Jodoh Masa Kecil

Jodoh Masa Kecil
Prahara Hati


__ADS_3

Hari ini, Gendhis beserta teman-temannya sedang menghadiri acara reuni yang diadakan oleh alumni siswa-siswi SMAN 1 Bandongan (Smandong). Acara yang diadakan setiap tiga tahun sekali itu diprakarsai oleh beberapa alumni yang bekerja sama dengan pihak sekolah. Tujuannya agar mempererat tali silaturahmi antar sesama alumni. Mereka bisa melepas kerinduan bersama dengan teman lama, saling bertukar pengalaman, hingga bertukar nomor whatsapp yang ahirnya berujung CLBK hingga bahkan ada yang sampai ke pelaminan.


Di acara ini, yang semangatnya nomor satu, dan yang datang paling awal, siapa lagi kalau bukan Riko, Sang mantan ketua OSIS idola para gadis di masa kepemimpinannya. Apalagi Riko termasuk salah satu alumni akrif yang sukses mengumpulkan alumni Smandong untuk bisa ikut andil dalam acara tersebut.


Acara temu alumni akan dilaksanakan di gedung aula Smandong. Karenanya tempat tersebut sudah disulap menjadi tempat yang amat indah lengkap dengan hidangan yang sudah disiapkan oleh panitia.


Tepat pukul 09.00 WIB. Gendhis tiba di Smandong bersama dengan Tina juga teman-teman yang lain. Sebenarnya yang tertera di undangan adalah pukul 10.00 WIB, tapi mereka sengaja datang lebih awal agar bisa ngobrol dengan puas bersama dengan teman-teman mereka.


Kedatangan Gendhis rupanya sudah amat ditunggu oleh Sang mantan ketua OSIS. Riko tidak akan melewatkan kesempatan berharga kali ini untuk bisa deketin Gendhis. Entah sudah berapa lama dia tidak bertemu dan melihat wajah Gendhis. Ia seolah tidak percaya kalau hari ini dia bisa bertemu dengan Gendhis lagi dalam keadaan berbeda. Karena dulu, setiap kali ia hendak mendekati Gendhis, belum juga mulai Lintang sudah buru-buru menghalaunya. Tapi kali ini, sudah tidak ada lagi orang yang akan menghalangi langkahnya, fikir Riko.


Setelah mengamati gadis pujaan hatinya dari kejauhan, Riko pun ahirnya menghampiri Gendhis yang tengah bercanda tawa dengan sahabat-sahabatnya.


"Hayy... Dis... Assalamu'alaikum..." sapa laki-laki tampan yang ada di hadapan Gendhis.


Gendhis menoleh ke arah sang pengucap salam, lalu dijawabnya dengan senyuman yang mengembang dari bibir manisnya yang membuat hati Riko meleleh seketika.


"Wa'alaikumsalam..." jawab Gendhis.


Tina yang seolah tahu dengan maksud Riko itupun sengaja meninggalkan mereka di tengah keramaian agar bisa saling mengobrol.


"Oh, iya Dis... aku ambil minum bentar ya, kalian ngobrol dulu aja, ntar aku kesini lagi. Yuuuk guys..." ucap Tina tiba-tiba sambil menarik tangan sahabatnya yang lain.

__ADS_1


"Ehhh... tunggu. Aku ikut..." kata Gendhis pada Tina.


"Cuma bentar kok Dis, kamu di sini aja... ntar aku balik sini lagi kok. Iya kan temen-temen?" kata Tina pada sahabatnya yang lain sambil mengedip-ngedipkan mata seraya memberi isyarat. Meski sedikit bingung, para gadis-gadis itupun ikuti saja komando dari Tina.


"Kak Riko... bentar ya, kami ambil minum dulu..." pamit Tina pada Riko.


"Oh... iya, Tin..." jawab Riko menahan rasa terimakasih di hatinya pada Tina yang sudah dengan penuh pengertian memberikan kesempatan pada Riko untuk bisa mengobrol dengan Gendhis.


Tina... Tina....! Dari dulu sampai sekarang nggak pernah berubah. Demen banget deh, nyomblangin Riko sama sahabatnya! Yaaah... meski belum pernah berhasil sih...! Tapi kali ini dia berharap Riko bisa mendapatkan kesempatan ke dua dari Gendhis untuk mendapatkan hatinya. Ia sangat ingin sahabatnya itu segera bangkit dari keterpurukan dan kesedihannya semenjak kepergian Lintang dari hatinya. Meski sampai detik ini... Gendhis belum bisa membuka hatinya untuk orang lain.


Gendhis dan Riko, keduanya berdiri tegak di tengah hiruk pikuk semua peserta reuni yang tengah sibuk dengan obrolannya masing-masing.


"Dis... apa kabar? Lama nggak ketemu kamu." ucap Riko mulai basa-basi.


"Alhamdulillah... aku juga baik." jawab Riko.


Keduanya pun terdiam sejenak seolah merasa canggung karena sudah lama tak pernah bertemu dan berkomunikasi. Apalagi Gendhis faham betul, laki-laki yang ada di hadapannya ini sempat mati-matian mengejar cintanya waktu masih SMA. Sepintas, angannya seolah menelisik kembali kenangan lama bahwa... dulu... Lintang sangat marah dan tidak suka sekali melihat Gendhis dekat-dekat apalagi berbicara dengan Riko. "Dulu... itu dulu Dis... sekarang lain. Orang yang dulu pernah melarang mu itu bahkan sekarang tidak peduli lagi dengan perasaan mu!" gumam Gendhis dalam hatinya.


Keduanya pun ahirnya mengobrol seputar kesibukan juga kuliah mereka. Meski hanya demikian, Riko sudah amat bahagia, karena sekarang Gendhis menjadi lebih terbuka berbicara dengannya, tidak seperti dulu. Tapi... Riko tak ingin buru-buru mengutarakan maksudnya. Ia tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya. Karenanya, ia tak ingin gegabah dalam mengutarakan perasaannya. Biarkan seiring berjalannya waktu, Gendhis akan memahami perasaan Riko yang dari dulu tak pernah berubah padanya.


"Kak Riko, dipanggil sama Pak Agung. Katanya acara akan segera dimulai." kata salah satu adik tingkatnya yang juga jadi panitia.

__ADS_1


"Oh ya, sebentar lagi aku ke sana!" ucap Riko. Dia merasa kebahagiaannya terusik saat ada yang memanggilnya. Tapi tidak jadi masalah buatnya, toh masih banyak waktu untuk bisa mengobrol dengan Gendhis setelah tadi mereka sempat bertukar nomor whatsapp. Riko ahirnya berpamitan untuk meninggalkan Gendhis.


Acara pun dimulai satu persatu dengan runtut. Hingga tiba di acara istirahat yaitu standing party, menikmati semua hidangan yang kemudian juga dimeriahkan oleh grup band bentukan adik-adik Smandong yang waktu itu masih berstatus menjadi siswa di sana.


Di tengah-tengah acara tersebut... seluruh peserta reuni dibuat terkejut dan juga takjub melihat satu pemandangan di depan mata mereka. Mata mereka terbelalak, antara heran, kaget, haru, kasihan, yang berkumpul jadi satu di otak mereka sehingga menjadi seribu pertanyaan yang tak terjawabkan saat itu juga. Betapa tidak??? Tiba-tiba saja, dari pintu masuk Lintang hadir bersama dengan Gabby... istri sirinya, karena pernikahan mereka belum resmi tercatat di KUA. Tentunya dengan style Gabby dalam berdandan yang suka sekali berpenampilan seksi juga glamour. Keduanya berjalan memasuki gedung dengan gaya seolah mereka adalah Pangeran William dan Putri Kate Middleton dari Inggris yang sedang masuk ke istana.


Hampir semua mata tertuju pada pasangan itu. Apalagi mereka yang tahu tentang perjodohan Lintang dengan Gendhis dulu waktu mereka masih SMA bagaikan dua sejoli yang tak dapat dipisahkan. Tapi sekarang? Tanpa permisi, Lintang datang bersama dengan wanita lain dan keduanya tampak sangat mersa.


Tak cukup hanya melihat. Hampir semua yang hadir di sana membicarakan ketiga sosok tersebut, baik Lintang, Gendhis, maupun Gabby. Hal itu seolah membuat Gendhis makin terpojok. Dia berdiri tegak, dan kebetulan posisinya berada di depan dekat dengan panggung hiburan. Sehingga mau tak mau... Lintang dan Gabby harus berjalan bergandengan tangan mesra, lewat persis di depan mata Gendhis tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya. Bisa bayangin nggak guys rasanya kayak apa? 😠🤔


Gendhis masih terbelalak, hingga tak mengedipkan bulu matanya yang lentik itu. Meski demikian, aura dan kecantikan Gendhis tidak berubah sedikitpun. Malah semakin terpancar karena kesabaran dan kelapangan hatinya. Hal ini membuat Riko semakin tak kuasa melihat gadis yang ia cintai harus merasa dalam kondisi terpojokkan seperti ini. Apalagi Trio Centil yang dulu selalu mengusik ketenangan Gendhis juga ada di sana. Alangkah bahagianya mereka menyaksikan pemandangan langka ini.


Riko mulai geram dengan tingkah Lintang dan wanitanya itu. Ingin rasanya dia berjalan ke arah Lintang dan kembali melayangkan tangannya hingga babak belur seperti yang ia lakukan beberapa waktu lalu. Tapi itu tidak mungkin... tempat ini bisa berubah jadi ring tinju jika sampai hal itu terjadi. Dan Riko yakin, Gendhis tidak akan suka dengan hal ini.


Riko sempat berfikir, Lintang berbuat demikian lantaran ia ingin balas dendam pada Riko atas kejadian di lapangan beberapa waktu lalu. Lintang tahu, Riko tidak akan sanggup melihat Gendhis di sakiti, seperti yang sedang ia lihat hari ini. Karenanya, Riko segera memutar otak dan mencari cara bagaimana Lintang bisa kalah meski tak bertarung, dan Gendhis... dia bisa mendapatkan keadilan sehingga semua orang yang melihat tidak akan menaruh rasa iba padanya.


*****


...Seperti apakah tindakan Riko selanjutnya untuk menyelamatkan Gendhis dari prahara hati akibat kedatangan Lintang? ...


...Nantikan cerita di episode selanjutnya ya kakak.... terimakasih sudah setia menunggu 🥰🥰🙏🙏...

__ADS_1


...Jangan lupa, like, komentar, dukungan serta hadiahnya ya kakak 🤭🤭 🙏🙏...


__ADS_2