
"Kau masih memikirkan wanita itu? apa kau tidak berpikir mungkin saja wanita itu sudah bersuami atau mungkin sudah mati" ucap Meily ketika Tony masih saja mencari wanita penolong
"Jaga ucapan mu.. aku yakin dia secantik bidadari, matanya yang bulat bersinar, bulu matanya yang lentik, aku suka itu" jawab Tony seraya membayangkan pertemuannya dengan wanita itu
"Lalu kenapa kau tidak menatap wajahnya, kenapa hanya melihat matanya?"
"Aku tersihir oleh matanya, aku ingin menatap wajahnya tapi sayang, aku pingsan terlebih dahulu " Meily menggelengkan kepalanya
"Kau aneh sekali... hiduplah dengan kesendirian mu dan bayang bayang wanita tak jelas itu" ucap Meily seraya beranjak pergi
"Mei... kau tega meninggalkanku sendiri?" teriak Tony
"Kenapa kau tidak pernah menganggap keberadaan ku, aku mencintaimu Tony " batin Meily pergi meninggalkan gedung rumah sakit
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa kau sudah punya wanita Dav?" tanya Lisa
"Wanita? di rumah ini banyak wanita" jawab David
Zellyn tak banyak bicara saat makan dia masih terbayang wajah David saat marah, wajah tampannya berubah menyeramkan
"Ibu sebenarnya ingin kau mengenal Zellyn lebih dekat, siapa tahu kau akan menyukainya"
"Tidak.. terimakasih" David langsung menolak mentah-mentah permintaan Lisa
"Sayang... kau menganggap ku seperti ibu kandung mu, bukan? aku menyayangimu seperti anak kandungku sendiri, ibu hanya ingin yang terbaik untukmu.. usiamu sudah tidak muda lagi nak, tidak semua wanita sama seperti mantan kekasih mu"
"Aku tidak ingin membahasnya, aku akan menemukan wanita pilihanku sendiri Bu" jawab David seraya menyuap makanan ke mulutnya
"Kau sama persis seperti ayah mu, ibu sudah selesai..dimana ibu bisa istirahat?" tanya Lisa
"Ibu tidak pulang?"
"Kenapa? kau tidak suka ibu disini?" David tidak menjawab dia memerintahkan pelayan di rumahnya untuk menyiapkan kamar untuk Lisa dan Zellyn
"Kalian bisa istirahat.. aku juga butuh istirahat agar luka ku cepat pulih" David kembali ke kamar yang di tempati Zoya
"Kenapa David pindah kamar?" gumam Lisa
Zellyn tak berani mengatakan jika di kamar itu David menyimpan seorang wanita, sekali saja Zellyn membuat kesalahan maka David akan membencinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa disini tidak ada jalan keluar sama sekali?" Zoya melihat sekeliling juga memeriksa besi yang terpasang di jendela
Zoya menemukan sebuah gunting di laci dan mencoba membuka baut baut yang mengunci besi pada jendela, mendengar langkah kaki mendekat Zoya segera menyembunyikan gunting tersebut ke kolong tempat tidur
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya David saat pertama kali membuka pintu
__ADS_1
"Ti..tidak ada " Zoya duduk di tepi ranjang seraya menggoyangkan kakinya
Zoya sesekali melirik kearah besi yang sudah berhasil dia lepas satu persatu baut nya, dia berdoa dalam hatinya semoga saja David tidak mengetahui apa yang dia lakukan
"Aku harus pergi dari sini.. aku tidak tahu kapan pria ini akan membunuhku" batin Zoya
Kini Zoya memiliki kemauan untuk keluar dari neraka yang berwujud istana itu, dia selalu bermimpi ayahnya mengatakan agar Zoya jangan patah semangat karena ada kebahagiaan yang akan menantinya
"Jangan lepas.. aku mohon" Zoya berdoa dalam hatinya
"Apa kau lapar? aku akan mengambilkan mu makanan" ucap David
"Aku harus mengisi perutku dulu sebelum kabur" batin Zoya
"Aku lapar" Jawab Zoya
David kembali ke luar sepertinya akan mengambil makanan untuk Zoya, Zoya hanya duduk kadang berbaring karena setelah makan David tidak keluar dari kamar itu
David yang duduk di sofa fokus pada laptopnya, perlahan kaki Zoya turun dari ranjang namun beberapa saat kemudian....
"Mau kemana kau?" ucap David tanpa menatap Zoya
"Padahal dia tidak melihatku sama sekali, dari mana dia bisa tahu aku akan turun" batin Zoya
"Aku mau ke kamar mandi" jawab Zoya
"Pergilah... jangan mencoba keluar" ucap David tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop
"Aku akan pergi mungkin agak lama, tidurlah aku akan mengunci pintunya " David memakai mantel tebalnya lalu benar benar mengunci pintu kamar Zoya sebelum pergi
"Pergi yang lama jangan kembali sebelum aku berhasil keluar dari sini" ucap Zoya seraya mengintip kepergian David dari jendela
Zoya melihat penjaga yang berada di bawah ikut pergi bersama David, dia sudah sangat yakin misinya kali ini akan berhasil
Perlahan Zoya menurunkan besi dari jendela dan membuka jendelanya, Zoya juga merobek sprei dan selimut lalu di ikat ujungnya dia akan menggunakannya sebagai tali
"Huuuh... kau bisa Zoya" Zoya menarik nafasnya sebelum melangkah
Zoya berhasil melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut, sebelum turun Zoya menarik beberapa kali ikatan sprei untuk mencoba kekuatannya
"Sepertinya aman" Zoya mulai turun
Zoya lupa tak memperkirakan di bawah ada jendela, rupanya jendela tersebut adalah kamar yang di tempati Zellyn
Zellyn merasa jenuh dan tiba-tiba membuka jendela tersebut, Zoya terkejut dan tubuhnya bertabrakan dengan kaca jendela
"Aaaaaaa"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
Seperti biasa setelah mendapatkan uang dari hasil penjualan senjata ilegalnya David akan menghabiskan waktu malamnya untuk bersenang-senang bersama anak buahnya, Dering ponsel tiba tiba mengganggunya membuat David sempat mematikan handphonenya
Rupanya yang menelpon David adalah penjaga yang berada di rumahnya, karena handphone David tak bisa di hubungi akhirnya mereka menelpon Jack
"Kenapa?" tanya Jack saat menjawab teleponnya
"Baiklah.." Jack mendekati David dan membisikkan sesuatu
"Apaaa? dasar wanita sialan" gumam David seraya menggertakkan giginya
David dan anak buahnya bergegas pulang setelah Jack menyampaikan sebuah berita, David masuk kedalam rumah dengan langkah besarnya
"David kau bisa jelaskan?" ucap Lisa yang sudah menunggu kepulangan David
"Aku jelaskan nanti" ucap David tanpa menoleh dan langsung naik ke kamar Zoya
Di dalam kamar Zoya terbaring dengan Nancy yang sedang mengobati lukanya, Nancy berdiri ketika David duduk di tepi ranjang
"Kenapa dia bisa seperti ini?" tanya David
"Itu... anu tuan.."
"Jawab yang benar" bentak David membuat Nancy terlonjak
"Nona Zoya kabur lewat jendela tapi nona yang itu tak sengaja membuka jendela dan menabrak nona Zoya hingga terjatuh"
"Gadis sialan.. aku sudah meremehkannya " gumam David
"Sejak kapan dia pingsan?" tanya David
"Sudah dua jam tuan.. lukanya masih mengeluarkan darah sepertinya kita perlu membawanya ke rumah sakit" jawab Nancy dengan ketakutan
"Panggil dokter.. suruh mereka membawa semua alat yang di butuhkan kesini" Nancy mengerti dan pamit undur diri
David tak mengizinkan siapapun masuk termasuk ibunya, sampai sampai David menyuruh penjaga untuk berjaga di depan pintu kamar Zoya
David tak menggubris teriakan Lisa yang memanggil namanya untuk keluar, dia menemani Zoya saat sedang di periksa dokter
"Apa yang kau lakukan? kau ingin menyentuhnya?'' tangan David menahan tangan dokter yang hendak meletakkan stetoskop di dada Zoya
"Saya akan memeriksanya tuan.. bagaimana saya bisa memeriksa pasien jika saya tidak boleh menyentuhnya" jawab dokter
"Berikan padaku" David mengambil stetoskop itu dari tangan dokter
Dokter hanya memberi arahan kemana saja tangan David bergerak agar dokter bisa mengetahui keadaan Zoya
"Sepertinya luka di belakang kepala perlu di jahit" ucap dokter saat melihat luka di belakang kepala Zoya
"Baiklah... tugasmu hanya menjahit lukanya biar aku yang memeganginya" ucap David
__ADS_1
Dokter sampai terheran-heran dengan sikap David yang sangat protektif, dokter hendak bertanya tentang luka luka di tubuh Zoya namun malah diacungi senjata oleh David hingga membuatnya memilih bungkam