
Tak lama setelah dipanggil oleh adik kesayangannya, Lintang pun ahirnya keluar dari kamarnya. Ia lalu berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu. Dilihatnya semua anggota keluarganya juga keluarga Gendhis tengah berkumpul. Ia merasa ada sesuatu yang hendak dibicarakan oleh keluarganya, sampai-sampai dua keluarga itu berkumpul dalam satu ruangan.
Lintang berjalan menuju Pak Ratno dan Bu Sari untuk menyapa dan dengan penuh hormat Lintang mencium tangan kedua orang tua Gendhis. Setelah itu, dia duduk di antara sekumpulan orang-orang yang begitu menyayanginya.
"Pakne... semuanya sudah kumpul, Lintang juga sudah di sini. Kita mulai sekarang aja Pakne..." ucap Bu Parti seolah sudah tidak sabar lagi menyampaikan kabar berita ini.
"Baiklah... karena semuanya sudah kumpul, kita mulai saja sekarang." ucap Pak Argo serius.
Baik Lintang, Gendhis, juga kedua orang tua Gendhis mulai penasaran. Ada apakah gerangan? Sehingga secara tiba-tiba Pak Argo mengundang mereka malam ini secara mendadak.
"Pak Ratno dan Bu Sari, saya selaku kepala keluarga di sini, ingin menyampaikan beberapa hal, yang pertama... Alhamdulillah... sekarang Lintang sudah selesai masa pendidikannya. Tinggal menunggu dilantik oleh Bapak Presiden, maka Lintang akan resmi menyandang gelar TNI AD. Ini semua tidak lepas dari dukungan juga do'a Pak Ratno sekeluarga. Karenanya kami sangat berterima kasih." ucap pak Argo.
Pak Ratno juga seluruh yang hadir di tempat itu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kedua... Insya Allah bulan depan akan dilaksanakan pelantikan, dan setelah itu... Lintang akan ditugaskan di Indonesia bagian timur. Sebenarnya dari awal kami sebagai orang tua, tidak mengizinkan Lintang untuk menjadi seorang TNI, salah satu alasannya ya kami tidak akan bisa jika anak kami harus pergi jauh untuk menunaikan tugasnya. Namun berkat dukungan, pengertian, juga semangat dari putri kalian, yaitu Gendhis... ahirnya mata hati dan wawasan kami seolah terbuka untuk bisa memberi dukungan penuh pada Lintang." lanjut Pak Argo.
"Dan... yang ketiga, karena kami merasa kewajiban kami untuk mendukung Lintang menuntut ilmu telah selesai, tinggal satu kewajiban kami yang belum kami tunaikan, yaitu menikahkan Lintang dengan Gendhis." itulah inti pembicaraan yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Pak Argo.
Semua orang terkejut mendengar perkataan Pak Argo, terutama Lintang juga Gendhis. Bedanya, kalau orang tua Gendhis, mereka bahagia dan seolah tidak sabar lagi ingin melihat hari paling bahagia dalam kehidupan puterinya. Sedangkan Lintang juga Gendhis, mereka belum tahu harus bagaimana menyikapi keputusan Pak Argo, karena melihat kondisi hubungan mereka yang sudah tak se harmonis dulu.
"Apakah... Pak Ratno dan Bu Sari keberatan dengan keputusan kami? Mungkin ini terlalu cepat, tapi menurut kaca mata kami, besok ketika Lintang resmi bertugas ke luar provinsi, Gendhis sudah bisa ikut bersama Lintang untuk mendampinginya." tanya Pak Argo.
__ADS_1
Gendhis terperanjat, tak tahu apa yang hendak ia lakukan. Ia tak bisa begitu saja membongkar perselingkuhan Lintang di hadapan kedua keluarga itu tanpa bukti yang pasti.
Lintang pun tak kalah terkejutnya mendengar keputusan ayahnya yang tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Lintang paham betul sifat ayahnya yang tak mungkin bisa untuk di debat. Dulu saja saat Lintang ingin melanjutkan kuliah di Akmil, Pak Argo orang pertama yang menentang Lintang. Atas bantuan Gendhis lah ahirnya hati Pak Argo bisa luluh. Dan saat ini... mana mungkin Lintang meminta bantuan Gendhis kesekian kalinya agar bisa membatalkan pernikahan mereka.
Namun, jika Lintang membiarkan pernikahan itu terjadi, maka akan terjadi pernikahan dengan cinta yang sudah expired. Lintang juga tak mungkin meninggalkan Gabby setelah apa yang mereka lakukan malam itu di rumah Gabby.
Setelah diam sejenak, akhirnya Pak Ratno berkata,
"Saya selaku ayah Gendhis, menyerahkan semua keputusan di tangan Gendhis saja Pak Argo, karena mereka yang akan menjadi pernikahan itu." jawab Pak Argo seolah memberi angin segar pada Lintang.
"Baiklah... bagaimana Nduk... kamu nggak keberatan kan, kalau pernikahan kalian dipercepat?" tanya Pak Argo pada Gendhis yang tengah duduk dengan wajah tertunduk.
"Pak Ratno tidak usah khawatir, Gendhis sudah pasti setuju, dan kami sekeluarga juga tidak keberatan jika pernikahan mereka dipercepat."
Ucapan Bu Sari seketika membuat Lintang patah semangat untuk menolak pernikahan itu. Padahal dia baru saja berharap kalau Lintang akan menunda lebih lama lagi pernikahan itu, agar ia bisa lebih leluasa menjalin hubungan dengan Gabby.
Bibir Gendhis seolah merasa kelu tak tau harus berkata apa mendengar jawaban dari ibunya. Ia merasa harus menunggu waktu yang tepat dan mengumpulkan bukti yang kuat untuk membongkar perselingkuhan Lintang. Tapi sampai kapan? Apakah sampai mereka menikah, baru Gendhis akan mendapatkan bukti itu? Semua fikiran itu berkecamuk tak tentu arah.
Pak Argo melanjutkan kembali perkataannya.
"Baiklah... kalau begitu, jika memang semua sudah setuju, maka pernikahan akan kita laksanakan besok pada hari Minggu, tanggal 27 Maret 2022. Masih ada beberapa waktu untuk kita mempersiapkan acara tersebut. Dan soal biaya, Pak Ratno dan Bu Sari tidak perlu khawatir. Biar kami yang urus semuanya. Dan kita cukup bikin satu lokasi pesta saja, mengingat rumah kita yang hanya berseberangan jalan." jelas Pak Argo.
__ADS_1
Semua yang hadir nampak terkejut. Ada yang terkejut karena bahagia namun ada juga yang terkejut karena pernikahan tanpa cinta itu akan sesegera dilaksanakan.
"Baik Pak Argo, kita sepakati hari itu sebagai hari pernikahan Lintang dengan Gendhis." jawab Pak Ratno.
Keluarga Lintang maupun keluarga Gendhis sangat bahagia dan seolah tak sabar menyaksikan hari penyatuan dua keluarga itu.
Lintang yang sedari tadi diam seribu bahasa, akhirnya angkat bicara jua,
"Bapak... Gendhis kan sekarang masih kuliah dan baru masuk semester lima, apa tidak sebaiknya kita tunggu pernikahan kami sampai Gendhis lulus kuliah dulu?" Lintang beralasan.
"Nang... ya nggak papa kan Gendhis masih kuliah tapi kalian menikah? Setelah kamu bertugas nanti, Gendhis bisa pindah kampus yang dekat dengan tempat tugasmu. Jadi kuliah Gendhis nggak akan terputus. Lagi pula banyak juga kan yang kuliah tapi sudah menikah?" kali ini Bu Parti ibunya Lintang yang bicara. Dia sudah tidak sabar lagi membawa Gendhis pulang ke rumahnya sebagai menantu.
Lintang pun ahirnya menyerah. Ahirnya dia ikuti saja kemauan orang tuanya untuk menikahi Gendhis. Masalah Gabby, biar menjadi urusannya, fikirnya dalam hati.
*****
Selanjutnya... kita tunggu sama-sama ya koordinasiaa..., apakah Gendhis jadi menikah dengan Lintang? Atau malah ada yang bersikukuh untuk membatalkan pernikahan itu?
Pantau terus di "Jodoh Masa Kecil" episode berikutnya ya kakak-kakak... 🥰
Jangan lupa dukungan, komentar, juga like nya. Bis si Thor ini tetap semangat berkarya... terimakasih... 💕💕💕🙏🙏🙏
__ADS_1