Jodoh Masa Kecil

Jodoh Masa Kecil
Membuka Memori Lama


__ADS_3

Gala memarkirkan mobil di halaman rumah sore itu sepulang dari kampus. Rumah itu yang selalu ia rindukan apalagi selama hampir enam tahun Gala kuliah di luar negeri. Terang saja, rumah itulah yang sudah puluhan tahun membesarkannya dalam keteduhan, kenyamanan, juga kasih sayang setiap anggota keluarga. Meski sesibuk apapun, mereka tak pernah lupa meluangkan waktunya untuk keluarga walau hanya sekejap saja.


Gala segera berjalan menuju pintu masuk dan mengambil kunci rumah yang ada di ranselnya. Gala hendak membuka pintu, namun ketika kunci hendak ia masukkan, ternyata pintu rumah sudah terbuka dengan sendirinya.


"Lhoh... sudah terbuka? Papa sama mama kan masih dinas luar kota, apa mereka sudah pulang? Tapi mobilnya belum ada di halaman rumah. Apa mungkin sudah di garasi?" ucap Gala lirih sambil berjalan masuk.


Ketika sampai di ruang tengah, Gala terkejut melihat adik kesayangannya sedang duduk sendiri sambil memegang remot mencari acara televisi yang ia sukai.


"Assalamu'alaikum... adik ku yang paling ganteng. Kapan pulang? Kok nggak kasih kabar Kakak sih kalau mau pulang?" tanya Gala pada Riko sambil menaruh ranselnya lalu duduk di sofa mendekati sang adik.


"Waalaikumsalam... eh, Kak Gala kapan dateng? Riko nggak denger suara mobil Kakak." jawab Riko terkejut,


"Hhemmm... ditanya malah balik nanya." kata Gala.


"He... he... he... iya, Kak. Tadi siang Riko pulang, mobil udah masuk garasi, jadi biar surprise gitu." jawab Riko.


"Gitu ya? Okayyy... surprise berhasil... meski sedikit garing." ledek Gala pada adiknya.


"Yeeey... biarin ah, Kak." jawab Riko sambil menikmati cemilan dalam tupperware untuk menemani waktu bersantainya di depan televisi. Kapan lagi bisa duduk santai di rumah kalau nggak lagi liburan kuliah kayak gini? Gumamnya dalam hati.


"Kayak baru kemarin ya..., lihat adik kakak ini minta digendong kecapean pulang main bola sama temen-temen, eh... tau-tau sekarang udah hampir lulus kuliah aja." ujar Gala.


"Hemm... iya dong Kak. Eh... Kak Gala, baru inget, Kakak dapet salam dari Miss Alena. Katanya kapan ajakin travelling sama icip-icip kuliner khas Magelang lagi?" kata Riko.


Alena adalah teman kuliah Gala selama di luar negeri. Gadis cantik yang sedikit manja ini memang cukup dekat dengan Gala sewaktu sama-sama menimba ilmu di National University of Singapore (NUS) yang terletak di Kent Ridge, barat daya Singapura. Kedekatan mereka bermula ketika mereka sama-sama menjadi mahasiswa dan berkenalan, ternyata mereka sama-sama berasal dari Negara yang sama, bahkan satu provinsi. Gala tinggal di Magelang sedang Alena berasal dari Semarang. Karenanya mereka sudah seperti keluarga.


Entah kurang peka atau memang pura-pura tidak tahu, kalau sebenarnya Alena menaruh harapan cukup tinggi pada Gala. Gadis itu sebenarnya menyukai Gala, bahkan berharap kalau Gala bisa menjadi pendamping hidupnya. Hanya saja, dari awal Gala sudah menganggap Alena seperti adiknya sendiri.


Gala dan Alena sama-sama kuliah di NUS, hanya fakultas yang mereka ambil berbeda. Gala di Faculty of Arts & Social Sciences jurusan Sastra dan Bahasa Asing, sedangkan Alena di NUS Business School jurusan Akuntansi.


"Loh... Alena ngajar kamu juga ya di PKN STAN?" tanya Gala pada adiknya.


"Iya lah... Miss Alena kan dosen pembimbing skripsinya Riko kak." jawab Riko.


"Oh... ya? Pantesan aja, proposal skripsi kamu cepet banget di acc, orang dosen pembimbingnya aja temen Kakak." canda Gala seolah meremehkan kemampuan adiknya, padahal Gala juga tahu kalau dari dulu prestasi Riko memang cukup membanggakan. Benar-benar dua kakak beradik yang sempurna dan selalu jadi idola kaum hawa.


"Yeee... kakak gitu amat, nggak percayaan sama adek sendiri..." Riko sedikit ngambek dengan ledekan kakaknya.


Gala pun hanya tertawa seolah bahagia melihat adiknya cemberut karena kedepannya.


"Iya... iyaaa... kakak bercanda." ucap Gala sambil tertawa kecil.


"Eh... Kak, ngomong-ngomong kapan Kak Gala ngajak Miss Alena ke rumah?" tanya Riko tiba-tiba membuat Gala heran.


"Haaa? Ngajakin ke rumah? Ngapain?" Gala bertanya.

__ADS_1


"Ya buat bicara serius sama mama papa lah... Riko kan juga pengen cepet-cepet punya kakak ipar." jawab Riko gantian meledek kakaknya.


"Husshhh... ngawur kamu. Kakak sama Alena cuma temenan aja." ujar Gala sambil menyandarkan tubuh bidangnya di senderan sofa seraya ikut menyaksikan acara televisi.


"Itu kan menurut Kakak. Coba deh tanya sama Miss Alena, keknya dia ada rasa lho sama Kak Gala, masa kakak nggak tau, aku aja tau..." kata Riko.


Bukannya Gala tak tahu, hanya saja Gala tak ingin merusak persahabatan yang sudah lama terjalin di antara mereka. Karena jika Alena tahu bahwa Gala menyukai gadis lain, Gala khawatir persahabatannya dengan Alena yang sudah enam tahun lebih terjalin akan jadi berubah.


"Buruan dong Kak Gala... kurang apa lagi coba? Miss Alena itu cantik, baik, pinter, modern, bahkan papa mama juga sedikit banyak tahu soal keluarganya, kalian juga sama-sama lulusan S.2 dari kampus yang sama. Udah gitu, besok kalau aku punya kakak ipar kan enak, ada yang bantu ngurus makanan Riko kalau lagi di rumah kayak gini. Kak Gala nggak liat apa? Riko dari tadi pulang cuma makan cemilan aja, habisnya Kak Gala nggak masak sih..." celoteh Riko berdalih karena sebenarnya ia ingin mengajak kakaknya untuk mentraktir makan di luar sore itu.


"Heeemmm... Kakak tahu, bilang aja kamu pengen ngajak kakak ke Mc (Mc Donald's)" tanggap Gala seolah faham betul keinginan adik kesayangannya itu.


"He... he.. he... Kak Gala tahu aja. Ayuuuk..." ajak Riko tak sabar.


"Okeyy... tunggu sebentar lah. Kakak mu kan baru pulang kerja. Aku mandi, sholat ashar terus kita berangkat." kata Gala.


"Siaaap... Kak!" kata Riko.


Gala pun lantas beranjak dari ruang tengah lalu menuju ke kamarnya untuk mandi dan bersiap memanjakan perut adiknya yang baru saja pulang ke rumah.


*****


Mobil keluaran terbaru toyota camry warna putih itupun berhenti di tempat parkir Mc Donald's yang ada di Jl. Tentara Pelajar No.65, Kemirirejo, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang. Perut Riko yang sudah keroncongan itu membuatnya sudah tak sabar lagi untuk memesan menu favoritnya. Keduanya lantas duduk di meja no. 08.


"Terserah kamu aja, apa pun yang kamu pesan pasti kakak makan." jawab Gala seolah sudah faham betul kalau adiknya itu pasti tahu selera kakaknya.


"Okeyy lah, kalau begitu. Kakak tunggu di sini biar aku pesen yang spesial pokoknya. Tapi..." Riko tak melanjutkan perkataannya. Dia sengaja menunggu kakaknya mengulurkan rupiah kepadanya, mumpung lagi libur kuliah.


"Iyaa... iyaaa... kakak tahu maksud kamu Riko. Ini kan yang kamu mau?" ucap Gala sambil merogoh kantong celananya untuk mengambil dompet dan diambilnya kartu kredit lalu diberikan pada Riko.


"He... he... makasih kakak ku yang paling ganteng..." ucap Riko sambil mengambil kartu kredit dari tangan Gala dan berjalan menuju meja kasir.


Ketika hendak berjalan menuju meja kasir, Riko dikejutkan dengan suara yang memanggil namanya dari arah belakang.


"Kak Riko..." suara itu memanggilnya.


Riko membalikkan badannya untuk memastikan siapa yang tengah ada di belakangnya.


"Tina...?" Riko tanpa sadar bertemu dengan Tina, adik kelasnya sekaligus sahabat dekat Gendhis dulu waktu di SMA.


"Kak Riko masih inget aku?" tanya Tina.


Riko hanya tersenyum melihat Tina, seolah dia melihat kembali masa-masa saat masih SMA dulu. Lucu-lucu, tapi kadang bikin kangen juga.


Melihat senyum Riko, Tina pun berkata, "Ohhh... iya laahhh... mana mungkin lah Kak Riko lupa sama temen deket Gendhis dulu, iya kan?" tanya Tina yang jawabannya sudah tentu benar.

__ADS_1


"Bisa aja kamu Tin... Oh iya, kamu ke sini sama siapa sore-sore gini?" tanya Riko basa basi.


"Aku habis pulang dari Jogja, Kak. Mumpung lagi libur kuliah. Terus mampir ke Mc sama temen aku tuh di sana..." tunjuk Tina ke arah meja di mana di situ terdapat dua teman gadisnya yang sedang menunggu.


Riko segera menoleh ke arah tersebut, berharap yang bersama Tina adalah Gendhis. Namun ia kecewa karena ia salah. Dan tina, sedikit menangkap ada wajah ingin tahu dari mantan kakak tingkatnya itu.


"Kak Riko sama siapa?" tanya Tina.


"Aku sama kakak ku. Oh... iya Tin... gimana kabar Gendhis sekarang? Apa kamu masih suka berhubungan dengannya atau ketemu dia?" Riko ahirnya memberanikan diri untuk bertanya soal Gendhis.


"Ya pasti lah... Kak. Belum lama kemarin aku baru ketemu dia." jawab Tina.


"Oh ya? Apa kalian reunian? Pasti sekarang Gendhis udah bahagia ya dengan tunangannya, karena nggak ada aku yang suka gangguin hubungan mereka?" tanya Riko menelitik.


"Nggak... sama sekali...!" jawab Tina tegas.


Riko terkejut dengan jawaban singkat dari Tina.


"Nggak sama sekali, gimana maksud kamu, Tin?" Riko makin penasaran.


"Lhoh... jadi Kak Riko belum tahu ya? Ohwalah... kaaaakk... kak. Malah ternyata belum tahu!" jawab Tina seperti sedang main petak umpet, muter-muter nggak tau arahnya kemana.


"Apaan sih, Tin. Ngomong yang jelas dong... aku nggak ngerti maksud kamu." ucap Riko. Mendengar nama Gendhis disebut seolah rasa lapar di perutnya berubah menjadi kenyang seketika. Ia lupa kalau tujuan awalnya datang ke tempat itu adalah cari makan malam, bukan cari info tentang Gendhis.


"Kak Riko... Gendhis dan Kak Lintang... mereka batal menikah!" ucap Tina dengan nada sedikit melemah.


Betapa terkejutnya Riko mendengar kabar itu. Ia lantas mencari kebenaran dari perkataan Tina.


"Batal nikah? Kenapa bisa? Masalah sebesar apa hingga berhasil memisahkan pasangan itu?" Riko terkejut karena dia ingat betul ucapan Lintang yang begitu mencintai Gendhis, saat mereka sempat terlibat adu jotos dulu waktu memperebutkan Gendhis.


"Iya, Kak... dan parahnya, hubungan mereka terputus saat malam menjelang pernikahan mereka beberapa waktu lalu." penjelasan kedua Tina berhasil mengejutkan Riko kembali.


"Oh yaaa??? Tapi kenapa, Tin?" Riko makin penasaran.


Tina terdiam sesaat karena turut prihatin dengan kondisi sahabatnya waktu itu.


"Karena... Kak Lintang... diam-diam menjalin hubungan dengan wanita lain di belakang Gendhis. Dan yang lebih parahnya lagi, wanita itu datang di malam menjelang pernikahan mereka dan bilang pada semua orang kalau ternyata dia... sudah mengandung buah cintanya dengan Kak Lintang..." jawaban ke tiga Tina, serentak membuat emosi dalam diri Riko memuncak sampai ke ubun-ubun.


*****


...***Seperti apakah reaksi Riko mendengar berita mengejutkan dari Tina tentang Gendhis..., gadis yang sejak SMA dulu selalu ia perjuangkan meski bertepuk sebelah tangan? Sampai-sampai dibela-belain kena sidang di ruang Waka Kesiswaan? 🤔...


...Tunggu di episode berikutnya ya kakak...🤗...


...Jangan lupa like, komentar serta dukungannya ya Kak.... terimakasih 🥰🥰🙏🙏🙏***...

__ADS_1


__ADS_2