Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 57


__ADS_3

Satu bulan sudah Jane tinggal di rumah David, satu bulan pula rencana demi rencana memisahkan David dan Zoya dia lakukan


Bukannya semakin merenggang namun hubungan mereka malah semakin mesra, Perut Zoya juga sudah mulai mulai sedikit berubah


"Halo baby bear.. jangan nakal di dalam sana, jangan membuat ibumu kesulitan atau ayah akan menghukum mu" ucap David membungkukkan badannya berhadapan dengan perut Zoya


"Apa yang kau katakan? kau menakutinya"


"Anakku bukan penakut, dia akan menjadi anak yang kuat demi melindungi ibunya" Jawab David


"Aku berangkat dulu.. kau berhati hati di rumah, aku akan pulang cepat setelah urusanku selesai" sambung David lalu mengecup kening Zoya


"Baiklah.. sebenarnya aku tidak ingin kau pergi" Zoya memeluk David erat


"Aku hanya pergi untuk beberapa hari, aku tidak bisa membawamu karena khawatir dengan keadaan mu dan bayi kita"


"Berjanjilah akan kembali secepatnya " David mengangguk sambil memeluk Zoya


David sudah pergi dengan mobilnya meninggalkan halaman rumah, berselang beberapa menit sebuah mobil masuk ke kediaman David


Seorang pria turun sambil tersenyum membawa bunga juga paperbag di tangannya, wajah Zoya berseri saat melihat pria tersebut. ada kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan saat melihatnya


"Apa kabar nak? lama tidak berjumpa" ucap Martin


"Kabar baik tuan.. tuan sendiri apa kabar?''


"Sangat sangat baik... aku dengar kau sedang mengandung?" tanya Martin dan di jawab anggukan oleh Zoya dengan malu malu


"Kita bicara di dalam saja tuan"


"Ini ada sedikit oleh oleh, sudah satu bulan aku berada di luar negeri dan mendapatkan kabar bahwa kau sedang mengandung lalu aku segera pulang" ucap Martin


"Terimakasih tuan.. ''


Martin dan Zoya masuk kedalam rumah di ikuti pelayan yang di tugaskan untuk mengawasi Zoya, Martin menatap tajam saat melihat Jane sedang duduk di ruang tamu


"Hai paman... apa kabar? lama tidak bertemu" Jane berdiri seraya mengulurkan tangannya


"Kenapa kau ada disini? apa kau tidak malu berada di rumah mantan kekasih mu sedangkan dia sudah memiliki kekasih bahkan akan memiliki anak?" Martin langsung mengecam Jane yang tinggal di rumah David


"Dia baru menjadi kekasih David bukan istrinya, lagi pula David yang membawaku kesini" ucap Jane


"Bisa ikut aku sebentar" Martin membawa Zoya ke ruangan kerja David


Martin bertanya tentang bagaimana awalnya Jane bisa tinggal bersama mereka, akhirnya Zoya menceritakan semuanya pada Martin


"Kau tahu siapa dia? dia mantan kekasih David" ucap Martin


"Aku tahu... tapi aku tidak bisa melakukan apapun, aku bukan siapa siapa " lirih Zoya


"Kau kekasihnya , harusnya dia memahami perasaanmu"


"Hanya kekasih bukan istri" jawab Zoya lemah


"Tapi kau mengandung anaknya, aku akan bicara pada David tentang ini"

__ADS_1


"Tidak perlu tuan.. aku dan David baik baik saja, aku takut jika anda ikut campur justru akan memperburuk hubungan ku dengan David " ucap Zoya


"Baiklah.. hati hati dengan wanita itu"


"Aku bisa mengatasinya "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Saat tengah malam Zoya melewati kamar Jane yang berada di dekat tangga, pintunya sedikit terbuka lalu Zoya mendengar Jane berbincang dengan seseorang lewat telepon


"Apa kau benar benar akan menikahinya?"


"Tidak.." jawab pria yang suaranya sangat familiar di telinga Zoya


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita? kapan kau akan meninggalkan Zoya?" tanya Jane setengah merengek


"Akan ada waktunya nanti"


"Aku tidak bisa lama lama melihat kalian berdua bermesraan, apa kau akan meninggalkannya setelah dia melahirkan?" tanya Jane


"Ya... setelah dia melahirkan "


Zoya menutup mulutnya tak terasa air matanya mengalir begitu saja, perih rasanya saat mendengar seseorang yang dia mulai percaya lagi lagi mengkhianatinya


Zoya berlari kembali ke kamarnya menangis menumpahkan perasaan sesak di dadanya, Jane tersenyum jahat lalu menutup pintunya setelah Zoya pergi


Yang terjadi sebenarnya Jane sengaja merekam percakapannya dengan David lalu memotong sebagian ucapan David, Jane sepertinya berhasil menciptakan sebuah pertengkaran diantara keduanya


Flashback on


"Tentu saja.. aku mencintainya, tapi tidak untuk sekarang " jawab David


"Lalu kapan kau akan menikahinya?"


"Akan ada waktunya nanti, yang jelas ini tidak ada hubungannya denganmu jadi berhentilah bertanya" jawab David


"Aku hanya ingin tahu kapan pastinya kau menikah dengan Zoya, aku akan memberikan kado terbaik untuk kalian, apa kalian akan menikah setelah Zoya melahirkan?"


"Ya... setelah dia melahirkan, berhenti bertanya dan pergi aku masih banyak pekerjaan " jawab David mengusir Jane yang datang ke kantornya


Flashback off


Sebenarnya itulah yang terjadi namun akal bulus Jane membuat Zoya berpikiran buruk tentang David, David melihat Zoya menangis di kamarnya dari cctv di kamarnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa Zoya menangis ?" David bertanya tanya


David mencoba menelpon lewat telpon rumah yang ada di kamar zoya namun Zoya tak menjawab, akhirnya Zoya menelpon nancy untuk memberikan handphonenya pada Zoya


"Nona... nona.. buka pintunya, tuan ingin bicara" ucap Nancy


"Katakan saja aku sudah tidur" terdengar suara Zoya


"Tapi nona..."

__ADS_1


"Pergilah.. jangan ganggu aku" teriak Zoya


Zoya melihat kamera yang di pasang David lalu menutupnya dengan handuk, David mengumpat kesal dengan sikap Zoya


"Ada apa dengannya, siapa yang membuatnya menangis?" gumam David


Jika saja David juga memasang kamera tersembunyi di kamar Jane dia pasti akan mengamuk sekarang, David tak bisa melakukan apapun karena urusannya belum selesai


"Aku hubungi dia besok saja" David merebahkan tubuhnya di ranjang


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Saat pagi hari Zoya sedang sarapan di meja makan sendirian, Jane lalu duduk di sebrang kursi berhadapan dengan Zoya


"Selamat pagi" ucap Jane seraya tersenyum namun Zoya tak menanggapinya


Jane mengambil sarapannya namun belum sempat dia memakannya tiba tiba Zoya menjatuhkan semua hidangan yang ada di atas meja, Jane terperanjat hingga berdiri dari duduknya


"Zoya ada apa denganmu?" tanya Jane


"Apa yang kalian rencanakan?" Zoya menghampiri Jane dan mencekiknya


"Zoya.. uhuk.. uhuk.. lepaskan aku" Jane memukul mukul tangan Zoya agar melepaskannya


"Kalian ingin macam macam denganku? aku sudah mendengar semuanya"


"Zoya hentikan " Jane hampir kehabisan oksigen


Jane tak melawan karena tahu disana ada kamera cctv, Jane berhasil melepaskan diri dari Zoya dan berlari ke tempat yang tak terjangkau kamera cctv


Zoya yang belum puas mengejar Jane untuk melampiaskan amarahnya, entah keberanian darimana Zoya dapatkan hingga sikapnya yang selalu kalah kini seperti macam betina yang kelaparan


"Apa yang kau inginkan Zoya?" ucap Jane


"Aku yang harusnya bertanya, apa yang kalian inginkan dariku?" ucap Zoya


"Aku dan David menginginkan anak yang ada di kandungan mu, kau tahu Zoya? setelah kau melahirkan David akan membunuhmu dan mengambil anak itu"


"Aku akan menjadi ibunya sementara kau... kasihan sekali nasib mu" ucap Jane sambil tertawa


"Jangan bermimpi... aku tidak akan menyerahkan anakku pada kalian, jika aku mati maka aku akan membawa anak ini bersamaku" jawab Zoya


"Benarkah? apa kau bisa melawan David? kemanapun kau pergi aku yakin David akan mampu menemukanmu dan pada saat itu kalian ibu dan anak akan terpisah"


"Lahirkan anakmu sendiri, kalian bedebah.. aku akan membunuhmu " Zoya menghampiri Jane namun sekarang Jane tak selemah tadi


Jane mendorong Zoya tampak dia terjatuh, beruntung Zoya dan bayinya tidak apa apa


"Lihat ini... kau masih tidak tahu malu berada di sisi David? kau hanya dianggap sebagai penghasil anak karena aku tidak ingin melahirkan" Jane melempar beberapa lembar foto yang sudah payah dia dapatkan


Jane menyewa ahli untuk memotretnya dan David, Jane yang memaksa David namun seolah terlihat David dan Jane sedang bermesraan. namun, kenyataannya David malah mengusirnya


Saat Zoya mematung menatap foto tersebut Jane pergi meninggalkan rumah David, setelah beberapa saat Zoya bangun sambil menyeka air matanya


"Jadi kau hanya bersikap manis untuk menutupi kebusukan mu David? aku akan meninggalkan mu sebelum kau bertindak" ucap Zoya sambil membuang foto tersebut ke tempat sampah

__ADS_1


__ADS_2