Jodoh Masa Kecil

Jodoh Masa Kecil
Kembali Pulang


__ADS_3

Lintang di apartemen mewahnya.


Sesampainya di apartemen, Si Embak menidurkan baby Sanchi. Ia sedikit bertanya-tanya dalam hati. Usai majikannya pamit untuk menemui istrinya, ia melihat ada yang berubah, namun ia tak berani bertanya apapun karena dari raut wajahnya terlihat sedang emosi tingkat tinggi.


Lintang berjalan menuju kamarnya tanpa berbicara sepatah katapun. Ia masih tak percaya akan apa yang baru saja terjadi. Dalam sekejap mata, seluruh kebahagiaannya hilang bak ditelan bumi. Wanita yang Lintang cintai, bahkan rela meninggalkan keluarga demi hidup dengannya, ternyata ia tak lebih dari seorang penipu ulung. Gabby tak pernah mencintai Lintang. Ia memanfaatkan Lintang sebagai alat untuk menutupi aibnya semata akibat perbuatan Bara, mantan pacar Gabby sebelum dijodohkan dengan Arnold.


Dan yang paling menyedihkan, adalah... Sanchi... Putri kecil yang amat ia kasihi itu, ternyata bukanlah darah dagingnya.


"Ya... Tuhan... bodohnya aku! Selama ini sudah dibutakan oleh tipu daya Gabby. Aku lakukan semuanya untuknya, aku berikan semua yang aku punya, aku pertaruhkan hidup, keluarga dan cinta ku, tapi apa yang ku dapat??? Ternyata selama ini dia menipuku! Aku tak mungkin bisa memaafkan kesalahannya. Ibu...Bapak, Lintang minta maaf..." Lintang bicara sendiri penuh penyesalan. Ia benar-benar terpuruk, tak ada seorangpun yang mempedulikannya. Dan... pada saat berada di titik terendahnya ini lah, ia sadar... siapa yang sungguh-sungguh mencintainya dengan tulus dan apa adanya.


"Gendhis... apa yang sudah aku perbuat padamu? Aku sudah menyia-nyiakan wanita sebaik dirimu. Tak ada seorangpun yang mencintaiku setulus cinta mu pada ku. Aku benar-benar menyesal Gendhis... sangat menyesal. Maafkan aku, Dis... aku pantas mendapatkan hukuman ini." tubuh Lintang jatuh tersungkur di lantai. Dengan berlinangan air mata, Lintang tak henti-hentinya meratapi rasa penyesalannya. Ia tak tahu apa yang akan ia lakukan sekarang.


Sesaat kemudian, ia menghapus wajah yang basah dengan air mata itu seraya berkata.


"Gendhis... kamu adalah wanita yang baik. Selama ini, bahkan sejak kecil kita dibesarkan bersama, kamu lakukan semuanya untuk ku. Aku yakin... kamu pasti maafin kesalahan ku. Iya... aku yakin sekali kalau Gendhis masih mencintai ku. Aku yakin kamu pasti maafin aku dan kita akan memulai lagi semuanya dari awal. Aku janji, setelah ini semua... aku nggak akan pernah nyia-nyiain kamu lagi."


Lintang bangkit dari tempatnya tersungkur lantas membuka lemari pakaiannya dan segera ia masukkan baju-bajunya ke dalam koper.


"Gendhis... aku datang! Tunggu aku Dis, dan berikan aku kesempatan... maka akan aku berikan kembali seluruh kebahagiaan yang pernah aku minta padamu." ucapnya.

__ADS_1


Ketika sedang mengemas pakaiannya, Gabby datang dengan rasa penyesalannya. Ia berjalan mendekati Lintang yang tak sedikitpun menatap wajahnya.


"Sayang... maafin aku! Aku nggak bermaksud..." ucap Gabby belum selesai tapi Lintang sudah memotongnya.


"Cukup!!! Aku tak mau dengar alasan apapun! Semuanya sudah berakhir!" ucap Lintang ketus.


"Tapi kamu mau kemana, Lintang?" tanya Gabby.


"Bukan urusan kamu!" jawab Lintang.


"Tolong jangan pergi Lintang!" Gabby memohon entah untuk alasan apa dia masih menahan Lintang. Apakah karena cicilan apartemen mewahnya belum lunas? Semua itu hanya Gabby yang tahu.


"Kalau kamu pergi, apa kamu nggak kasihan sama Sanchi?" alasan Gabby menahan Lintang adalah Sanchi, sungguh semakin membuat Lintang merasa hanya dimanfaatkan oleh Gabby.


Lintang pun ahirnya memaksakan diri memandang wajah Gabby meski sebenarnya merasa muak.


"Oh... jadi itu alasan kamu menahan ku untuk tetap di sini? Kamu belum puas menghancurkan masa depan dan keluarga ku? Aku rela meninggalkan mereka jauh-jauh ke sini ternyata cuma kau jadikan sebagai baby suster mu??? Oh... Tuhan... ternyata... di dunia ini ada wanita se licik kamu. Aku nggak nyangka ternyata kamu lebih buruk dari yang aku fikir." ucapnya.


Percekcokan mereka semakin lama semakin memanas dengan suara lantang saling menyalahkan satu sama lain. Hal itu serentak membuat baby Sanchi terbangun dari tidurnya. Lintang keluar dari kamarnya dan melihat Si Embak sedang menenangkan tangisan baby Sanchi. Si Embak nampak panik sekaligus takut melihat apa yang sudah terjadi pada kedua majikannya, namun ia tak berani untuk berkata sepatah kata pun.

__ADS_1


Lintang menghentikan langkahnya di depan baby Sanchi yang sedang menangis sejadi-jadinya dalam gendongan Si Embak. Bayi yang tak berdosa itu seolah tahu bahwa satu-satunya orang yang menyayanginya di rumah itu akan segera pergi meninggalkannya.


Hati Lintang sebenarnya tak kuasa mendengar jeritan putri kecil itu. Tak bisa dipungkiri, kedekatan mereka sangat kuat meski bukan sedarah. Dan waktu yang hanya sebentar itu sudah cukup membuat Lintang merasa bahwa dirinya telah menjadi seorang ayah. Tapi ternyata, takdir berkata lain. Tangisan itu tak dapat menebus kesalahan yang sudah mamanya perbuat pada Lintang. Dengan berat hati atas rasa tak teganya pada baby Sanchi, Lintang memilih untuk melanjutkan langkahnya meninggalkan apartemen untuk kembali ke kampung halamannya.


*****


Tepat pukul 16.00 WITA Lintang pergi meninggalkan apartemennya hendak menuju Magelang dengan mobilnya. Ia sangat berharap keluarganya dan juga Gendhis akan menerima kehadirannya kembali di tengah-tengah mereka. Bahkan kepergiannya belum sempat meminta izin dari tempatnya bertugas. Ia sendiri sadar konsekuensinya akan apa yang sudah ia lakukan. Tapi Lintang rela, demi menebus kesalahan yang sudah ia perbuat pada orang-orang yang teramat sangat pernah menyayanginya.


Sepanjang jalan, Lintang masih terus berfikir tentang kesalahan besar yang sudah ia perbuat. Ia harap belum terlambat untuk memperbaiki semuanya.


"Gendhis... maafkan aku... Aku benar-benar menyesal. Aku janji, nggak akan pernah buat kamu menangis lagi. Aku nggak akan pernah ninggalin kamu lagi. Kita akan hidup bahagia, Dis... selamanya. Aku pastikan itu dan aku rela berbuat apa pun agar kamu bisa memaafkan ku!" Lintang berbicara sendiri dalam mobilnya.


Perjalanan Denpasar ke Magelang dengan waktu kurang lebih 15 jam itu Lintang lalui dengan penuh penyesalan dan harapan. Ia perkirakan, besok sekitar pukul tujuh pagi sudah sampai di tanah kelahirannya. Ia seolah tak sabar lagi menyaksikan wajah orang-orang yang pernah menyayanginya. Ia cukup yakin kalau keluarganya akan sangat bahagia melihat putra mereka sudah kembali. Segera ia tambah laju kendaraannya agar segera sampai di rumahnya yang beberapa jam lalu sempat ia rindukan. Dan kali ini... impiannya untuk kembali ke rumah itu akan segera terwujud.


*****


...Terimakasih kakak... sudah setia menunggu. 🥰...


...Siap-siap ya yang dapat undangan di acara ijab qobulnya Gendhis dan Gala. Besok jam 8 pagi pasti bakalan seru... 🥰🥰🙏🙏🙏🤭...

__ADS_1


__ADS_2