
5 tahun kemudian....
"Jangan lari lari Zoe " seorang wanita berpenampilan culun mengejar anak laki-lakinya
"Ibu aku tidak mau sekolah" teriak anak kecil tersebut berlari mengelilingi meja makan
"Ayolah Zoe jangan membuat ibu pusing, ibu harus pergi membuka toko"
Setelah beberapa putaran akhirnya wanita tersebut berhasil menangkap putranya, dia memeluknya sambil duduk di lantai
"Katakan kenapa kau tidak ingin bersekolah?" tanya Zoya
"Aku tidak mau mendengar teman teman ku mengolok-olok ibu" lirih anak kecil tersebut
"Memangnya apa yang mereka katakan?"
"Katanya ibu jelek pantas saja aku tidak punya ayah, kenapa ibu harus berpenampilan seperti ini padahal ibu sangat cantik?" rengeknya
"Demi melindungi mu... ibu sudah katakan acuhkan mereka, tugasmu disana hanya belajar yang rajin.. buat ibu bangga dengan kerja kerasmu"
"Aku akan rajin sekolah jika ibu mempertemukan aku dengan ayah" Zoya tampak berkaca-kaca setiap kali putranya menanyakan sang ayah
"Sayangnya aunty... sudah waktunya sekolah, nanti pulang sekolah bibi akan mengajakmu ke mall untuk bermain sepuasnya" mendengar Zoe selalu menanyakan ayahnya Magdalena tahu Zoya pasti sedang bersedih
"Benarkah? kalau begitu aku mau mandi dengan aunty saja" Magdalena membawa Zoe ke kamar mandi sambil tersenyum menguatkan Zoya
Zoya masih duduk di lantai mengusap wajahnya karena matanya mulai berkaca-kaca, Zoya benar benar tak tahan karena semakin besar Zoe selalu menanyakan tentang ayahnya
Bayangan Zoya kembali melanglang buana ke tahun dimana Zoe terpaksa lahir sebelum waktunya, saat Zoya menjatuhkan tubuhnya ke aliran sungai tuhan masih menyelamatkan hidupnya
Zoya merangkak naik dengan kondisinya yang lemah, Zoya pun harus bersembunyi dari anak buah David yang masih mencarinya di sekitar sungai tersebut
"Tuan disini ada bercak darah" Seorang anak buah David menemukan bercak darah yang mengarah ke tempat persembunyian Zoya
Zoya menutup mulutnya saat merasakan sakit yang amat sangat di bagian perutnya, saat David menyusuri jejak darah tersebut tiba-tiba seseorang membekap mulutnya Zoya dan membawanya bersembunyi di sebuah batu besar yang tertutup tanaman merambat
"Tenanglah ini aku" ucap Tony
Zoya tak mengatakan apapun lagi dia hanya menggigil dalam pelukan Tony, cukup lama mereka bersembunyi hingga situasi aman barulah Tony membawa Zoya yang sudah tak sadarkan diri ke rumah sakit
"Lima tahun sudah Zoya yang dulu mati.. kini hanya ada Nasya si culun yang membesarkan anaknya seorang diri" ucap Zoya
Tony begitu berjasa hingga saat ini, Tony memalsukan kematian Zoya agar David percaya dan tak akan mencarinya kembali
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
Sepulang sekolah Magdalena benar benar membawa Zoe ke sebuah mall, saat sedang membeli minuman Magdalena terkejut karena Zoe sudah tak berada di sampingnya
"Zoe.. Zoe.. dimana kau?" Magdalena mencari keberadaan Zoe
Setelah berkeliling akhirnya Magdalena memutuskan untuk datang ke bagian informasi, rupanya Zoe berada disana dengan seorang gadis kecil
"Sedang apa kau disini? kau tidak tahu aunty mu ini hampir gila mencari mu? bisa bisa ibumu menggantungku jika kau hilang"
"Kau berisik sekali" ucap Zoe dengan wajah datar
"Ayahmu akan segera datang, tenang saja aku akan menemanimu sebelum dia kemari"
"Aahh.. keponakan ku sangat jantan sekali" goda Magdalena
"Tutup mulut mu.. aku bukan hewan jadi jangan sebut aku jantan"
"Uuhhh... gemasnya " Magdalena menggoda Zoe seraya mencubit pipinya
"Itu ayahku" gadis itu menunjuk seorang pria dari kejauhan
Magdalena membulatkan matanya saat melihat sosok David, meskipun belum pernah bertemu namun Magdalena pernah melihatnya dari foto yang di miliki Zoya
"Zoe kita harus pergi sebelum ibumu mengamuk" Magdalena menarik tangan Zoe dan membawanya kabur
"Aku tidak apa apa.. aku tadi disini bersama seorang anak laki-laki tapi auntynya membawanya pergi" celoteh anak tersebut
"Mungkin dia sedang ada urusan.. kita pulang, ibumu pasti sudah menunggu"
"Baiklah ayah"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David sedang dalam perjalanan menuju proyek yang sedang dia jalankan, dia melihat seorang anak laki-laki yang sedang di ganggu teman temannya
"Jangan jangan ibumu sendiri tidak tahu siapa ayahmu, ibuku bilang tidak baik berteman dengan anak yang tidak tahu siapa ayahnya"
"Lagi pula siapa yang ingin berteman dengan kalian? " Anak itu berlalu menabrak tiga anak yang menghadangnya
"Lalu siapa yang akan menjadi temanmu? apa kau berteman dengan hantu?" Salah satu anak menahan tas yang di gendongnya
"Lepaskan aku sialan" Anak itu berbalik dan menonjok wajah anak yang mengganggunya
Tiga anak terjatuh di pukul oleh anak tersebut, David tersenyum melihat keberanian anak kecil itu
"Kau butuh tumpangan?" David menjalankan mobilnya pelan seiring dengan langkah anak tersebut
__ADS_1
"Aku tidak bicara dengan orang asing" jawab anak tersebut lalu berlari
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa?" tanya Zoe saat melihat Zoya berkacak pinggang di depan pintu
"Apa yang kau lakukan?"
"Tidak ada.. ibu aku lapar jangan menghalangi pintu" ucap Zoe
"Tidak ada makan sebelum kau bicara jujur"
"Aku harus jujur tentang apa? pertanyaan ibu saja tidak jelas" Zoe masih enggan untuk mengakui apa yang baru saja dia lakukan
"Kau memukul temanmu? kenapa kau melakukan itu?" Zoya berlutut menyamakan tingginya dengan Zoe
"Dia bukan temanku.. mereka selalu mengejekku dan menghina ibu, memangnya kenapa jika aku tidak memiliki ayah? aku juga tidak meminta di lahirkan seperti ini" mendengar ucapan Zoe membuat Zoya sedih
Zoya memeluk Zoe membuat anak itu bingung apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, air mata Zoya menetes membasahi punggung bocah tersebut
"Ibu menangis? apa aku melukai perasaan ibu? hukum aku jika aku nakal Bu" Zoe menghapus air mata di wajah Zoya
"Tidak nak.. kau anak baik, ibu hanya merasa bersalah padamu"
"Jangan menangis Bu.. asal ada ibu aku tidak membutuhkan ayah, aku bahkan tidak mau bertemu pria yang sudah menelantarkan kita" Bukannya berhenti menangis Zoya malah semakin terisak
"Sayang kau sudah pulang? ayo makan bersama nenek" ibu Magdalena membawa Zoe masuk
"Jangan menunjukkan sisi lemahmu.. kau bukan Zoya lagi, sekarang kau Nasya ingat itu" Magdalena membangunkan Zoya
"Perkataan Zoe menyayat hati.. aku selalu tak bisa berpura-pura kuat saat dia membahas tentang ayahnya "
"Ayah Zoe sudah mati.. lagi pula kenapa kau tak menerima Tony saja? lima tahun sudah dia menunggumu Zoya" ucap Magdalena
"Aku tidak ingin menyakiti Tony dengan berpura-pura menerimanya "
"Kau terlalu bodoh Zoya.. aku tahu kau masih menyimpan perasaanmu untuk pria bajingan itu, aku bahkan melihatnya kemarin dengan anak perempuannya " ucap Magdalena
"Apa itu anaknya dan Zellyn? apa dia bertemu Zoe?"
"Tidak.. aku dengan cepat membawa Zoe pergi, dia tampak bahagia bersama keluarganya Zoya tapi kenapa kau berlarut larut dalam kepedihan?" Zoya menghela nafas kasar
"Aku mau buka toko.. ada pesanan kue yang akan diambil siang ini" Ucap Zoya lalu masuk meninggalkan Magdalena
"Selalu saja menghindar " ucap Magdalena
__ADS_1