Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 66


__ADS_3

Magdalena memaksa Zoya untuk membantunya dengan mengancam tidak mau membantu Zoya lagi menjaga toko kuenya, Akhirnya Zoya terpaksa membantu Magdalena namun tak mengizinkan Zoe untuk datang ke toko kue mereka


Pesta ulang tahun di rayakan cukup meriah meskipun Maya anak baru di sekolah namun banyak teman-temannya yang datang, Zoya lebih banyak menghabiskan waktunya di dapur karena tak ingin melihat kebahagiaan keluarga kecil David


"Kau tidak berniat untuk melihat ke depan?" tanya Magdalena


"Kau saja.. aku akan mencuci perabotan" jawab Zoya


"Aku sudah katakan padamu untuk membuka lembaran baru bersama Tony, jika kau mendengarkan kata-kata ku mungkin kau tidak akan sesakit hati sekarang "


"Berhentilah membahas ini, atau kau saja yang menikah dengannya " Jawab Zoya


"Jika dia mau aku sudah menjadi nyonya Tony dan membuat belasan anak dengannya, apa kau puas?" Ucap Magdalena lalu pergi


"Apa yang dia harapkan dari pria bajingan seperti David?" gumam Magdalena


Magdalena di kejutkan dengan seorang anak kecil yang menarik ujung bajunya, rupanya Maya mencari keberadaan Zoe


"Dimana Zoe? aku mengundangnya tapi dia tidak datang"


"Mungkin Zoe tidak ingin datang, sana cepat selesaikan acaramu dan berikan potongan kue pertamamu pada ibumu tercinta" jawab Magdalena dengan sinis


"Apa Zoe benar-benar tidak ingin berteman denganku?" lirih Maya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mau kemana Zoe? ibumu tidak mengizinkan mu pergi kemana pun" Zoe yang sedang mengendap keluar ruangan rupanya di ketahui oleh sang nenek


"Hanya main sepeda di taman nek"


"Ya sudah.. jangan jauh jauh ya" Zoe hanya mengangguk dengan kepalanya


"Maafkan aku membohongi mu nek" batin Zoe seraya menutup pintu


Zoe membawa sepeda lipatnya hingga ke lantai bawah lalu pergi mengendarai sepedanya menyusuri jalan, rupanya Zoe pergi ke toko untuk membeli kado


Zoe meminta penjaga toko membungkus kado yang dia pilih sementara dia menulis sepucuk surat dan memasukkannya ke dalam kado tersebut


Setelah tiba di toko kue milik sang ibu kini Zoe mematung di balik pintu kaca, dia melihat senyum bahagia di wajah ayah serta keluarga kecilnya


Air matanya menggenang dengan cepat dia menghapusnya dan masuk ke dalam, Magdalena melihat Zoe dan segera menghampirinya


"Kau kesini naik sepeda?" tanya Magdalena melihat sepeda Zoe di halaman depan juga tubuh anak itu berkeringat


"Iya... aku ingin memberikan ini pada anak itu" Zoe berjalan menghampiri Maya


"Selamat ulang tahun Maya" ucap Zoe seraya mengulurkan kadonya


"Terimakasih Zoe.. aku pikir kau tidak akan datang" Zoe tidak mengatakan apapun lagi dia menatap tajam kearah David


"Apa kau tidak mandi Zoe? "


"Apa ibumu sibuk mencari ayah untuk mu?" Zoe di tertawakan teman sekolahnya


Zoe tidak melawan atau pun merespon ucapan mereka, baginya sudah biasa dia di jadikan bahan olokan teman temannya

__ADS_1


"Hentikan... kalian tidak sopan sekali" ucap Maya


"Maafkan anak saya.."


"Iy..iya.. mereka hanya anak kecil" ibu mereka membungkam mulut anaknya lalu membawanya keluar


"Kau baik baik saja Zoe?" tanya Maya


"Aku baik... aku terbiasa dengan mereka, harusnya mereka mengolok ayahku karena dia yang menelantarkan aku dan ibuku, karena kelakuannya aku dan ibuku yang harus menanggung malu" ucap Zoe seraya menatap David


"Zoe..." Maya menyentuh lengan Zoe ketika melihat mata anak laki-laki itu berkaca-kaca


"Aku harus pergi sebelum ibuku menyadari aku ada disini, semoga ulang tahunmu menyenangkan" ucap Zoe menepis tangan Maya lalu berlari keluar


"Zoe.." Magdalena hendak mengejar Zoe namun dia sudah pergi dengan sepedanya


"Ada apa dengannya? " gumam Magdalena


"Permisi.. dimana dapurnya? aku perlu cuci tangan" tanya David pada Magdalena


"Lewat sana tuan" Magdalena menunjukkan jalan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya mencuci perabotan berkali-kali meskipun sudah bersih, bukan hanya sekedar mencuci Zoya meluapkan segala emosinya


Punggungnya bergetar tak kuasa menahan tangisnya, Zoya terisak sendirian menghadap wastafel


"Permisi.. toilet sebelah mana?"


"Kau baik baik saja?" tanya David ketika melihat mata sembab Zoya di balik kacamata besarnya


Zoya memalingkan wajahnya ketika David mencondongkan kepalanya untuk melihat wajah Zoya


"Aku baik baik saja.. terimakasih, toilet di sebelah sana" ucap Zoya seraya bangun seolah enggan bertatapan dengan David


"Kau sepertinya tidak asing bagiku, apa kita pernah bertemu?"


"Tidak... maaf tuan saya sibuk, silahkan pergi jika tidak ada hal yang lain lagi" ucap Zoya


David mengangkat kedua alisnya lalu pergi ke toilet, setelah kepergian David seketika tubuh Zoya merosot duduk di lantai


"Aku harus pergi sebelum dia kembali" Zoya melepas celemeknya lalu menyambar tasnya dan pergi dari toko miliknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Maya membuka kado yang di berikan teman temannya, Dari sekian banyak kado hanya satu kado yang di dalamnya terdapat sebuah surat


"Apa kau tidak merindukan anakmu yang lain? kau ayah terburuk di dunia" Maya mengerutkan dahinya membaca surat dengan tulisan tangan khas anak kecil


"Ayah... ayah... " Maya mencari ayahnya ke ruangan kerja


"Ada apa sayang? kau butuh sesuatu?" tanya David


"Baca ini ayah" David membaca isi surat tersebut

__ADS_1


"Apa ayah punya anak lain selain aku? apa ayah juga punya ibu lain selain ibuku? atau dia anak ayah dan ibu?"


"Apa ada nama pemberinya? apa isi kadonya?" Maya menuntun tangan David menuju kamarnya


"Boneka?" David mengambil boneka tersebut dan melihat label toko yang masih tergantung di tubuh bonekanya


"Ayah pinjam ini sebentar, kau lanjutkan membuka kadonya"


"Tapi ayah... ayah belum menjawab pertanyaanku" David mengusap puncak kepala Maya lalu pergi


David mendatangi toko tempat dimana boneka tersebut berasal, David menanyakan siapa yang membeli boneka tersebut


"Seorang anak laki-laki tuan, dia datang sendiri mengendarai sepedanya " ucap penjaga toko


"Anak laki-laki, sepeda?" Seketika David teringat Zoe dengan tatapan tajamnya selama berada di acara ulang tahun Maya


"Terimakasih " David segera pergi meninggalkan toko tersebut


Sepanjang perjalanan David mengingat tentang anak tersebut, apa dia pernah bermain dengan ibu anak itu


Mengapa anak itu menulis surat seperti itu? apa anak itu mengira dia adalah ayahnya atau hanya karena dia kehilangan sosok ayah dan menjadikannya menganggap setiap pria adalah ayahnya


"Aku saja tidak kenal dengan ibunya, mengapa dia menulis surat itu?"


"Tapi wajahnya mengingatkanku pada seseorang " David berdialog sendiri ketika menyetir


Sesampainya di rumah kontrakan Zoe kini David mematung menatap bangunan tersebut, Dia ragu untuk menemui Zoe. dia takut itu hanya keisengan anak anak


Belum sempat turun dari mobil David melihat Zoe baru selesai melipat sepedanya, David menghampiri Zoe dan menariknya masuk ke dalam mobil


"Apa apaan ini?"


"Kau yang memberi kado ini? kenapa kau memasukkan surat kedalamnya? kau tahu, itu membuat Maya sedih karena mengira aku memiliki anak dari wanita lain" tanya David


"Apa kau marah? apa kau tidak punya anak lain selain Maya? jika kau tidak merasa memiliki anak lain kenapa kau harus repot-repot mencari dari mana boneka itu berasal"


"Hei bocah kecil kau pintar bicara, apa niatmu ingin mengganggu Maya? aku tanya sekali lagi, apa maksud dari semua ini?" David menatap Maya anak itu


"Ya... aku hanya ingin mengganggu Maya, aku pastikan akan selalu mengganggunya"


"Beraninya kau mengatakan itu di hadapan orang tuanya" Zoe malah menyeringai tanpa rasa takut


"Kau yakin tidak punya anak dari wanita lain?" tanya Zoe


"Baiklah.. aku punya tapi dia sudah meninggal sewaktu masih dalam kandungan bersama ibunya"


"Berapa banyak wanita yang mengandung anakmu?" ucap Zoe dengan nada mengejek


"Apa maksud anak ini? Kau ini sebenarnya kenapa? apa yang kau inginkan? cepat katakan dan berhenti mengganggu Maya"


"Aku tidak akan pernah berhenti sampai kau mengingat dosa dosa mu" Zoe dengan cepat keluar dan kembali pergi dengan sepedanya memasuki gang kecil


"Sial.. kenapa aku memperdulikannya? tapi kenapa wajahnya mirip denganku?" David mematut wajahnya di kaca spion


David tidak ingin memperdulikan Zoe tapi entah kenapa hatinya begitu penasaran dengan anak ini, tatapannya, kata katanya seolah olah dia benar-benar memiliki hubungan dengan David

__ADS_1


__ADS_2