
"Apa yang kau lakukan pagi pagi disini?" bisik David seraya memeluk Zoya dari belakang
"Aku menyiapkan sarapan untuk mu, kau mau teh, kopi, susu, atau jus?" tanya Zoya seraya berbalik
"Susu" jawab David seraya menaikkan kedua alisnya
Zoya terkekeh ketika melihat ekspresi wajah David, dia tahu apa yang di maksud pria itu
"Jangan bercanda.. cepat duduk aku akan menyiapkan makanannya sekarang"
"Satu ciuman dulu untuk mengawali sarapan pagi ini" David mencium kening Zoya
Zoya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah David, David sudah melangkahkan kakinya namun kembali berbalik dan meraih kepala Zoya
David mendaratkan kecupan di pipi, kening, juga bibir Zoya secara bertubi-tubi, Jane mematung di ambang pintu melihat Zoya dan David
"Aku merasa lebih bersemangat " Ucap David seraya duduk di kursi
"Kau nakal sekali" ucap Zoya ketika menaruh makanan di meja
Zoya melihat keberadaan Jane di ambang pintu dan segera menghampirinya sambil tersenyum, Jane membalas tersenyum kikuk
"Kita sarapan bersama.. kenapa kau tak memanggil pelayan untuk membantu mu?" tanya Zoya seraya mendorong kursi roda Jane
"Aku terlalu menyusahkan.. aku ingin belajar mandiri" jawab Jane
Setelah menempatkan Jane di meja makan kini Zoya mengambil makanan untuk David, david terlihat begitu lahap saat sedang makan
"Kau pintar memasak" ucap Jane
"Aku masih belajar" jawab Zoya
"Aku pulang terlambat hari ini, jika kau bosan kau boleh pergi jalan jalan"
"Sebenarnya aku ingin pergi denganmu" jawab Zoya
"Bagaimana kalau hari Minggu? Aku akan membawamu kemana pun kau mau"
"Terimakasih" Ucap Zoya seraya tersenyum
"Apapun asal kau senang" jawab David seraya mengelus kepala Zoya
Jane terbakar api cemburu melihat keduanya, dia mencengkram erat sendok dan garpu yang di pegang ya
"Ingin sekali aku menancapkan garpu ini ke wajahnya" batin Jane menatap Zoya dengan tatapan tidak suka
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Malam itu Lisa datang ke kantor David saat mengetahui bahwa pria itu sedang lembur, wajah Lisa tampak sangat panik kala menemui David
"Ibu.... bagaimana kabar ibu? " tanya David
"Kau terlalu sibuk dengan wanita itu hingga tidak lagi ingat pada ibumu"
"Bukan seperti itu Bu.. aku tidak bisa meninggalkannya, Zoya saat ini sedang mengandung" jawab David membuat Lisa terkejut
__ADS_1
"Apa?? aku tidak salah dengar?"
"Tidak Bu... aku harap ibu akan bersikap baik padanya" ucap David
"Bersikap baik padanya? apa kau akan menikahinya?"
"Aku akan menikahinya tapi tidak untuk saat ini, aku harus menyelesaikan beberapa hal" jawab David
"Kita bahas itu nanti.. sekarang tolong ibu, Zellyn berada di club' malam dia diajak teman temannya tapi tidak bisa di hubungi sampai sekarang"
"Dia pergi bersama temannya ibu.. tidak perlu terlalu khawatir mungkin ponselnya kehabisan daya" ucap David masih fokus pada tumpukan berkasnya
"Ibu mohon David.. ibu akan merestui hubungan kau dan Zoya, ibu juga akan bersikap baik padanya jika kau berhasil memastikan Zellyn baik baik saja"
Mendengar itu David sontak menatap Lisa, mungkin dengan ini David bisa mendekatkan Lisa dan Zoya
"Aku akan menyuruh Jack"
David menelpon Jack berulang kali namun telponnya tak kunjung di jawab, Jack baru menjawab panggilan David namun dengan suara tak jelas
"Halo tuan.. ada masalah, kami di kejar sekelompok orang " ucap Jack
"Bisakah kau pergi dari sana? aku butuh bantuan"
"Halo.. halo.. tuan maaf kami sedang dalam situasi darurat " terdengar suara tembakan lalu panggilan terputus
"Sial" gumam David
"Baiklah aku akan mencarinya... ibu harus menepati janji ibu"
Lisa tersenyum penuh kelicikan saat supirnya mendorongnya keluar dari ruangan David, karena demi Zoya agar hidup tenang David akhirnya mau mencari Zellyn di tempat yang sudah Lisa sebutkan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bukankah David bilang akan pulang terlambat? tapi ini sudah hampir pagi" Zoya terbangun dari tidurnya dan melihat ranjang di sebelahnya masih kosong
Zoya melangkahkan kakinya keluar dari kamar mencari David ke ruang kerjanya, ruang kerja David juga kosong lalu Zoya turun ke lantai bawah
"Ternyata dia belum pulang" gumam Zoya saat mengintip dari jendela ke halaman rumah
"Apa yang kau lihat?" tanya Jane membuat Zoya terlonjak
"Kau mengejutkanku" ucap Zoya
"Apa David tidak pulang?" tanya Jane
''Dia belum pulang... aku ke dapur dulu" ucap Zoya seraya pergi menghindari Jane
Jane sengaja mengikuti Zoya untuk memanas-manasinya, Jane menggeser kursi saat melihat Zoya sedang duduk seraya meminum segelas air
"Aku sudah katakan Zoya, David bukan pria baik baik"
"Dia sering pergi ke club' malam bersama anak buahnya untuk main bersama wanita malam dan mabuk mabukan " sambung Jane
"Lalu apa untungnya bagimu mengatakan itu padaku?" tanya Zoya
__ADS_1
"Aku hanya kasihan kau sedang hamil.. padahal David tidak pernah ingin benar-benar membangun suatu hubungan, dia selalu bermain main dengan para wanita termasuk aku dulu "
"Mungkin dia masih melakukannya sekarang, bedanya aku menjaga agar tidak sampai memiliki anak sementara kau.... aku hanya kasihan dengan nasib anakmu yang akan lahir tanpa pernikahan " ucapan Jane membuat Zoya berpikir buruk
"Dia akan menikahiku setelah urusannya selesai " mendengar ucapan Zoya membuat Jane tertawa
"Kau sudah di bohongi Zoya... aku tahu pekerjaannya bukan hanya pengusaha, kau tahu? dia seorang mafia Zoya.. " Jane setengah berbisik saat mengatakan David seorang mafia
"Dan kau tahu mafia itu seperti apa? pekerjaan kotor yang di penuhi kekejaman dan pengkhianatan, untuk David mengkhianati wanita bukan hal sulit karena dia bergelut dengan itu setiap hari'' lanjut Jane
"Kau salah jika mempercayai janji manis David, yang aku takutkan kau dan anakmu malah akan fi bunuh jika tetap memaksa meminta pertanggungjawaban.. Aku duluan Zoya" sambung Jane lalu pergi meninggalkan dapur
Zoya mulai berpikiran negatif terhadap David namun mencoba untuk tidak percaya begitu saja
"Bagaimana jika semua itu benar? ibu tidak ingin kehilanganmu, hanya kau yang ibu punya" ucap Zoya seraya mengelus perutnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David mengernyitkan dahinya ketika sinar matahari masuk lewat celah jendela, David memijat keningnya seraya bangun dari tidurnya
Betapa terkejutnya David saat mendapati dirinya berada di satu kamar bersama Zellyn, pakaian keduanya berserakan di bawah ranjang
Lamunan David kembali teringat saat dia datang ke club' malam untuk mencari Zellyn, Zellyn sudah terpengaruh minuman beralkohol karena terus di paksa minum oleh teman temannya
Saat David menegur mereka dan mereka menjawab hanya bermain dan Zellyn kalah taruhan, satu gelas terakhir harus Zellyn minum namun dia sudah tidak sanggup lagi
David hendak membawa Zellyn namun teman temannya tak membiarkan mereka pergi sebelum meminum air di gelas terakhir, akhirnya david meminumnya untuk menggantikan Zellyn
David memapah Zellyn namun baru saja beberapa langkah tubuh David langsung terhuyung dan jatuh, David tidak ingat apa apa lagi setelah itu sampai dia bangun dari tidurnya
"David... semalam.." ucapan Zellyn terputus saat David langsung menyela
"Tidak... aku yakin semalam tidak terjadi apapun, ini semua pasti ulah teman teman mu" ucap David
"Lalu siapa yang melakukannya semalam denganku?" Zellyn memasang raut wajah sedih
"Aku tidak tahu.. kenapa kau hanya diam jika aku melakukan itu padamu?"
"Karena aku menyukaimu David... aku rela menyerahkan apapun untuk mu" jawab Zellyn
"Kau gila" ucap David
Zellyn berdiri menyingkap selimut yang di pakainya, banyak tanda merah di tubuhnya juga noda darah di sprei
"Kau masih belum mengingatnya?"
David mengusap wajahnya kasar dia benar benar tidak mengingat apapun, Tiba-tiba saja bayangan wajah Zoya seperti melintas di pikirannya
David segera mengambil bajunya dan memakainya, David bahkan tak memperdulikan Zellyn yang berdiri mematung menatapnya
"Ini untuk ongkos pulang, aku buru buru" David melempar uang ke atas ranjang
Zellyn menatap nanar kepergian David, bahkan David juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan pria tak di kenal itu
"Apa aku serendah itu? maaf David aku harus mengorbankan mu" gumam Zellyn
__ADS_1