Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 72


__ADS_3

Terimakasih untuk setiap dukungan kalian para pembaca setia.. peluk jauh dari author 🤗🤗🤗🥰🥰


Meily sudah sampai di kota dimana Zoya tinggal, Meily juga tahu David ada di kota yang sama dan berniat membongkar dimana Zoya berada


"Aku harus mencari tahu dulu dimana keberadaan David" Meily membereskan bajunya di kontrakan yang baru dia sewa


Meily menghubungi beberapa anak buah Tony untuk menanyakan keberadaan David, mereka pun memberitahu Meily karena mereka pikir Meily pun sama sama anak buah Tony


"Kau yakin?"


"Yang aku dengar begitu, Jack memegang sepenuhnya kekuasaan David karena bosnya mengurus proyek selama satu tahun disana"


"Alamat tepatnya apa kau tahu?" tanya Meily


"Tidak... Tapi yang aku tahu hanya letak proyek yang sedang mereka kerjakan"


"Baiklah dimana itu?" Meily menulis alamat yang di berikan temannya


"Apa bos yang menyuruhmu mengawasinya?" tanya temannya


"Tentu saja... kau tahu sendiri bukan jika bisa tidak suka urusannya di campuri jadi jangan katakan ini pada siapapun "


"Ya... kalau tidak ada hal lain lagi aku tutup teleponnya " Setelah mendapatkan informasi Meily menutup teleponnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Tok.. tok.. tok..


"Sebentar" Magdalena membuka pintu saat seseorang mengetuknya dari luar


"Ahh.. hai" sapa Magdalena, Tony tersenyum ketika pintu sudah di buka oleh Magdalena


"Selamat pagi Magdalena.. aku ingin mengantar Zoe ke sekolah"


"Sayang sekali Tony.. tapi Zoya sudah mengantar Zoe pagi pagi sekali " jawab Magdalena


"Kenapa pagi sekali?"


"Entahlah.. Zoya juga tak membawa kunci toko, mungkin dia sedang ada urusan" Tony merasa aneh ketika Zoya mengantar Zoe lebih pagi


"Baiklah kalau begitu aku pamit.. jika Zoya sudah berada di toko tolong hubungi aku"


"Okay" Magdalena membulatkan jari telunjuk dan ibu jarinya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kau hanya akan berdiri disana? cepat bantu aku turun" titah David


"Ada perawat kenapa aku harus repot-repot?" jawab Zoya


"Kau pergilah" Suster kemudian pergi sesuai perintah David


"Sekarang tidak ada siapa siapa, bantu aku pindah ke kursi roda" Zoya memutar bola matanya jengah menghampiri David

__ADS_1


David benar benar tidak ingin di bantu siapapun kecuali Zoya, Jane saja David usir saat hendak membantunya untuk pulang


Mobil David sudah terparkir di halaman sebuah rumah mewah, Zoya mendorong kursi roda David dan berhenti tepat di depan tangga


Zoya menatap rumah tersebut dan bayangan dirinya ketika menjadi tawanan David terngiang-ngiang di kepalanya, Zoya khawatir dirinya akan kembali terjebak di rumah besar tersebut


"Kau sudah membaik? kenapa dia yang mengantarmu?" Zellyn keluar dan menghampiri David


"Mulai sekarang dia yang akan merawat ku, bawa aku masuk" ucap David


"Tunggu... aku bisa merawat mu dengan baik, kenapa kau memerlukan bantuan orang luar?"


"Dia yang bertanggung jawab atas kecelakaan ini, aku paling tidak suka siapapun mencampuri urusan ku jadi diamlah" David berkata dengan nada dingin dan ketus


"Apa apaan ini? kenapa David bersikap seperti itu pada istrinya?" batin Zoya


Zoya mendorong kursi roda David meninggalkan Zellyn, ketika sampai diambang pintu Lisa menghadang keduanya


"Kau bawa siapa David? apa Zellyn mengizinkanmu membawa wanita ini?" tanya Lisa


"Tidak perlu mencampuri urusan ku, cukup sekali ibu menghancurkan hidupku.. Nasya antar aku ke kamar" Zoya kembali mendorong kursi roda tanpa bicara sepatah katapun


"Dimana kamar mu? " tanya Zoya


"Pintu hitam ujung tangga, bantu aku berbaring baru kau bisa pergi" rupanya kamar David bersebelahan dengan ruang kerjanya


"Aku antar sampai pintu saja, biarkan istrimu yang mengantarmu masuk" ucap Zoya


"Kau tidak mendengar ucapan ku?" David menoleh ke belakang menatap tajam Zoya


"Kau mengatakan sesuatu?"


"Tidak..." Zoya dengan cepat membantu David berbaring agar bisa lebih cepat pergi dari sana


Ketika Zoya hendak pergi dia kembali berpapasan dengan Zellyn dan Lisa, Zoya membungkukkan badan sejenak lalu pergi melewati mereka


"Kau yang menabrak David? " pertanyaan Lisa membuat langkah Zoya berhenti


"Iya.. saya tidak sengaja, saya minta maaf atas kecelakaan ini" jawab Zoya


"Tidak sengaja atau kau malah memanfaatkan keadaan untuk mendekati David "


"Maaf saya tidak tertarik dengan suami orang, saya masih ada urusan.. permisi" Zoya pergi begitu saja tanpa banyak bicara lagi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Zoe.." saat waktu pulang sekolah Maya menunggu Zoe di pintu


"Aku tidak ingin bicara denganmu" Jawab Zoe seraya melewati Maya


"Zoe tunggu... aku hanya ingin berteman" Maya mengejar langkah Zoe


Tiba tiba anak anak yang mengganggu Zoe merangkul bahu Zoe di tengah tengah mereka, Maya mengira itu adalah teman teman Zoe hingga akhirnya dia memutuskan berhenti mengikuti Zoe

__ADS_1


"Kemana ayah palsu mu Zoe? apa hari ini dia tidak menjemputmu lagi?"


"Berhenti berlagak sok akrab" Zoe menurunkan tangan kedua anak yang melingkar di bahunya


"Apa kau punya ayah lain juga?" mereka sontak tertawa


"Ibumu pasti sedang memilih calon ayah yang kaya untuk mu"


"Tentu saja... tapi siapa yang mau dengan ibumu yang seperti itu" mereka kembali menertawakannya


Zoe yang kesal mendorong mereka semua agar menjauh, aksi saling dorong terjadi diantara mereka


Maya mendengar keributan dan berbalik melihat Zoe terjatuh, dengan cepat Maya berlari untuk membantu Zoe


"Hei.... dasar kalian anak anak nakal" Maya mengambil sapu dan mengusir anak anak tersebut yang mulai menendang Zoe


"Zoe kau baik baik saja?" Maya membangunkan Zoe


"Terimakasih " Hanya itu yang diucapkan Zoe


"Maya... ada apa?" Martin yang menjemput Maya melihat cucu perempuannya sedang membersihkan baju Zoe


"Kakek... Zoe di ganggu anak anak nakal" Jawab Maya


"Kau belum di jemput?" Tanya Martin dan hanya di jawab gelengan kepala oleh Zoe


"Kalau begitu ikut saja dengan kami, aku akan mengantarmu pulang" akhirnya Zoe ikut pulang bersama Maya dan Martin


Sepanjang perjalanan Martin terus memandangi Zoe yang duduk di kursi belakang, Zoe tampak memandang keluar jendela


"Anak ini mirip David saat masih kecil.. wajahnya juga sifatnya yang jarang bicara" batin Martin


"Kau mau diantar kemana?" tanya Martin


"Toko kue ibuku"


"Jadi ibumu punya toko kue? apa pekerjaan ayahmu?" tanya Martin


"Aku tidak punya ayah" Jawab Zoe masih memandangi jalanan di balik jendela mobil


Martin mengerutkan dahinya bingung dengan jawaban Zoe, Maya memberi isyarat dengan menggelengkan kepalanya


"Ada ice cream.. kalian mau?" Seolah mengerti dengan isyarat yang diberikan Maya kini Martin mengalihkan pembicaraan


"Mau" Maya menjawab antusias sementara Zoe hanya diam


Awalnya Zoe menolak untuk turun namun Martin terus membujuknya, Martin menceritakan lelucon seperti yang biasa dia ceritakan pada Maya


Zoe sesekali tersenyum mendengar Maya dan Martin tertawa, Martin juga merangkul keduanya layaknya seorang kakek bersama dua cucunya


"Coba ini.. kakek sangat suka rasanya" Martin menyuapi Maya dan mengoleskan ice cream tersebut ke hidungnya


Martin menertawakan Maya yang mengerucutkan bibirnya, Martin juga menyodorkan sendok pada Zoe

__ADS_1


Zoe mematung memandangi sendok berisi ice cream tersebut, Tiba-tiba Martin juga mengoleskan ice cream ke hidung Zoe lalu tertawa bersama Maya


Awalnya Zoe terdiam namun kemudian senyumnya semakin melebar, Zoe merasa nyaman bersama Martin meskipun baru pertama kali bertemu


__ADS_2