
"Apa yang dia lakukan hari ini?" David menelpon pelayan di rumahnya untuk menanyakan Zoya
"Nona Zoya meminta akuarium kecil juga ikan untuk di letakkan di kamarnya, mungkin sekarang nona Zoya sedang menata akuariumnya tuan"
"Dia tidak meminta diantar ke luar?" tanya David
"Tidak tuan.. tadi dia hanya menanyakan kapan tuan akan pulang"
"Katakan padanya aku akan pulang saat makan siang"
David benar benar menepati kata katanya dan itu membuat Zoya betah tinggal disana, meskipun berat untuk Zoya melupakan apa yang di perbuat David padanya namun kebaikan David perlahan bisa menebus kesalahannya
Tok.. tok.. tok..
"Nona... tuan David mengatakan akan pulang saat makan siang " ucap seorang pelayan
"Ya.. baiklah" jawab Zoya yang masih menatap gemas ikan di dalam akuarium
"Aku akan memasak untuknya, mungkin dia memang menyebalkan tapi dia baik akhir akhir ini" gumam Zoya
"Kalian tunggu dulu disini.. aku segera kembali" ucap Zoya pada ikan ikannya
Zoya langsung turun ke dapur dan mulai memasak, kakinya sudah sembuh membuat Zoya leluasa berjalan kesana kemari
Zoya memasak sambil bersenandung kecil seraya menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, saat menaruh masakannya di meja wajah Zoya memerah seketika
Rupanya David sudah berdiri bersandar di pintu dapur melipat tangan di dada, Zoya segera berbalik membelakangi David sambil memejamkan matanya
Zoya menetralkan rasa malunya sebelum dia kembali berhadapan dengan David, saat Zoya kembali berbalik betapa terkejutnya dia karena dahinya terbentur dada bidang David
"Se..sejak kapan kau disini?" tanya Zoya
"Sejak awal sampai akhir.. gerakan tubuhmu lumayan, tidak begitu kaku " bisik David di akhir kalimatnya
"Ahhaaa... kau makanlah, aku tidak bisa menemanimu " Zoya tersenyum kikuk sedikit mendorong David agar menjauh dari tubuhnya
"Mau kemana kau?" David menarik pinggang Zoya saat hendak kabur
"Aku belum mandi... kau lapar bukan? makanlah selagi hangat" Zoya terburu-buru melepaskan tangan David dari pinggangnya lalu berlari kabur menuju kamarnya
"Cih... aku suka melihatnya ketakutan " gumam David seraya tersenyum smirk
"Kenapa aku merinding saat dia menyentuhku, jantungku..." Zoya menyandarkan tubuhnya di pintu sambil memegangi dadanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kau sudah mendapatkan identitas wanita itu?" tanya Lisa pada seseorang di sebrang telepon
"Sudah nyonya.."
__ADS_1
"Kita bertemu di luar, aku kirim lokasinya" ucap Lisa
Lisa meminta Zellyn untuk mengantarnya bertemu dengan orang suruhannya, setibanya di sebuah pusat perbelanjaan Lisa mengambil sebuah amplop yang di berikan pria itu
"Anda bisa baca detailnya, satu yang pasti.. gadis itu ada di tempat kejadian saat anak anda meninggal"
"Ini bayaran mu.. aku akan panggil kembali saat aku membutuhkanmu" ucap Lisa
"Senang bekerja sama denganmu nyonya" ucap pria itu lalu pergi
"Bibi lihat... David bersama seorang wanita" Zellyn menunjuk David yang sedang berdiri menunggu lift terbuka bersebelahan dengan seorang wanita
"Wanita itu...."
"Ikuti mereka" titah Lisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Nancy... apa kau pernah belanja di pusat perbelanjaan besar di kota ini?" tanya Zoya
"Tidak pernah.. semua pelayan disini dilarang keluar tanpa penjaga, kami hanya belanja kebutuhan bulanan itu pun kadang tuan sudah membelinya dan diantar ke rumah"
"Kenapa kalian bertahan bekerja disini? padahal disini seperti tahanan" Nancy segera menutup mulut Zoya
"Ssstt... jangan bicara seperti itu nanti tuan dengar, kami bertahan karena gaji kami yang besar.. aku bisa menyekolahkan adik adikku di sekolah internasional karena bekerja disini, kita akan aman selama kita tidak banyak tanya, penurut dan setia" bisik Nancy
"Tetap saja kita tidak punya kebebasan " ucap Zoya
"Tidak... maafkan aku Zoya, aku tidak bisa menemanimu "
"Tapi kenapa?"
"Aku takut.. lagi pula kau akan di temani pengawal untuk apa mengajakku?" tanya Nancy
"Aku takut pergi bersama mereka, lihat saja tubuh mereka besar besar.. aku punya trauma dengan mereka" Zoya menunjuk kearah pengawalnya dengan ujung mata
Zoya masih takut dengan mereka karena pernah di seret dan di paksa masuk ke rumah David, itulah alasan kenapa Zoya tidak meminta izin untuk keluar karena takut dengan para pengawal yang di perintahkan David
"Aku ingin jalan jalan" Zoya menjatuhkan tubuhnya di ranjang
"Jalan jalan saja bersama mereka, aku harus kembali bekerja" Nancy meninggalkan Zoya di kamarnya
Ketika nancy keluar rupanya David berada di depan pintu kamar Zoya, dia mendengar ucapan Zoya yang ternyata tidak meminta keluar karena takut dengan pengawalnya
"Tuan..."
"Kembali bekerja" ucap David
Mendengar suara derap langkah mendekat Zoya menengadah, saat David duduk di tepi ranjang Zoya segera berdiri menjauh
__ADS_1
"Ganti baju mu.. kita pergi" ucap David
"Pergi kemana?" tanya Zoya
"Bukankah kau ingin pergi jalan jalan? aku akan mengantarmu "
Zoya menatap David penuh curiga, Zoya takut David akan meminta imbalan yang aneh-aneh setelah berbaik hati
"Kau masih tidak percaya padaku? baiklah.. jika kau tidak mau aku akan kembali ke kantor"
"Tunggu... kau serius mau mengajak ku? kau tidak akan meminta imbalan?" David tersenyum smirk seraya mengangkat sebelah alisnya
"Aku akan meminta jika kau menawarkan" ucap David
"Kalau begitu tidak perlu"
"Aku tidak akan mengingkari janjiku, jadi kau mau pergi atau tidak? bukankah aku sudah mengatakan bahwa kau akan mendapatkan apa yang kau mau?"
"Baiklah.. tunggu sebentar aku akan ganti baju dulu" David keluar dari kamar Zoya dan menunggunya di luar
Setelah selesai mengganti baju Zoya menyusul David yang sudah berada di mobil, Zoya masuk kedalam mobil dan langsung duduk memasang sabuk pengaman
David masih belum menyalakan mobilnya dan malah menatap Zoya, Zoya mengangkat kedua alisnya seolah bertanya ada apa
"Hapus riasan ini terlalu tebal" David mengambil tisu dan mengelap wajah serta bibir Zoya
"Aku hanya memakai bedak tipis dan lipbalm" ucap Zoya
Zoya memang tidak merias wajahnya berlebihan hanya saja David tidak rela Zoya terlihat cantik, David tak menjawab dan mengelap wajah Zoya sampai bersih
"Tuan... sepertinya sudah bersih, kau menyakitiku" Zoya memegang tangan David
"Lain kali saat keluar rumah jangan memakai riasan wajah"
"Baiklah" Zoya hanya bisa menuruti perkataan David
Sesampainya di pusat perbelanjaan Zoya sama sekali tak memilih apapun, gadis itu hanya senang berkeliling membuat David kebingungan
"Sudah satu jam kita berkeliling, apa kau tidak ingin membeli sesuatu?" tanya David yang sudah mulai bosan menemani Zoya
"Siapa yang mengatakan ingin belanja? aku hanya ingin jalan jalan" Jawab Zoya
"Kau membuang waktuku saja, beli sesuatu agar aku tak seperti orang bodoh hanya menemanimu berkeliling sampai satu jam lamanya"
"Tuan.. Kau sudah membelikan kebutuhanku, aku harus beli apa? " ucap Zoya
"Apa kau lapar? menemani orang bodoh membuat perutku keroncong "
"Siapa orang bodoh? kau mengejek ku?" Zoya menunjuk dirinya sendiri
__ADS_1
"Tidak... itu bukan mengejek tapi kenyataannya, ayo cari makan dulu sebelum pulang" David dan Zoya masuk ke dalam lift