Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 71


__ADS_3

"Bertahun tahun aku bersabar Tony.. aku mengorbankan hidupku untuk berada di sisimu. namun, aku selalu terhempas oleh dua wanita yang tak menganggap mu "


"Sampai kapan aku harus bersabar? bahkan ketika kau hampir mati siapa yang ada bersamamu? dimana wanita wanita yang selalu kau lindungi dan kau cintai" Meily meracau di saat mabuk


"Jika kau tidak pernah menghargai perasaanku, jika aku tidak bisa memiliki dirimu maka Jane maupun Zoya tidak pantas mendapatkan mu"


Meily yang masih sempoyongan memasukkan baju bajunya kedalam tas untuk menyusul Tony, Meily sudah hilang kesabaran menunggu Tony


Entah apa yang akan dia rencanakan namun kali ini Meily tidak peduli meskipun Tony akan marah padanya, Meily juga tidak tega melihat Tony selalu berkorban demi Zoya dan Jane namun tak pernah menemukan kebahagiaan dari kedua wanita ini


"Aku akan menyadarkan mu Tony, pengorbanan mu tidak ada gunanya bagi mereka" ucap Meily


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bagaimana bisa kau ditabrak orang? bukankah kau selalu berhati hati?" ucap Zellyn


"Kecelakaan siapa yang akan menduga itu akan terjadi ? kau pulang saja, kasihan Maya di rumah sendirian"


"Ada ibu dan ayah.. aku akan menjagamu" jawab Zellyn


"Tapi aku tidak mau.. aku sudah katakan pulang ya pulang" bentak David


Zellyn tak menggubris perkataan David dan memilih duduk di kursi di samping ranjang dimana suaminya itu terbaring, dengan kesal David mengambil tas Zellyn dan melemparkannya tepat ke pintu


"Kau keterlaluan David.. apa salah jika aku ingin merawat mu ? aku istrimu David, setidaknya aku juga ingin berguna sebagai seorang istri"


"Kau cukup berguna jika tidak melakukan apapun... Sekarang dengar ucapan ku baik baik, jika kau tidak menipuku dulu dan membuat Zoya ku pergi mungkin hari ini aku tidak akan sebenci ini padamu, bersyukurlah aku menyayangi Maya anakmu seperti anakku sendiri " David menekankan kata-katanya


Zellyn beranjak menyambar kasar tasnya lalu keluar sambil menangis, begitu tidak berartinya Zellyn di mata David meskipun wanita itu sudah bertahun-tahun berusaha menjadi istri yang baik bagi David


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya dan Magdalena sedang melayani pelanggan sementara Tony sedang membantu Zoe mengerjakan tugas sekolah di salah satu kursi, Handphone Zoya terus menerus berdering dan akhirnya Zoya menjawab panggilan telepon tersebut


"Halo... "


"Hei kau dimana? datang kesini dan lihat hasil pemeriksaan dari dokter" Zoya tahu suara siapa yang sedang bicara di balik telepon


"Aku akan pergi setelah toko tutup, Kau masih di rawat bukan? seharusnya istrimu menemanimu sekarang"


"Jangan membahas hal lain.. aku menyuruhmu datang sekarang berarti kau harus datang" Ingin sekali Zoya meninju wajah David


"Aku bukan bawahan mu tuan jadi kau tidak bisa menyuruhku sesuka hati, aku akan pergi setelah toko kue ku tutup" tegas Zoya


"Baiklah... Anak buahku akan menyeret mu keluar sekarang, kau lihat di depan toko kumuh mu ada beberapa orang berseragam hitam? jika kau tidak pergi dalam waktu 5 menit mereka akan masuk dan menyeret mu kemari"


"Baiklah aku pergi.. kau puas? dasar pemaksa" Zoya dengan kasar mematikan teleponnya

__ADS_1


Zoya mengambil tas kecilnya juga helm dan kunci motor, melihat ibunya bersiap Zoe berdiri menghampiri Zoya


"Ibu mau kemana?" tanya Zoe


"Ibu ada urusan sebentar, bermainlah bersama Daddy" ucap Zoya


Zoya sengaja ingin menyibukkan Tony dengan Zoe agar tidak curiga saat dirinya pergi, Zoya menuntun Zoe kembali menuju Tony yang sedang duduk di kursi


"Aku titip Zoe sebentar" ucap Zoya


"Kau mau pergi kemana? biar aku mengantarmu''


"Tidak perlu.. aku hanya pergi untuk membayar biaya rumah sakit orang yang aku tabrak" ucap Zoya


"Aku akan mengantarmu, siapa tahu mereka akan mempersulit mu"


"Tidak.. tidak.. aku akan pergi sendiri, aku titip Zoe saja padamu kasihan Magdalena sedang sibuk" jawab Zoya


"Baiklah... tapi kau harus bawa ini, siapa tahu kau akan membutuhkannya " Tony memberikan sebuah kartu pada Zoya


Karena tidak ingin membuang waktu akhirnya Zoya mengambilnya dan memasukkannya ke dalam tas, Zoya pergi menggunakan motornya di ikuti pria berseragam hitam


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ibu sudah pulang? dimana ayah?" Maya berlari menghampiri Zellyn


"Ayah masih harus di rawat di rumah sakit, ibu mau istirahat dulu" Zellyn terlihat sedih berjalan menuju kamarnya


"Sejak kapan aku baik baik saja, ibu? aku hanya butuh waktu untuk sendiri " jawab Zellyn lalu melanjutkan langkahnya


"Nenek apa ayah dan ibu sedang bertengkar?" tanya Maya


"Tidak sayang... ibu hanya sedang sedih karena ayah sedang sakit" Lisa memangku tubuh Maya diatas kursi rodanya


"Aku sering mendengar ayah dan ibu bicara sambil berteriak-teriak.. ayah hanya bicara lembut padaku, apa ayah tidak sayang ibu?"


"Tanya pada ayahmu nanti.. katakan pada ayahmu, ayah juga harus menyayangi ibu karena hanya ibu yang mencintainya dengan tulus" ucap Lisa


"Aku mau ayah dan ibu berbaikan, apa yang harus aku lakukan?" tanya Maya


Lisa tersenyum lalu membisikkan sesuatu pada Maya, Maya mengerti dan menganggukkan kepalanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya berlari menuju kamar dimana David di rawat karena pria itu terus saja menghubungi dan mengancamnya, Saat membuka pintu ruangan Zoya sempat berdiri mengatur nafasnya


"Siapa dia?" tanya Jane

__ADS_1


"Dia tersangka utama, masuklah kenapa kau malah berdiri disana?" ucap David


Zoya kembali teringat bagaimana sakit hatinya ketika mendengar David mengkhianatinya dengan wanita di hadapannya, ingin sekali dia mengacak ngacak wajah Jane saat itu juga


Jane hendak menghampiri Zoya namun David menahan tangannya, David sudah bisa membaca apa yang akan di lakukan Jane


"Jangan berani berani menyentuhnya"


"Tapi dia sudah membuatmu seperti ini David, proyek kita masih banyak dan sekarang kau tidak bisa berjalan" ucap Jane


"Tapi dia akan bertanggung jawab, benar bukan?" David menatap Zoya


"Aku akan membayar biaya rumah sakit selama kau di rawat" jawab Zoya


"Aku tidak mau.. kau harus merawat ku sampai kakiku sembuh" Zoya memutar bola matanya jengah


Zoya sudah merasa tenang hidup tanpa bayang bayang David namun itu hanya sebentar, kini David kembali datang seolah sengaja mengganggu kehidupan Zoya


"Aku keberatan" Sergah Zoya


"Kenapa harus dia? ada aku yang akan merawat mu dav, aku bersedia merawat mu tanpa di gaji sekalipun" ucap Jane


"Jika kau ingin benar benar bertanggung jawab maka kau harus merawat ku sampai kakiku benar benar sembuh, jika tidak.. bersiaplah di jemput paksa oleh polisi" ancam David


"Aku harus mengurus anakku, bagaimana dengan toko kue ku, aku juga punya banyak pekerjaan " Zoya mencari alasan


"Kau bisa mengurus anakmu lebih dulu sebelum merawat ku, kau akan datang ke rumahku setelah mengantar anakmu sekolah "


"Kau punya istri dan dia pasti kekasihmu, kenapa kau masih menyulitkan aku padahal kau punya dua wanita di sampingmu?" gerutu Zoya


"Karena aku tidak mau mereka, aku mau kau yang merawatku karena kau yang membuatku seperti ini"


"Aku tidak mau menerima penolakan, kau belum tahu siapa aku? sekali kau membuat ku kesal maka kau dan keluargamu berada dalam masalah" David menatap tajam kearah Zoya


"Aku tahu jelas siapa kau dan manusia macam apa kau " batin Zoya


"Baiklah... tapi aku akan kembali ke toko kue ku setelah kau pergi bekerja"


"Itu bisa di bicarakan nanti, sekarang tanda tangani ini" David menyerahkan sebuah map


"Untuk apa?"


"Baca saja dulu, tapi tandatangani dengan cepat" Zoya mengambil map tersebut lalu mulai membacanya


Hai para pembaca yang Budiman, baik hati dan rajin menabung, maaf jika kurang berkenan dengan karya author... jika tidak suka dengan karya author tinggalkan saja jangan di lanjutkan membaca daripada memberikan rating buruk dan melaporkan akun author yang akan membuat author terpuruk dan patah semangat...


Belajar menghargai karya orang lain, karena menulis bukan hal yang mudah, butuh konsentrasi, mood yang bagus, dan memikirkan bagaimana jalan cerita selanjutnya bukan hal yang mudah

__ADS_1


Sekian dan terima kasih...


Sekali lagi jika tidak suka harap jangan lanjutkan membaca dari pada memberi rating jelek, untuk yang sudah setia dan memberikan dukungan pada author terimakasih banyak 🥰🥰🥰


__ADS_2