
Zoya langsung pulang setelah menemani David sarapan dan mengantarnya mengontrol proyek yang sedang di jalankan oleh David
"Dav.. kau sudah bisa berjalan tapi kenapa masih membutuhkan wanita itu?" tanya Jane
"Entahlah.. aku hanya senang mempermainkannya, sejak aku bertemu dengannya aku merasa sedikit lebih hidup" jawab David
"Lalu bagaimana dengan aku yang selama ini juga ada menemanimu? apa kau tidak merasakan hal yang sama?"
"Jane.. kita hanya profesional bekerja, apapun masa lalu kita tidak akan merubah kenyataan.. aku sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi padamu" Jane terlihat sedih mendengar jawaban David
"Kau tahu sendiri semenjak Zoya pergi aku tidak pernah mencintai wanita lain, Zellyn saja hanya menjadi tameng agar tidak ada wanita yang mendekati ku"
"Zoya.. Zoya... dan Zoya... sudah mati masih saja menjadi batu sandungan" batin Jane
"Tuan permisi.. ada yang mengirimkan sebuah surat" Anak buahnya memberikan sebuah amplop pada David
"Dari seorang wanita.. dia hanya mengatakan agar tuan membacanya"
"Terimakasih " David membuka amplop tersebut dan membacanya
"Temui aku di bar xxx jika kau ingin tahu dimana keberadaan Zoya, dia memanipulasi kematiannya "
David meremas surat tersebut lalu pergi dari sana membuat Jane kebingungan, Jane hendak mengejar David namun pria itu sudah pergi dengan mobilnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Siapa yang membawamu tadi Zoya?" tanya Tony khawatir
"Orang yang aku tabrak kemarin"
"Kenapa para pria itu membawamu secara paksa? bukankah kemarin kau sudah membayar biaya rumah sakitnya?" Zoya hanya mengangguk
"Hanya ada kesalahpahaman kecil, kau tenang saja tidak terjadi apapun" jawab Zoya
"Kenapa kau tidak pernah mau menerima bantuan dariku?"
"Aku cukup banyak berhutang Budi padamu, aku tidak ingin semakin banyak mengandalkan mu Tony.. aku bisa mengurus kehidupanku sendiri" ucap Zoya
Zoya selalu menolak bantuan Tony dan memilih bersusah payah sendiri agar tidak merasa mempunyai hutang yang akan membuatnya merasa tidak enak hati jika menolak Tony
"Ibu..." Tony dan Zoya menoleh bersamaan
"Anak Daddy sudah pulang, kau tampak bahagia sekali?" ucap Tony seraya merangkul Zoe
Zoya memberikan isyarat agar Zoe tidak bercerita tentang keluarga ayahnya, Seolah mengerti Zoe menjawab dengan anggukan
"Hari ini aku dapat nilai sempurna saat menggambar" Zoe mengambil sebuah buku gambar dari tasnya
"Waaah.. cantik sekali" Zoya ikut melihat gambar tersebut
__ADS_1
"Ini ibu, ini aku" Zoe menunjuk gambar seorang wanita dan anak kecil yang bergandengan
"Lalu kenapa gambar ini hitam?" tanya Tony menunjuk bayangan hitam di sebelah gambar anak kecil
"Ini ayahku.. karena aku tidak tahu siapa ayahku maka aku hanya menggambar bayangannya saja" jawab Zoe membuat Tony dan Zoya terenyuh
"Kau bisa menggambar Daddy disini" ucap Tony
"Tidak.. kata teman temanku Daddy adalah ayah palsu, Daddy baru akan menjadi ayahku kalau Daddy dan ibu menikah"
"Ahh... ibu lupa belum membuang sampah" Zoya selalu menghindar saat Zoe mengatakan pernikahan
Tony paham betul sebenarnya Zoya tidak bisa melupakan David, Sebenarnya Tony merasa menyesal telah bekerja sama dengan Jane dan memisahkan Zoe dengan ayah kandungnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Malam itu David benar benar datang ke bar yang di sebutkan dalam surat, Seseorang tiba-tiba menepuk bahu David dari belakang
"Kau... bukankah kau anak buah Tony?"
"Ikut aku jika kau ingin tahu tentang Zoya" ucap meily
"Kau tidak sedang menjebak ku, bukan?" David waspada
"Tidak... aku berinisiatif sendiri"
"Aku tidak mau basa basi sekarang katakan apa yang ingin kau katakan" ucap David
Meily memantik sebatang rokok lalu melempar sebuah foto di meja, David melihat foto tersebut satu persatu
"Ini Nasya.. kau mengenalnya?" tanya David
"Tuan apa kau bodoh atau matamu mulai rabun? "
"Kau berani mengejekku?" David berdiri dengan sorot mata tajam
"Kau tahu namanya Nasya berarti kau pernah bertemu dengannya, takdir kalian memang kuat" jawab Meily
"Apa maksud mu?"
"Kau tidak mengenalinya? dia Zoya " David membuka matanya lebar-lebar kembali menatap foto tersebut
"Kau berbohong.. dia berbeda dengan Zoya"
"Aku pikir kau begitu mencintainya dan akan mengenalinya, tapi ternyata tidak" ucap Meily
"Bagaimana bisa?" David menjatuhkan tubuhnya di sofa seraya memijat keningnya
"Semua kekacauan ini adalah ulah Jane dan Tony, mereka membuat kesalahan pahaman diantara kalian"
__ADS_1
"Apa niatmu yang sebenarnya? kenapa kau mengkhianati Tony?" David tidak akan percaya begitu saja
"Aku mencintainya tapi dia tidak pernah sedikitpun menghiraukan aku, aku ingin Tony tak mendapatkan Zoya maka dari itu aku memberitahumu untuk segera mengambil Zoya "
David merasa senang bukan main saat mendengar Zoya masih hidup, David mengambil selembar kertas lalu menulis nominal uang yang begitu fantastis untuk Meily
"Ini untuk mu sebagai ucapan terimakasih ku, kau bisa datang pada ku jika Tony melakukan sesuatu padamu" David juga memberikan kartu namanya
Awalnya David ingin langsung menemui Zoya namun dia urungkan niatnya, David akan mendekati Zoya perlahan-lahan agar Zoya tidak lari lagi
David akan memainkan trik pada Zoya agar tanpa Zoya sadar dia akan masuk dengan sendirinya pada perangkap David, hari ini sepertinya David akan tidur nyenyak setelah tahu kebenaran ini
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ayah aku mohon ajak ibu pulang" David berbicara empat mata dengan Martin
"Kenapa?"
"Aku menemukan Zoya.. dia masih hidup ayah, jika ibu mengetahui itu aku takut dia akan menggagalkan rencana ku" jawab David
"Pantas saja kau terlihat begitu bersemangat, ayah akan membantumu " Martin menepuk bahu David
"Dan ayah tahu? anak laki-laki ku begitu tampan dan pintar, aku tidak sabar untuk segera mengatakan padanya bahwa aku adalah ayahnya "
"Zoya mempunyai anak laki-laki?" tanya Martin
David mengangguk lalu mengambil foto foto yang di berikan oleh Meily dan menunjukkannya pada Martin, mata Martin membulat ketika menatap foto tersebut
"Zoe adalah cucuku?" ucap Martin
"Ayah mengenalnya?" tanya Martin
"Beberapa hari ini Zoe selalu ikut pulang bersama Maya, kami bahkan selalu main lebih dulu sebelum pulang"
"Anak ini pernah mengirim surat pada Maya, aku terlalu bodoh dan percaya begitu saja pada penjelasan bibinya.. berarti Zoe sudah tahu sejak lama bahwa aku ayahnya" ucap David
"Sepertinya Zoya meminta Zoe untuk merahasiakan ini, akhirnya setelah bertahun-tahun kau menemukan mereka"
"Aku bahagia sekali ayah.. aku akan mendekatinya perlahan-lahan tanpa dia sadari" ucap David
"Perjuangkan apa yang selama ini kau tunggu tunggu, ayah akan membawa ibumu pulang besok"
"Terimakasih ayah" David memeluk Martin
Dari balik pintu seseorang mendengarkan pembicaraan Martin dan David, matanya yang berkaca-kaca dengan cepat dia hapus air matanya
Apakah akan ada penghalang bagi David untuk mendapatkan Zoya kembali? hanya author yang tahu 😁😁
Jangan lupa like, komen, vote dan gift nya ya 🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1