
"Aku tidak melakukan apapun" ucap Zoya
"Kau memang tidak melakukan apapun tapi temanmu yang melakukannya, siapa yang menyuruh kalian? gara gara ulah kalian temanku masuk rumah sakit"
"Ti..tidak ada.. kau tanya saja sendiri pada temanku" Zoya menepis tangan David dari dagunya lalu mendorong David dan menjauh
"Aku akan melaporkan kejadian ini pada polisi" Zoya menghentikan langkahnya karena ketakutan
Bagaimana jika karena ulah Magdalena dia juga ikut terseret dan terpaksa harus meninggalkan Zoe dan mendekam di penjara
"Kau takut?" Zoya terlonjak saat tiba-tiba David berbisik
"Aaaaaa" Zoya berteriak mendorong wajah David
Kacamata besar Zoya terjatuh dengan cepat dia mengambil dan memakainya kembali, David mengerutkan dahinya ikut memegang kacamata Zoya
"Coba buka.. sepertinya aku tidak asing melihatmu tanpa kacamata" ucap David
"Jangan kurang ajar.. pergi atau aku akan berteriak dan orang orang akan datang "
"Silahkan... dengan begitu aku akan mudah menyeret mu dan temanmu ke penjara" Ancam David
"Lalu apa yang kau inginkan? " David begitu tertarik ketika melihat raut kepanikan di wajah ibu satu anak ini
"Kenapa aku merasa tertarik mempermainkannya?" batin David
"Kau selamat kali ini.. aku harus menjemput anak anak, aku akan membuat perhitungan dengan kalian nanti" David melihat jam di pergelangan tangannya lalu pergi
"Untunglah dia sudah pergi" Zoya akhirnya bisa bernafas lega
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Magdalena baru saja kembali setelah selesai mengantar pesanan kue, Zoya sudah menunggunya seraya berkacak pinggang di ambang pintu
"Selamat siang nona Zoya.. kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Kau masih bertanya kenapa? gara gara kelakuanmu tadi David datang kesini dan mengancam akan melaporkan kita pada polisi" ucap Zoya
"Apa dia tahu? lalu dia mengatakan apa lagi?"
"Dia akan membuat perhitungan dengan kita" Bukannya merasa takut tapi Magdalena malah biasa saja
"Tenanglah Zoya.. kita bisa meminta bantuan Tony"
"Apa kau idiot? jika David tahu Tony membantu kita maka penyamaran ku akan terbongkar, dia akan membawa Zoe bersama wanita sialan itu'' barulah Magdalena menyadari apa yang di katakan Zoya ada benarnya
"Lalu kita harus apa? apa kita akan benar-benar mendekam di penjara?"
"Aku sudah melarang mu.. kau saja yang bodoh" hardik Zoya
__ADS_1
"Aku pikir saat aku memasukan obat itu tidak ada cctv, darimana David bisa tahu?"
"David bukan orang sembarangan... dia tidak akan segan-segan membunuh orang, hanya soal rekaman cctv bukan masalah besar baginya.. apalagi kau sudah mengusik kekasihnya" ucap Zoya
"Benarkah? matilah aku" Magdalena tidak menyangka David akan mengetahui jika dirinya mengerjai Jane
"Siapa yang mati?" Tanya Tony yang tiba-tiba berada di belakang mereka
"Kapan kau datang? dimana mobilmu?" tanya Zoya
"Aku dan Zoe sengaja menyimpan mobil jauh untuk memberi kejutan "
"Ibu... Daddy mengajak kita untuk bersenang-senang, ayo kita pergi" Zoe menarik tangan Zoya
Magdalena mendorong tubuh Zoya hingga terhuyung masuk ke dalam pelukan Tony, Melihat ibunya berdekatan dengan Tony bibir Zoe melengkungkan senyuman manis seraya melakukan tos dengan Magdalena
"Iisshh.." Zoya memukul tangan Magdalena
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang..."
Lisa dan Martin datang berkunjung ke rumah baru David dan Zellyn karena Maya berulang tahun, Melihat kedatangan kakek dan neneknya Maya begitu bahagia
"Akhirnya kakek dan nenek datang" Maya berhambur memeluk keduanya
"Aku harus pergi, ada beberapa urusan yang belum aku selesaikan" ucap David
Apalagi setelah berita kematian Zoya sudah di pastikan membuat Lisa semakin tenang karena tidak akan ada yang mengganggu kehidupan David dan Zellyn, Semarah apapun David padanya tidak akan pernah bisa mengembalikan Zoya
"David.." Martin mengejar David yang sudah keluar rumah
"Ayah tahu kau masih marah tapi jangan tampakkan kemarahan mu dihadapan Maya, Dia masih kecil dan pasti lambat lain akan bertanya kenapa kau selalu pergi saat Lisa berkunjung "
"Aku bisa mengurusnya ayah.. Jika bukan karena ibu mungkin hari ini aku dan Zoya sudah bahagia bersama keluarga kecil kami" Martin menepuk pundak David
"Ayah juga marah saat mengetahui kebohongan Zellyn, ayah tidak pernah memaksamu untuk terus bersamanya"
"Aku sebenarnya sudah ingin berpisah dengan Zellyn tapi aku melihat Maya, aku tak tega jika melihat Maya harus menelan pil pahit bahwa dia bukan darah daging ku, aku dan Maya sudah terlanjur dekat apalagi setelah kehilangan anak, aku tidak pernah tega jika melihat anak anak lain bersedih " ucap David
"Kau berhak bahagia David, bagaimana kau bisa mencari kebahagiaan mu sendiri jika masih bersama Zellyn?"
"Aku bisa mencari kebahagiaan dengan caraku sendiri ayah.. terimakasih selalu menjadi support terbaik untukku" Martin memang selalu menyarankan agar David mengakhiri pernikahannya dengan Zellyn dan mencari kebahagiaannya sendiri
Namun saat David akan melakukan itu lagi lagi Maya menjadi penghalang bagi David, pria arogan dan kejam itu terlanjur menyayangi Maya meskipun dia bukan darah dagingnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Zoe mengatakan sesuatu padaku.. apa kau benar-benar akan memikirkannya?" tanya Tony
__ADS_1
"Aku hanya menenangkannya, aku tidak tahu pasti seperti apa perasaanku.. hatiku sudah mati bersama Zoya yang dulu" jawab Zoya
"Sudah mati atau kau masih mengharapkan David?" Zoya melirik Tony yang duduk di sampingnya
"Aku tidak memiliki perasaan lagi untuk David" Zoya terpaksa menjawab dengan berbohong
Zoya dan Tony duduk di sebuah bangku sambil mengawasi Zoe yang sedang bermain di taman, Zoe menjadi lebih periang setelah mendengar sang ibu akan mulai memikirkan untuk menerima Tony sebagai ayahnya
Zoe yang berharap memiliki ayah sejak lama sangat bahagia mendengarnya, Di balik kebahagiaan Zoe ada sang ibu yang kebingungan tentang perasaannya
Disatu sisi Zoya tidak ingin mengecewakan Zoe namun di sisi lain Zoya tidak bisa membohongi perasaannya, Tony memang baik namun hatinya masih tertutup oleh nama pria di masa lalu Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Maaf tuan kami sudah tutup" ucap Magdalena ketika melihat David masuk
"Aku bukan ingin membeli sesuatu, aku hanya ingin bertemu temanmu yang memakai kacamata besar"
"Dia sudah pergi bersama kekasihnya, ada pesan? nanti saya sampaikan " ucap Magdalena
"Kekasih?" gumam David
"Kenapa aku merasa kesal mendengarnya sudah punya kekasih?" batin David
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu, jawab dengan jujur" ucap David, Magdalena mulai merasakan hawa dingin yang menusuk tulang belulangnya karena ketakutan
"A..a..apa?"
"Siapa yang menyuruhmu memasukkan obat pencahar ke makanan yang aku pesan?" tanya David
"Matilah aku" batin Magdalena
"Itu... aku.. aku.."
"Apa Zellyn atau ibuku yang menyuruhmu?" dengan cepat Magdalena menggelengkan kepalanya
"Maaf tuan.. aku benar-benar minta maaf, aku salah memasukkan obat karena aku mengira makanan itu adalah makanan yang di pesan musuhku " Magdalena dengan cepat berlutut di lantai
"Bangunlah... kau ingin aku memaafkan mu atau tidak? atau kau ingin nanti pagi akan ada berita sesosok mayat wanita di temukan terapung di sungai?" ancam David seraya mengeluarkan pistol
"Maafkan aku tuan.. aku akan melakukan apapun asal anda memaafkan ku" Magdalena memegangi kaki David
"Kalau begitu aku pinjam ponselmu" Seketika Magdalena mendongak
"Kau keberatan?" David mengambil kembali pistol dari balik jasnya
Dengan cepat Magdalena memberikan handphonenya pada David, Entah apa yang di lakukan David pada ponsel Magdalena
Sesaat kemudian David mengembalikan ponsel Magdalena lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun
__ADS_1
"Jangan jangan dia menyadap ponselku.. ini bahaya.. ini bahaya" Magdalena mulai mengotak-atik ponselnya