
"Kau ingin makan sesuatu?" Tanya David saat Zoya tak nafsu makan
"Apa kau akan mencarikannya?"
"Apa yang tidak aku berikan untuk mu? ayo katakan" Zoya terlihat ragu mengatakannya
"Aku.... aku ingin madu"
"Baiklah.. ayo kita beli" David beranjak dari kursi
"Tapi yang sarangnya masih menempel "seketika perasaan David menjadi tidak enak
"Maksudnya? kita pergi ke peternakan lebah, begitu?"
"Aku ingin madu yang tumbuh liar" David menjatuhkan tubuhnya ke kursi
"Apa kau gila? itu berbahaya, jika di sengat lebah bagaimana?"
"Ya sudah kalau tidak mau, kenapa tadi kau bertanya segala" Zoya beranjak pergi dengan bibir cemberut
"Sayang maksudku bukan seperti itu, kita beli yang ada di peternakan saja, ya?" David menyusul Zoya
"Tidak... aku mau lihat sendiri kau mengambil madu itu untuk ku"
"Astaga... kau ini" David memijat keningnya
"Tuan maaf... mungkin nona Zoya sedang ngidam, itu biasa terjadi pada wanita hamil" Ucap seorang pelayan yang kebetulan mendengar percakapan mereka
"Ngidam? lalu bagaimana jika aku tidak mau?" ucap David
"Ya sudah aku tidak mau makan" Zoya melanjutkan langkahnya sambil menghentakkan kakinya
"Tuan lihat sendiri" ucap pelayan itu dengan nada pelan
"Astaga... baiklah sayang ayo pergi " David memutar bola matanya jengah menyusul langkah Zoya
"Menggemaskan sekali" pelayan itu menggelengkan kepalanya melihat tuannya yang kejam bak singa kalah dengan seorang gadis
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Lisa mengintip dari jendela kamarnya saat seorang pria mondar-mandir di depan gerbang, pria tersebut juga mencoret gerbang rumah Lisa dengan cat semprot
Melihat penjaga rumah yang di tugaskan oleh David mendekati gerbang dengan cepat Lisa menelpon penjaga tersebut, Lisa sudah tahu pria di depan sana pasti adalah orang suruhannya yang waktu itu di perintahkan untuk membunuh Zoya
Pria itu memanfaatkan peluang untuk memeras Lisa, tentu saja Lisa tidak ingin anak buah David tahu tentang semua itu
"Bisa kesini sebentar, beritahu temanmu juga" ucap Lisa pada penjaga
"Baik nyonya"
Lisa memerintahkan keduanya untuk mencari sesuatu di halaman belakang, Lisa memanfaatkan keadaan untuk menemui pria itu
"Apa lagi yang kau inginkan?" tanya Lisa ketika membuka gerbang
__ADS_1
"Tentu saja aku ingin uang, jika aku tak menembak anak buahku mungkin anak angkat mu itu akan tahu jika kau dalang di balik penculikan gadis itu"
"Berapa yang kau minta? ini yang terakhir dan pergilah sejauh mungkin" ucap Lisa
"1 milyar, aku akan pergi dari kota ini"
"Apa kau gila? darimana aku mendapatkan uang sebesar itu?"
"Dari brankas suamimu, bukankah dia orang kaya?"
"100juta" ucap Lisa menawar
"Tidak... " Pria itu menggelengkan kepalanya
"200 juta, itu penawaran terakhir "
"500 juta, berikan uangnya sekarang atau aku akan datangi anak mu" ancam pria itu
"Baiklah... tunggu disini"
Lisa memasukkan semua uang tabungannya kedalam koper kecil lalu kembali membawanya pada pria itu, pria tersebut membuka koper dan tersenyum penuh kemenangan
"Pergi sejauh mungkin dan jangan tunjukan lagi wajah mu di hadapanku" ucap Lisa
"Senang berbisnis dengan mu" pria itu tersenyum puas lalu pergi
"Sial" umpat Lisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David menatap tajam pada anak buahnya saat melihat mereka diam diam tersenyum, seketika anak buah David merubah raut wajah mereka menjadi serius
"Kau tunggu di mobil" ucap David pada Zoya
David akan membalas dendam pada anak buahnya yang diam diam mentertawakannya, David mulai naik ke sebuah pohon yang menjulang tinggi
Saat David memotong sarang lebah para koloni lebah mengerubunginya, David melempar sarang yang berisi larva lebah pada anak buahnya
Seketika mereka lari terbirit-birit karena koloni lebah menghampiri mereka, Jack menarik pintu mobil namun ternyata terkunci
David yang masih berada di atas pohon menunjukkan kunci mobil mereka, akhirnya anak buah David melompat kesebuah sungai
"Rasakan itu" ucap David seraya turun
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Ayah Samuel berjalan gontai memasuki rumahnya, Sang istri yang melihat suaminya sedang tidak baik baik saja segera menghampirinya
"Kenapa suamiku?" tanya ibu Samuel
"Bisnis kita.. bisnis kita hancur"
"Apa... hancur? bagaimana bisa?" pekik ibu Samuel
__ADS_1
"Entahlah... aku istirahat dulu" Ayah Samuel enggan menjelaskan apapun
"Sayang tunggu... lalu bagaimana kelanjutannya?" Ibu Samuel mengejar suaminya
David benar benar mewujudkan keinginan Zoya, mungkin gadis itu sedang tersenyum senang sekarang
Orang yang selama ini selalu memandang rendah dirinya bahkan saat Zoya masih menjadi kekasih Samuel akhirnya tidak bisa menyombongkan diri lagi, Dia harus menelan pil pahit karena bisnis suaminya yang selama ini selalu dia bangga banggakan hancur dalam sekejap mata
"Bagaimana ini? aku memesan tas branded dari teman ku, bagaimana aku bisa mengganti uang arisan yang sudah lebih dulu aku dapatkan? bagaimana aku harus membayar semuanya?" ibu Samuel duduk lemas saat suaminya menjelaskan semuanya
"Jual semua yang ada, kita juga harus membayar hutang hutang, kartu kredit, dan harus memiliki pegangan"
"Tidak... aku tidak akan menjual semua milikku, aku akan meminta bantuan Samuel" Ibu Samuel beranjak pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Oke mommy bear... madu sudah ada di hadapan mu"
"Kenapa kau memanggilku mommy bear?" ucap Zoya dengan bibir mengerucut
"Karena mungkin yang ada di dalam perutmu adalah bayi beruang, kalian berdua beruang madu"
"Kalau begitu kau juga Daddy bear.. ini anakmu, mungkin keinginannya yang menyebalkan menurun darimu" jawab Zoya membuat anak buah David kembali mengulum senyum
"Kalian masih berani mentertawakan aku? apa bengkak di wajah dan tubuh kalian kurang banyak?" tanya David dengan tatapan tajam
Wajah Jack dan teman temannya bengkak karena sengatan lebah belum lagi tubuh mereka basah kuyup, David memang kejam, tega teganya dia melakukan itu pada anak buah yang selalu setia padanya
"Kau kejam sekali... kasihan mereka, harusnya kau membiayai pengobatan mereka" ucap Zoya
"Kalian ingin pergi berobat?" tanya David dan di jawab anggukkan oleh anak buahnya
"Peluru saja kalian keluarkan sendiri kenapa sekarang manja sekali? ya sudah sana pergi" David mengeluarkan semua uang yang ada di dompetnya dan menaruhnya diatas meja
"Terimakasih nona" ucap Jack dan anak buahnya
"Hei kalian... kenapa hanya mengucapkan terimakasih pada Zoya? " teriak David saat anak buahnya sudah kabur
"Mereka sudah mulai berani" sambung David
"Sudahlah... jangan terlalu serius, otot wajahmu kaku sudah saatnya kau melenturkan otot-otot wajah mu"
"Apa kau bilang?" David menatap tajam pada Zoya
"Senyum... banyak tersenyum pada orang lain, kau sangat tampan dengan wajah ramah"
"Memangnya wajahku kurang ramah?" David melihat bayangan wajahnya dari pantulan layar handphone
David mencoba tersenyum namun malah terlihat aneh, David sampai berkali-kali merubah gaya senyumnya
"Natural saja, tidak harus di paksakan" ucap Zoya
''Bukankah kau yang menyuruhku untuk banyak tersenyum? lalu aku harus bagaimana?" Zoya hanya menggelengkan kepalanya melihat David yang masih mencoba gaya tersenyumnya
__ADS_1