Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 55


__ADS_3

"Zoya" David memeluk Zoya agar wanita itu tidak pergi


"Apa lagi? kau tidak puas semalam? baiklah lakukan dengan cepat aku sedikit lelah" Zoya melepas resleting di gaunnya hingga gaun tersebut jatuh di lantai


David menelan saliva melihat tubuh Zoya namun dengan cepat dia menggelengkan kepalanya, David kembali menaikkan gaunnya dan memakaikannya


"Aku tidak seperti yang kau kira Zoya"


"Bagus kalau begitu... jadi kau tidak butuh p*l*c*r mu hari ini? kalau begitu aku permisi" ucapan Zoya membuat David tercekat


David hanya menatap nanar Zoya yang pergi meninggalkannya, David mengacak kepalanya dan membanting semua yang ada di sekitarnya


Zoya tak ingin terlihat lemah di hadapan Jane jadi dia memasang raut wajah biasa saja, Jane menyapa Zoya saat berjalan melewatinya


"Zoya... kau mau kemana?" tanya Jane


"Aku ingin makan sesuatu, kau ingin di buatkan sekalian?"


"Tidak... aku masih kenyang, tadi David memesan banyak makanan" jawab Jane terkesan sengaja membuat Zoya cemburu


"Baiklah " Zoya pergi ke dapur


Pelayan yang sedang membersihkan dapur saling menyenggol ketika Zoya begitu banyak memotong bawang, Aroma di dapur itu hanya tercium bau bawang yang menyengat


Zoya berkali-kali mengusap air matanya sambil mengumpat, mungkin Zoya ingin melampiaskan kekesalannya


"Sial bawang ini pedas sekali, kenapa mataku ini? dasar bawang sialan" umpat Zoya kembali memotong dengan cepat


Pelayan melihat kedatangan David lalu meninggalkan dapur, David sampai mengernyitkan dahi mencium bau bawang yang menyengat


"Zoya apa yang kau lakukan?" David mengambil tangan Zoya agar gadis itu berhenti


Bawang yang di potong Zoya begitu banyak hingga berserakan di bawah lantai, entah berapa kilo bawang yang di potong Zoya


"Aku akan membersihkannya" Zoya menarik tangannya kasar lalu berjongkok memunguti irisan bawang yang ada di lantai


"Zoya hentikan... Zoya biar pelayan yang membereskannya, tanganmu terluka ayo kita obati" David berusaha membuat Zoya bangun namun gadis itu tak bergeming


"Zoya hentikan.." suara bentakan David terdengar di seluruh ruangan


Tubuh Zoya gemetar seketika mendengar teriakan David, Zoya menutup kepalanya saat tangan David berusaha meraihnya


Yang di pikirkan Zoya adalah ketakutan David akan memukulnya. Rupanya dia salah, David mengangkat tubuhnya dan membawanya kembali ke kamar

__ADS_1


"Ada apa dengan nona Zoya? " gumam Nancy


"Bawang yang baru kita beli terbuang sia sia, ayo kita bersihkan" ucap teman Nancy


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


David dengan lembut mengobati jemari Zoya yang terluka karena sayatan pisau, saat memotong bawang dia tidak menyadari bahwa jarinya teriris


"Zoya percayalah padaku.. aku tidak seperti yang kau pikir" ucap David seraya mengobati tangan Lisa


"Sudahlah aku lelah" Zoya menarik tangannya ketika selesai di obati lalu berbaring membelakangi David


Tanpa mengatakan apapun David menyimpan kotak obatnya dan ikut berbaring memeluk Zoya, tidak ada gunanya bicara sekarang dengan emosi Zoya yang masih belum reda


Zoya kembali terisak di pelukan David, David hanya diam sesekali mengecup kepala Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kau diantar David pulang? lalu dimana dia sekarang?" tanya Lisa


Zellyn hanya menggelengkan kepalanya lalu memeluk Lisa yang sedang duduk di sofa, Lisa mengusap punggung Zellyn


"Dia memberiku uang lalu meninggalkan ku, kenapa pria memperlakukan ku sama? apa aku serendah itu bagi mereka?"


Lisa mengusap air mata Zellyn menatapnya dengan tatapan sendu, bagaimana pun Lisa dia tetap seorang ibu


"Apa ini karma buruk yang aku dapatkan? apa ibu kandungku bersikap buruk hingga aku yang harus menanggung karma nya?" Lisa tersentak saat mendengar Zellyn sudah mengetahui bahwa dia adalah anak angkat


"Kenapa kau berpikir seperti itu? dari mana kau tahu bahwa kau bukan anak kandung Marta?" tanya Lisa


"Aku mendengar ayah dan ibu membicarakan tentang hak waris untukku dan saudara saudara ku yang lain, itulah alasan kenapa aku memilih kembali ke negara ini" jawab Zellyn


"Jangan terlalu berpikir buruk, ada bibi disini jadi kau tenang saja"


"Aku tidak tahu akan seperti apa jika tidak ada bibi" Zellyn kembali memeluk Lisa


"Andai kau tahu aku adalah ibumu, aku tidak bisa membayangkan akan seperti apa reaksi mu" batin Lisa


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Charlotte dan ibunya sedang dilanda kekesalan yang begitu besar, pasalnya selain Samuel membantu menyuntik dana untuk perusahaan papanya yang hampir bangkrut kini ibu mertua Charlotte juga tinggal di rumah mereka


Orang tua Samuel terpaksa menjual rumah mewah mereka untuk mendapatkan tambahan uang, selain untuk membayar hutang juga untuk menambah modal bisnis

__ADS_1


Semua harta berharga dan barang barang mewah milik orang tua Samuel terpaksa di jual, membuat mereka harus menumpang hidup dengan anak laki-lakinya


"Sampai kapan orang tuamu akan tinggal disini? kenapa kau tak mengontrakkan rumah atau apartemen untuk mereka?" gerutu Charlotte


"Apa kau tidak suka orang tua ku disini? aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk bisnis mereka, tidak ada uang lagi untuk menyewa tempat tinggal"


"Tapi ibumu itu cerewet sekali, aku di jadikan pembantu olehnya" rengek Charlotte


"Dia mertuamu jadi wajar saja dia meminta bantuan mu sekali-sekali, ibumu hidup enak disini dan aku tidak pernah mengeluh ketika kalian berfoya-foya"


"Jadi kau perhitungan dengan ibuku?" pekik Charlotte


"Kau juga mengungkit tentang ibuku, kita sama sama punya ibu.. lagi pula ibumu lebih menyusahkan dari pada ibuku"


"Apa kau bilang?" teriak Charlotte


"Sudahlah aku muak berdebat denganmu.. aku menyesal menikah denganmu, aku terlalu bodoh melepaskan Zoya demi dirimu" ucap Samuel lalu pergi meninggalkan Charlotte


"Hei kembali kau bajingan... kau pria sialan berani beraninya membandingkan aku dengan Zoya " teriak Charlotte


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya dan David tertidur karena pertengkaran ini, Keduanya terbangun karena suara ketukan pintu dari luar


"Zoya... David... kalian melewatkan makan siang, ini sudah waktunya makan malam, apa kalian juga tidak mau makan?" ucap Jane


Zoya menyingkirkan tangan David dan bangun dari tidurnya, David menahan tangan Zoya lalu kembali menariknya agar berbaring


"Tidak perlu turun... aku akan mengambilkannya untukmu " ucap David lalu beranjak dari tempat tidur


Saat David mengambil makanan Zoya memanfaatkan kesempatan itu untuk mandi, Saat keluar dari kamar mandi rupanya David sudah berada di kamar dengan meja kecil dan dua Kursi untuk makan malam


David menatap Zoya yang keluar hanya menggunakan handuk yang di lilit di tubuhnya, David sebenarnya sangat tergoda namun dia membuang pikiran kotornya jauh jauh


Zoya melenggang menuju lemari dan mengambil piyamanya, Setelah Zoya memakai pakaian David membawanya ke meja rias


David mengeringkan rambut Zoya juga menyisirnya, Zoya hanya mematung seperti mayat hidup


"Aku harap kau percaya padaku" lagi lagi itu yang di ucapkan David


"Aku rasa seseorang menjebak ku kemarin malam" sambungnya


"Menjebak mu?" Zoya baru mengeluarkan suara

__ADS_1


"Aku akan ceritakan nanti... kita makan dulu" David menuntun tangan Zoya menuju meja makan yang sudah dia siapkan


"Sebenarnya apa yang terjadi? apa aku juga salah tak mendengarkan penjelasannya? tapi jelas jelas dia pasti berbuat sesuatu semalam dengan seorang wanita, terlebih kemarin dia tak memperdulikan perasaanku mengajak Jane makan di depan mata kepalaku sendiri" batin Zoya


__ADS_2