Jodoh Masa Kecil

Jodoh Masa Kecil
Kejutan Manis


__ADS_3

๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ Assalamu'alaikum... Kakak ๐Ÿ™ mumpung masih suasana lebaran, othor mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Firri 1443 H. Mohon maaf lahir bathin ๐Ÿค—... maaf juga karena beberapa hari ini udah telat bingiiitttts up nya, dikarenakan sedang semrawut ngurus persiapan lebaran. Buat yang udah koment juga udah nungguin di episode sebelumya, othor ucapin terimakasih banyak ๐Ÿค—๐Ÿ™ dan selamat membaca episode selanjutnya yaaa... terimakasih ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Satu tahun kemudian.


Pasangan Gala dan Gendhis semakin harmonis. Gendhis yang memang tipikal penurut itu tak pernah menolak keinginan suaminya. Termasuk keinginan Gala yang ingin Gendhis jadi istri rumahan. Gala tak mengizinkan istrinya kembali mengajar meski sebenarnya Gendhis ingin. Lagi pula untuk apa Gendhis sibuk-sibuk bekerja? Toh semua kebutuhan hidupnya sudah tercukupi. Tapi bukan itu sebenarnya tujuan utama Gendhis. Mengajar sebenarnya sudah menjadi panggilan jiwanya. Menyalurkan ilmunya agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Tapi apa hendak dikata? Suaminya tak memberinya izin.


Gala lebih senang saat dirinya pulang bekerja, senyu manis Gendhis akan mengembang tiap kali ia membuka pintu rumah. Gala ingin Gendhis lebih fokus mengurus dirinya, serta anak-anaknya kelak. Meski sebenarnya Gendhis merasa jenuh, tapi itu semua ia lakukan dengan penuh tanggung jawab. Gendhis terkadang merasa kesepian saat Gala sedang pergi bekerja dan dia di rumah sendiri bersama si Embak. Ayah ibu mertuanya pun juga bahkan lebih sibuk dari Gala. Tak jarang mereka pulang hingga larut malam saat sedang banyak pekerjaan.


"Assalamu'alaikum... istriku yang cantik..." sapa Gala sore itu sambil mendekap hangat tubuh Gendhis dari belakang.


"Waalaikumsalam... masya Allah... Mas Gala bikin aku terkejut." jawab Gendhis sambil memotong sayuran untuk persiapan makan malam.


"Kenapa terkejut? Kamu lagi mikirin sesuatu ya?" tanya Gala.


Gendhis hanya tersenyum dan berkata, "Ah... enggak... aku cuma lagi mikir suamiku mau minta menu makan malam apa ya hari ini?"


Gala melepaskan dekapannya lantas membalikkan tubuh Gendhis lalu berkata, "Sayang... kalau begitu, kamu nggak usah masak aja ya! Malam ini kita makan di luar, okey...?"


"Nggak usah, Mas... biar aku masak aja. Sayur asem kesukaan Mas Gala kan?" ucap Gendhis.


"Sayang... sayur asemnya buat besok aja. Aku lagi pengen dinner di luar, biar romantis gitu." jawab Gala sambil memegang dagu istrinya.


"Tapi kan udah Gendhis siapin, tinggal masak bentar terus siap dan..." ucap Gendhis belum selesai Gala sudah memotongnya dengan kecupan manis di bibirnya.


"Gendhis... udah ya ngomonnya... sekarang juga ayo mandi terus bersiap. Habis magrib kita pergi. Aku punya sesuatu buat kamu, okeyyy..." ucap Gala lembut.


Gendhis pun hanya menganggukkan kepalanya. Ia tahu tak kan mungkin bisa menolak apa pun keinginan suaminya. Mereka pun lantas pergi ke kamar untuk bersiap-siap. Usai sholat magrib berjamaah, Gendhis mengganti pakaiannya dan merias wajahnya dengan cantik seperti keinginan Gala. Gala sangat memperhatikan istrinya. Dia juga sangat fashionable untuk urusan penampilan Gendhis. Bahkan pakaian Gendhis, sepatu, tas, hijab, semua Gala perhatikan. Dan Gala juga tak pernah salah pilih untuk urusan penampilan Gendhis. Semuanya disesuaikan dengan karakter juga kepribadian Gendhis. Karena Gala faham betul, Gendhis tak mungkin secara khusus meminta uang pada suaminya untuk membeli pakaian dan mempercantik dirinya. Namun, Gala seolah tanggap betul apa saja yang dibutuhkan seorang wanita. Baju yang Gendhis pakai tiap hari, hampir semua Gala yang belikan tanpa Gendhis memintanya.


Setelah keduanya siap, ahirnya mereka pun berangkat. Gala mengajak Gendhis ke sebuah restaurant favorit Gala. Di mana lagi kalau bukan di Amanjiwo Resort. Ternyata Gala sudah memesan satu meja khusus untuk mereka.


__ADS_1


Dengan gaun muslimnya, Gendhis terlihat anggun berjalan bersanding dengan Gala. Gala menarik sebuah kursi dan mempersilakan Gendhis untuk duduk bak tuan putri dalam cerita dongeng.


"Mas Gala... apa kita mau menghadiri acara di sini?" tanya Gendhis.


"Iya... sebentar lagi mulai acaranya, tunggu aja!" jawab Gala.


Beberapa saat kemudian, hidangan pun datang di meja mereka. Usai menikmati hidangan, datanglah segerombolan orang dengan berpakaian adat jawa mendekati meja mereka. Mereka seperti hendak melakukan pertunjukan. Berpakaian bak tokoh dalam cerita pewayangan, lengkap dengan beberapa gamelan. Ternyata benar, mereka hendak melakukan pertunjukan khusus di depan Gendhis dan Gala.



"Mas Gala? Apa ini???" Gendhis masih terheran-heran tak jua mengerti akan maksud suaminya yang sangat gemar memberinya kejutan itu.


"Itu... pertunjukan cerita Ramayana. Cerita legendaris kesukaan kamu bukan?" tanya Gala.


"Ya... Allah... Mas Gala serius?" tanya Gendhis tak percaya.


"Ya iya lah... buat apa juga aku bohong sama istri ku?" Gala balik bertanya.


"Iya..." jawab Gala sambil meraih kedua jemari Gendhis. Menyematkan cincin berlian di jari tengahnya lantas mengecupnya seraya berkata, "Miladuki sa'idy, Sayang, barakallah fii umrik... Semoga selalu menjadi seseorang yang dirindukan oleh surga dan pasangan yang dilimpahkan kebahagiaan selalu."


Gendhis menitikkan air mata. Ia bahkan tak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ternyata di hari pertama ulang tahunnya setelah menjadi Nyonya Manggala Kresna hari ini begitu mengharukan.


"Masya Allah, Subhanallah... terimakasih Suamiku. Do'a juga ridho mu adalah kunci kebahagiaan ku. Terimakasih sudah memilihku untuk menjadi istri mu..." ucap Gendhis dengan penuh rasa syukur.


Gendhis sangat menikmati pertunjukan budaya itu. Ia sangat mengagumi sosok Dewi Shinta yang begitu agung dengan kesetiaan dan pengabdiannya untuk Sri Rama. Bahkan dia rela menjatuhkan tubuhnya di atas bara api untuk menunjukkan kesetiaannya karena sempat di ragukan oleh suaminya. Api tersebut tak dapat membakar tubuh Dewi Shinta karena seperti ucapannya, jika api itu berhasil membakar tubuhnya berarti memang tuduhan yang diberikan padanya adalah benar, namun yang terjadi adalah sebaliknya.


Setelah Rama berhasil mendapatkan kembali Dewi Shinta, Rama diminta untuk menjadi Raja di Alengka. Namun ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan hal itu. Lalu, pihak-pihak tersebut mulai menyebarkan fitnah di Alengka. Isu lama tersebar kembali. Isu tentang Shinta yang sudah tidak suci lagi, ia telah dinodai Rahwana. Desas-desus yang beredar itu membuat Rama sangat terganggu dan Rama pun melakukan kesalahan yang sama yang pernah ia lakukan sebelumya. Ia tidak mempercayai Shinta.


Kali ini Rama memerintahkan adiknya, Leksmana agar membuang Shinta ke hutan di tepian sungai Gangga. Shinta yang telah menjaga kesetiaannya selama bertahun-tahun di Argasoka akhirnya ditinggal seorang sendiri di dalam hutan, padahal ketika itu ia sedang mengandung anak dari Rama. Hingga akhirnya Shinta pun kembali membuktikan kesucian cintanya di depan Rama, kali ini bukan api, untuk membuktikan cintanya ia memilih ditelan pertiwi.


Tiba-tiba bumi pun terbelah.ย "Dewiย Pertiwi"ย muncul dan membawa Dewi Shinta masuk ke dalam tanah. Menyaksikan hal itu Rama sangat sedih. Ia pun menyerahkan takhta Ayodhya dan setelah itu bertapa di Sungai Gangga sampai akhir hayatnya.


"Mas Gala... terimakasih untuk kejutan malam ini. Aku menyukainya..." ucap Gendhis usai acara makan malam dan pertunjukan budaya.

__ADS_1


"Ini semua tidak ada artinya jika dibandingkan dengan cinta yang sudah kau berikan untuk ku." ucap Gala.


Gendhis tersipu malu.


"Mas Gala... kita pulang sekarang?" tanya Gendhis.


"Kenapa buru-buru? Baru juga jam sebelas malam. Besok kan aku libur." jawab Gala.


"Lalu... kita mau ngapain di sini, Mas? Pertunjukan juga udah selesai." ucap Gendhis.


"Siapa bilang kita akan tetap disini?" kata Gala.


"Lalu? Memangnya kita mau kemana?" tanya Gendhis.


"Aku masih punya satu kejutan lagi buat kamu." jawab Gala.


"Kejutan? Kejutan apa lagi, Mas? Kejutan ini aja udah lebih dari cukup." ucap Gendhis.


"Ada lah... pokoknya. Sekarang kita pergi dan aku tunjukkin kejutan berikutnya." ucap Gala.


Gendhis ikuti saja keinginan suaminya seperti biasa. Mereka lalu masuk ke dalam mobil.


"Mas Gala... emang kita mau kemana? Kenapa aku pakai tutup mata segala?" tanya Gendhis saat matanya di tutup dengan sapu tangan lembutnya.


"Tenang aja, Gendhis... aku nggak aneh-aneh kok. Namanya juga kejutan, biar surprise ya harus di tutup dulu matanya. Maaf ya Sayang..." ucap Gala.


Gala pun melajukan mobilnya untuk menunjukkan kejutan berikutnya pada Gendhis.


*****


...Kira-kira... Gala akan membawa Gendhis ke mana ya? ...


...Pantau terus di episode selanjutnya yaaa... jangan lupa dukungan serta komentarnya. Terimakasih... ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ™๐Ÿ™...

__ADS_1


__ADS_2