
"Zoya... apa kau tidur?" teriak David seraya menggedor pintu
Zoya segera membuka pintu namun setelahnya merasa menyesal keluar terlalu terburu-buru, Zoya menarik rok yang begitu pendek bahkan mungkin rok itu cukup untuk balita
"Singkirkan tangan mu" ucap David ketika Zoya menutup dada dengan satu tangan dan satu tangan lagi berusaha menurunkan roknya
"Ini tidak nyaman" lirih Zoya
David menatap Zoya tanpa berkedip membuat Zoya semakin malu, David menarik tangan Zoya ke sofa lalu mendudukkannya di pangkuannya
"Bisakah aku duduk di bawah saja?" ucap Zoya ragu
"Kenapa?" tanya David
David menyusuri bagian tubuh Zoya yang terbuka dengan hidungnya, menghirup aroma tubuh Zoya dalam dalam
"Ya Tuhan.... aku seperti akan di terkam serigala" batin Zoya ketakutan
Tentu saja Zoya masih menyimpan trauma ketika David memaksanya untuk pertama kali, Zoya berkeringat dengan tubuh gemetar
"Bisakah kau sedikit agresif?" pertanyaan David tentu membuat Zoya cengo
"Bagaimana? aku tidak tahu caranya" lirih Zoya seraya terus menunduk
Zoya memainkan jemarinya dan sesekali meremasnya, hatinya berdebar-debar dia takut akan membuat kesalahan yang membuat David murka
"Kau tidak pernah memiliki kekasih?" tanya David seraya menyingkirkan rambut Zoya ke belakang telinganya
"Kekasihku tidak pernah sekalipun menyentuhku, dia menjagaku dengan baik" jawab Zoya
"Jika dia menjagamu dengan baik mana mungkin dia menjual mu padaku? dia pintar.. menjaga kesucian mu hanya untuk di tukar dengan uang dan dia bermain bersama kakak angkat mu "
"Dia tidak mencintaimu Zoya, kau hanya dianggap seperti barang dagangan " sambung David berbicara dengan bibir menempel di telinga Zoya
Mendengar ucapan David air mata Zoya menetes, tidak ada yang mencintainya dengan tulus seperti ayahnya
"Kau terlihat mirip seperti adikku.. jika saja kau tidak membunuhnya maka hari ini adalah hari ulangtahunnya " teriak David seraya mencengkram erat kedua sisi wajah Zoya
"Tapi aku tidak pernah membunuh siapapun, kau salah paham tuan"
"Kau yang mengemudi hari itu.. kau menabrak adikku " cengkeramannya semakin kuat hingga membuat Zoya kesakitan
Saat Zoya sedang berada di kamar mandi Lisa menelpon David sambil menangis mengingat semua hal tentang anaknya yang meninggal, David kembali teringat hal itu ketika menatap wajah Zoya dan membuatnya kembali menyiksa Zoya
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Selamat ulang tahun sayang" Lisa menangis seraya menatap sebuah foto lalu memeluknya
Martin sebenarnya lebih terluka karena kehilangan dua anak gadisnya, Martin menatap foto anak keduanya dan foto anak pertamanya saat masih bayi
"Kau malah meratapi anak pertamamu yang sudah dua puluh tahun hilang? dimana kasih sayangmu untuk putri kita? hari ini adalah hari ulangtahunnya"
"Apa kau pikir aku tidak memikirkannya juga? istriku juga akan berbicara sepertimu jika aku hanya memikirkan Luna, aku bisa melihat jasad Luna sementara Alice? aku tidak pernah menemukannya walaupun aku sudah mencarinya puluhan tahun" jawab Martin
Martin terjebak dalam masa lalunya dan tak akan pernah bisa keluar, percuma Lisa berusaha mati-matian selama dua puluh tahun karena itu tidak ada artinya
"Kau selalu ingin aku memikirkan mu dan Luna tapi kau lupa bahwa anakku Alice tidak pernah di ketahui dimana keberadaannya"
"Bahkan aku tidak bisa menggantikan orang yang sudah mati" batin Lisa seraya mengepalkan tangannya melihat kepergian Martin
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David yang sedang di kuasai amarah mendapat sebuah telepon dari Jack, seseorang mengeluhkan barang yang dijual oleh David
Yang tak habis pikir adalah barangnya sama sekali bukan yang mereka jual, seseorang telah berkhianat dan menukar barang tersebut
David dan anak buahnya langsung mendatangi markas Tony tanpa rasa takut, David menendang pintu markas Tony hingga pintunya rusak
David dan anak buahnya menumbangkan sebagian anak buah Tony, Peluru David habis dia terpaksa mencari Tony yang bersembunyi dengan tangan kosong
"Keluar kau bajingan.. " teriak David
David melihat sedikit baju Tony dari balik tong besar, diam diam David menghampiri Tony yang bersiap menembak mengacungkan senjata di dadanya
"Hai" ucap David mengejutkan Tony
Ketika Tony hendak menembak David dengan kaki panjangnya menendang pistol yang ada di tangannya hingga terlempar jauh, dengan tangan kosong David bisa mengalahkan Tony dengan mudah
Tony tergeletak dan dengan ganasnya David memukuli wajahnya seraya mencengkram bajunya, Tony yang di pukuli malah mentertawakan David
"Apa yang membuatmu tertawa bajingan?" teriak David
"Haha.. kau.. kau yang membuatku ingin tertawa" ucap Tony
"Beraninya kau mentertawakan aku" David kembali menghajar wajah Tony
"Adikmu yang manis.. hahaha" David berhenti saat Tony menyebut tentang adiknya
__ADS_1
"Adik mu mati mengenaskan.. sayang malam itu aku belum sempat menikmati tubuhnya.. hahaha"
Mendengar itu David mengangkat tubuh Tony lalu melemparnya, Tony terbatuk dengan darah keluar dari mulutnya
"Apa maksudmu sialan?" David hendak menghampiri Tony namun sebuah tembakkan menghentikan langkahnya
Rupanya David melempar tubuh Tony ke dekat pistolnya, Tony melepaskan tembakkan hingga mengenai sebelah dada David
Beruntung tembakkan Tony meleset dan mengenai dada bagian atas David, Jack melihat David tertembak segera menolongnya dan membawanya pergi
Tony tergeletak tak berdaya bersama anak buahnya saat mereka pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di markas Jack seperti biasa akan mengeluarkan peluru dari tubuh David sekaligus mengobatinya, sekarang David harus mencari tahu bagaimana adiknya bisa meninggal, Apakah itu ada campur tangan Tony atau tidak.
"Tony mengatakan sesuatu?" tanya Jack
"Cari tahu penyebab kematian Luna, aku curiga ada keterlibatan Tony " ucap David
"Bagaimana jika Zoya tidak bersalah dalam hal ini?"
"Kenapa kau sangat peduli padanya?" ucap David dengan penuh kemarahan
"Bukan begitu... aku hanya khawatir penyebab kematian Luna memang karena ulah Tony, dan apa yang selama ini kita lakukan pada gadis itu salah"
"Aku tidak peduli, siapapun yang terlibat tidak akan aku ampuni.. kau urus saja pekerjaan kita jangan mengkhawatirkan Zoya sedikitpun atau aku akan menutup mulutmu untuk selamanya " David terlihat kesal saat Jack mengkhawatirkan Zoya
David menarik kasar perban dari tangan Jack dan membalut lukanya sendiri lalu pergi tanpa sepatah katapun, Jack tidak mengerti kenapa David semarah itu
Apa karena dia membela Zoya atau justru karena Jack mengkhawatirkan Zoya, akhir akhir ini David memang selalu sensitif jika Jack membahas Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David sampai di rumahnya saat hari hampir pagi, Zoya masih terlelap di ranjangnya dengan wajah dan tubuhnya di penuhi luka memar
David kembali menyiksa Zoya setelah sempat memperlakukan Zoya dengan baik, Zoya bagai di beri harapan lalu di hancurkan begitu saja dengan kekejaman David
"Zoya bangun.. " David menepuk pipi Zoya
Beberapa kali David membangunkan gadis itu namun tak ada respon
"Zoya..." teriak David membuat Zoya terlonjak
__ADS_1
Zoya yang masih ketakutan menutup kepalanya dengan tangan mengira David akan kembali memukulnya