Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 85


__ADS_3

"Dia pergi meninggalkanku sendirian disini?" Zoya begitu kesal karena satu hari David pergi dan belum juga kembali membawa Zoe


David menempatkan Zoe di rumah lain dan sekarang David sedang menemani Zoe hingga melupakan Zoya, Zoya gelisah ketika David belum juga mempertemukannya dengan anak semata wayangnya


"Dia benar-benar menyebalkan" Zoya menelpon nomor David berulang kali namun tidak ada jawaban


Ditempat lain David dan Zoe sedang tertidur di sofa setelah puas bermain, David tak mendengar panggilan telepon dari Zoya


"Eemmhh... hooaam" Zoe menggeliat dan menguap


"Ayah aku haus" ucap Zoe


"Tunggu sebentar" David mengambilkan air untuk Zoe


Setelah kembali David meraih handphonenya dan melihat panggilan tak terjawab hingga puluhan kali, David tersenyum seraya melakukan panggilan telepon


David mengisyaratkan Zoe agar tidak bersuara ketika dia menelpon Zoya, Zoe hanya mengangguk sebagai jawaban


"Hai sayang.. maaf aku baru saja bangun tidur" ucap David


"Sayang? namaku Zoya bukan sayang, jangan banyak basa basi sekarang bawa anakku kemari. kau keterlaluan sudah menahan ku disini sementara kau meninggalkanku " cecar Zoya


"Jadi maksudmu kau ingin aku menemanimu, begitu?"


"Tii..tidak.. bukan begitu, sekarang jangan banyak bicara dan segera bawa Zoe kemari" David dan Zoe tertawa tanpa suara mendengar jawaban Zoya


"Baiklah karena kau sudah merindukanku maka tunggu aku pulang sayang"


"Aku tidak merindukan bajingan, sekarang bawa Zoe kemari" pekik Zoya


"Aku tutup teleponnya.. aku tiba di rumah sekitar 20 menit lagi, dandan yang cantik " ucap David


"Tidak tunggu.. jangan tutup teleponnya aku belum selesai bicara, Daviiiid " setelah mendengar teriakan frustasi Zoya kini David memutuskan sambungan teleponnya


David dan Zoe tertawa setelah mengerjai Zoya, keduanya sama sama suka ketika melihat Zoya mengoceh


"Ayah harus meninggalkanmu lagi, ayah janji lusa kita akan kembali bersenang-senang" ucap David seraya mengusak puncak kepala Zoe


"Pergilah ayah.. meluluhkan hati ibu tidaklah mudah" jawab Zoe


Zoe tahu bagaimana kerasnya sifat sang ibu yang tidak mudah menerima seseorang di hatinya, Tony saja yang berjuang bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan hati Zoya


"Baiklah.. disini banyak pengawal dan pelayan kau bisa minta apapun pada mereka. jangan sungkan, kau bosnya sekarang " Zoe mengangguk sambil tersenyum


Rasanya seperti mimpi saat Zoe bisa melakukan apapun dan semua keinginannya selalu terpenuhi, Zoe merasa seperti pangeran di istana kerajaan


"Ayah pergi dulu, bersenang-senanglah saat ayah tidak ada"


"Baik ayah.. hati hati di jalan " David mencium puncak kepala Zoe lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Maya selalu murung karena sudah dua hari David belum juga kembali, David juga tak meminta maaf dan membujuknya setelah membentaknya tempo hari

__ADS_1


"Sayang makanlah.. dari semalam kau belum makan" Zellyn membawakan makanan kekamar Maya


"Aku tidak berselera untuk makan ibu, aku ingin ayah" lirih Maya


Zellyn meletakkan makanan di atas nakas lalu memeluk Maya, Zellyn terkejut saat merasakan suhu tubuh Maya yang panas


"Sayang makanlah kau demam dan harus minum obat" ucap Zellyn


"Aku tidak akan makan sebelum ayah pulang, bujuk ayah agar pulang Bu.. aku takut ayah akan membuang kita" rengek Maya


"Sayang ibu sudah coba tapi.." ucapan Zellyn terputus saat Maya merintih kesakitan


"Ibu aduh.. kepalaku.." Maya tiba-tiba jatuh pingsan


"Sayang bangun.. " Zellyn berulang kali menepuk pipi Maya namun tak ada respon


Zellyn segera mengangkat tubuh Maya dan membawanya ke rumah sakit, Zellyn terus menerus menghubungi nomor telepon David berkali-kali namun David tak menjawab teleponnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya sedang membuat mie instan di dapur, tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya


Zoya refleks membenturkan kepalanya ke wajah orang yang berada di belakangnya, tangan besar tersebut melepaskan pelukannya lalu memegangi hidungnya


"Zoya..." David menggeram


"Maaf.. kau mengejutkanku" ucap Zoya tanpa merasa bersalah


Sebenarnya Zoya sudah melihat keberadaan David di dapur dari pantulan kaca, Zoya sengaja membenturkan kepalanya ke wajah David untuk memberi pelajaran pada pria itu


"Kau banyak uang, bukan? operasi saja " ucap Zoya dengan entengnya


"Kau..."


"Minggir.. aku lapar" Zoya menabrak bahu David saat melewatinya


"Sekarang kau sudah lebih berani, tapi aku suka" ucap David seraya mengikuti langkah Zoya


David kembali memeluk Zoya yang sedang duduk di kursi, David tak melepaskan pelukannya meskipun Zoya berontak seraya marah marah


"David lepaskan.. aku akan benar-benar mematahkan hidungmu" ancam Zoya


"Benarkah? aku ingin coba seberapa tangguh dirimu" bisik David membuat Zoya merinding


Zoya kembali hendak membenturkan kepalanya namun David berhasil menahannya, setiap serangan Zoya dapat ditahan oleh David hingga kini pergerakan Zoya di kunci oleh david


"David lepaskan.. aku ingin makan"


"Aku bisa menyuapi mu " David meraih sendok dan mengulurkannya ke mulut Zoya


Zoya tidak mau membuka mulutnya sementara David masih memaksa, Zoya merasa sesuatu bergetar dari saku David


"Ponselmu bergetar, seseorang pasti menelpon" ucap Zoya

__ADS_1


"Aku tahu, aku tidak ingin menjawabnya''


"Jawab dulu itu pasti penting" Zoya meletakkan sendok yang di pegang David


"Aku tidak mau, makan makanan yang aku suapi baru aku akan menjawab teleponnya" David malah semakin memeluknya seraya menempelkan pipinya ke pipi Zoya


"Aku akan makan setelah kau menjawab telepon, bagaimana jika yang menelpon itu Zoe? aku takut terjadi sesuatu pada Zoe "


Mendengar nama Zoe kini David terburu-buru mengambil ponselnya dari saku, dengan malas David menjawab telepon tersebut


"Kenapa?" tanya David


Zoya memandang David yang sedang bicara dengan ketusnya, Zoya bisa menebak siapa yang sedang berbicara dengan David


"Bukankah itu tugasmu? kau ibunya, memangnya aku bisa apa jika berada disana?"


"Baiklah aku kesana" Tanpa bicara lagi David memutuskan sambungan teleponnya


"Aku harus pergi, makan yang banyak jangan hanya makan mie instan" ucap David seraya mengusap kepala Zoya lalu pergi


"Mau kemana dia?" gumam Zoya


"Apa peduliku? bukankah lebih baik jika dia tidak ada disini?" sambungnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"David.. Maya sakit dan sekarang berada di rumah sakit dia terus memanggil nama mu, seharusnya kau menemaninya disini" ucap Zellyn


"Aku mohon David, demi Maya" Zellyn menangis tersedu melihat keadaan Maya dari balik pintu rumah sakit


"Terimakasih" Zellyn tak sanggup jika Maya tahu dia bukanlah anak David


Zellyn duduk di lantai seraya memeluk kedua lututnya, tiba-tiba seseorang mengulurkan sapu tangan


Zellyn menengadah menatap wajah orang tersebut, tangan Zellyn terulur mengambilnya


"Terimakasih" Ucap Zellyn


"Butuh bantuan?" tanya Tony seraya membantu Zellyn untuk berdiri


Zellyn hanya menggeleng dan masih menyeka air matanya, Tony menemani Zellyn duduk meskipun Zellyn tak bicara dan hanya menangis


"Dimana Maya?" Suara bariton itu membuat keduanya menoleh


"David.." Zellyn berdiri setelah melihat kehadiran David


"Untuk apa dia disini?" tanya David melihat Tony


"Aku hanya menemaninya, dia terlihat bersedih"


"Oh.. aku kesini hanya untuk menemui Maya" David langsung masuk ke ruangan dimana Maya dirawat


"Kenapa dia bersikap dingin padamu?" tanya Tony

__ADS_1


"Entahlah... terimakasih kau sudah menemaniku, ini aku kembalikan nanti jika kita kembali bertemu " ucap Zellyn lalu ikut masuk meninggalkan Tony


__ADS_2