Jane
"Dia bukan koki... ini Zoya kekasihku dan dia sedang mengandung anak ku" Jane kembali histeris mendengar bahwa Zoya adalah ibu dari anak yang di maksud David
Tony yang tersulut emosi menghadiahkan bogem mentah di wajah David, Zoya memisahkan keduanya dan menghalangi David dengan tubuhnya
"Zoya dia bukan pria baik baik.. aku tidak percaya kau melakukan itu dengan bajingan ini" ucap Tony
"Jika aku bajingan lalu kau pantas di sebut apa? kau dan aku tidak jauh berbeda" jawab David
"Kau bajingan beraninya kau merusak Zoya, aku yakin kau pasti memaksanya, bukan?"
"Rupanya kalian sudah saling mengenal? katakan dimana kau bertemu dengannya?" David menepis tangan Zoya
Jane yang bersedih malah melihat kedua pria itu bertengkar memperebutkan Zoya membuatnya semakin marah, Jane berteriak membuat keduanya berhenti
"Aku hanya ingin kau tak mengharap apapun lagi dariku, aku permisi" ucap David lalu menarik kasar tangan Zoya hingga gadis itu berjalan sempoyongan
"Jangan bersikap kasar padanya, David" Tony berteriak seraya menyusul David
"Aaaarrrggghhh... kenapa mereka malah melupakan aku" teriak Jane
David memasukkan kasar Zoya kedalam mobil, David sangat marah mengetahui Zoya pernah beberapa kali bertemu dengan Tony bahkan mereka tahu nama satu sama lain
"Aku bisa jelaskan" ucap Zoya
"Diam... aku tidak butuh penjelasan dari pembohong sepertimu"
"Tapi aku tidak pernah berbohong " jawab Zoya
__ADS_1
Melihat sorot mata tajam David memandangnya, Zoya pun tak berani mengeluarkan sepatah kata pun
Bahkan saat David mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, Zoya hanya berpegangan tanpa meminta David memperlambat laju mobilnya